Claim Missing Document
Check
Articles

INTRODUKSI PENGGUNAAN BIOPESTISIDA SEDERHANA DARI TUMBUHAN LOKAL SUMATERA BARAT Resti Rahayu; Nasril Nasir; Nurmansyah Nurmansyah
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.407 KB)

Abstract

Penggunaan insektisida sintetik memiliki keuntungan, namun juga mempunyai efek yang merugikan/berbahaya terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat ditawarkan adalah penggunaan biopestisida. Biopestisida lebih aman terhadap manusia dan lingkungan karena mudah terurai. Potensi biopestisida sangat besar di Indonesia yang kaya akan beraneka ragam tanaman yang tersedia sepanjang tahun. Tujuan kegiatan ini mensosialisasikan biopestisida kepada masyarakat cara membuat dan mengenal tanaman yang dapat digunakan, untuk mengurangi bahaya insektisida sintetik. Sosialisasi dan kunjungan ke Kebun Percobaan Balittro, Laing Solok, penyuluhan dan praktek langsung pembuatan biopestisida sederhana dari tanaman lokal. Beberapa tanaman lokal berpotensi sebagai biopestisida. Biopestisida sederhana dapat diekstrak dengan air dan penambahan sabun/deterjen. Contoh tanaman yang dapatkan digunakan sebagai biopestisida Toona sureni, Evodiaa suaveolens, Lantana camara, Geranium spp., Tagetes patula, Andropogon nardus dan lain-lain.
PENGGUNAAN “ OVITRAP ” DI DAERAH ENDEMIK DEMAM BERDARAH DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT Resti Rahayu; Hasmiwati Hasmiwati; Mairawita Mairawita
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i2.248

Abstract

Kota Padang salah satu daerah endemis Demam Berdarah (DB), dimana tidak ada satu kecamatanpun bebas dari demam berdarah. Pada tahun 2014, di Kota Padang terjadi 660 kasus demam berdarah dengan 6 kasus kematian. Satu tahun berikutnya, 2015 terjadi peningkatan kasus DB hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk dari jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang aktif pada pagi dan siang hari menjelang sore. Jadi kedua nyamuk ini dikenal sebagai vektor penyakit DBD. Terkait dengan hal itu semua, perlu diterapkan pendekatan terpadu terhadap pengendalian nyamuk vektor ini. Salah satunya adalah dengan metoda “Ovitrap”. “OVITRAP” berarti perangkap telur, merupakan metoda sederhana namun standar WHO yang digunakan dalam memantau kepadatan populasi nyamuk. Metoda ini sudah umum digunakan dalam penelitian-penelitian baik nasional maupun internasional. Prinsip metoda ini adalah membuat perangkap agar nyamuk bertelur pada perangkap tersebut, kemudian secara berkala seminggu sekali keberadaan jentik nyamuk kita cek keberadaanya. Supaya telur atau larva nyamuk yang sudah terperangkap tidak menjadi dewasa. Apabila metoda ini dilakukan maka akan mampu menekan populasi nyamuk dan akan berkorelasi dengan resiko penyebaran penyakin demam berdarah.
Resistensi lalat rumah, Musca domestica Linnaeus (Diptera: Muscidae) dari empat kota di Indonesia terhadap permetrin dan propoksur Intan Ahmad; Silvi Susanti; Kustiati Kustiati; Sri Yusmalinar; Resti Rahayu; Nova Hariani
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 12 No 3 (2015): November
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.457 KB) | DOI: 10.5994/jei.12.3.123

