Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perhitungan Nilai Overall Equipment Effectivness Pada Mesin Gang Rip Saw (Studi Kasus CV Cipta Usaha Mandiri) Yusuf Kurniawan Wiguna; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.592 KB)

Abstract

Tingkat efektivitas mesin menjadi suatu faktor penting pada perusahaan. CV Cipta Usaha Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kayu lapis yang produknya di ekspor ke negera lain seperti Taiwan, Hongkong, Tiongkok dan lain-lain. Mesin yang beroperasi secara kontinyu dituntut dapat memenuhi target yang telah ditentukan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Namun hingga kini belum pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui besarnya nilai efektivitas pada mesin-mesin yang digunakan oleh CV Cipta Usaha Mandiri. Overall Equipment Effectiveness, atau OEE adalah metode sistematis untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas proses suatu mesin atau peralatan. Perhitungan OEE dapat diukur dari data aktual yang terkait dengan availability, performance efficiency, dan quality of product. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai OEE pada mesin gang rip saw yang digunakan oleh CV Cipta Usaha Mandiri. Berdasarkan pengolahan didapatkan nilai availability sebesar 93.8%,  performance rating sebesar 90.3%, quality of product sebesar 97.3% sehingga didapatkan nilai OEE sebesar 82.485%. Hal ini menunjukkan nilai OEE masih rendah dan terindikasi banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat perusahaan kelas dunia. Abstract The level of effectiveness of the machine becomes an important factor in the company. CV Cipta Usaha Mandiri is a company engaged in the manufacture of plywood whose products are exported to other countries such as Taiwan, Hong Kong, China and others. Machine that operates continuously are required to meet the targets that have been determined with a high degree of effectiveness. But no one has ever done a study to determine the value of the effectiveness of the machines used by CV Cipta Usaha Mandiri. Overall Equipment Effectiveness, or OEE is a systematic method to measure the level of effectiveness of a machine or equipment. OEE calculation can be measured from the actual data associated with the availability, performance efficiency, and quality of product. The purpose of this study was to determine the value of OEE gang rip saw machines used by CV Cipta Usaha Mandiri. Based on the obtained processing availability value of 93.8%, a performance rating of 90.3%, quality of product by 97.3% to obtain the value of 82 485% OEE. This shows the value of OEE is still low and a lot of space indicated improvements to be made to reach the level of world-class companies.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA AREA PRODUKSI PT. PELITA CENGKARENG PAPER Riniwati Juliana Marbun; Nia Budi Puspitasari; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.651 KB)

Abstract

PT. Pelita Cengkareng Paper merupakan salah satu perusahaan industri daur ulang kertas di  Cengkareng, Banten. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan bagian HSE mengenai kecelakaan kerja yang ada di PT. Pelita Cengkareng Paper, sebagian besar kecelakaan kerja terjadi di area produksi. Berdasarkan tingkat keparahan, kecelakaan tersebut dapat di kategorikan ke dalam kasus kecelakaan ringan, sedang, kritis dan fatal seperti pekerja jari terluka oleh benda tajam, lebam atau bengkak di kaki, tangan patah, dan kaki terpotong. Dari hasi observasi juga sangat memungkinkan pekerja mengalami gangguan pernafasan karena menghirup debu material. Berdasarkan kasus – kasus tersebut, perlu adanya upaya identifikasi dan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi ke dalam manajemen risiko yang dimulai dengan identifikasi risiko pada proses kerja operator  sampai dengan menentukan tingkat risiko kecelakaan kerja dan menghubungkannya dengan fakta kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pernah terjadi di PT. Pelita Cengkareng Paper. Sehingga secara mudah risiko dapat diminimalkan dengan menentukan pengendalian yang tepat. Identifikasi risiko menggunakan metode JHA( Job Hazard Analysis).  Metode ini bertujuan mengetahui risiko yang ditimbulkan agar kemudian potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dikendalikan dengan menguraikan langkah-langkah pekerjaan. Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan standar manajemen risiko AS/NZS 4360:2004 metode semi kuantitatif W.T. Fine J dengan menganalisa nilai kemungkinan, pemajanan dan konsekuensi dari setiap potensi bahaya untuk mendapatkan tingkat risiko yang kemudian dibandingkan standar level risiko. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki pada aktivitas kerja di area produksi meliputi very high, substantial, priority 3, dan acceptable.  ABSTRACT           PT. Pelita Cengkareng Paper is one of the paper recycling industry in Cengkareng, Banten. Based on observations and interviews with HSE about  work accident in PT. Pelita Cengkareng Paper, the majority of work accidents occurred in the production area. Based on the severity, the crash can be categorized into the case of minor accidents, moderate, critical and fatal like the fingers of workers injured by sharp objects, bruising or swelling in the legs, broken hands, and feet cut off. From the observation is also very possible the workers suffered respiratory problems from inhaling dust material. Based on the cases, the need for measures for the identification and analysis of risks to safety and health are integrated into risk management starts with the identification of risks in the work process operator to determine the level of risk of occupational accidents and connect it to the facts of occupational accidents and occupational diseases that happened in PT. Pelita Cengkareng Paper. So easily risk can be minimized by determining the appropriate controls. Risk identification using JHA (Job Hazard Analysis). This method aims to determine the risks posed so that then the potential for accidents and occupational diseases can be controlled by outlining the steps work. The risk assessment carried out by using a risk management standard AS / NZS 4360: 2004 semi-quantitative method WT Fine J by analyzing possible value, exposure and consequences of any potential hazards to get the level of risk which is then compared to a standard level of risk. The study states that the level of risk of the activity of work in the production area includes very high, substantial, priority 3, and acceptable.
PEMETAAN RANTAI NILAI INDUSTRI KREATIF UPAYA MENINGKATKAN NILAI EKONOMI USAHA ( Studi Kasus: UMKM Monel Jepara) Freddy Antonius Sihite; Darminto Pujotomo; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkembangan sentra UMKM monel yang  sudah eksis sejak tahun 1970 ini memiliki penurunan nilai produksi dan tidak adanya terapan strategi daya saing. Menanggapi masalah ini, maka penyusun mengadakan penelitian mengenai pemetaan rantai nilai dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi usaha.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai tambah dan margin setiap rantai nilai pelaku usaha, mengidentifikasi masalah dan menciptakan strategi pengembangan produk dengan pemetaan rantai nilai, Critical Succes Factor (CSF), memberikan rekomendasi strategi pengembangan usaha dengan menggunakan  analisis SWOT dengan matriks internal eksternal (matriks IE). Dari hasil pemetaan, permasalahan yang menonjol adalah kurangnya sumber permodalan dan tidak adanya kerjasama kolektif antar pelaku usaha. Sehingga perlu dibentuk strategi joint venture dalam menangani bagian permodalan.Dengan menggunakan CSF, strategi untuk menangani permasalahan terdapat pada bagian promosi dan inovasi. Sedangkan dengan analisis SWOT, rekomendasi  dilakukan dengan strategi pertumbuhan horizontal dengan melakukan pengembangan pada bagian produk, kualitas produk, dan akses pasar  Monel district conditions that has existed since the year 1970 has decreased the value of production and the absence of applied competitiveness strategy. Responding the problem, the authors conducted research on mapping the value chain in an effort to enhance the economic value of the business. The purpose of this study is to identify the added value and margin of each business value chain, identify problems and create product development strategies with value chain mapping, Critical Success Factor (CSF), provides strategic on business development using SWOT analysis with the internal- external matrix (IE matrix). The results indicate that identification of an industrial value chain in monel less running optimally. From the results of mapping, a prominent problem is the lack of capital resources and the absence of collective cooperation among businessmen. So need to set up joint venture strategy in dealing the capital. CSF strategies found problems on promotion and innovation. While the SWOT analysis, recommendations done by horizontal growth strategy by doing the development on the product, product quality, and market access.Kondisi perkembangan sentra UMKM monel yang  sudah eksis sejak tahun 1970 ini memiliki penurunan nilai produksi dan tidak adanya terapan strategi daya saing. Menanggapi masalah ini, maka penyusun mengadakan penelitian mengenai pemetaan rantai nilai dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi usaha.