Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

P PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RW 12 DESA CIWARUGA DALAM MEMANFAATKAN SAMPAH RUMAH TANGGA: pengelolaan sampah organik dan sampah organik serta bank sampah Sartika, Euis; Siti Yuliah; Sri Murniati; Fatmi Hadiani; Anie Lusiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penduduk. Jumlah pendatang di wilayah RW 12 Desa Ciwaruga yang berpenduduk padat, makin menambah tumpukan sampah. Belum lagi, kepedulian masyarakat akan sampah masih kurang, terbukti dari pembuangan sampah sembarang. Kondisi ini memicu masalah baru, pemandangan yang tidak sedap serta polusi asap pembakaran. Berdasarkan wawancara dengan warga, di wilayah ini belum pernah diadakan sosialisasi pemanfaatan sampah, dan belum mempunyai sistem pengelolaan sampah mandiri. Politeknik Negeri Bandung sebagai instansi pendidikan yang berlokasi di desa Ciwaruga, melalui unit Pengabdian kepada Masyarakat bermaksud membantu menyelesaikan permasalahan. Solusi yang ditawarkan : sosialisasi pemilahan sampah, pelatihan pengelolaan sampah anorganik menjadi produk daur ulang dan Ecobrics, pemanfaatan sampah organik melalui pupuk, dan pendirian Bank Sampah yang memberi manfaat menambah penghasilan, sekaligus meminimalisir sampah. Metode pendekatan yaitu : pelatihan, Bimtek, pendampingan, dan evaluasi. Berdasarkan kuesioner, pengetahuan awal peserta mengenai persampahan cukup baik, begitu juga dengan sikap mencapai persentasi masing-masing 83% dan 80%. Sedangkan persentasi tindakan peserta dalam menangani sampah masih mencapai 60%. Untuk itu, hasil kegiatan diarahkan agar aktivitas masyarakat sudah mulai memilah sampah sejak dari rumah. Kresek sebagai sampah dominan diolah menjadi produk daur ulang yakni dompet, tas, sandal, dan Ecobrics. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan hasilnya dimanfaatkan untuk media tanaman pekarangan. Bank sampah RW 12 dengan nama “ Parigi Lame Cempaka 12 Berseri” sudah terbentuk berikut kepengurusannya. Penyelesaian permasalahan sampah harus secara menyeluruh (organik dan anorganik) serta harus melibatkan seluruh komponen, tidak hanya pemerintah, tetapi, instansi lainnya, serta masyarakat, termasuk keberlangsungan aktivitas bank sampah. Kata Kunci: sampah organik dan anorganik, bank sampah, Ecobrics
Grammatical Intricacy in Product Descriptions and Advertisement Videos: Lesson from IKEA Aliansyah, Tegar; Yuliah, Siti
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i2.1682

Abstract

This study analyzed grammatical intricacy (GI) found in written and spoken texts represented by 20 product descriptions and 20 advertisement videos of IKEA. The data were collected purposively from IKEA’s official website and YouTube Channel. The objectives of this study were to investigate the complexity of IKEA product descriptions and advertisement videos using GI and to identify which text has a higher average GI score. This study applied a descriptive qualitative method and formula proposed by Eggins to calculate the complexity of the texts. The analysis process included identifying the clauses and sentences based on Hogue & Oshima’s theories, counting the number of clauses and sentences, and calculating the GI score. The results showed that (1) product descriptions and advertisement videos composed by IKEA possessed a low level of complexity as the average GI score of both texts is below 2.00. (2) Advertisement videos reach a higher score (1.74) compared to product descriptions (1.57); however, the difference is not significant. The results of this study may contribute to two important implications, both theoretically and practically. Theoretically, the results enrich the knowledge on grammatical intricacy. Practically, this study provides an insight for marketing practitioners to compose marketing discourse with strong messages to lure customers’ attention.ÂÂ