Lanny Mulqie
Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Pustaka Potensi Beberapa Tumbuhan Famili Fabaceae sebagai Antiinflamasi Andri Nopriansyah; Sri Peni Fitrianingsih; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11380

Abstract

ABSTRACT : Inflammation is a natural response of the body to infection or tissue damage, characterized by symptoms such as heat, redness, swelling, pain, and impaired function. Traditional anti-inflammatory drugs are often derived from plants. The Fabaceae family has been found to have potential anti-inflammatory properties. A systematic literature review was conducted to explore the anti-inflammatory activity of various plants from the Fabaceae family. The scientific articles were searched for in databases such as Google Scholar, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, and PubMed. The selected articles underwent several stages of analysis to ensure accuracy and relevance. The assessment focused on plants from the Fabaceae subfamily, including Caesalpinoideae, Mimosoideae, and Faboideae, considering the plant parts used and the presence of compound groups with anti-inflammatory potential. The analysis of 22 scientific articles showed that 21 plants belonging to the Fabaceae family demonstrated anti-inflammatory properties, with the leaves being the most frequently utilized part. This is due to the presence of various compound groups, such as flavonoids and phenolics. ABSTRAK : Inflamasi ialah proses tubuh untuk merespon infeksi atau kerusakan jaringan yang ditandai kalor, rubor, tumor, dolor, dan gangguan fungsi. Pada pengobatan inflamasi, Penggunaan obat inflamasi berasal dari tumbuhan menjadi pilihan alternatif seperti dari tumbuhan famili fabaceae. Fabaceae termasuk golongan tumbuhan famili terbesar dan diduga memiliki aktivitas farmokologis terutama antiinflamasi. Maka dilakukan penelitian mengenai potensi aktivitas antiinflamasi dari beberapa tumbuhan famili Fabaceae dengan metode systematic literature review. Pencarian data artikel ilmiah dari database yaitu Google Scholar, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, dan PubMed. Hasil pencarian data digunakan sebagai data sekunder dan dilakukan beberapa tahapan seperti seleksi, ekstraksi dan analisis, sehingga didapatkan hasil data berupa artikel ilmiah yang akurat dan relavan. Kemudian dilakukan pengkajian mengenai beberapa tumbuhan sub famili Fabaceae (Caesalpinoideae, Mimosoideae dan Faboideae), bagian tumbuhan yang digunakan serta kandungan golongan senyawa yang berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi dari tumbuhan famili Fabaceae. Hasil data eligible sebanyak 22 artikel ilmiah dan menunjukan hasil pengkajian bahwa dari 21 tumbuhan famili Fabaceae memiliki aktivitas antiinflamasi. Bagian tumbuhan yang banyak digunakan untuk menentukan aktivitas antiinflamasi ialah bagian daun dan kandungan golongan senyawa banyak diidentifikasi yaitu flavonoid dan phenol.
Gambaran Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat Sindangsari Rw 11 Kel. Cipadung Kulon Kec. Panyileukan Desi Anom Sari; Umi Yuniarni; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11909

