Claim Missing Document
Check
Articles

The statistical parameters analysis of bed load grains in Sungai Kakap Waters, Kubu Raya Regency Salawati, Salawati; Putra, Yoga Satria; Muhardi, Muhardi; Nurhasanah, Nurhasanah; Adriat, Riza
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 3 (December, 2022)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v9i3.8686

Abstract

This study aims to analyze the statistical parameters of bed load grains in Sungai Kakap Waters, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province. Bed load sampling was carried out at seven stations, with five sampling points each. The hydrometer test on the sample was carried out to determine the grain type and size of the bed load, and statistical parameter analysis to determine the mean size, sorting, skewness, and kurtosis. The results showed that the fraction of bed load in the form of sand was 38.54%, silt was 42.11%, and clay was 19.28%. The bed load was dominated by three types namely clay loam, loam, and silt loam. Based on the grain size parameters of the bed load, the mean size (in φ units) is 0.94 - 2.24, with the classification of coarse sand to fine sand. The results also showed that the sorting obtained is poorly sorted, the skewness of the sediment is very fine skewed, and the kurtosis is platykurtic.Keywords: bed load; sorting; skewness; kurtosis
Suspended sediment distribution pattern using remote sensing techniques in the Sambas River of Sambas Regency Putri, Tiara Nusa; Putra, Yoga Satria; Risko, Risko; Muhardi, Muhardi; Adriat, Riza
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 2 (August, 2023)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v10i2.9841

Abstract

The Sambas River is part of the watershed of Sambas River which covers 71.03% of the total area of Sambas Regency. This river exhibits a mixed tidal regime with a tendency towards a double daily tide, which can cause sedimentation. Monitoring of this sedimentation can be conducted using remote sensing methods. The aim of this research is to analyze the concentration of suspended sediments based on direct measurements and appropriate algorithm processing. The data processing results from satellite images in 2022 using the Budhiman, Nurandani, and Lestari algorithms have a similar range of values to the direct measurements, ranging from 72 mg/L to 84 mg/L, although there are some data points that fall outside this range. However, the Budhiman algorithm demonstrates the best correlation with the direct measurements. The processed satellite data shows fluctuating values, indicating fluctuations in suspended sediment concentrations. Based on the conducted research, it is evident that the distribution pattern of suspended sediments in a river system can be analyzed using remote sensing techniques.Keywords: Remote Sensing; Suspended Sediment; Watershed
Analisis Struktur Geologi Sistem Panas Bumi Menggunakan Metode Gaya Berat di Daerah Danau Maninjau Sumatera Barat putra, yoga satria
Jurnal Geofisika Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v21i1.551

Abstract

A geothermal system is generally associated with faults in geological structures. Therefore, identifying faults in the geothermal system is a critical study. This study aims to identify the presence of faults and to model the geological structure of a geothermal system in the Maninjau Lake area using the gravity method. Indication of the faults is determined based on gradient analysis of the first horizontal derivative (FHD) and second vertical derivative (SVD). While the subsurface structure modelling is done using forward modelling. The data used in this study is gravity disturbance data obtained on the GGMplus page. Based on the study's results, the geothermal system that developed in the Maninjau Lake area was the remnants of magma from the eruption of the Maninjau volcano. This residual magma becomes a heat source that controls the geothermal system in this area, as evidenced by the presence of volcanic rock formations in the form of basaltic andesite, pumice lapilli and basalt rock in the study area. Based on the analysis, the geological structure of the geothermal system in this area is composed of reservoir rock and cap rock. Based on the results of 2D modelling of subsurface geology, the reservoir rock consists of sandstone with a rock density of 2.76 gr/cm3 at a depth of up to 600 m. This study did not detect cover rock because it is located at a very shallow depth. The faults around the hot springs of Lake Maninjau were identified using derivative analysis. This fault can be used as a hydrothermal route for geothermal manifestations in the Maninjau Lake area. Geologically, the geothermal system in the Lake Maninjau area is included in the volcano-tectonic geothermal system.
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas untuk Mengidentifikasi Lapisan Akuifer di Komplek Alam Mulia Serdam, Kabupaten Kubu Raya Faisal, Faisal; Putra, Yoga Satria; Muhardi, Muhardi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.22-28.2022

Abstract

Lapisan akuifer di Komplek Alam Mulia Serdam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya telah diidentifikasi menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pengambilan data dilakukan menggunakan perangkat alat geolistrik Automatic Resistivity System (ARES) 12 V. Pengukuran di lapangan mengaplikasikan konfigurasi dipol-dipol dengan panjang lintasan 195 m dan jarak antar elektroda 5 m. Sebaran nilai resistivitas yang diperoleh akan dijadikan acuan untuk melakukan interpretasi lapisan bawah permukaan di lokasi penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan sebaran resistivitas bawah permukaan hingga kedalaman 40,9 m, dengan nilai 5 Ωm - 908 Ωm. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan yang mempunyai nilai resistivitas sebesar 5 Ωm – 10,5 Ωm merupakan lapisan akuifer dengan litologi berupa pasir. Lapisan ini diduga sebagai akuifer dangkal (akuifer bebas), karena berada pada kedalaman ± 6 m – 31,2 m.
Interpretasi Sebaran Lindi di Sekitar TPA Salatiga Kabupaten Sambas Menggunakan Metode Self-Potential Prasetya, Irvan Nur; Putra, Yoga Satria; Muhardi, Muhardi; Muliadi, Muliadi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.523-530.2022

