Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

WATER MANAGEMENT OF RIVER ESTUARY FOR THE PREPARATION OF ECOTOURISM IN COASTAL AREA OF BALI PROVINCE I Gst Agung Putu Eryani; I Ketut Irianto
Jurnal Internasional Ilmu Pengetahuan Terapan bidang Pariwisata dan Events Vol 2 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.74 KB) | DOI: 10.31940/ijaste.v2i1.902

Abstract

Surface water flowing in the river is a resource of useful raw water to meet the needs of society and as irrigation water is managed by Subak in Bali, Indonesia. Bali has experienced water deficit, along with the increasing number of inhabitants and tourism activities. Results of research of the Ministry of Environment (MOE, 2009) stated that Bali has experienced water deficit of 7.5 billion m3/year in 2000 and 2015 deficit is estimated at as much as 27.6 billion m3 of water/year. The purpose of this research was to evaluate the potential of water in the estuary Saba in order to support ecotourism in coastal areas of the province of Bali and formulating water resource management scheme for coastal areas in Buleleng regency. This research uses quantitative methods with the research location is in the Saba river estuary in Buleleng Regency. Data collected consist of primary data and secondary data. Simulation models for water resources management and statistical analysis using software RIBASIM (River Basin Simulation). As a result of this research is the potential of water in the estuary Saba. The result of measurements in the dry season (September 2013) is amounted to 0.156 m3/sec and in the rainy season (January 2014) of 1,023 m3/sec. Potential water in Saba river estuary based on the simulation of RIBASIM is 9.34 million m3/year, can be used as society water domestic for 81 851 inhabitants, for the water industry (hotel) is 1364 rooms, amounted to 2 ha of fish pond water and for irrigation water (agricultural) is 148 ha. Results of water quality research to the smell, color, temperature, turbidity meet quality standards, while taste, and salinity do not meet quality standards. For the chemical aspect, that is pH and detergent meet quality standards while for BOD and COD does not meet the water quality standard Class I. In terms of biology, total coliform does not meet the quality standards of class I. Saba River water potential for ground water of 7.46 million m3 (6%), residual water irrigation (Return Flow) amounted to 54.74 million m3 (41%) and the balance/allocation of water in an area (water District) amounted to 71.54 million m3 (53%). Water resources management in the Saba River estuary for the water potential in the river estuary can be managed by making reservoirs (reservoir), and dam movement and arrangement of the beach.
Bali Cow Dung Management in Ayunan Village, Abiansemal Sub-District of Badung Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti; A.A.Rai Sita Laksmi; Gusti Agung Putu Eryani
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.887 KB) | DOI: 10.29165/ajarcde.v6i3.124

Abstract

Ayunan Village, located in the Abiansemal district of Badung, Bali. This village is about 20 km to the north from Denpasar city, towards the village of Sangeh tourist attraction and ayun park. Balinese cattle are germ plasm that must be preserved, because Bali is one of the sources of Balinese cattle breeding and the only area believed to have pure genetic B ali cattle. The increase in income will encourage farmers to raise more cattle, Balinese cattle rearing pattern is still traditional and only as a sideline in between farming time. The process of managing the maintenance of cows in partners has been good although it is still very simple. Direct observations in the Karang Ayu livestock group in Ayunan village, Abiansemal District, illustrated that Bali cattle rearing activities are very constrained by capital, feed, cow rearing management, manure channels and how to increase farmers' income from cow dung processing businesses. The main problems that will be the focus of solving the problem are the low productivity in processing manure into organic fertilizer and the low business efficiency and business sustainability of organic fertilizer products from manure. The methods used are: Presentation and plot as well as direct practice of making manure from cow dung using EM4 candy and fermented for 4 weeks. The results of this activity are expected to increase production and productivity and produce organic fertilizer from cow dung that can be sold so as to increase the income of Balinese cattle farmers in Ayunan Village.
STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN HILIR SUNGAI DAN PANTAI DI KOTA DENPASAR BERBASIS EKOWISATA I Gusti Agung Putu Eryani; Putu Gede Suranata; I Kadek Merta Wijaya
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.98-109