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai tambah dan margin setiap rantai nilai pelaku usaha, mengidentifikasi masalah dan menciptakan strategi pengembangan produk dengan pemetaan rantai nilai, Critical Succes Factor (CSF), memberikan rekomendasi strategi pengembangan usaha dengan menggunakan  analisis SWOT dengan matriks internal eksternal (matriks IE). Dari hasil pemetaan, permasalahan yang menonjol adalah kurangnya sumber permodalan dan tidak adanya kerjasama kolektif antar pelaku usaha. Sehingga perlu dibentuk strategi joint venture dalam menangani bagian permodalan.Dengan menggunakan CSF, strategi untuk menangani permasalahan terdapat pada bagian promosi dan inovasi. Sedangkan dengan analisis SWOT, rekomendasi  dilakukan dengan strategi pertumbuhan horizontal dengan melakukan pengembangan pada bagian produk, kualitas produk, dan akses pasar Monel district conditions that has existed since the year 1970 has decreased the value of production and the absence of applied competitiveness strategy. Responding the problem, the authors conducted research on mapping the value chain in an effort to enhance the economic value of the business. The purpose of this study is to identify the added value and margin of each business value chain, identify problems and create product development strategies with value chain mapping, Critical Success Factor (CSF), provides strategic on business development using SWOT analysis with the internal- external matrix (IE matrix). The results indicate that identification of an industrial value chain in monel less running optimally. From the results of mapping, a prominent problem is the lack of capital resources and the absence of collective cooperation among businessmen. So need to set up joint venture strategy in dealing the capital. CSF strategies found problems on promotion and innovation. While the SWOT analysis, recommendations done by horizontal growth strategy by doing the development on the product, product quality, and market access.
ANALISIS TRAFFIC ACCIDENT DI INDUSTRI TAMBANG BATU BARA DENGAN METODE HUMAN FACTOR ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM-MINING INDUSTRY (HFACS-MI) (Studi Kasus di PT X Rantau Distrik KCMB) ABI HASBI ASSHIDIQI; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.919 KB)

Abstract

PT X Rantau Distrik KCMB adalah Perusahaan penambangan batubara mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi, transportasi hingga pelaksanaan reklamasi tambang. Kegiatan tambang tersebut memiliki potensi bahaya dan resiko terjadinya kecelakaan dalam setiap proses penambangan. Kasus kecelakaan kerja dibagi dalam 2 bagian yaitu major loss dan minor incident,minor incident dibagi menjadi 3 bagian yaitu traffic accident, tale getting, dan minor injury. Traffic accident adalah kecelakaan kerja  yang terjadi dijalur tambang atau dijalur hauling. Traffic accident merupakan kejadian yang paling sering terjadi dan sering menjadi penyebab pengeluaran perusahaan yang paling tinggi. Metode HFACS-MI bertujuan untuk mencari basic event atau akar masalah yang terjadi dalam traffic accident. HFACS-MI memiliki 5 level yang menjadi faktor utama dalam investigasi kecelakaan. Hasil dari investigasi didapatkan bahwa unsafe act merupakan penyebab utama terjadinya traffic accident yang memiliki nilai faktor kejadian sebanyak 29 faktor kejadian dari 29 traffic accident.  ABSTRACTPT. X Rantau KCMB Distric the company of the coal mining starting from exploration,exploitation,transportation to execution of mine reclamation. The mining activity has petential danger and risk of accident in every process of mining. Work accident cases are divided into two parts are major loss and minor accident, a minor accident is divided into three parts namely traffic accident,tale getiing, and a minor injury. Traffic accident was a work accident that happenened had we had a minr or hauling. Traffic accident is an occurrence that most frequently occur and are often the cause of the company,s expenses. HFACS-MI has five levels that became the major factor in the investigation of accidents. The result of investigation found that an unsafe act are the main cause of occurrence of traffic accident factor that has value by as much as 29 incidence factor of 29 traffic accident. 
