Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Subsurface Profile Analysis for Aquifer Layer Identification: Analisis Profil Bawah Permukaan untuk Identifikasi Lapisan Pembawa Air Syarifullah Bundang; Muhammad Fawzy Ismullah Massinai; Firman Firman; Wahyu Hidayat
JURNAL GEOCELEBES Vol. 6 No. 2: October 2022
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/geocelebes.v6i2.21911

Abstract

Bungaiya village is a village located in Gowa Regency which has volcanic rock lithology with one of the problems faced in volcanic rocks is that the rock porosity is small so that this layer cannot be an aquifer zone. But the water needs needed by the community for agriculture are very large. Geoelectric is a geophysical method that can be used to describe subsurface profiles, especially aquifer layers. The purpose of this study is to interpret using the geoelectric resistivity method, is the Wenner configuration method as many as 2 lines with a length of 470 m and a space of 10 m. The interpretation results on Line 1, there are 3 layers, are volcanic breccia with resistivity values ​​of 85.6 – 2.2013.19 Ωm and depths between 1.2 – 68 m, layer 2 of tuff with resistivity values ​​of 9.82 – 59.68 Ωm, depth of 12 – 76 m and the third layer is a volcanic breccia, resistivity value is 85.6 – 176 Ωm. Line 2 has 2 layers, are the first layer with a depth of 1.2 – 42 m with a resistivity value of 93 – 490.41 Ωm which is a volcanic breccia. The second layer at a depth of 1.2 – 78.8 m with a resistivity value of 30.9 – 77, 67 Ωm is tuff. Layers 1 and 2 show a similar subsurface profile. Based on these results, it can be concluded that the layer that functions as a water-carrying layer is tuff with a resistivity value of 9.82 – 77.67 Ωm.
KAJIAN POTENSI LONGSOR LERENG GALIAN CURAM DI KELURAHAN KALUMATA KOTA TERNATE MENGGUNAKAN GEOLISTRIK Jamalun Togubu; Firman Firman; Anas Abdul Latif; Amrih Halil; Samsulbahri M Madjid
Journal of Science and Engineering Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Science And Engineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v5i2.5240

Abstract

The study of the potential for landslides on steep excavation slopes in Kalumata Village, Ternate City using geoelectricity is important to do. The location of the sirtu mining excavation which tends to be steep and close to residential areas is urgent to know the type of lithology so as to facilitate recommendations for handling to be carried out. The purpose of this study was to determine the lithological composition of the material from tracks 1, 2, and 3 along the steep excavation slope using the geoelectric resistivity Sclumberger configuration method. In addition, knowing the potential for landslides that will occur if there is no handling of steep slopes. This research is a quantitative type of field research. The research location is in the formation of lahar deposits (Gtla) and pyroclastic debris (pr) deposits. Trajectory 1 dominant lithology is 17.52 m of sand, andesite rock as an interlude and on the bedrock it is characterized by large resistivity (3241 m) while the top layer is clay type overburden. The 2 lithological paths consist of overburden, sand (7.82 m), silt (10.5 m), and andesite bedrock (resistivity 2811 m). The lithology of track 3 consists of overburden, andesite, sand (16.9 m), and andesite bedrock (4575 m). Lithology that tends to landslide in the field is overburden filled with sedimentary material in the form of clay, silt, and sandy silt (resistivity 1.5-114 m). Sand lithology with a resistivity of 479-855 m is very susceptible to landslides. Another factor causing landslides is the slope of the excavation which tends to be steep (> 60o). Keywords: Kalumata Village, Sclumberger configuration, lithology, landslide, sand
ANALISIS KUALITAS AIR TANAH DI KECAMATAN TERNATE SELATAN, KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA Said Hi Abbas; Firman Firman; Syarifullah Bundang
Journal of Science and Engineering Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Science And Engineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v5i2.5685