Abstract

Perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai adalah sebagian dari pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Ekowisata sebagai suatu bentuk wisata yang menekankan tanggung jawab terhadap kelestarian alam, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali 2018, total jumlah penduduk Kota Denpasar 788.589 jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk dibutuhkan kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang Kota Denpasar dengan mengembangkan ruang-ruang muka tepian air (waterfront) dalam bentuk kota tepian sungai (riverside city), yang terpadu dengan ruang terbuka hijau, mengkonservasi daerah aliran sungai dan konservasi daerah pantai yang produktif dan turistik sebagai usaha untuk memberi batas jelas antara kawasan konservasi dengan kawasan budidaya perkotaan. Tujuan kajian ini adalah menetapkan metode dalam perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai di Kota Denpasar berbasis Ekowisata. Lokasi di kawasan hilir Sungai Ayung dan kawasan Pantai Padanggalak. Analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden yang diambil adalah tim pengelola Pura Windu Segara, wisatawan, serta komunitas peduli hilir Sungai Ayung. Data yang dikumpulkan adalah topografi, bathimetri hilir sungai dan pantai, data gelombang, pasang surut, potensi air dan kondisi lingkungan. Perencanaan ekowisata bahari di hilir sungai Ayung dan pantai Padanggalak sampai saat ini belum berkembang secara optimal karena tidak didukung oleh aksesibilitas dan jaringan penataan sungai dan pantai yang baik. Strategi perencanaan dalam penataan kawasan berbasis ekowisata dapat dilaksanakan dengan tahapan : pertama kawasan yang dikembangkan sebagai daerah pariwisata disesuaikan dengan fungsi dan daya dukung masing-masing ruang/zone. Normalisasi kawasan hilir sungai, pengerukan sedimen di mulut muara sungai. Send by passing dan pembersihan sampah plastik di daerah pantai, terbentuknya bank sampah dengan melibatkan komunitas masyarakat peduli hilir sungai, menekan alih fungsi lahan pertanian di kawasan hilir sungai dan membangun pengaman pantai dari bahan yang ramah lingkungan. Penataan kawasan hilir sungai dan pantai sebagai daerah pariwisata yang berwawasan lingkungan, hendaknya melibatkan masyarakat, pemandu wisata dan agen perjalanan. Keywords: ekowisata, pantai, hilir sungai
ANALISIS PERKIRAAN DEBIT ALIRAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI UNDA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Made Widya Jayantari; I Gusti Agung Putu Eryani
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2022.v26.i02.p01

Abstract

Keterbatasan data aliran merupakan kendala yang sering terjadi di dalam analisis ketersediaan air. Untuk mendapatkan data tersebut dewasa kini sudah banyak model-model prediksi debit aliran. Teknologi penginderaan jauh (remote sensing technology) dapat meningkatkan pengembangan studi model hubungan curah hujan–limpasan secara konvensional. Dengan teknologi ini dapat membantu dalam memprediksi debit limpasan untuk tiap Sub-DAS. DAS Unda merupakan salah satu DAS Potensial di Provinsi Bali. Analisis debit aliran ini dilakukan dengan metode overlay dengan mengoverlay peta tata guna lahan dan peta jenis tanah di DAS Unda sehingga mendapatkan nilai CN kemudian dilanjutkan dengan menghitung debit aliran prediksi menggunakan metode SSCN. Dari analisis dalam sepuluh tahun terakhir terjadi fluktuasi debit, dimana debit terbesar yang pernah terjadi adalah 10.569 m3/dtk pada tahun 2013 di subdas Telagawaja dan terendah sebesar 0,079 m3/dtk di subdas Tanah pada tahun 2010. Untuk subdas Telagawaja dalam sepuluh tahun terakhir debit rata-ratanya sebesar 8,068 m3/dtk, subdas Masin sebesar 0,963 m3/dtk, subdas Tanah sebesar 0,163 m3/dtk, subdas Nyuling sebesar 0,705 m3/dtk, subdas Kaun sebesar 1,653 m3/dtk, subdas Yeh Batah sebesar 0,564 m3/dtk, subdas Unda sebesar 1,722 m3/dtk, dan subdas Sangsang sebesar 0,764 m3/dtk
EVALUASI KEHILANGAN AIR PADA SISTEM DISTRIBUSI PERUMDA AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA WILAYAH PELAYANAN KUTA DENGAN METODE STEPTEST I Made Indra Beratha; I Gusti Agung Putu Eryani; I Nengah Sinarta
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2022.v26.i01.p03