ANALISIS PENGARUH PERIKLANAN, KUALITAS PRODUK, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA BEAT Dian Ratnasari; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis sepeda motor di Indonesia yang ketat menyebabkan perusahaan harus dapat menentukan strategi yang tepat untuk mempromosikan produk. Salah satu promosi yang digunakan oleh perusahaan yaitu periklanan. Periklanan merupakan sumber informasi bagi produsen ke konsumen untuk memasarkan produk. Sebelum memutuskan untuk membeli sepeda motor, konsumen tidak hanya melihat produk dari tampilan luar saja akan tetapi konsumen melihat produk dari kualitas dan harga. Honda Beat merupakan sepeda motor matic dengan tampilan yang disukai oleh masyarakat kota Pati, akan tetapi penjualan sepeda motor Honda Beat lebih rendah dibandingkan sepeda motor Vario. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh periklanan, kualitas produk, dan harga terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat.Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian dari regresi berganda menunjukkan bahwa periklanan dan kualitas produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan harga tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian. Hal ini terjadi jika harga sepeda motor Honda Beat suatu saat naik dan kenaikan harga tidak terlalu jauh dari harga terdahulu maka tidak akan mempengaruhi keputusan pembelian sebab kenaikan harga sepeda motor dianggap hal yang lazim bagi konsumen.ABSTRACTCompetition motorcycles in Indonesia tight cause the company should be able to determine the appropriate strategy to promote products. The company do the advertising as one of promotion. Advertising is a source of information for producers to market products to consumers. Before deciding weeks to buy a motorcycle, consumer not only see the product of the outward appearance but consumers see the products of quality and price. Honda Beat is a matic motorcycle that looks favored by the people of the Pati city, but sales of Honda motorcycles Beat lower than the Vario motorcycle. The analysis of this study is to determine the effect of advertising, product quality, and price to the purchasing decision of Honda motorcycles Beat.The analytical method used is multiple linear regression. The results of multiple regression study showed that advertising and product quality has a positive influence on purchasing decisions. While prices have no influence on purchasing decisions. This happens if the price of Honda motorcycles Beat a time of rising and rising prices are not too far from the previous price then it will not affect the purchase decision because the rising prices of motorcycles are considered common thing for consumer.
PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO SEMARANG Salsabila Amnes K.T; Susatyo Nugroho W.P; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.505 KB)

Abstract

 Seperti yang disebutkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.159b/MENKES/PER/II/1988-pasal 1 bahwa rumah sakit didefinisikan sebagai sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. RSND dibangun berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang menyebutkan bahwa setiap universitas yang memiliki fakultas kedokteran harus dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan untuk memfasilitasi praktek kedokteran para mahasiswanya . Aktif beroprasi sejak 15 September 2014, RSND menemui beberapa masalah terkait jumlah pasien yang datang. Oleh karena itu akan dilakukan proses perencanaan strategi pemasaran menggunakan proses STP dan analisa Marketing Mix, metode Delphi dan metode MAUT untuk pemilihan strategi pemasaran yang akan direkomendasikan. Sebelum dilakukan proses STP dan analisa marketing mix, dilakukan proses pencarian faktor yang mempengaruhi keputusan berobat masyarakat umum. Proses pencarian faktor yang berpengaruh ini dilakukan dengan alat bantu kuesioner dengan menggunakan atribut turunan dari marketing mix yaitu product, price, place dan promotion. Kuesioner ini disebar kepada masyarakat sekitar Semarang atas dengan responden sebanyak 100 responden. Setelah proses pengolah kuesioner selesai diketahui bahwa terdapat 5 faktor yang mempengaruhi keputusan berobat di rumah sakit bagi masyarakat umum dan RSND sudah memiliki ke-5 faktor tersebut. Dari hasil proses perancangan strategi pemasaran menggunakan metode delphi didapatkan 10 rancangan strategi pemasaran . Setelah itu strategi pemasaran akan diurutkan berdasarkan indeks biaya, waktu, infrastruktur dan pendapat ahli untuk menentukan prioritas strategi pemasaran yang akan direkomendasikan kepada RSND. Pada proses tersebut dilibatkan 3 anggota direksi RSND dan menghasilkan 8 strategi pemasaran yang dapat dan layak direkomendasikan kepada RSND.   