Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penggunaan Media Video Animasi dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Cerita di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Lumajang Muhammad Abdul Halim Sidiq; Siti Rosidah; Moch. Shohib
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v2i2.858

Abstract

The low learning quality and results can be caused by a lack of interest and attention of students to subjects. As an alternative solutions, effective and attractive learning media are needed, such as the learning media used by teachers in Mi Nurul Islam Selok Awar-Awar, Lumajang, East Java. That is an animated video to improve story-writing skills. This article is prepared with a qualitative approach and a field research type. This article examines the use of animated videos classified as audio-visual media in thematic learning of writing skills in Mi Nurul Islam Selok Awar-Awar, Lumajang Regency. In its implementation, the teacher applied four stages: the stage of learning preparation, the opening stage of learning, the core stage of learning and the learning closing stage.Rendahnya kualitas dan hasil pembelajaran, dapat disebabkan oleh faktor kurangnya minat dan perhatian peserta didik terhadap mata pelajaran. Alternatif solusinya, dibutuhkan media pembelajaran yang efektif dan atraktif, seperti media pembelajaran yang digunakan oleh guru di MI Nurul Islam Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur. Yaitu video animasi untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Artikel ini menelaah penggunaan video animasi yang tergolong media audio-visual dalam pembelajaran tematik keterampilan menulis cerita di MI Nurul Islam Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang. Dalam implementasinya, guru menerapkan empat tahap: Tahap Persiapan Pembelajaran, Tahap Pembuka Pembelajaran, Tahap Inti Pembelajaran dan Tahap Penutup Pembelajaran.
Pendampingan Pemulihan Tanah Melalui Pengaplikasian Biosaka Bersama Gapok Tancam di Dusun Sukosari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Darwis, Mohammad
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v4i1.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat secara maksimal, sehingga membentuk masyarakat yang mandiri dalam menghadapi problematika yang ada disekitarnya baik itu linggkungan tetangga, desa, kota bahkan negara. Penelitian ini menggunakan Metodologi Participatory Action Reaseach (PAR). Hasil dari penelitian ini yang pertama adalah menghadapi keluhan petani terkait langkanya pupuk non kimia dan harga pupuk yang mahal, dilihat dari akar masalah tersebut yaitu masyarakat petani tidak memilki skill dalam membuat pupuk kimia sehingga solusi atas permasalahan tersebut ialah mengadakan pendampingan pemulihan tanah melalui pengaplikasian biosaka yang diselesaikan masyarakat bersama kelompok tani dan fasilitator. Biosaka adalah suatu metode pertanian ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai nutrisi alam bagi tanaman dan dikembangkan sebagai debat uji bahan alami Kegunaan dari pengaplikasian biosaka ialah dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, ditengah kelangkaan pupuk kimia. Kesimpulan dari penelitian ini ialah aktifnya kelompok tani yang menjadi refleksi dari pemecahan masalah terkait harga pupuk yang mahal diharap masyarakat bisa mandiri dalam menghadapi problematika terkait pertanian dan terbentuknya kebersamaan sifat gotong royong yang terbangun dalam diri masyarakat dalamm menghadapi problematika kebutuhan bersama.
Pembentukan dan Pemberdayaan Komunitas Pemuda Labruk Kidul melalui Pengelolaan Budidaya Maggot Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Mahsun, Moch; A'yun, Qurroti; Mas'adah, Ni'mah Lailatul; Burhanuddin, Aang
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v4i2.3244

Abstract

Dusun Krajan Barat merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko. Mayoritas masyarakatnya bermacam-macam mulai dari buruh tani, kuli bangunan, dan juga karyawan swasta. Sebagian masyarakat yang bekerja sebagai karyawan swasta yaitu kebanyakan dari remaja yang berumur kurang lebih 19 tahun hingga 21 tahun ke atas ada juga remaja yang memiliki usaha UMKM. Ada juga remaja yang tidak mengikuti organisasi, remaja ini disebut dengan remaja passif. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat karena pemuda merupakan penerus yang akan meneruskan Maka dari itu dengan adanya pemberdayaan potensi remaja melalui pengelolaan budidaya maggot ini diharapkan bisa menambah skill para remaja.
Pendampingan Pengelolaan Suasana Kelas melalui Lomba Menghias untuk Menciptakan Suasana Belajar Kondusif Arifin, Syamsul; Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Darwis, Mohammad; Zaini, Mohammad; Abida, Nur Laili; Maziyah, Fifi Khofi
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i1.3258