Abstract

Research on the analysis of groundwater quality in South Ternate District, Ternate City, North Maluku Province needs to be carried out considering that the community's water sources in the area come from groundwater (dug and drilled wells), so knowledge of groundwater quality in the form of pH, TDS, EC, and temperature be important. The purpose of this study is to determine the quality of groundwater; as well as recommendations related to groundwater quality in the South Ternate District area. The stages of the research method were carried out by collecting primary data in the form of well coordinates and elevation, physical properties of groundwater, groundwater quality measurement results and secondary data collection. The water quality results in the South Ternate District for the 40 samples measured ranged from pH 5.2 to 6.6; TDS 4-2150 ppm; EC 8-4240 µS/cm and temperature ranges from 26.5-29.7oC. Based on Permenkes Number 32 of 2017 concerning environmental health quality standards and water health requirements for sanitary hygiene purposes, only 3 wells had a pH in the range of 6.5-8.5, namely samples F-02, TO-01, and TO-02. The physical quality of groundwater shows that the closer to the east the pH is, the closer to neutral, while the west is lower. There are many low water pH because sampling is done in the dry season.Keywords: groundwater, water quality, pH, TDS, South Ternate
Penyuluhan Kebersihan Lingkungan Pantai Molotabu pada Siswa SDN 3 Kabila Bone Ninasafitri Ninasafitri; Ayub Pratama Aris; Masruroh Masruroh; Moch. Rio Pambudi; Icha Untari Meidji; Firman Firman
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 1 (2023): JOURNAL OF KHAIRUN COMMUNITY SERVICES
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i1.5669

Abstract

Pantai Molotabu merupakan salah satu obyek wisata Kota Gorontalo karena sangat dekat dengan Pusat Kota Gorontalo. Garis pantai Molotabu yang cukup panjang memiliki daya tarik saat berwisata. Pantai Molotabu memiliki keindahan dalam laut seperti terumbu karang yang sangat dekat dengan permukaan. Menjaga kebersihan lingkungan pantai merupakan kewajiban semua warga masyarakat agar dapat dinikmati secara berkelanjutan sehingga perlu ditumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kebersihan lingkungan pantai penting untuk dikenalkan kepada siswa SDN 3 Kabila Bone yang merupakan bagian dari pesisir pantai Molotabu. Peran serta Siswa sangat penting dalam menjaga kebersihan pantai. Titik lokasi pengabdian masyarakat berada di pantai Molotabu Desa Molutabu. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat adalah siswa sekolah dasar yakni siswa SDN 3 Kabila Bone sebanyak 18 siswa teridri dari Putra dan Putri. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan dan sikap cinta lingkungan pantai kepada siswa SDN 03 Kabila Bone di Desa Molutabu, Gorontalo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu metode ceramah dengan teknik presentasi materi dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyuluhan dan praktek menjaga lingkungan pantai sekitar. Adapun kegiatan penyuluhan berlangsung aktif dan proses diskusi berlangsung dengan peserta didik. Hasil kegiatan penyuluhan kebersihan lingkungan pantai kepada siswa meningkat setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada peserta didik Siswa SDN 3 Kabila Bone ini sebagai upaya penguatan pendidikan karakter dan menumbuhkan cinta lingkungan sekitar serta menjaga kelestarian dan peduli lingkungan pantai Molotabu.
STUDI PERLAPISAN BATUAN DENGAN METODE GEOLISTRIK DI JALAN LINTAS HALMAHERA SELATAN DESA MATUTING KECAMATAN GANE TIMUR TENGAH Abriandi H. Lahia; Firman La Ada; Badrun Ahmad
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6580