ABSTRACTAs mentioned in the Indonesian Health Minister Regulation No 159b/MENKES/PER/II/1988-section 1 that the hospital is defined as a health facility thatperform health services and can be used for health education and research. RSND built based on UU Nomor 20 Tahun 2013on Medical Education which states that every University which has a faculty of medicine should be equipped with hospitals to provide medical students’s training. Actively operating since Sept. 15, 2014, RSND encountered several problems due to the low number of patient. Therefore, this researchwill be using the STP and Marketing Mix Analysis for marketing planning strategies, and the Delphi method and the MAUT method for selecting marketing strategy recommendation. Before processing STP and marketing mix, this research is looking for factor which affect treatment decision of the community. The process was done by using a questionnaire from marketing mix attributes,which is product, price, place and promotion. This questionnaire was spread to 100 respondentsfrom‘Semarang Atas’ community. After processing the questionnaire, we know that there are 5 factors which affect treatment desicion in a hospital and we know that RSND has all of it.From marketing strategy planning using Delphi method we got 10 marketing strategy. Then, the marketing strategy will be listed by price index, time index, infrastructure index, and expert opinion to determine priority of marketing strategy which will be recommended to RSND. The process involves 3 management members and generate 8 marketing strategy which can be used by RSND.
PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL DAN KELELAHAN KERJA TERHADAP KESALAHAN OPERATOR PENGENDALI KERETA DAOP IV SEMARANG Adinda Nurussakinah; Nia Budi Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 PT. Kereta Api Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api memiliki hal utama yang menjadi prioritas yaitu keselamatan, kenyamanan, ketepatan waktu, dan biaya yang ekonomis. Hal tersebut dapat ditunjang salah satunya dengan memiliki sumber daya manusia yang baik. Seperti pada Operator Pengendali Kereta Api (OPK) di DAOP IV Semarang, dituntut untuk mengoptimalkan tingkat konsentrasi dalam menjalankan pekerjaannya agar mengurangi terjadinya kesalahan kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang diberikan kepada 10 responden, diketahui bahwa sebesar 93% responden merasakan kelelahan, dan 90% responden menyatakan beban kerja mental. Dalam penelitian ini, metode yang dilakukan adalaha uji regresi linear berganda untuk meneliti beban kerja mental dan kelelahan kerja terhadap tingkat kesalahan pada masing-masing shift kerja. Hasil pengujian menunjukkan beban kerja mental dan kelelahan kerja berpengaruh secara simultan terhadap tingkat kesalahan pada ketiga shift kerja. Beban kerja mental berpengaruh secara individual pada shift siang, sedangkan kelelahan kerja berpengaruh secara individual di shift pagi dan malam. Variabel yang paling berpengaruh pada shift pagi ialah kelelahan kerja, di shift siang adalah beban kerja mental, dan di shift malam adalah kelelahan kerja. Untuk meminimalisir tingkat kesalahan kerja Operator Pengendali Kereta Api maka diperlukan penambahan jumlah operator, pemberian reward untuk OPK, serta perbaikan pembagian tugas OPK dan pelatihan. Abstract PT. Kereta Api Indonesia as Badan Usaha Milik Negara that present railway services having the main thing that being priority is safety, convenience, punctuality, and less cost. The conclusion can supported by one effort is having a good human