Claim Missing Document
Check
Articles

PERLINDUNGAN HUKUM SEBAGAI UPAYA PENGEMBALIAN HAK KORBAN PENIPUAN UANG KRIPTO MELALUI RESTITUSI Az Zahra Zain Auralia; Abraham Ferry Rosando
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 3 No. 2 (2023): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v3i2.236

Abstract

Cryptocurrency is a digital currency system in which users use digital payments for business activities carried out that serve as a standard currency. Cryptocurrency is the name used for a system called Cryptography. Cryptocurrency in virtual money is one of the varieties of investments. Where cryptocurrency is believed to have a high value and its circulation is also still high. Because the popularity of bitcoin has increased interest, it provides an opportunity for people from irresponsible society. The person will look for victims by offering to become an experienced bitcoin trader. With the lure mode, it will reduce the risks in bitcoin trading and increase profits in a short time and the funds that can be withdrawn at any time will certainly succeed in attracting potential investors who are victims of it. Until now, cases of fraud with this mode have greatly increased in Indonesia. A side effect of crypto money fraud is loss of assets or assets of the victim as an investor, so here the author examines compensation through restitution with the aim of granting restitution to alleviate the suffering of victims, as a way to rehabilitate convicts, facilitate the judicial process and reduce threats or reactions. society in the form of acts of revenge by paying attention to the Restorative Justice approach
PENETAPAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA DALAM DUGAAN KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA Safitri Mashuda Nurul; Abraham Ferry Rosando
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 3 No. 2 (2023): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v3i2.255

Abstract

Murder cases are abhorrent to basic human decency; Murder is defined in Article 338 of the Criminal Code and there are three different types of murder, namely firstly by accident and by mistake, secondly by intentional killing but with tools that are not meant to kill or to be toyed with and thirdly murders that are planned and carried out with the intent to kill. In accordance with Article 340 of the Criminal Code, premeditated murder is murder in which the method used to commit the murder, the time it was committed, or the method used to cover up the crime was intentional and planned. Two parts, or factors, make up the subjective and objective nature of premeditated murder. This is why the punishment is harsher than ordinary murder. As stipulated in the Criminal Procedure Code, a suspect or defendant has the right to be accompanied by a legal adviser during the entire interrogation process. Individual freedom of movement was severely restricted and eventually revoked during detention. Because the writer cannot ensure the integrity of the justice system here, the writer will use a normative juridical law study that takes a statutory and conceptual approach. Investigators, public prosecutors and judges must exercise due diligence and moral prudence within the limits of such arrest and/or detention
PERAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM MENERTIBKAN OKNUM JASA PARKIR LIAR DI KOTA SURABAYA Dinar Noviantoro; Abraham Ferry Rosando
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 3 No. 2 (2023): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v3i2.266

Abstract

The community benefits greatly from the presence of a parking lot, particularly motor vehicle users who, unsurprisingly, have employed the parking service. So that there are no more disagreements, illegal parking fines must be properly discussed as a criminal. because a lot of individuals are unaware of the regulations governing parking on public highways. The Surabaya City Transportation Service, which is authorized to serve the public by providing guidance and infrastructure facilities in managing traffic on the highway and providing adequate parking for residents of the city of Surabaya, is necessary for the government to play its role in preventing congestion on the road from being used for parking lots
Peran Dan Fungsi Partai Politik Di Indonesia Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Abraham Ferry Rosando
SAPIENTIA ET VIRTUS Vol 1 No 1 (2014): March
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/sev.v1i1.158

Abstract

Partisipasi rakyat dalam menyelenggarakan pemerintahan pada negara demokrasi secara positif ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berarti bahwa aturan permainan dalam kehidupan demokrasi diatur secara kelembagaan. Hal ini berarti bahwa keinginan-keinginan rakyat dalam memerintah suatu negara disalurkan melalui lembaga-lembaga perwakilan yang ada, yang dibentuk melalui pemilihan umum yang demokrasi. Partai politik dalam sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia sangat berperan, karena salah satu fungsi dari partai politik sebagaimana Pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik yaitu memberikan pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara; partisipasi politik warga negara Indonesia.
Government’s Efforts to Protect Pertamini’s Consumer Rights for Losses Obtained Faradiba Najla Salsabila; Abraham Ferry Rosando
Activa Yuris: Jurnal Hukum Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ay.v3i2.16497