Abstract

Abstrak: Metode geolistrik merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika yang kompleks karena metode geolistrik digunakan untuk eksplorasi barang tambang, persediaan air, pendugaan di bawah permukaan dan panas bumi. Metode geolistrik dirancang untuk memberikan informasi dari formasi batuan yang mempunyai anomali konduktivitas listrik. Pada penelitian ini diukur lintasan 1 pada jalan lintas Matuting dan ditemukan terdapat 5 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m. Jenis materialnya pada lapisan 1 terdapat pasir, lapisan 2 terdapat batupasir, lapisan 3 terdapat batugamping, lapisan 4 terdapat batulempung dan lapisan 5 terdapat lempung, dengan nilai resistivitas antara 0,203Ω-2.821Ω. Pada lintasan 2 terdapat 6 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m, jenis materialnya pada lapisan 1 terdapat lempung, lapisan 2 terdapat napal, lapisan 3 terdapat lempung, lapisan 4 terdapat napal dan lapisan 5 terdapat batu lanau, di lapisan 6 terdapat batulempung, dengan nilai resistivitas antara 0,11Ω-65,9Ω. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa kondisi perlapisan batuan di sekitar jalan lintas matuting-saketa atau lokasi kerja praktek harus dilakukan pengeboran pada titik pengukuran Kata kunci: geolistrik, jalan, lapisan, material, batuan.  Abstract: The geoelectric method is a complex geophysical exploration method because the geoelectric method is used for mining exploration, water supply, subsurface, and geothermal estimation. The geoelectric process is designed to provide information from rock formations that have electrical conductivity anomalies. In this study, track 1 on the Matuting causeway was measured, and it was found that there were five layers with a depth of up to 25 m. The type of material in layer 1 is sand, layer 2 is sandstone, layer 3 is limestone, layer 4 is claystone, and layer 5 is clay, with a resistivity value between 0.203Ω-2.821Ω. On track 2, there are six layers with a depth of up to 25 m; the type of material in layer 1 is clay, layer 2 is marl, layer 3 is clay, layer 4 is marl, and layer 5 is siltstone, layer 6 is claystone, with a resistivity value between 0.11Ω-65.9Ω. This research proves that the condition of the rock layers around the Matuting-Saketa causeway or practical work location must be drilled at the measurement point. Keywords: geoelectricity, roads, layers, materials, rocks.
Sosialisasi dan Pendampingan Masyarakat Kelurahan Tosa Kecamatan Tidore Timur dalam Pengujian Kualitas Air Firman Firman; Anas Abdul Latif; George Belly Sahetapy; Ayyub Abd Hamid; Zamroni I. DJ Camari; Darmansyah Adriyan
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 2 (2023): Journal of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i2.6529

Abstract

Air merupakan kebutuhan esensial bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, air dibagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas 1 (air baku air minum), kelas 2 (air yang digunakan untuk prasarana atau sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, mengairi pertanaman), kelas 3 dan 4 (air yang digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, mengairi pertanaman). Masyarakat Kelurahan Tosa Kecamatan Tidore Timur menggunakan air untuk berbagai keperluan seperti pada pembagian kelas tersebut. Air yang digunakan oleh masyarakat pada wilayah tersebut berasal dari air sumur, dan mata air. Selain itu, ada potensi air panas Akesahu yang menjadi salah satu wilayah tujuan wisata. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat perlu ditumbuhkan termasuk mengetahui kualitas air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi hal yang penting untuk diupayakan dalam bentuk layanan masyarakat. Kualitas air yang menjadi penting untuk diketahui yaitu kualitas fisik, meliputi identifikasi warna, bau, rasa, serta pengujian menggunakan pH meter untuk mengetahui nilai pH, TDS, DHL atau EC serta temperatur. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan masyarakat Kelurahan Tosa Kecamatan Tidore Timur dalam pengujian kualitas air dilakukan sebagai layanan masyarakat dari kampus dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi pentingnya pengujian kualitas air yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup serta air panas Akesahu merupakan layanan masyarakat untuk membangun pola hidup sehat serta kelengkapan data potensi kelurahan terkait klasifikasi panas bumi Akesahu. Kegiatan pendampingan langsung dalam pengujian kualitas air merupakan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Air sumur yang ada di Kelurahan Tosa umumnya sangat terpengaruh air hujan yang menunjukan airnya berasal dari akuifer bebas serta keruh saat hujan turun. Air panas Akesahu masih sangat rendah temperaturnya, pengukuran insitu di lapangan saat siang hari temperaturnya 37oC.   Kata kunci: Akesahu, Kelurahan Tosa, kualitas air, panas bumi, pH
STUDI INTERPRETASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK DI JALAN LINTAS SUBAIM-BULI KECAMATAN WASILE TIMUR KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Amrih Halil; Arsal Tjina; Firman Firman; Alifianty Delila Imani Sumantri; Hilda Alkatiri
Journal of Science and Engineering Vol 6, No 1 (2023): JOURNAL OF SCIENCE AND ENGINEERING (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v6i1.6330