Abstract

Abstract. This research aims to obtain information about the use of traditional medicine in the community of Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, District The discussion about the use of traditional medicine includes the types, methods of use and indications found in traditional medicine. Traditional medicines originating from plants, animals, minerals, extract preparations (galenic) or mixtures of these materials which have been used for generations for treatment in accordance with the norms applicable in society. Traditional medicine is still very popular with the public, one of the reasons traditional medicine is still in great demand is that the effects of traditional medicine are more economical and easy to obtain. The method used in the research is a qualitative method, this method is used in the form of direct interaction with objects to obtain survey data on knowledge and use of traditional medicine in the Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, District. Panyileukan. From the results of data collection using a structured questionnaire distributed using a questionnaire sheet, 24 respondents were obtained. In this study, the respondents with the highest number of samples were 11 people with high school education (45.83%), based on the occupation of the people who use it the most, namely Housewives (50%), 18 people (75%) know the term traditional medicine. 22 people (91.67%) mostly used traditional medicines and the reason people used traditional medicines compared to generic medicines was because of the small side effects, namely 13 people (54.17%). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi gambaran penggunaan obat tradisional pada masyarakat Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, Kec. Panyileukan mengenai penggunaan obat tradisional meliputi jenis, cara penggunaan serta indikasi yang terdapat pada obat tradisional. Obat tradisional yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun dapat digunakan untuk pengobatan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pengobatan tradisional masih sangat diminati oleh masyarakat, salah satu alasan obat tradisional masih banyak diminati yaitu efek obat tradisional lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, penggunaaan metode ini dalam bentuk interaksi langsung dengan objek untuk memperoleh data survey pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, Kec. PanyileukanDari hasil pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur yang disebar menggunakan lembar kuisioner didapatkan responden sebanyak 24 orang. Penelitian ini responden yang paling banyak menjadi sampel adalah pendidikan SMA berjumlah 11 orang (45,83%), berdasarkan pekerjaan masyarakat yang banyak menggunakan yaitu Ibu Rumah Tangga sebanyak (50%), masyarakat mengetahui istilah obat tradisional sebanyak 18 orang (75%), responden banyak menggunakan obat tradisional sebanyak 22 orang (91,67%) dan alasan masyarakat menggunakan obat tradisonal dibandingkan dengan obat generic karena efek samping yang kecil yaitu sebanyak 13 orang (54,17%).
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Herba Floss Flower (Ageratum Houstonianum Mill.) Terhadap Pertumbuhan Malassezia Furfur dan Tricophyton Mentagrophytes Iqlima Khairunnisa Tanjung; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.12077

Abstract

Abstract. Fungal growth on the surface of the skin that occurs due to fungal infections can be treated by using antifungals. However, the use of synthetic antifungals carries the risk of causing resistance, so alternative antifungals from natural ingredients are increasingly in demand, one of which is from weed plants such as floss flower. This study aims to see the antifungal activity of floss flower extract at concentrations of 5%, 10%, 20%, 40%, 60% and 80% against Malassezia furfur and Tricophyton mentagrophytes, the methods that uses in this research are well diffusion method. The conclusion from this research showed that floss flower extract have antifungal activity against Malassezia furfur and Tricophyton mentagrophytes. Abstrak. Pertumbuhan jamur di permukaan kulit yang terjadi akibat infeksi jamur dapat diatasi dengan menggunakan antifungi. Akan tetapi, penggunaan antifungi sintetik beresiko menimbulkan resistensi, sehingga alternatif antifungi dari bahan alam semakin diminati, salah satunya dari tanaman gulma seperti tumbuhan floss flower. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya aktivitas antifungi dari ekstrak floss flower pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 60% dan 80% terhadap jamur Malassezia furfur dan Tricophyton mentagrophytes dan metode yang digunakan adalah metode difusi sumuran agar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan ekstrak floss flower memiliki aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur dan Tricophyton mentagrophytes.
Kajian Potensi Aktivitas Antibakteri Tanaman Genus Piper terhadap Bakteri Patogen Penyebab Infeksi Periodontal Siti Umniyyah Nabilah; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13442

