Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS PERFORMA PRODUKSI DAN KELAYAKAN FINANSIAL PETERNAKAN ITIK PETELUR YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM INTENSIF ANNISA H. N.; I W. SUKANATA; B. R. T. PUTRI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2021.v24.i01.p03

Abstract

This study aims to determine the management, production performance, financial feasibility, break-even point and sensitivity of business. The study began from December 2019 until January 2020 at UD. Sari Utama, located in Cepaka Village, Kediri District, Tabanan Regency. This research uses primary data. The variables observed in this study are livestock management, production performance, cost, financial feasibility, and sensitivity. The fe- asibility of laying duck business is analyzed using investment criteria analysis, PBP, BEP and sensitivity analysis. The results of this study indicate that the UD Sari Utama laying duck business has paid attention to several aspects of management including the selection of pra-layer ducks, cages, feed, labor, prevention and treatment of disease. The average egg production is 65%/day and the average number of eggs produced is consumption eggs 62,4% and 37,6% hatching eggs with a maintenance ratio of male and female ducks 1:10. The results of financial analysis show that this farm produces NPV 246.749.932, IRR 26,16%, Net B / C 2,2, PBP in 1,17 years, BEP in 5,96 years, BEP egg production 217.935 / year, BEP egg price Rp 1.649,84 / item. The results of the sensitivity analysis show that the business is sensitive to decreasing egg prices and increasing feed prices, with sensitivity values of 10,52% and 16,87%, respectively. Based on these results it can be concluded that the business of laying duck UD. Sari Utama is financially feasible.
HUBUNGAN TINGKAT PENERAPAN DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN USAHA KEMITRAAN AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN TABANAN Susanti D. P.; I N. Suparta; B. R. T. Putri
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.439 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tingkat penerapan dengan tingkat keberhasilan usahakemitraan ayam ras pedaging dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap,dan motivasi peternak. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tabanan. Penentuan sampel responden dilakukansecara acak menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Jumlah responden dari penelitianini adalah sebanyak 122 responden. Analisis data menggunakan analisa deskriptif dan analisa jalur menggunakanmetode structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat penerapan polakemitraan usaha peternakan ayam ras pedaging di Kabupaten Tabanan adalah baik; (2) Hubungan pengetahuan,keterampilan, dan motivasi peternak dengan tingkat penerapan pola kemitraan usaha peternakan ayam raspedaging di Kabupaten Tabanan adalah positif, sedangkan hubungan sikap dengan tingkat penerapan polakemitraan usaha peternakan ayam ras pedaging di Kabupaten Tabanan adalah negatif; (3) Tingkat keberhasilanusaha kemitraan ayam ras pedaging di Kabupaten Tabanan termasuk dalam kategori berhasil; (4) Hubungan antarapengetahuan, keterampilan, dan tingkat penerapan pola kemitraan dengan tingkat keberhasilan usaha kemitraanayam ras pedaging di Kabupaten Tabanan adalah positif, sedangkan hubungan sikap dan motivasi dengan tingkatkeberhasilan usaha kemitraan ayam ras pedaging di Kabupaten Tabanan adalah negatif.Kata kunci: tingkat penerapan, tingkat keberhasilan, usaha kemitraan ayam ras pedaging
MARKETING EFFICIENCY OF BALI PIG IN ORDER TO INCREASE FARMERS’ INCOME IN THE MARGINAL REGION Sukanata I W.; I K. W. Parimartha; B. R. T. Putri
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.31 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p05

Abstract

Penelitian ini di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem, danKecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, dari bulan Juni hingga Oktober 2018, dengan tujuan untukmenganalisis sejauh mana efisiensi pemasaran babi bali di daerah marginal. Jenis data yang digunakan adalah datakuantitatif dan data kualitatif yang bersumber dari data primer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 100 orang perternak, 20 orang pedagang perantara yang terdiriatas 5 penyotek (informan), 5 pengepul, 5 pedagang antar daerah, dan 5 pedagang pembuat babi guling. Efisiensipemasaran dilihat dari struktur pasar, saluran pemasaran, farmer’s share, margin pemasaran, dan rasio keuntunganterhadap biaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemasaran babi bali yang dihasilkan di daerahpenelitian kurang efisien. Ada empat saluran pemasaran babi bali dengan struktur pasar bersaing tidak sempurna(oligopsoni). Rata-rata farmer’s share dari keempat saluran pemasaran hanya 61,41%. Margin pemasaran diantaralembaga-lembaga pemasaran juga kurang merata, yaitu berkisar antara 0,94%-37,5% dari harga di konsumen.Rasio keuntungan terhadap biaya diantara lembaga-lembaga pemasaran mencapai 172,73% - 700%, sedangkanyang dicapai peternak berkisar antara 15,16%-24,02%.