resources. As an railway benders operators in DAOP IV  Semarang, are required to optimize concentrations in running his work on cutting error flags work. Based on an introduction study that given to 10 respondents, known that 93 percent of respondents feel fatigue, and 90 % of respondents said load work mental. In the research, using the linear regression of multiple test to scrutinize burden mental work and fatigue work on the blame on each work shift. The results of tests indicating the burden of working mental and fatigue work influential simultaneously on the errors in third work shift. The burden of working mental influential individually on afternoon shift, while overexertion work influential individually on morning and night shift. A variable whose most influential in morning shifts was work fatigue, afternoon shift is mental workload,  and on night shift is work fatigue. To minimize errors work operators benders train then required operators benders the number of railway, the rewards to opk, and repair opk the distribution of duty and training.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT BANYUMANIK - SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GABUNGAN SERVQUAL, KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Indratua Sinurat; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi ini berkembang cara pandang baru, lingkungan usaha semakin cepat berubah, persaingan semakin tajam, dan hanya pelayanan yang berkualitas yang dihasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu bertahan. Pencapaian kualitas produk dan jasa jadi pusat perhatian pelanggan. Mutu pelayanan yang baik menjadi tolok ukur bagi pelanggan untuk kembali. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan itu dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yakni Rumah Sakit, dituntut untuk merespon perubahan lingkungan yang semakin cepat.  Mengingat perubahan yang cenderung semakin cepat dengan munculnya berbagai kebijakan Pemerintah, teknologi, perekonomian, perilaku konsumen, pertumbuhan pasar, strategi pesaing dan faktor-faktor lain yang mengakibatkan situasi persaingan semakin tajam, maka dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengelola pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan SERVQUAL, Model Kano, dan QFD. Pengukuran kualitas layanan dengan SERVQUAL seharusnya diikuti dengan pengaplikasian QFD untuk memperjelas tindak lanjut yang harus dilakukan untuk menutup kesenjangan yang terjadi. Namun QFD mengasumsikan bahwa kepuasan konsumen berhubungan linier dengan kinerja atribut. Kenyatannya hubungan antara kepuasan konsumen dengan kinerja produk jasa tidak linier. Oleh karena itu dibutuhkan model Kano untuk menentukan hubungan antara tingkat kepuasan dengan kinerja suatu atribut jasa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 27 variabel yang diletilit ada sebanyaka 12 variabel yang dirrekomendasikan untuk diperbaiki. Pemilihan variabel-variabel tersebut berdasarkan nilai Gap 1 dan Gap 5 pada perhitungan SERVQUAL yang menunjukkan angka bernilai negatif dikedua gap dan variabel tersebut termasuk pada kategori Must-be pada preferensi konsumen berdasrkan model kano. Variabel tersebut adalah Kelengkapan fasilitas pendukung (oksigen, infus, pispot, kamar mandi, dll) yang tersedia di ruang rawat inap ; Kemudahan untuk memperoleh informasi tentang pelayanan terhadap pasien dari petugas medis ; Petugas medis memberikan informasi tentang keadaan pasien dengan jelas ; Analisa dan pemberian obat yang tepat terhadap kondisi kesehatan pasien ; Keamanan dalam melakukan tindakan medis. (dalam pemberian obat yang sesuai dosis) ; Petugas rumah sakit langsung sigap ketika ada pasien rawat inap yang membutuhkan ; Kemudahan dalam menghubungi petugas medis ; Keamanan ruang rawat inap dari setiap tindakan kriminal ; Jaminan bahwa petugas yang merawat pasien di ruang rawat inap ahli dibidangnya ; Segala fasilitas yang diberikan sesuai dengan biaya yang disarankan rumah sakit ; Kompensasi terhadap pelanggan atas kesalahan yang dilakukan petugas medis ; Petugas medis yang bersikap santun dan ramah terhadap pasien