Abstract

Abstract. Oral pathogenic bacteria collectively play a role in the formation of infections in the oral cavity through the accumulation of bacterial colonization. One way to control oral pathogenic bacteria is through mechanical therapy and chemical therapy using antibacterials. However, antibacterial resistance is a current global health threat. Using antibacterials from natural ingredients can be an alternative option. The aim of this research is to determine the potential of plants from the genus Piper as antibacterials against bacteria that cause periodontal infections Fusobacterium nucleatum and Porphyromonas gingivalis, as well as to identify the active compounds with antibacterial role. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR). The results of the study showed that four plant species from the genus Piper have antibacterial potential against bacteria that cause periodontal infections namely, Piper betle L., Piper cubeba L., Piper marginatum Jacq, dan Piper nigrum L. Active compounds with role as antibacterials is 4-chromanol from Piper betle L., and (−)-cubebin from Piper cubeba L. Abstrak. Bakteri patogen rongga mulut secara kolektif berperan dalam pembentukan keadaan infeksi rongga mulut dengan akumulasi kolonisasi bakteri. Pengendalian bakteri patogen rongga mulut salah satunya dapat dilakukan dengan terapi mekanis dan dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan antibakteri. Namun resistensi antibakteri merupakan ancaman kesehatan global saat ini. Penggunaan antibakteri dari bahan alam dapat menjadi pilihan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tanaman genus Piper sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi periodontal Fusobacterium nucleatum, dan Porphyromonas Gingivalis. Mengetahui senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Didapatkan hasil kajian sejumlah 4 spesies tanaman dari genus Piper yang memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi periodontal yakni Piper betle L., Piper cubeba L., Piper marginatum Jacq, dan Piper nigrum L. Senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri yakni 4-chromanol dari Piper betle L. dan (−)-cubebin dari Piper cubeba L.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Buah Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) D.C) pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster sebagai Antidiabetes yang Diinduksi dengan Aloksan Wafda Shofia; Fetri Lestari; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13647

Abstract

Abstract. Diabetes is a disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin, this disease is characterized by high blood glucose levels. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of kecipir fruit (Psophocarpus Tetragonolobus (L.) D.C) on reducing blood glucose levels in male Swiss Webster mice induced using alloxan. Mice were divided into 6 groups including negative group (Na-CMC 1%), positive control group (induced alloxan), comparison group (Glibenclamide 0.65mg/kgBB), and test extracts (250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, and 1000 mg/KgBB). Blood glucose levels were measured on the 7th and 14th days. Then the data were analyzed using Kruskal-Wallis test and Man-Whitney follow-up test. The results showed that ethanol extract of kecipir fruit contains metabolite compounds such as flavonoids, polyphenols, and steroids. Giving ethanol extract of kecipir fruit in doses of 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, and 1000 mg/KgBB has an impact on reducing blood glucose levels with a value of p<0.05. Abstrak. Diabetes merupakan penyakit yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin, penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol buah kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus (L.) D.C) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan Galur Swiss Webster yang diinduksi menggunakan aloksan. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok diantaranya kelompok negatif (Na-CMC 1%), kelompok kontrol positif (diinduksi aloksan) kelompok pembanding (Glibenklamid 0,65mg/kgBB), dan ekstrak uji (250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB). Kadar Glukosa darah diukur pada pada hari ke-7 dan ke-14. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjutan Man-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kecipir mengandung golongan senyawa metabolit seperti flavonoid, polifenol, dan steroid. Pemberian ekstrak etanol buah kecipir dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB terdapat dampak terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai p<0,05.
Uji Aktivitas Antibakteri Daun Dadap Serep (Erythrina subumbrans) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Mutiara Nur Afni; Lanny Mulqie; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14390