Abstract

The percentage of water loss (Non-Revenue Water) in the drinking water supply system of Public Company for Drinking Water Tirta Mangutama is currently still above the national standard. In addition to exceeding the standard, this also causes losses to Public Company for Drinking Water Tirta Mangutama . To increase the level of service and losses due to NRW, it is necessary to evaluate the network so that it can be used as the basis for efforts to reduce the level of water loss in the Kuta and Tuban Village Service Areas. Active loss search is one of the measures in order to control water loss. In June 2020 there was a peak of water loss with water loss reaching 1,588,931 m3/month or (48.96%). To reduce the water loss that occurs, tissue evaluation is carried out using the steptest method. And based on the step-test simulation, it was found that there were leaks at several points in the distribution system of Perumda Water Drinking Tirta Mangutama, Kuta Service Area. For this reason, it is necessary to repair pipes and manage pressure so that it can reduce water losses that occur.
STRATEGI MITIGASI BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI DAERAH MUARA SUNGAI AYUNG I Gusti Agung Putu Eryani; A.A. Rai Sita Laksmi; Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2022.v26.i02.p06

Abstract

Bencana hidrometeorologi adalah suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa banjir, longsor, kerusakan ekosistem, degradasi lahan, angin puting beliung, dan kekeringan, yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Perubahan iklim yang terjadi saat ini, juga disinyalir menyebabkan meningkatnya bencana hidrometeorologi. Karakteristik muara yang khas yaitu pertemuan antara aliran sungai dan laut, meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu perlu dilakukan mitigasi bencana hidrometeorologi di Muara Sungai Ayung untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang dapat terjadi akibat kondisi hidrometeorologinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Data Meteorologi yang didapat dari data satelit digunakan untuk melihat karakteristik meteorologi di Muara Sungai Ayung. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa beberapa kondisi hidrometeorologi daerah muara Sungai Ayung menunjukan potensi bencana hidrometeorologi, seperti peningkatan kecepatan angin maksimum yang mencapai 1,5 kali kecepatan rata-ratanya, terjadi peningkatan temperatur yang berkisar 6-8°C dari temperatur rata-ratanya dan kondisi curah hujan harian ada yang mencapai lebih dari 100 mm/hari. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan di Muara Sungai Ayung dapat dilakukan dengan banyak tindakan seperti structural, non structural dan solusi berbasis alam potensial (pendekatan infrastruktur biru, hijau dan hybrid).
COMPARATIVE ANALYSIS OF WATERSHED CHARACTERISTICS IN BALI PROVINCE FOR SUSTAINABLE WATER RESOURCES MANAGEMENT I Gusti Agung Putu Eryani; Abd Muluk Abd Manan; Made Widya Jayantari
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 4, NUMBER 2, APRIL 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.272 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v4i2.8862

Abstract

Aims: This research will provide an overview of the comparative analysis of watershed characteristics in Bali which are differentiated from watersheds flowing to the north, and watersheds flowing to the south of Bali Province. The aim is to determine the characteristics of each, and proper sustainable management for each watershed. Methodology and Results: This is a descriptive, quantitative research that analyzes and compares the characteristics of the Saba watershed and Unda watershed, where the characteristics analyzed are morphometric and hydrological.  From the analysis, it was observed that the Unda watershed, which has a flow direction to the south of the island of Bali, and the Saba watershed, flowing to the north of the island of Bali, possess several differences and similarities. The similarities include rainfall patterns, high temperatures, and the comparison values between Qmax and Qmin is significant. Meanwhile, the differences include the Saba watershed slope being steeper than the Unda watershed, and the Saba has young geomorphic features, while the Unda watershed possesses advanced geomorphic features. Conclusion, significance, and impact of study: Differences in watershed characteristics lead to differences in the management carried out. Furthermore, in terms of hydrology, where there are lesser differences, the sustainable management of the Saba and Unda Watershed also require conservation in form of a reservoir (weir or dam). This is to enable the storage of water in the rainy period for the dry season. 
Pengabdian Masyarakat Program Bedah Rumah Penyandang Disabilitas I Gusti Agung Putu Eryani; I Wayan Runa; Made Mas Surya Wiguna; Ni Komang Indra Mahayani
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tiingan Bebandem, Karangasem oleh Dosen Fakultas Teknik dan Perencanaan sebagai bentuk memperbaiki masalah kemiskinan dengan program bedah rumah. Rumah merupakan kebutuhan primer untuk tinggal dan menetap dipenuhi bagi setiap orang, tidak adanya rumah yang layak bagi keluarga menyebabkan ketelantaran anggota keluarga dan kesejahteraan social keluarga. Sebuah rumah yang layak huni dirancang dengan memperhatikan kondisi fisik penggunanya, khususnya bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas). Hal tersebut berpengaruh terhadap desain rumah yang harus disesuaikan sehingga dapat digunakan dengan mudah sesuai kebutuhan penggunanya. Selain mengentaskan masalah kemiskinan, Melalui program bedah rumah ini diharapkan penyandang disabilitas di desa dapat membantu aksesibilitas yang nyaman karena keterbatasan fisik yang dimiliki seseorang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi informan panitia program dan mitra (Puspadi Bali), keluarga miskin penyandang disabilitas, dan tokoh masyarakat. Keberhasilan bedah rumah yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas) dapat dikembangkan lagi di daerah lainnya.
Pengaruh Aktivitas sosial Dan Lingkungan Terhadap Nilai perusahaan Dengan Gender Deversity Sebagai variabel Moderasi Pada Perusahaan Pertambangan Kartana, I Wayan; Eryani, I Gusti Agung Putu; Putra, I Made Wianto; Ekayani, Ni Nengah Seri
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 15 No. 2 (2024): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.15.2.2024.263-278