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN ITIK PETELUR MOJOSARI DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN INTENSIF Isadora T.; B. R. T. Putri; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the management of maintenance, marketing, and analyze the financial feasibility of duck breeding farms with intensive rearing system. This research was conducted from May to June 2017 at UD. Sinar Harapan located at Kedawung Village, Blitar Regency, East Java. The data used were primary and secondary data. The variables observed in this study are the company's general overview, livestock raising management, cost flow, financial feasibility analysis, and business sensitivity. The financial feasibility level of this business was determined based on the analysis of investment criteria, Pay Back Period analysis, Break Even Point, and sensitivity analysis. Business duck breeding mojosari of UD. Sinar Harapan was very concerned for several aspects, i.e. the selection of going, ranching, feeding, prevention and treatment of diseases, labor, and marketing. The results of this research showed that this business produced NPV for Rp 9.484.255.062 IRR for 167,07%, Net B/C for 5,53, Pay Back Period for 0,95 year, and Break Even Point happened in 1,49 year. Sensitivity analysis results showed that this business was sensitive to change in the selling price of egg was 37,98%. Sensitivity analysis results showed that this business was less sensitive to the increase of feed price for 92,24%. Thus, duck breeding farming business mojosari of UD. Sinar Harapan was financially feasible. Keywords: Laying Duck Farming, Mojosari Duck, Intensive Rearing System, Financial Feasibility
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI BERBASIS PAKAN JERAMI PADI (Studi Kasus pada UD. Mupu Amerta di Banjar Sala Desa Abuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli) Dewi A.A.A.S; Sukanata IW.; Putri B.R.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penggemukan sapi bali berbasis pakan jerami padi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Mei di UD. Mupu Amerta yang berlokasi di Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tingkat kelayakan finansial dari usaha ini dilihat berdasarkan hasil analisis kriteria investasi, analisis Pay Back Period dan Break Even Point, serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini menghasilkan NPV sebesar Rp 100.674.922,-, IRR 21%, Net B/C 1,44, Pay Back Period 0,78 tahun dan Break Even Point terjadi pada saat 6,93 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha ini mengalami keuntungan pada saat jumlah pemeliharaan sapi diatas 23 ekor atau diatas harga Rp 33.573,-/kg. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha penggemukan sapi bali berbasis pakan jerami padi di UD. Mupu Amerta layak secara finansial.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SAPI BALI DI KABUPATEN BANGLI Duungan IN.A; Suparta IN.; Putri B.R.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.77 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menghitung margin pemasaran dan tingkat farmer’s share, serta menganalisis efisiensi pemasaran sapi potong di Kabupaten Bangli telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2014. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling dan dilakukan di 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Bangli, Tembuku, Susut, dan Kintamani. Responden penelitian diambil secara classified random sampling yaitu sebanyak 40 orang peternak sapi, dan sampel pedagang dipilih secara snowball ball sampling yaitu sebanyak 15 orang belantik, 3 orang jagal, serta masing-masing 1 orang pedagang besar dan pedagang antar pulau. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat saluran pemasaran yang melibatkan peternak, belantik, pedagang besar, jagal, dan pedagang antar pulau. Terdapat 3 saluran yang terbentuk dari lembaga pemasaran yaitu saluran pemasaran I (peternak - belantik - penjagal), saluran pemasaran II (peternak - belantik - pedagang besar - penjagal), saluran pemasaran III (peternak - belantik - pedagang antar pulau). Margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar Rp. 757.142/ekor, dan yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 500.834. Farmer’s share tertinggi terjadi pada saluran pemasaran III sebesar 96,03% dan yang paling rendah terjadi pada saluran pemasaran II sebesar 93,16%. Saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien dilihat dari hasil penghitungan indeks efisiensi yaitu sebesar 0,75%.