ANALISIS PENYEBAB KELELAHAN OPERATOR Haul Dumptruck (HD) (Studi Kasus di PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan) BANGKIT RIZKY PRATOMO; NIA BUDI PUSPITASARI
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.802 KB)

Abstract

PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan adalah pelaksanaan penambangan batubara mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi, transportasi hingga pelaksanaan reklamasi tambang. Kegiatan tambang tersebut memiliki potensi bahaya dan resiko terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan yang dapat menyebabkan berbagai kerugian asset, hilangnya nyawa dan kerugian lainnya. Untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan operator haul dumptruck (HD), faktor apa saja yang menjadi penyebab terhadap tingkat kelelahan operator HD, mengetahui pengaruh durasi mengemudi, kuantitas tidur, beban kerja mental, waktu, status perkawinan, usia dan masa kerja dengan tingkat kelelahan Operator HD PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan dan memberikan usulan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kelelahan kerja maka dilakukan penelitian ini. Dari hasil pengukuran tingkat kelelahan menggunakan skor kuesioner Fatigue Severity Scale (FSS) didapatkan skor sebesar 45 – 56, menunjukkan gambaran tingkat kelelahan yang dirasakan oleh operator HD cukup tinggi. Faktor penyebab yang berpengaruh dalam penelitian ini adalah faktor kuantitas tidur, beban mental kerja dan waktu. Sedangkan variabel status perkawinan, usia dan masa kerja tidak berpengaruh terhadap tingkat kelelahan operator. Untuk faktor durasi mengemudi, variabel tersebut memiliki korelasi dengan variabel waktu sehingga tidak dimasukkan kedalam model. Dari hasil pengolahan uji regresi linier berganda variabel Kuantitas tidur memiliki koefisien negatif sedangkan variabel beban mental kerja dan waktu positif. Usulan rekomendasi yang dapat dilakukan PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan adalah dengan mengubah daya tampung kamar operator, memanajemen para operator HD untuk Pengendalian Stress di dalam lingkungan Kerja dan mengurangi lama waktu bekerja operator HD ABSTRACT PT X Rantau Nangka South of Kalimantan is the implementation of coal mining from exploration, exploitation, transportation to execution of mine reclamation. The mining activity has the potential dangers and risks of accidents are caused by fatigue that can lead to a variety of asset loss, loss of life and other damages. To determine the level of operator fatigue HD picture, what are the factors that cause the HD operator fatigue, determine the effect of duration of driving, the quantity of sleep, mental workload, time, marital status, age and years of service with operator fatigue level HD PT X Rantau Nangka South of Kalimantan and propose recommendations that can be done to improve the fatigue of this research. From the results of measuring the level of fatigue using the Fatigue Severity Scale questionnaire score (FSS) obtained a score of 45-56, shows a picture of the level of fatigue that is felt by the operator HD is quite high. Causal factors influencing factors in this study is the quantity of sleep, the mental burden of work and time. While the variable marital status, age and years of service do not affect the level of operator fatigue. For the duration of the driving factors, these variables have a correlation with variable time so not included in the model. From the processing of multiple linear regression, the negative coefficient is quantity of sleep meanwhile the positive coefficient is mental workload and time. Proposed recommendations to do PT X Rantau Nangka South of Kalimantan is the capacity to change room operators, managing the operator HD to Control Stress in the Workplace environment and reducing the length of time worked operator HD.