Abstract

Secara geologi, Pulau Halmahera mempunyai banyak pegunungan, sehingga sangat rentan sekali berpotensi longsor. Kabupaten Halmahera Timur merupakan salah satu lokasi dengan struktur tanah tidak kompak serta banyak lereng yang tidak stabil sehingga ada beberapa titik terjadi longsor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui susunan lapisan bawah permukaan tanah, pada lokasi jalan yang longsor di Kecamatan Wasile Timur dengan menggunakan metode geolistrik schlumberger. Pendugaan geolistrik ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di abwah permukaan dan kemungkinan terdapatnya lapisan pada kedalaman tertentu. Penelitian berlokasi di jalan lintas Subaim-Buli, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dan dilakukan selama 11 bulan.Dari hasil pembahasan dan analisa perhitungan maka dapat disimpulan bahwa secara geologi daerah lintasan 1 dan 2 terdapat di formasi bacan dengan jenis batuan tersusun atas batuan Gunung Api berupa Lava, Breksi dan Tufa sisipan Konglomerat dan Batupasir. Secara litologi lintasan 1 dan 2 masing-masing memiliki 4 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m. Lintasan 1 terdiri dari 4 perlapisan: lapisan pertama aluvium ,lapisan ke 2 batupasir ,lapisan ke 3 batulanau , dan lapisan terakhir shale dengan nilai resistivitas antara 2.08-563Ωm. Lintasan 2 terdiri dari 4 perlapisan: lapisan pertama shale, lapisan ke 2 kerikil, lapisan ke 3 batulanau, dan lapisan terakhir shale, dengan nilai resistivitas antara 0.57s-1141Ωm.
PKM KELOMPOK PESK INOVASI KOLAM PENGENDAP SEDIMEN TERINTEGRASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBANG MENUJU GOOD MINING PRACTICE DI DESA ANGGAI KECAMATAN OBI Firman Firman; Said Hi Abbas; Hilda Alkatiri; Nurafni Sagaf; Rahmania Nurdin
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i3.6629

Abstract

Desa Anggai memiliki kegiatan penambangan dan pengolahan emas yang dikelola oleh para kelompok penambang emas skala kecil (PESK). Pengolahan emas menggunakan metode amalgamasi dan sianidasi menghasilkan air limbah yang selama ini belum dikelola. PKM ini bertujuan melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kolam pengendap sedimen terintegrasi pengolahan air limbah tambang menuju good mining practice. Penyuluhan dan pelatihan melibatkan mitra kelompok PESK yang pekerjanya 18 orang. Hasil pre-test mengenai pemahaman mitra mengenai fungsi kolam pengendap sedimen terintegrasi pengolahan air limbah, 72% belum mengetahui fungsinya dan setelah dilakukan penyuluhan serta post-test sebanyak 100% sudah mengetahui fungsi kolam pengendap sedimen. Mitra mampu membuat kolam pengendap sedimen sebanyak 2 kompartemen dengan dimensi lebar x panjang x kedalaman, yaitu 6 x 15 x1,5 m3. Penyuluhan dan pelatihan pengolahan air limbah, pre-test terkait perlunya pengelolaan air limbah tambang sebanyak 55,56% belum mengetahui. Post test setelah penyuluhan menunjukan 94,44% sudah memahami pentingnya pengelolaan air limbah tambang. Pengolahan air limbah tambang dilakukan dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman kangkung dan eceng gondok. Mitra dilatih cara pemantauan kualitas air limbah di kolam pengendap sedimen dan hasil pengukuran insitu yaitu pH 8,5; total dissolved solids (TDS) 197 ppm; EC 335 µS/cm, salinitas 0,01%; serta temperatur 28,5oC. Kata Kunci: air limbah, Desa Anggai, fitoremediasi, kolam pengendap sedimen, PESK, pH
EDUKASI WARISAN GEOLOGI TALAGA NUSA-BACAN SEBAGAI POTENSI GEOWISATA KEPADA SISWA SMA NEGERI 7 KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Madi, Almun; Arif, Abdul Kadir D; firman, firman; Haya, Arbi; Alkatiri, Hilda; Bundang, Syarifullah; Sahetapy, George Belly
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 4, No 1 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i1.857