Abstract

Pembuangan sampah secara open dumping telah banyak memberikan dampak negatif bagi lingkungan seperti terkontaminasinya air tanah oleh lindi. Interpretasi sebaran lindi di sekitar TPA Salatiga Kabupaten Sambas telah dilakukan menggunakan metode self-potential. Penelitian ini menerapkan 8 buah lintasan dengan panjang masing-masing 150 m, jarak antar lintasan 10 m, dan jarak antar titik porous pot pada lintasan berjarak 10 m. Pengambilan data nilai potensial di lokasi penelitian dilakukan pada 120 titik pengukuran. Hasil pengukuran diperoleh variasi nilai potensial sebelum dilakukan koreksi sebesar -3,18 mV hingga 5,42 mV. Sedangkan variasi nilai potensial setelah dilakukan koreksi bernilai -7,98 mV hingga 6,36 mV. Sebaran lindi bawah permukaan diduga terakumulasi pada area dengan nilai potensial yang relatif lebih kecil dan bernilai negatif. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sebaran lindi mengalir dari arah barat dan terakumulasi pada arah timur hingga timur laut lokasi penelitian.
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI DAN MANAJEMEN KARIR BAGI PEGAWAI DI KABUPATEN SANGGAU, SEKADAU, MELAWI DAN SINTANG Noviani , Evi; Putra, Yoga Satria; Arminingsih, Diah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28350

Abstract

Peningkatan kompetensi dan manajemen karier merupakah hal yang urgen bagi setiap pegawai, baik pegawai swasta maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Perencanaan karier dan manajemen karier pada pegawai akan memberikan dampak positif bagi pegawai tersebut dan organisasi. Terkhusus di Kalimantan Barat, berdasarkan Peraturan Gubernur (PERGUB) Provinsi Kalimantan Barat Nomor 48 Tahun 2021 Tentang Manajemen Karier Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (2021) tentang Manajemen Karier Pegawai Negeri Sipil, kemudian Pergub No.48 tahun 2021 pada Bab IV Pasal 20 Tentang Pengembangan Kompetensi bahwa setiap PNS memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk diikutsertakan dalam pengembangan kompetensi. Pengembangan kompetensi merupakan upaya untuk pemenuhan kebutuhan kompetensi pegawai sesuai dengan standar kompetensi jabatan dan rencana pengembangan karir. Pengembangan kompetensi menjadi dasar pengembangan karier dan menjadi salah satu dasar bagi pengangkatan jabatan. Pelaksanaan pengembangan karier bagi pegawai dilakukan paling rendah 20 (dua puluh) jam pelajaran dalam 1 (satu) tahun. Berdasarkan hasil survey dan wawancara langsung dengan beberapa pegawai di sekitar kabupaten Sanggau, diperoleh informasi bahwa dalam kenaikan jabatan fungsional, pegawai masih kesulitan dalam memetakan kompetensi, manajemen karir. Selain itu, sebagian besar pegawai belum mengenal tools IDP, ada beberapa pegawai telah mengenal tools tersebut tapi belum mampu dan menguasai penggunaannya. Oleh sebab itu suatu hal yang penting bagi pegawai untuk menggunakan startegi agar mampu memetakan kompetensi dan melakukan manajemen karir.
Analisis Data Batimetri untuk Penentuan Alur Pelayaran Sungai Kapuas Desa Balai Belungai Kabupaten Sanggau Muqsit J.A, Ibrahim; Zulfian, Zulfian; Putra, Yoga Satria
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v12i2.56211

Abstract

The Kapuas River is a river located in West Kalimantan. Especially in Balai Blungai Village, Toba District, Sanggau Regency, this area has an important role in the distribution of goods and the mobility of barges carrying sand and bauxite to the Kapuas estuary. The depth of the river can be determined based on bathymetry data. Bathymetry is a measure of the height and low contour of the water base (depth). The purpose of this study was to determine the variation in river depth and determine recommendations for transportation routes on the Kapuas River channel, Balai Belungai Village, Toba District, Sanggau Regency based on bathymetry data. The research method used is the interpolation method used for bathymetry refinement is the triangulation with linear interpolation method by calculating the value of a point against three points that have the closest distance so that in the end the depth contour value is obtained. The tracks for barymetric data parallel to the river are 3 tracks with a track length of 2.7 km to 4.5 km and 6 tracks intersect the three tracks with a track length of 906 m to 971 m. The distance between measurement points is 3 m. The results of the study showed that the bathymetry and current in the Kapuas River, Balai Belungi Village, Toba District, Sanggau Regency vary, with depths between -2 m to -10 m and surface currents of 1.31 m / s to 2.40 m. The recommended shipping lane for loaded ships and barges is at a depth of -5 m to -10 m, with a shipping lane width of 200 m to 500 m.
Pemetaan Intensitas Curah Hujan di Kabupaten Sambas Menggunakan Sistem Informasi Geografis Pradipta, Aditya Tri; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.65491