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN DOKUMEN DAN REKAMAN PADAPT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA (PT TMMIN) Fauzan Karim Fajriansyah; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) merupakan perusahaan salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia yang terletak di Sunter, Jakarta Utara. Setiap tahunnya dilakukan berbagai jenis audit secara rutin untuk tetap menjaga kualitas produk serta menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Dokumen dan rekaman menjadi salah satu aspek yang diperlukan oleh perusahaan untuk memberikan arahan dan melakukan kontrol terhadap kegiatan yang terjadi pada lantai produksi. Namun masih ditemukan adanya kesalahan pendataan pada dokumen dan rekaman di perusahaan, sehingga terdapat dokumen dan rekaman yang tidak terdata. Oleh karena itu, diperlukan adanya pendataan dokumen dan rekaman yang baik sehingga dapat meminimalisir adanya resiko terjadinya abnormality pada proses produksi. Software Pythondapatdigunakan untuk membuat sebuahsistem informasi yang dapat menjadi solusi dan memudahkan perusahaan dalam mendata dokumen dan rekaman yang ada.Sistem informasi yang dibuat dapat memudahkan perusahaan dalam mengelola keluar dan masuknya data yang dimiliki oleh perusahaan serta memudahkan perusahaan dalam melakukan pendataan dokumen dan rekaman.Kata Kunci: AbstractPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) is one of the largest automotive companies in Indonesia, located in Sunter, North Jakarta. Every year various types of audits are routinely carried out to maintain product quality and maintain occupational safety and health. Documents and records become one of the aspects needed by the company to provide direction and control the activities that occur on the production floor. However, there were still errors in data collection on documents and records in the company, so there were documents and records that were not recorded. Therefore, there is a need to document documents and records that are good so as to minimize the risk of abnormalities in the production process. Python software can be used to create an information system that can be a solution and make it easier for companies to record existing documents and records. The information system created can facilitate the company in managing the entry and exit of data owned by the company as well as facilitate the company in collecting documents and records
Co-Authors Abadan Magfira Abdurrobi Hanifa ABI HASBI ASSHIDIQI Adelia Chandradevi Adelia Chandradevi, Adelia Adinda Nurussakinah Aditya Dwi Rahmadi Aditya Hendra Aditya Wiratama Putra Afina Hasya Aimathin Diana Alfarel, Reihan Damario Ananda, Mikha Andini, Anggita Realiza Anindyanari, Odilia Sefi Annisa Maulidya ANNISA MAULIDYA Annisa Qisti Nurdinati Arianie, Ganesstri Padma Aries Susanty Arif Martanto Arif Martanto Ary Arvianto Arya Anantama R, Arya Anantama Audy Yumna Ardila Audy Yumna Ardila, Audy Yumna Avior Bagas E Avior Bagas Ertansyah Bambang Purwanggono BANGKIT RIZKY PRATOMO Banjarnahor, Agnes Claudia Cahya Farradita Sulistya Conni Valinda Conni Valinda, Conni Darminto Pujotomo Dausat, Muhammad Wahyu Ghuffara Jangka Dewi, Anggita Maya Dian Purnamasari Dian Ratnasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dwi Rizkiyani Dyah Ika Rinawati Dyah Permata P Eldinda Sazida Permatasari Endah Kirana Farandy Anggarajati Darmawan Farisa Rima Sofiana Fauzan Karim Fajriansyah Febrina Ramadhona Ferastra, Kelvin Freddy Antonius Sihite Ginting, Asteria Noventi Ageta Br Hana Daryaningrum HANDOKO, AGIL Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Indratua Sinurat Kevin Kevin Khairunnisa Hanan Yancadianti Khairunnisa Hanan Yancadianti, Khairunnisa Hanan Kholisoh, Ina Nurul Laila Kusumawardhani Manindo Simanjuntak Mega Permata Sari Meisarah Sabrina Arifianty MOHAMMAD FAHD, MOHAMMAD Muhdam Azhar Ningtyas, Lintang Puspita Noor Arofah Alamiyah Novika Rahayu, Novika Nyimas Titiek Indriani Pertiwi, Yoana Ellen Petty Primatury Anjani Pungky Pramono, Susatyo Nugroho Widyo Prayudha Budi Hervino Raka Yogaswara Rani Rumita Retno Indriartiningtias Reynaldi, Prio Aji Rheza Arista Riandi Fauzan Riniwati Juliana Marbun Salsabila Amnes K.T Saribu, Aditya Agung F. Dolok Senja Puspita Sari Septian Adi Saputra Setiawan, Eric Priambodo Shelli Fardhiyah Sunny Singgih Saptadi Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W.P Tri Listyorini Trifandi Lasalewo Verra Erlianna Wibowo, Wisnu Mahendra Wiwik Budiawan Yusuf Kurniawan Wiguna Zainal Fanani Rosyada