Abstract

RA Muslimat NU Nurul Hikmah Sumbersuko merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berada di Dusun Krajan, Desa Sumbersuko. Sudah dua tahun dekorasi dan hiasan ruangan di RA Muslimat NU Nurul Hikmah Sumbersuko belum diganti atau diperbaiki, sehingga banyak yang rusak, rapuh, dan kusam. Suasana ruang kelas demikian tidak cocok dengan anak usia dini yang sangat peka terhadap warna mencolok. Bagi anak kecil, selain sebagai hiasan yang menarik, hiasan dinding juga difungsikan sebagai media belajar untuk lebih mengenal lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PAR (Participatory Active Research) yang terdiri dari 4 tahapan, yakni to Know, to Understand, to Plan, dan to Action and Reflection. Untuk menyelesaikan masalah, tools yang digunakan adalah pohon masalah dan pohon harapan, serta dilakukan FGD (Focus Group Discussion) untuk memahami permasalahan bersama. Permasalahan utama di RA Muslimat NU Nurul Hikmah Sumbersuko adalah kurangnya waktu, tenaga, dan dana untuk membuat suasana kelas menjadi lebih menarik. Solusi yang digunakan berdasarkan kesepakatan dewan guru dan wali murid adalah dengan mengadakan program menghias kelas yang dibingkai dalam bentuk perlombaan. Dengan kegiatan ini, kesadaran wali murid akan pentingnya mendukung program sekolah semakin meningkat, paguyuban menjadi lebih solid, dan anak-anak menjadi lebih semangat untuk melaksanakan kegiatan belajar di dalam kelas, serta dewan guru juga lebih mudah untuk meyelesaikan permasalahan yang belum terselesaikan karena kurangnya tenaga di sekolah.
Konsep Pendidikan Inklusif dalam Al-Qur’an: Analisis Multidimensional terhadap Implementasi Keragaman dan Kesetaraan di Pesantren Idris, Haidar; Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Fajarudin, Akhmad Afnan
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/moderasi.v4i2.88

Abstract

Riset ini mengkaji konsep pendidikan inklusif dalam Al-Qur’an serta implementasinya di pesantren melalui pendekatan multidimensional. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menerapkan tafsir tematik untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan inklusivitas serta menelusuri bagaimana pesantren mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam praktik pendidikannya. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan santri, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur pendidikan Islam, tafsir klasik dan kontemporer, serta artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren secara inheren telah menerapkan inklusivitas dengan menerima santri dari berbagai latar belakang serta menggunakan metode pengajaran partisipatif. Namun, masih terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, perspektif konservatif terhadap keberagaman, serta stigma sosial terhadap kelompok marjinal. Studi ini merekomendasikan solusi strategis, termasuk adaptasi kurikulum, pelatihan guru dalam pedagogi inklusif, serta peningkatan kolaborasi dengan institusi eksternal. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pendidikan inklusif dalam konteks Islam serta memberikan kerangka kerja untuk memperkuat praktik inklusivitas di pesantren.
Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang Syuhud; Muhammad Abdul Halim Sidiq
Idarotuna : Journal of Administrative Science Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Study Office Adminstrative of Akademi Komunitas Teknologi Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/idarotuna.v4i2.77

Abstract

The most fascinating aspect of management studies is the study of leadership. The field's context is dynamic and always changing, reflecting the ways in which human life is developed, including the role of leadership in Islamic educational institutions. Change always begins with a protracted process of altering society's fundamental ideals, which then affects people's communication styles, basic needs, and view on life. Organizational leadership is impacted by changes in this area of life while developing the organization's vision, mission, and strategies for achieving goals. As a result, this study is primarily concerned with how Islamic educational institutions will address society's everyday demands from a leadership standpoint in the future. Research on leadership cannot be limited to quantitative methods; qualitative methods will also yield deeper insights into the fundamental issues surrounding change. It is envisaged that qualitative studies will offer a summary of the data underlying certain concepts, ideas, and tactics used in educational institution management, which are crucial for altering course and accomplishing institutional objectives. The study's findings indicate that in order to achieve shared objectives, adjustments to organizational management must be made in addition to modifications to leadership typology. As a result, future developments in the leadership typology will affect the viability and caliber of Islamic education in Indonesia. In order to adapt to the challenges of change, Islamic educational institution leaders are today required to create organizational management that can mobilize all aspects and forces for organizational success.
Konsep Dakwah Nabi Nuh Dalam Kitab Tafsir Al-Qurtubi Karya Abu Abdullah Muhammad Bin Thohir, Moh. Muafi; Sidiq, Muhammad Abdul Halim
Dakwah Vol 7 No 1 (2021): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v7i1.949