Abstract

Abstract. Acne is a common skin health problem. One of the causes of inflammatory acne is the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis, which are pus-forming microbes. Treatment of acne can be done by reducing the number of bacterial colonies. Typically, acne treatment uses antibiotics such as clindamycin, erythromycin, tetracycline, and doxycycline. However, to reduce antibiotic resistance due to overuse of antibiotics, acne treatment can be done naturally using herbal medicines, one of which is the leaves of dadap serep (Erythrina subumbrans). The purpose of this research is to see the antibacterial activity of ethanol extract of dadap serep leaves against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis and the determination of the Minimum Inhibitory Concentration (KHM) value. This study was conducted with the agar microdilution method and the extraction process of dadap serep leaves by maceration method with 96% ethanol solvent. The positive control used was 10% DMSO, while the negative control used MHB media, with clindamycin as a comparator. The test results showed that the ethanol extract of curd leaf had antibacterial activity against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis at concentrations of 100 mg/mL, 200 mg/mL, 400 mg/mL, 800 mg/mL, and 1600 mg/mL, with a KHM value at a concentration of 100 mg/mL. The compound groups contained in the ethanol extract of the leaves of dadap serep are alkaloids, flavonoids, tannins and saponins. Abstrak. Jerawat adalah masalah kesehatan kulit yang umum. Salah satu penyebab peradangan jerawat adalah bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, yang merupakan mikroba pembentuk nanah. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan, mengurangi jumlah koloni bakteri. Biasanya, pengobatan jerawat menggunakan antibiotik seperti klindamisin, eritromisin, tetrasiklin, dan doksisiklin. Namun, untuk mengurangi resistensi antibiotik karena penggunaan antibiotik yang berlebihan, pengobatan jerawat dapat dilakukan secara alami menggunakan obat-obatan herbal, salah satunya adalah daun dadap serep (Erythrina subumbrans). Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun dadap serep terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis serta penetapan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Penelitian ini dilakukan dengan metode mikrodilusi agar serta proses ekstraksi daun dadap serep dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kontrol positif yang digunakan adalah DMSO 10%, sedangkan kontrol negatif menggunakan media MHB, dengan klindamisin sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dadap serep memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100 mg/mL, 200 mg/mL, 400 mg/mL, 800 mg/mL, dan 1600 mg/mL, dengan nilai KHM pada konsentrasi 100 mg/mL. Golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak etanol daun dadap serep yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Aktivitas Antibakteri beberapa Tanaman dari Famili Asteraceae terhadap Bakteri Mycobacterium tuberculosis Annisa Dila Perwitasari; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14483

Abstract

Abstract. Tuberculosis is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria where one of the keys to successful treatment is adherence. There have been many in vitro studies conducted from Asteraceae plants that can be used to treat tuberculosis in several countries. This study aims to determine Asteraceae plants that have antibacterial activity against the growth of bacteria that cause tuberculosis. The research was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method using the keywords "antibacterial Mycobacterium tuberculosis, Asteraceae". The results obtained from several studies were 20 plants of the Asteraceae family showed an inhibition zone against Mycobacterium tuberculosis bacteria. Abstrak. Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dimana kepatuhan pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis (adherence). Telah banyak penelitian secara in vitro yang dilakukan dari tanaman Asteraceae yang dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis di beberapa negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman suku Asteraceae yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan kata kunci Kata kunci yang digunakan yaitu “antibacterial Mycobacterium tuberculosis, Asteraceae”. Hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian yaitu 20 tanaman famili Asteraceae menunjukkan adanya konsentrasi hambat minimum terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Markisa Kuning (Passiflora edulis Sims.) terhadap Bakteri Penyebab Karies Gigi Devina Aulia Fitri; Siti Hazar; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14505