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi peranan moderasi Gender Diversity Dewan Direksi dan Gender Diversity Dewan Komisaris atas pengaruh aktivitas sosial dan aktivitas lingkungan terhadap nilai perusahaan. Populasi penelitian adalah Perusahaan Pertambangan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari Tahun 2017 sampai 2021. Variabel penelitian ini terdiri dari: variabel independen yaitu aktivitas sosial dan aktivitas lingkungan, variabel dependen yaitu nilai perusahaam diukur dengan price book value (PBV), variabel moderasi gender diversity Dewan Direksi dan Dewan Komisaris serta menggunakan 3 variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan (size), umur perusahaan serta return on assets (RAO). Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukan aktivitas sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, aktivitas lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian moderasi Gender Diversity Dewan Direksi berperan memperlemah pengaruh aktivitas lingkungan terhadap nilai perusahaan, namaun tidak berperan mememoderasi pengaruh aktivitas sosial terhadap nilai perusahaan. Gender Diversity Dewan Komisaris berperan memperkuat pengaruh aktivitas lingkungan terhadap nilai perusahaan namum berperan memperlemah pengaruh aktivitas sosial terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian variabel kontrol umur perusahaan dan ROA berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tetapi size tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Limitasi penelitian ini belum memasukan aktivitas ekonomi dan tata kelola sebagai diterminan dari nialai perusahaan dan tekanan stakeholder sebagai variabel moderasi.
EVALUASI PERENCANAAN PENGENDALIAN SIMPANG PADA SIMPANG BERSINYAL JL. SUNSET ROAD – JL. IMAN BONJOL, KABUPATEN BADUNG, BALI Hendratma, Diki; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman; Eryani, I Gusti Agung Putu
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 01 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i01.1178

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kota – kota besar adalah kemacetan. Permasalahan kemacetan terjadi pada simpang jalan yang merupakan penghubung jalan antarkota. Permasalahan simpang pada Jalan Raya Sunset Road – Iman Bonjol ini terjadi dikarenakan waktu sinyal dan waktu siklus yang menyebabkan kinerja simpang menurun. Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di simpang Jalan Sunset Road – Iman Bonjol ini menggunakan metode analisis kinerja simpang bersinyal dan perencanaan lampu sinyal dan waktu siklus berdasarkan perhitungan dan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Tujuan untuk memperbaiki masalah ini adalah dengan menganalisis kembali kinerja simpang dengan perencanaan waktu sinyal dan waktu siklus dan memperbaiki permasalahan pada simpang Jalan Raya Sunset Road – Iman Bonjol. Dari hasil analisis kinerja simpang saat ini menghasilkan tingkat pelayanan (F), sehingga pada analisis perencanaan pada penelitian ini menghasilkan waktu sinyal dan waktu siklus yang lebih efisien dan pada tingkat pelayanan (B) maka dapat mengatasi kemacetan yang terjadi.