Abstract

Disadvantages that are usually found by consumers are usually inappropriate dosages, inappropriate octane values, prices that are different from regulations issued by the Government to accidents such as an explosion at a Pertamini pump that threatens the lives of the pom owner or Pertamini consumers. This research is expected to be able to explain the Government's efforts to protect Pertamini consumers who experience losses. The method chosen for this research process is normative juridical, where this method is used to examine rules, doctrines and principles that are able to answer the problems of this research. The approach chosen to answer the problems of this research is the legal and conceptual approach. The primary source in reviewing this research is legislation that is closely related to consumer protection. Data collection techniques and processing of legal materials use library methods or library research. The results of this study Pertamini business owners must always be responsible for consumer losses. This is known as the Presumption of Always Responsible. Consumers can file a lawsuit for default if there is a previous agreement and it can be an illegal act if there is no mutual agreement but the consumer feels aggrieved. The fastest way to resolve this dispute is through the non-litigation route involving the BPSK compared to the litigation route using the Court. There are three general options in settlement through non-litigation steps, namely mediation, arbitration and conciliation
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITUR AKIBAT HAPUSNYA HAK MILIK ATAS TANAH SEBAGAI OBJEK JAMINAN HAK TANGGUNGAN Mochammad Alief Wahyu Firmansyah; Abraham Ferry Rosando
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 6 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i6.1069

Abstract

Kehilangan kepemilikan atas tanah yang digunakan sebagai jaminan hipotek dapat menimbulkan masalah hukum tertentu. UUHT Pasal 18 ayat (1) huruf d menyatakan bahwa suatu hipotek menjadi batal apabila hak milik yang dijaminkan atas barang itu hilang. Sekalipun hipoteknya hapus, perjanjian hutang atau tagihan antara kreditur dan debitur tetap sah. Karena jaminan perlindungan hukum yang diberikan bersifat umum dan tidak khusus, maka keadaan ini dapat merugikan penerima hipotek jika debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan mengacu pada berbagai peraturan hukum terkait dan studi pustaka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana hukum mengatur situasi ini dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan atau peningkatan perlindungan hukum bagi kreditur dalam kasus seperti ini. Dapat disimpulkan bahwa hilangnya hak milik atas tanah yang dijadikan jaminan hipotek juga mempengaruhi hilangnya hak tanggungan. Dalam situasi ini, kreditur mempunyai beberapa pilihan untuk menyelesaikan tuntutannya. Hal ini termasuk mengizinkan debitur untuk mengajukan permohonan ganti rugi atas hilangnya hak milik ke pengadilan negeri setempat, dan membuat adendum perjanjian pinjaman untuk perubahan agunan dan penegakan aset lainnya yang memerlukan persetujuan kedua belah pihak atau mengeksekusi harta kekayaan lain yang dimiliki oleh debitur. Apabila proses negosiasi tidak dapat tercapai, kreditur dapat menempuh upaya hukum dengan mengajukan gugatan melalui proses pengadilan.
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PENYIDIK POLISI YANG MELAKUKAN KEKERASAN DALAM TAHAP PENYELIDIKAN Zainal Abidin; Abraham Ferry Rosando
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 6 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i6.1096

Abstract

Proses penyidikan yang dilakukan polisi sering dilakukan dengan disertai kekerasan, sehingga hal ini perlu kejelasan pertanggungjawaban hukum. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pertanggungjawaban penyidik yang melakukan tindakan kekerasan dalam proses penyidikan dan untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk perlindungan hukum terhadap hak tersangka dalam proses penyidikan. Penelitian yang dikembangkan menggunakan penelitian hukum normatif dengan menjawab pertanyaan hukum melalui kaidah dari hukum, asas hukum maupun doktrin hukum sehingga menghasilkan jawaban yang pasti setiap topik yang dibahas. Hasilnya menunjukkan pertanggungjawaban penyidik polisi yang melakukan tindakan kekerasan dalam proses penyidikan belum terlaksana sebagaimana mestinya karena kurangnya pengawasan dari divisi Propam Polri serta juga minimnya informasi tentang data. Pertanggungjawaban hukum diatur dalam Pasal 351 KUHP, dengan sanksi Pidana berupa hukuman pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan jika luka berat dapat dipidana sampai paling lama 5 tahun. Selain sanksi pidana dapat juga dikenakan sanksi pelanggaran kode etik berupa teguran tertulis, Mutasi, hingga PTDH atau pemberhentian tidak dengan hormat. Bentuk Perlindungan hukum terhadap hak tersangka yang menjadi korban dalam tahap penyidikan adalah dengan tidak melakukan tindakan semena-mena yaitu kekerasan dan harus melindungi Hak Asasi nya.
Pertanggungjawaban Hukum Platfrom Onlyfans Dalam Produksi dan Distribusi Konten Pornografi Tunjung Muning; Abraham Ferry Rosando
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 3 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i3.1292