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan daerah yang sangat rawan terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Sambas menggunakan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan adalah metode interpolasi IDW yang kemudian dihitung luas setiap kelas dan kecamatannya. Hasil penelitian ini berupa 5 peta kelas curah hujan di Kabupaten Sambas dari tahun 2017 - 2021. Sebaran intensitas curah hujan di Kabupaten Sambas pada tahun 2018 dan 2019 terdapat 3 kelas curah hujan yaitu sangat basah (3000 mm/tahun), basah (2500-3000 mm/tahun), dan sedang (2000-2500 mm/tahun) sedangkan pada tahun 2017, 2020, dan 2021 hanya terdapat 2 kelas curah hujan yaitu sangat basah dan basah. Kecamatan yang memiliki sebaran kelas curah hujan dengan kategori sangat basah terluas di Kabupaten Sambas selama 5 tahun yaitu Kecamatan Sajingan Besar.
Studi Pengaruh Curah Hujan dan Suhu Udara Terhadap Aridity Index di Kalimantan Barat Menggunakan Metode Thornthwaite Adiningsih, Nadia; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza; muhardi, muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.66231

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki tingkat kelembapan tinggi akibat curah hujan sepanjang tahun. Namun, suhu yang tinggi dan periode penurunan intensitas hujan dalam waktu yang lama pada wilayah ini dapat menyebabkan terjadinya kekeringan. Salah satu indeks yang digunakan untuk menilai tingkat kekeringan suatu wilayah adalah Aridity Index (AI) yang dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan mempertimbangkan rata-rata curah hujan dan suhu udara untuk menghitung evapotranspirasi potensialnya. Perhitungan AI menggunakan metode Thornthwaite telah berhasil dilakukan untuk periode 10 tahun (2012-2021) dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan AI sangat dipengaruhi oleh besar curah hujan yang ditunjukkan oleh besar korelasi bernilai positif pada tahun 2014 sebagai tahun terkering dan 2016 sebagai tahun terbasah yaitu +0,99 dan +0,75. Suhu udara memiliki korelasi bernilai negatif yakni -0,94 dan -0,88 sebagai faktor yang juga berpengaruh secara langsung terhadap perubahan nilai indeks kekeringan berdasarkan AI.
Co-Authors . Agato . Timotius A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aang Kurniady Adiningsih, Nadia Adriati Adriati Ahmad Mushawwir Anastasia Anastasia Andi Ihwan Apriyanto Ramadhan Ardianto, Randy Ari Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arminingsih, Diah Astuti, Ayu Dwi Aswati, Tiara Aprileonadha Azrrue, Tsa Tsa Aisyha Yuditha Azrul Azwar Bedry Yuveno Denny Boni Pahlanop Lapanporo Christy, Maria Citra Puella Dayang Samsul Hidayah Delfi Warsita Masdat Desti, Desti Dwiria Wahyuni Elfrida Ratnawati Evi Noviani Fadziella, Syarifah Resha Faisal Faisal Faisal Faisal Faras, Angelia Millenis Febriana Diah Permata Fitriana, Zuliya Eka Fossetta, Bella Gustiani, Siska Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hendro Tira Hendromi, . Heni Susiati Hermawan, Rikki Irfana Diah Faryuni Irvan Nur Prasetya Jennifer Sulastri Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Kurnia, Elsa Kushadiwijayanto, Arie Antasari Latifah Maesaroh Menas Aswan Mentari Yuniar Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sholeh Muhardi Muhardi Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muqsit J.A, Ibrahim Nadia Nadia Natasha, Ingga Noang, Aurel Vivaldi Noviani , Evi Nugraha, Alfa Nugroho, Kunto Adi Nur Hayati Nurhaliza Nurhaliza Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nursiani, Tuti Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Pradipta, Aditya Tri Prasetya, Irvan Nur Pratiwi, Tasya Mahardika Purnama, Desi Indah Puteri, Martsa Farindi Dwi Putri, Tiara Nusa Qonita, Ismi Rizqi Radhitya Perdhana Rahwanda Rahwanda Rezeki, Desi Saputri Sri Risko, Risko Riza Adriat Rumyati Pujiastuti Salawati Salawati Salawati, Salawati Santi, Maria Aventri Saputra, Sepbriyan Rizky Sari Sari Sri Rahayu Ningsih Suci Fitri Nazila Suteja, Aji Syntia Apriani Taruna, Fizza Tri, Mario Andika Triwerdhana, Afriadhi Tuti Nursiani Wilnaldo, Andre Yudha Arman Yuliana, Dylla Yundari, Yundari Yuniar, Mentari Yupensius Febi Ariputra Yuris Sutanto Zulfian Zulfian