Abstract

Abstract. Dental caries is an infectious disease of the hard tissues of the teeth caused by dental plaque containing bacteria. The bacteria that play a role in dental caries are Streptococcus mutans and Streptococcus sanguinis. Dental plaque formation can be inhibited by using chlorhexidine, but its long-term use can cause adverse side effects so other alternatives are needed as antibacterials with lower effects. Yellow passion fruit plant is one of the alternatives to natural materials that have the potential to be antibacterials. This study aims to determine the characteristics and antibacterial activity of ethanol extract of yellow passion fruit leaves against bacteria that cause dental caries. Extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol solvent. The antibacterial activity test was carried out using the agar diffusion method with concentrations of 1%, 2%, 5%, 10%, 25%, and 50%. The test results showed that ethanol extract from yellow passion fruit leaves can inhibit the growth of test bacteria at concentrations of 10%, 25%, and 50% with the resulting inhibition diameter against Streptococcus mutans bacteria of 3,80 mm; 8,50 mm; and 10,57 mm, respectively. While against Streptococcus sanguinis bacteria it was 1,33 mm; 5,33 mm; and 7,40 mm, respectively. Based on the study's results, ethanol extract of yellow passion fruit leaves most effectively inhibits the growth of test bacteria at a concentration of 50%.Abstrak. Karies gigi merupakan suatu penyakit infeksi pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh adanya plak gigi mengandung bakteri. Bakteri yang berperan dalam karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Streptococcus sanguinis. Pembentukan plak gigi dapat dihambat dengan menggunakan klorheksidin, tetapi penggunaannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping yang merugikan sehingga diperlukan alternatif lain sebagai antibakteri dengan efek yang lebih rendah. Tanaman markisa kuning merupakan salah satu alternatif dari bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun markisa kuning terhadap bakteri penyebab karies gigi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar cara sumuran dengan konsentrasi 1%, 2%, 5%, 10%, 25%, dan 50%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun markisa kuning dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji pada konsentrasi 10%, 25%, dan 50% dengan diameter hambat yang dihasilkan terhadap bakteri Streptococcus mutans berturut-turut sebesar 3,80 mm; 8,50 mm; dan 10,57 mm. Sedangkan terhadap bakteri Streptococcus sanguinis berturut-turut sebesar 1,33 mm; 5,33 mm; dan 7,40 mm. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun markisa kuning paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri uji pada konsentrasi 50%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Cromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih (Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae) Sabila Adzika Salma; Lanny Mulqie; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14519

Abstract

Abstract. Urinary tract infection (UTI) is a disease triggered by the presence of bacteria that reproduce in the human urinary tract. Until now, urinary tract infections are still a major problem in the health sector. One of the plants that has the potential as a medicinal plant is the kirinyuh leaf (Chromolaena odorata L.). This study was conducted to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of kirinyuh leaves against Pseudomonas aeruginosa and Klebsiella pneumoniae bacteria. The method used is agar diffusion by well method by observing the diameter of the inhibition zone. The concentration of ethanol extract of kirinyuh leaves is 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% with levofloxacin as a comparative control and dimethyl sulfoxide (DMSO) solvent control. The results of the study showed that the ethanol extract of kirinyuh leaves has antibacterial activity against Pseudomonas aeruginosa at concentrations of 10%, 15%, 20%, 25%, 30% and against Klebsiella pneumoniae at concentrations of 15%, 20%, 25%, and 30%. Abstrak. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu penyakit yang dipicu oleh adanya bakteri yang bereproduksi di dalam saluran kemih manusia. Hingga saat ini, infeksi saluran kemih masih menjadi permasalahan utama dalam bidang kesehatan. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai tanaman obat adalah daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae. Metode yang digunakan adalah difusi agar cara sumuran dengan melihat adanya diameter zona hambat. Konsentrasi ekstrak etanol daun kirinyuh sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dengan kontrol pembanding levofloksasin dan kontrol perlarut dimetil sulfoksida (DMSO). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan terhadap Klebsiella pneumoniae pada konsentrasi 15%, 20%, 25%, dan 30%
Karakterisasi Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) sebagai Antifungi terhadap Microsporum gypseum Lily Nurjihan; Lanny Mulqie; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14520

