Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Effectiveness of Deep Breathing Relaxation Techniques in Reducing Pain in Postoperative Patients Putri, Maidina; Nurlela, Lela; Kirana, Sukma ayu Candra; Arnianti, Arnianti
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i3.830

Abstract

Background: Postoperative pain is a common problem experienced by patients after surgery. Inadequate pain management can slow the recovery process, increase physiological stress, and reduce the patient's quality of life. One non-pharmacological method that can be used is deep breathing relaxation techniques, which aim to increase oxygenation, reduce muscle tension, and provide a calming effect. Objective: To determine the effectiveness of deep breathing relaxation techniques in reducing pain intensity in post-operative patients. Method: The study used a quasi-experimental design with a pre-test approach. post-test control group Design. The sample consisted of 60 elective post-surgery patients at Hospital X, divided into an intervention group (n=30, given deep breathing relaxation techniques) and a control group (n=30, given standard care). Pain intensity was measured using a Visual Analog Scale (VAS) before the intervention and 30 minutes after the intervention. Data analysis was performed using paired t- test and independent t- test. Results: The mean pain score before intervention in the deep breathing relaxation group was 5.8 (SD ±1.2), decreasing to 3.2 (SD ±1.1) after intervention. Meanwhile, in the control group, the pain score before intervention was 5.7 (SD ±1.3) and after 30 minutes it became 5.4 (SD ±1.2). Statistical tests showed a significant difference between the two groups (p < 0.05). Conclusion: Deep breathing relaxation techniques are effective in reducing pain intensity in postoperative patients. This method can be recommended as a simple, inexpensive, and easy-to-implement non-pharmacological therapy to support postoperative pain management.
Program Posyandu Plus: Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kesehatan Reproduksi Ula, Zumrotul; R, Rahmaniyah; Veradilla, Veradilla; Andriani, Fitri; Arnianti, Arnianti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v3i4.818

Abstract

Posyandu (Integrated Health Post) is a form of community-based health service that plays a crucial role in improving maternal and child health. However, pregnant women's limited knowledge about reproductive health remains a barrier to preventing pregnancy and childbirth complications. The Posyandu Plus program is an innovation in community service activities, adding educational and counseling sessions specifically on reproductive health for pregnant women. This activity was implemented through outreach, interactive discussions, and simulations. Results indicate an increase in pregnant women's understanding of the importance of self-care, pregnancy danger signs, balanced nutrition, and safe birth planning. This program is expected to be sustainable and become a model for community empowerment in supporting maternal health.
Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Trimester I Dengan Anemia Di Pustu Tobadak Tahun 2021 kasmayani, kasmayani; Mawarni, Mira; Adeliana, Adeliana; Arnianti, Arnianti
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i3.1060

Abstract

Status gizi ibu pada kehamilan berpengaruh pada status gizi janin, Asupan makanan ibu dapat masuk ke janin melalui tali pusat yang terhubung kepada tubuh ibu. Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia di Puskesmas Tobadak Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 . Teknik pengambilan sampel adalah secara Total Populasi sebanyak 40 orang. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lila atas dan Hb Sahli. Hasil penelitian menunjukan bahwa 5 orang (12.5%) ibu hamil IMT Normal tidak mengalami Anemia, 7 orang (17.5%) Ibu Hamil IMT Normal mengalami Anermia, 21 orang (52.5%) Ibu Hamil IMT tidak Normal tidak mengalami Anemia, 7 orang (17,5%). Hasil penelitian Ibu Hamil IMT tidak Normal mengalami Anemia dan nilai X2=0.06 menunjukkan nilai H0 lebih besar dari Ha yang berarti tidak ada hubungan antara status gizi IMT dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di pustu Tobadak dan nilai odd ratiao (OR) sebesar 4,103. Kesimpulan banyak ibu hamil dengan status gizi kurang dan anemia. di sarankan pada ibu hamil meningkatkan asupan gizi dan mengonsumsi tablet Fe, dan memeriksakan kehamilannya sebanyak 4 x selama kehamilan. Kepada petugas kesehatan agar memberikan konseling pada ibu hamil saat pemeriksaan.
The Relationship of Knowledge and Occupation with the Incidence of Anaemia in Pregnant Women Arnianti Arnianti
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3268

Abstract

Anaemia is one of the indirect causes of death of pregnant women. Anaemia in pregnancy is a condition where the hemoglobin level of the pregnant women is lower than 11.0 g/dL. The objective of this research was to identify the effect of knowledge and occupation on the incidence of anaemia in pregnancy. Method: The research was conducted in the working areas of the Bara Permai Health Center, Benteng Health Center and Wara Selatan Health Center in Palopo City. This research employed an analytical observational study with a case control study research design. The sampling used a purposive sampling technique. The sample size in this study was 99 samples consisting of 33 cases and 66 controls.Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi square test. Finding: The risk factor identified to be related to the incidence of anaemia in pregnancy was knowledge with an Adjusted OR (AOR) = 4.126 (95% CI = 1.574-10.820), with p -value = 0.003 (p<0.05). Meanwhile, occupational factors were found not to be related to the incidence of anaemia in pregnancy. Conclusion: There is a significant influence of the knowledge level on the incidence of anaemia in pregnancy.
Pengenalan Tanda Awal Henti Jantung dan Tindakan CPR di Masyarakat Asrianto, Asrianto; Haerul, Haerul; Arief, Khumaidi; Sukri, Karmila; Mansur, Muhammad Arif; Jufri, Sabri; Kalla, Harnilawati; Herman, Herman; Arnianti, Arnianti; Subaedah, Subaedah; Nurlaelah, Nurlaelah; Anggerani, Anggerani; Jabir, Muhammad Agus; Fitriani, Fitriani; Nursyahfitri, Nursyahfitri; Syauqiyah, Syauqiyah; Putra, Putra; Selsadila, Dwi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2539

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan tingkat mortalitas tinggi dan sebagian besar kejadiannya terjadi di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut respon cepat dan tepat dari masyarakat awam sebagai penolong pertama sebelum bantuan medis tiba. Namun, rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta keterbatasan keterampilan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) masih menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta melakukan tindakan CPR secara benar dan aman. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi terarah, serta pelatihan praktik CPR menggunakan media audio visual dan manekin. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai tanda awal henti jantung serta peningkatan kemampuan dalam melakukan tindakan CPR sesuai standar prosedur. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan CPR berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem respon kegawatdaruratan jantung di tingkat komunitas dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat henti jantung secara berkelanjutan nasional.
Factors Influencing The Occurrence Of Pulmonary Tuberculosis In The Productive Age Group Wahyuni, Tri; Ramli, Rachmat; Wicaksono, Rizky Rahadian; Dunggio, Abdul Rivai Saleh; Arnianti, Arnianti
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1094

Abstract

Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease that remains a public health problem, particularly among the productive age group. This age group has high levels of mobility and social activity, placing them at greater risk of TB transmission. The occurrence of pulmonary TB is influenced by various factors, both individual and environmental. This study aims to determine the factors influencing the occurrence of pulmonary tuberculosis in the productive age group. This study used quantitative methods with an analytical design and a case-by-case approach. control. The research sample consisted of a case group (pulmonary TB sufferers) and a control group (non-pulmonary TB sufferers) in health service area X. Data were collected using questionnaires and observation sheets, then analyzed using the Chi- Square test. The results showed that nutritional status, residential density, smoking habits, and home ventilation had a significant effect on the occurrence of pulmonary TB (p < 0.05).