STRATEGI PEMASARAN “KEFIR” SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SUSU FERMENTASI Cahyati D.N.M; Putri B.R.T; Sukanata I.W
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.948 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan internal dan eksternal utama yang mempengaruhi pemasaran kefir, menentukan posisi kefir di dalam industri susu fermentasi, dan menyusun strategi yang tepat untuk memasarkan kefir. Penelitian dilaksanakan di industri rumah tangga pembuatan kefir yang terletak di Banjar Tangguntiti-Tohpati Denpasar, dan Jalan Cempaka Sari 8A Denpasar. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang bersifat kuantitif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan penelusuran literature. Responden dari penelitian ini terdiri dari produsen, konsumen, dan ahli. Jumlah produsen sebanyak 2 orang, konsumen sebanyak 50 orang dan ahli 5 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Matriks IFE, EFE, IE, analisis SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa total skor faktor internal sebesar 2,21 dimana kekuatan utama yang dimiliki perusahaan yaitu kefir merupakan minuman kesehatan dan kelemahan utama yaitu rasa kefir yang belum sesuai dengan permintaan konsumen. Sedangkan dari faktor eksternal di dapatkan total skor sebesar 3,39. Peluang utama yang dihadapi perusahaan yaitu perubahan gaya hidup masyarakat yang sudah semakin peduli pada kesehatan. Sedangkan ancaman utama yang dihadapi yaitu adanya produk susu fermentasi lainnya seperti yoghurt dan produk yang sejenis lainnya yang sudah lebih terkenal di masyarakat. Strategi utama yang dapat diterapkan oleh perusahaan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa terdapat 9 alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam memasarkan kefir yaitu: mengadakan kerjasama dengan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, meningkatkan kualitas produk dan varian rasa, mengembangkan strategi promosi, membuat mobile outlet, perbaikan kemasan, mengurus ijin, menampilkan manfaat dan keunggulan produk, menampilkan testimony tentang manfaat kefir, dan fokus terhadap upaya peningkatan kepuasan konsumen. Hasil analisis QSPM menunjukan bahwa alternatif strategi yang menjadi prioritas utama adalah meningkatkan kualitas produk dan memperbanyak varian rasa.
ANALISIS RANTAI PASOK DAGING BABI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN ABIANSEMAL Rahmat S.; B. R. T. Putri; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran rantai pasok produk daging babi di pasar tradisional Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan Purposive Sampling (sengaja). Sampel responden pada penelitian ini berjumlah 40. Berdasarkan prasurvey lokasi penelitian dimulai dari pasar tradisional yang terdapat di Kecamatan Abiansemal diantaranya sebagai berikut: Pasar Tegal Darmasaba, Pasar Sibang Gede, Pasar Mambal, Pasar Tenten, Pasar Blahkiuh. Metode untuk mengambil sampel menggunakan teknik snowball sampling. Data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2021. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif Food Supply Chain Network. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat 3 aliran dalam rantai pasok daging babi di pasar tradisional Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung yaitu aliran finansial (keuangan), aliran informasi, aliran material (produk). (2) terdapat beberapa lembaga yang terlibat dalam rantai pasok daging babi pada lokasi penelitian yaitu: peternak, pengepul ternak babi, jagal, pedagang daging, warung makan olahan daging babi, konsumen akhir. Seluruh anggota rantai pasok saling melengkapi dalam proses pergerakan produk. Saran: diharapkan pemerintah setempat dapat membantu untuk menstabilkan harga daging babi. Pedagang daging sebaiknya melakukan pengolahan daging menjadi produk olahan lain sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan meminimalisir kerugian apabila daging tidak terjual habis Kata Kunci: daging babi, pasar tradisional, rantai pasok.