Abstract

Konsep pertanggungjawaban hukum mengacu pada tanggung jawab dan kewajiban yang diberikan kepada subjek hukum, seperti pemerintah, untuk melakukan sesuatu atau berperilaku sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini mencakup kewajiban untuk melaksanakan hak, kewajiban, dan kekuasaan, berdasarkan undang-undang yang berlaku. "Perbuatan apa yang seharusnya dijadikan tindak pidana" adalah salah satu hal utama yang selalu terkait dengan pengaturan tindak pidana sebagai norma, prinsip, atau hukum yang menjadi subjek penelitian dalam kebijakan formulasi hukum pidana. Oleh karena itu, baik kriminalisasi maupun dekriminalisasi adalah proses penetapan suatu perbuatan sebagai tindak pidana. Dengan demikian, internet dapat digunakan sebagai sarana media yang dapat digunakan untuk menjalankan tindakan tersebut. Situs web porno yang secara terang-terangan menawarkan, memajang, dan menampilkan foto atau video pornografi tentu dapat meningkatkan hasrat remaja. Oleh karena itu, pasal 533 dapat digunakan secara keseluruhan untuk menghukum individu yang melakukan aktivitas pornografi di internet.
PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF DALAM TINDAK PIDANA RINGAN Ayu Kurnia, Evita; Ferry Rosando , Abraham
COURT REVIEW Vol 3 No 04 (2023): ILMU HUKUM
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY (KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/cr.v3i04.1192

Abstract

Kasus-kasus pidana dapat ditangani oleh struktur peradilan serta prosedur penyelesaian sengketa yang berbeda. Karena litigasi adalah metode penyelesaian konflik yang paling sering digunakan, kejahatan yang kurang diketahui telah diselesaikan melalui litigasi di Indonesia. Di dunia nyata, bagaimana kasus-kasus ini diselesaikan melalui sistem peradilan mungkin berakhir dengan menghasilkan isu-isu baru termasuk pola hukuman pembalasan, yang menimbulkan kasus yang meluap-luap, mengabaikan hak-hak korban, pernyataan berlebihan tentang dampak merugikan kejahatan pada masyarakat, dan keengganan untuk mempertahankan prinsip-prinsip peradilan dasar. Diharapkan dengan terbentuknya pendekatan-pendekatan baru berdasarkan prinsip keadilan restoratif, sistem peradilan yang mencerminkan rasa keadilan akan bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan Pancasila. Bagian ini adalah akun penelitian normatif, yang terdiri dari identifikasi kerangka hukum, prinsip-prinsip panduan, dan doktrin hukum untuk menangani masalah hukum. Oleh karena itu, dapat diturunkan bahwa prinsip keadilan restoratif memberi pelaku perlindungan hukum asalkan kasus hilang menggunakan jalur non-litigasi, menghindari rasa malu masyarakat. Pemulihan situasi seperti yang telah terjadi sebelumnya, pengembalian apa yang dicuri ke koban, restitusi biaya untuk kerugian yang dibayar, termasuk perbaikan kerusakan akibat perilaku terlarang adalah beberapa contoh perlindungan hukum bagi korban. Akibatnya diproyeksikan bahwa gagasan keadilan restoratif pada akhirnya akan dapat memberikan kedua kubu solusi.
Perlindungan Hukum dalam Ulasan Konsumen di Media Sosial Fanny Natalie, Elizabeth; Ferry Rosando, Abraham
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 01 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i01.246

Abstract

Currently there are many social media users in the digital economy era, due to the easy and fast dissemination of information that can be received by users. Apart from being aimed at finding information, in fact social media is also used by businesses to interact with consumers in all corners of the region. With the convenience of consumers in using and making transactions on social media, there are lots of positive and negative values that are obtained by business people. The assessment obtained by business actors is in the form of reviews on products or services that are sold and enjoyed by consumers. However, this assessment has a positive or negative impact on business actors and society. The purpose of conducting this research is to analyze that ratings or reviews are tools or media used by consumers to convey criticism, suggestions or opinions on a product or service on social media and how consumers' mechanisms in providing limits on reviews or reviews of products or services are used so that the reviews or comments made do not violate the law and consumers get legal protection. In this study using normative legal research. The results of this study indicate that reviews or reviews given by consumers are the right media to convey all forms of opinion and also criticism of suggestions for the use of products and services provided by businessmen. With the media in the form of this review, consumers can provide an assessment by taking into account the applicable norms and laws, so that they continue to respect the rights of others.