Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Tingkat Religiusitas dan Persepsi Penegakan Tata Tertib Sekolah dengan Tingkat Kedisiplinan Siswa SMA di Banyumas Adinda Triani Rahma Putri; Nanang Martono; Elis Puspitasari; Agung Kurniawan
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.335

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan keberhasilan akademik siswa. Namun, faktanya Indonesia masih termasuk negara yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan tingkat kedisiplinan siswa seperti religiusitas dan persepsi terhadap tata tertib. Religiusitas membentuk nilai moral dan kontrol diri siswa, sedangkan persepsi terhadap penegakan tata tertib memengaruhi bagaimana mereka menerima dan menaati aturan. Kedua faktor ini berperan bersama dalam pembentukan kedisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan religiusitas dan persepsi terhadap penegakan tata tertib dengan kedisiplinan siswa SMA di Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei dengan sampel 189 dari jumlah populasi sebanyak 360 siswa kelas XI salah satu SMA di Banyumas yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan margin error 5%. Data didapatkan melalui hasil kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Korelasi Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, religiusitas memiliki hubungan positif dengan tingkat kedisiplinan siswa (r = 0,219; sig. 0,000) serta antara persepsi terhadap tata tertib dengan kedisiplinan siswa (r = 0,160; sig. 0,006), meskipun kekuatannya lemah. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas siswa dan semakin positif persepsi mereka terhadap tata tertib, semakin tinggi pula tingkat kedisiplinannya. Dengan demikian, pembentukan disiplin siswa tidak hanya ditentukan faktor internal berupa religiusitas, tetapi juga oleh faktor eksternal berupa persepsi terhadap penegakan tata tertib yang adil dan konsisten.
Hubungan dukungan keluarga dan persepsi kesuksesan dengan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Harapan Cemerlang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Wulan Nurrokhmah; Nanang Martono; Agung Kurniawan; Elis Puspitasari
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18173

Abstract

This study explains the relationship between family support and perceived success with high school students' achievement motivation. The method used was a survey in one of the high schools in Banyumas. The population was 715 students from tenth and eleventh grade. In this study, the sample amounted to 392 students who were determined using simple random sampling technique. The results revealed that the Kendall's tau correlation value on the family support variable was 0.13 with a significance value of 0.05. Meanwhile, the perceived success variable showed a Kendall's tau correlation value of 0.28 with a significance value of 0.01. These results indicate a positive relationship between family support and achievement motivation and a positive relationship between perceived success and achievement motivation. The ability of families to provide support can increase children's potential to achieve and achieve success. When parents provide optimal support, it can increase children's achievement motivation because children feel fully supported and valued. On the other hand, perceptions of success also contribute to increasing students' achievement motivation. The perception of success that students believe can provide encouragement to develop their potential so that it has implications for increasing student achievement motivation.
DEKONSTRUKSI MAKNA “PRESTASI” PADA SISWA, GURU, DAN ORANG TUA SISWA Luhjingga Panasari Urbaningrum; Nanang Martono; Elis Puspitasari; Agung Kurniawan
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v13i4.90016

Abstract

This study aims to challenge the traditional concept of achievement often defined merely as formal recognition. It seeks a broader and more inclusive understanding of achievement by acknowledging various forms of success and abilities possessed by students. The research methodology employed is qualitative research. Data were collected through three main techniques: in-depth interviews, direct observation, and documentation. Informants for the study were purposively selected to ensure they possessed relevant knowledge and experience on the research topic, consisting of three students, two teachers, and three parents of students. Data obtained were analyzed using Interactive Analysis techniques. The findings of the study indicate that the definition of achievement extends beyond academic accomplishments to include personal development, social skills, and the ability to overcome challenges. The implications of this research are crucial in supporting every child to reach their full potential and in fostering an inclusive and supportive educational environment. Every child deserves recognition for their achievements, not only in academic fields but also in the development of personal skills and values that prepare them for the future, thereby promoting a more inclusive paradigm shift in the assessment and recognition of student achievements. 
Persepsi Siswa Miskin mengenai Perilaku Siswa Kaya di Sekolah Tutut - Setianingsih; Nanang Martono; Elis Puspitasari
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i4.7205

Abstract

Tulisan ini menggambarkan persepsi siswa miskin mengenai perilaku siswa kaya di sekolah. Siswa kaya di lingkungan sekolah unggulan memiliki perilaku yang berbeda dan memiliki stereotip negatif di masyarakat seperti gaya hidup yang mewah dan prestasi yang tinggi akibat modal yang dimiliki. Stereotip tersebut tidak sepenuhnya benar. Siswa kaya dan miskin di dalam sekolah memiliki berbagai perbedaan terkait habitus dan kebiasaan. Mereka juga melakukan interaksi yang kemudian memunculkan persepsi dari siswa miskin mengenai perilaku siswa kaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi siswa miskin dan kaya disekolah, habitus yang dilakukan siswa kaya, dan pengalaman yang dialami siswa miskin menimbulkan berbagai persepsi positif dan negatif mengenai perilaku siswa kaya. Persepsi positif meliputi perilaku siswa kaya yang memiliki sikap rajin belajar dan persepsi negatif meliputi siswa kaya yang suka melakukan gaya hidup mewah serta berperilaku dehumanisme terhadap siswa miskin.