Abstract

Talaga Nusa-Bacan merupakan objek wisata danau dan perbukitan yang sangat eksotik. Terletak di Pulau Bacan, Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Bentang alam Talaga Nusa-Bacan sangat beragam dan unik yang berpotensi sebagai geosite atau geowisata. Sampai saat ini pengembangan potensi pariwisata di kawasan Talaga Nusa-Bacan belum mempertimbangkan sumber daya warisan geologi (geoheritage). Informasi dan pengetahuan masyarakat tentang keberagaman geologi Talaga Nusa-Bacan belum tersampaikan secara baik. Menanggapi hal tersebut, sangat diperlukan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), terutama kepada siswa SMA yang bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan ilmiah terkait keberagaman geologi Talaga Nusa-Bacan. Pada kegiatan pengabdian ini melibatkan siswa-siswi SMA Negeri 7 Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan disampaikan melalui program edukasi dalam bentuk sosialisasi terkait potensi keunikan situs-situs geologi dengan tema geowisata. Metode dan tahapan pelaksanan kegiatan pengabdian ini diawali dengan studi literatur terkait potensi geowisata di  Talaga Nusa Bacan, selanjutnya menyusun materi dan panduan kegiatan, kemudian melakukan edukasi dalam bentuk sosialisasi disertai dialog interaktif yang melibatkan siswa-siswi SMA 7 Halmahera Selatan secara langsung di lapangan (objek wisata Danau Nusa-Bacan). Dari kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang keberagaman geologi yang terdapat di Talaga Nusa-Bacan
Identifikasi Litologi Daerah Rawan Longsor Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Sclumberger Pada Desa Sopi dan Wayabula, Morotai Harun Usman; Arbi Haya; Firman Firman; Nurmayasa Marsaoly
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v2i2.28158

Abstract

Desa Sopi dan Wayabula merupakan wilayah dengan morfologi sedang hingga terjal, serta sering terjadi longsoran di wilayah tersebut. Identifikasi litologi area rawan longsor pada kedua desa dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Sclumberger menjadi penting. Hasil pengukuran pada 3 lokasi (A, B, dan C) didapatkan range nilai resistivitas semu berturut-turut, yaitu 1,72-150,51 Ωm; 12,56-1367,04 Ωm; dan 0,83-201,12 Ωm. Litologi lokasi A Desa Sopi didominasi batupasir dan batugamping dengan nilai resistivitas batuan antara 0,7969-1952 Ωm dan batuan yang mudah longsor adalah batupasir akibat kandungan air yang banyak, pengaruh lapukan, serta bench jalan yang terlalu tegak. Litologi lokasi B Desa Wayabula didominasi batuan konglomerat dan batugamping dengan resistivitas batuan antara 7,51-972,6 Ωm, bagian yang mudah longsor adalah konglomerat akibat lepasnya semen pengikat antar butiran batuan dan faktor air, lapukan, serta bench jalan terlalu tegak. Litologi lokasi C Desa Wayabula didominasi pasir lempungan, konglomerat, batugamping dan batulanau dengan nilai resistivitas batuan antara 0,607-2135 Ωm, bagian yang mudah longsor adalah pasir lempungan dan konglomerat akibat air, lapukan serta bench jalan yang terlalu tegak.