Abstract

Da'wah is an activity of invitations, calls, and also the process of influencing someone to change from one condition to another desired condition. This study choses the da'wah of the Prophet Nu to be the subject of its study, due to the length of the da'wah period and the severity of the obstacles faced by the Prophet Nuh. He has a concept of da'wah which is effective and ideal to do, it is explained by Allah in the Qur'an, Surah Nuh. Prophet Nuh had gone through the toughest challenges of his people with great patience. This research focuses on explaining how the concept of da'wah the Prophet Nuh in the book Tafsir Al-Qurtubi by Abu Abdullah Muhammad. This research is also a thematic exegesis research. Therefore, this study was prepared using the thematic interpretation method or maudu'i which was initiated by Abd Al-Hayy Al-Farmawi. The results of this study are an explanation of the interpretation of verses about the concept of the Prophet Nuh, including Surah Hud: 29, Surah Nuh: 1- 3,5,8-9,28. Then the explanation of the concept of da'wah the Prophet Nuh which has three components of da'wah, among others, the method of da'wah, the content of the message and the purpose of the da'wah as well as an explanation of its realization in today's life. Keywords: Al-Qurtubi, Da'wah, Prophet Nuh, Thematic
Strengthening Literacy of ABACAGA Method at PNF PKBM KRI Embassy Malaysia Sholiha, Faridatus; Aini, Faradila; Mahsun, Mohamad; Idris, Haidar; Bakhri, Saiful; Arifin, Zainul; Muttaqin, Ahmad Ihwanul; Ulumudin, Ihya’; Masyhuri, Muhammad; Arifin, Syamsul; Sidiq, Muhammad Abdul Halim
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7089

Abstract

ABSTRACT Some Indonesian students aged 10–12 at the Indonesian Embassy in Malaysia's PNF Learning Center (PKBM PNF) still demonstrate low basic literacy skills. This condition is related to family backgrounds that do not have clear legal status due to unregistered marriages and the lack of valid citizenship documents. In addition, parental involvement in accompanying children's learning process at home is relatively low due to the demands of full-time work. This study aims to accompany and improve basic literacy skills through the ABACAGA Guidebook and contextual fiqh materials. The population in this study were PMI elementary school children in grades 1 and 2 with a sample of 20 students. This study used a qualitative empirical method with a participatory approach. Data were obtained through observation, interviews, pre-tests and post-tests, and direct documentation in the field. The conclusion from the results of this mentoring was able to improve basic literacy skills, strengthen children's learning habits, and introduce basic fiqh understanding such as ablution, prayer, and short readings. Each child we support shows varying levels of progress, proving that all children excel in their own talents, and with the right approach, they can develop optimally, even with limitations.   Keywords: literacy, abacaga method, Islamic jurisprudence
Eksplorisasi Peningkatan Literasi Baca Tulis dan Pemahaman Fiqih Melalui Penggunaan Buku ABACAGA Cepat Sholihah, Faridatus; Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Muttaqin, Ahmad Ihwanul; Ulumudin, Ihya’
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 2 (2025): This issue ongoing for Publication
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i2.536

Abstract

This study aims to explore the improvement of reading–writing literacy skills and understanding of fiqh through the use of the ABACAGA Fast Book as an innovative learning medium for Indonesian immigrant children in Malaysia. This research employed a qualitative approach with a case study method, conducted over one month at PKBM PNF KBRI Malaysia. The findings revealed that the use of the ABACAGA Fast Book significantly improved the children’s ability to read, write, and understand basic Indonesian vocabulary. Children who initially struggled to recognize letters began reading simple words and sentences after four weeks of intensive mentoring. Moreover, the integration of basic fiqh materials such as the procedures of wudu, shalat, and daily manners enhanced the students’ religious understanding and practice. The ABACAGA Fast Book proved to be an effective learning tool for promoting literacy in a joyful, contextual, and spiritually meaningful way among Indonesian immigrant children, especially in non-formal education settings abroad.