Abstract

Abstract. Dermatophytosis is a superficial mycosis disease caused by fungi that attack keratinized tissues such as skin, nails and hair. One of the fungi that cause the disease is Microsporum gypseum. The prevalence in Indonesia for dermatophytosis reaches 52%. Plants that can be utilized as traditional medicine in antifungal treatment are kirinyuh leaves. The development of traditional medicine is currently increasing along with the development of technological advances so that it can strive to improve the quality and safety of traditional medicinal products. The purpose of this study was to identify the characterization of kirinyuh leaf simplisia and to determine the antifungal activity of kirinyuh leaf ethanol extract produced by kirinyuh leaf ethanol extract (Chromolaena odorata L.) as an antifungal against Microsporum gypseum using the agar diffusion method. The results of characterization of kirinyuh leaf simplisia (Chromolaena odorata L.) have met the predetermined parameters which for non-specific characterization show the results of loss on drying of 9.61%, water content of 6.27% and content of total ash of 7.70%. While for specific characterization shows the results of water-soluble extract content of 22.53%, ethanol soluble extract content of 20.82% and specific gravity of 0.84 g/mL Ethanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) has antifungal activity against Microsporum gypseum at concentrations of 6.25% and 12.5%. Abstrak. Dermatofitosis merupakan penyakit mikosis superfisialisis yang diakibatkan oleh jamur yang menyerang jaringan yang mengandung keratin seperti pada kulit, kuku dan juga rambut. Salah satu jamur penyebab penyakit tersebut yaitu Microsporum gypseum. Prevalensi di Indonesia untuk dermatofitosis mencapai 52%. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dalam pengobatan antifungi yaitu daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Pengembangan obat tradisional pada masa sekarang semakin meningkat seiring berkembangnya kemajuan teknologi sehingga dapat mengupayakan peningkatan mutu serta keamanan produk obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakterisasi simplisia daun kirinyuh dan untuk mengetahui aktivitas antifungi dari ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) yang dihasilkan oleh ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) sebagai antifungi terhadap Microsporum gypseum menggunakan metode difusi agar cara sumuran. Hasil karakterisasi simplisia daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) sudah memenuhi parameter yang telah ditetapkan yang dimana untuk karakterisasi non spesifik menunjukkan hasil susut pengeringan adalah 9,61%, kadar air 6,27% dan kadar abu total 7,70%. Sedangkan untuk karakterisasi spesifik menunjukkan hasil kadar sari larut air 22,53%, kadar sari larut etanol 20,82% dan bobot jenis 0,84 g/mL Ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) memiliki aktivitas antifungi terhadap Microsporum gypseum pada konsentrasi 6,25% dan 12,5%.
Co-Authors Aghnia Nurzahra Aghnia Nurzahra Agytesa Ficri Septian Amelia Alfia Insani Andri Nopriansyah Annisa Ajeung Wulandari Annisa Dila Perwitasari Annisa Rahmawati Annisa Rahmawati Arlina Prima Putri Arlina Prima Putri Aulia Tazki Ayu Suci Dewi Bertha Rusdi Daifa Ermanda Mawali Davina Rustyasari Deden Miftah Fauzan Desi Anom Sari Devi Zulfitriyana, Devi Zulfitriyana Devina Aulia Fitri Diena Elisa Cahyani Dieni Mardliyani Dinda Hana Elvina Legia Helisa Essy Sari Adhani Fani Eka Martiza Fetri Lestari Fetri Lestari Fhirda Robani Hazar, Siti Imas Yumniati Iqlima Khairunnisa Tanjung Kamilia Ayu Khairunnisa Kusnandar Anggadireja Laila Afifah AB Lily Nurjihan Luzhny Azzahra Mochamad Tanto Kuswanto Muhammad Fakhrur Rajih Mujittaba Mumarli Mutiara Nur Afni Nabila Nur Azhari Nabila Nur Latifa Nabila Nur Latifa Neng Yani Nia Epawati Pramudita Putri Azzahra Ratu Choesrina Ratu Choesrina Ratu Choesrina Ratu Choesrina Ratu Choesrina Ratu Choesrnia Resti Fauziyah Revi Eluvia Zahra Risa Apriani Hilyah Rise Yantika Sabila Adzika Salma Sani Ega Priani Septian, Agytesa Ficri Siti Aisyah Putri Chaniago Siti Hazar Siti Hazar Siti Hazar Siti Hazar Siti Hazar Siti Umniyyah Nabilah Sofie Ayunia Rachmawati Sri Peni Fitrianingsih Suwendar Suwendar Suwendar Syahla Alpia Rachman Syarifah Hasanah Syifa Egidia Delani Tati Kurniati Tika Siti Fatimah Umi Yuniarni Umi Yuniarni vini nur alfaeni Wafda Shofia Widiasari Widiasari Yani Lukmayani Zakiyyah Nurrosyidah Zalfa Neysa Salsabila Zarawanda Zihan Nabila