Strategi Pemulihan Usaha Peternakan Sapi Bali pada Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Lingga Liga; B. R. T Putri; N. L. G. Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.428 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami tentang strategi pemulihan usaha peternakan sapi bali pada wilayah terdampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dan menghasilkan rekomendasi strategi yang tepat untuk diterapkan pada usaha peternakan sapi bali pada wilayah tersebut yang diharapkan mampu memulihkan usaha peternakan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di lima kecamatan yang menjadi wilayah terdampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yaitu Kecamatan Rendang, Selat, Kubu, Bebandem dan Abang, yang dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan April 2019 menggunakan metode survai. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 85 responden yang terdiri dari 75 orang peternak, 5 orang pendamping SIMANTRI, dan 5 orang ahli. Hasil analisis IFE-EFE menunjukkan bahwa nilai faktor internal sebesar 2.54 dan nilai faktor eksternal sebesar 2,34 menunjukkan posisi usaha peternakan sapi bali pada wilayah terdampak erupsi Gunung Agung berada pada kuadran V di dalam matriks IE yaitu devisi pertahanan dan pelihara. Terdapat sembilan alternatif strategi yang dihasilkan yaitu 1) menyediakan sarana informasi nonverbal berupa flayer atau spanduk mengenai informasi penampungan ternak; 2) mengadakan sosialisasi kepada peternak mengenai cara penanganan ternak saat terjadi erupsi; 3) membentuk kelompok peternak dalam lingkup kecil di setiap desa; 4) menyediakan lokasi/tempat untuk mengadakan bursa ternak; 5) melakukan pelatihan pembuatan pakan cadangan; 6) melakukan pelatihan pengolahan limbah peternakan; 7) memberikan pemodalan untuk pengembangan usaha peternakan melalui kegiatan bussines plan competition yang diselenggarakan oleh pemerintah ; 8) pemerintah menyediakan transportasi untuk mengangkut hewan-hewan ternak yang berada di wilayah terdampak erupsi; 9) mengedukasi peternak untuk menerapkan teknologi tepat guna pada usaha peternakan. Kata kunci : sapi bali, lokasi terdampak erupsi, strategi pemulihan
Analisis Jiwa Wirausaha Mahasiswa di Universitas Udayana Rofiah A. C.; B. R. T. Putri; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.411 KB)

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dan banyaknya pengangguran merupakan masalah klasik di negara berkembang termasuk di Indonesia, jumlah penganggurannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2013-2016 jumlah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan atau pengangguran terbuka di Provinsi Bali mengalami peningkatan dari 41.820 (0,9 %) orang menjadi 46.484 (1,1%) orang dari total jumlah penduduk di Bali yaitu 4,2 juta orang. Pengangguran di Indonesia terjadi di semua jenjang pendidikan termasuk sarjana. Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka sarjana yang menganggur di Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada, terlihat bahwa lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai pencari kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan mata kuliah kewirasuahaan dalam membentuk jiwa wirausaha mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan total sampel 60 orang mahasiswa dari 13 fakultas di Universitas Udayana. Sumber data menggunakan data primer yaitu wawancara langsung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dan praktek memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan saja dan mahasiswa yang tidak mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dengan indikator rasa percaya diri (100%), inovatif (70%), kreatif (90%), dan jiwa kepemimpinan (95%). Mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan dan praktek nyata memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi (koef 0,999) dibandingkan mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan saja (koef 0,750) dan tidak diberikan mata kuliah kewirausahaan (koef 0,691). Kata kunci: jiwa wirausaha, kewira usahaan, mahasiswa, pengangguran