Abstract

House flies (Musca domestica Linnaeus) is one of the common urban pests causing health, economics, and aesthetics problems. Although intensive control by using inseticides are carried out, there are reports of control failures, which are probably due to insect resistance. Bioassay tests with topical application to study the status as well as resistance mechanism of house flies collected from the city of Jakarta (JKT), Bandung (BDG), Yogyakarta (YGY) and Surabaya (SBY) to pyrethroid (permethrin) and carbamate (propoxur) insecticides were carried out. The results show that, as compared to the most susceptible strain (YGY), we found that BDG strain is highly resistant to permethrin with resistance ratio (RR) of 133.7 fold. SBY strain was the most resistant to propoxur with RR of 38.36 fold, followed by Bandung strain with RR of 18.22 fold. The addition of piperonyl butoxide (PBO) to either permethrin or propoxur in most of the strains caused a decrease in  LD50 values and increasing the synergist ratio (SR) suggesting that the detoxifying enzyme mixed function oxidase (MFO) played an important role in the development of resistance to permethrin and propoxur. Our study is the first report of M. domestica resistance to permethrin and propoxur in Indonesia.
PEMBUATAN BIOPESTISIDA SEDERHANA DARI TUMBUHAN LOKAL UNTUK MENGURANGI DAMPAK PEMAKAIAN PESTISIDA SINTETIK DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SUMATERA BARAT Resti Rahayu; Nasril Nasir
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 24 No 3 (2017): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah alih teknologi pembuatan biopestisida sederhana yang langsung dapat diaplikasi oleh mitra atau kelompok tani sasaran atau dengan kata lain membuat biopestisida dari tanaman yang mudah didapat lingkungan masyarakat, dibuat dan diaplikasikan sendiri oleh masyarakat/petani). Yang menjadi sasaran dalam program ini adalah masyarakat yang cenderung tinggi pemakaian insektisida sintetiknya seperti di daerah sentra pertanian di Sumatera Barat. Karena tujuan dari program ini juga untuk pengurangan pemakaian insektisida sintetik, jadi tidak tertutup kemungkinan pelaksanaan program ini akan dilakukan pada kelompok masyarakat yang mempunyai kesadaran yang tinggi akan bahaya pestisida sintetik dan punya keinginan yang kuat untuk memperbaiki lingkungan, yang bersih dan sehat bebas pestisida dan sekolah-sekolah di Sumareta Barat. Untuk sementara waktu yang menjadi mitra pada program ini adalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bergerak dibidang pertanian dan Kelompok Tani Bungo Tanjung kelompok Mandiri masyarakat di Kelurahan Kubu Gadang Kecamatan Payakumbuh Barat, Payakumbuh, Sumatera Barat yang sebelumnya secara langsung meminta untuk dibina membuat pestisida ramah lingkungan. Target yang diharapkan setelah program ini adalah, dengan adanya pemanfaatan tanaman lokal sebagai biopestisida akan mampu menekan biaya produksi pertanian yang berdampak kepada peningkatkan pendapatan petani, akan menekan penggunaan pestisida sintetik dan penyelamatan lingkungan, serta meningkatkan nilai ekonomis tanaman dan nantinya akan menjadi sumber pendapatan baru bagi petani/masyarakat yang menjadikan usaha mandiri. Target khusus/jangka pendek yang ingin dicapai setelah program ini adalah: 1). mitra sasaran mampu secara mandiri membuat biopestisida dengan memanfaatkan tumbuhan lokal yang ada disekitarnya dan mengaplikasikan langsung ke lahan pertaniannya. 2) Biaya produksi pertanian turun yang berdampak kepada peningkatan pendapatan petani. Metode yang dipakai untuk mencapai target dalam program ini adalah: ceramah, praktek, dan pembinaaan. Materi diantaranya memperkenalkan tentang biopestisida dan beberapa tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber biopestisida dan dampak pemakaian pestisida sintetik dalam jangka waktu lama dan beberapa kasus resistensi, 2). Kemudian praktek langsung cara pembuatan biopestisida dan pengaplikasiannya. Kegiatan ini akan dilakukan selama delapan bulan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: persiapan (koordinasi dengan kedua mitra dan instansi terkait yang membantu) pelaksanaan meliputi sosialisasi tentang pelatihan dan pembuatan biopestisida, praktek pembuatan biopestisida, pembinaan dengan kegiatan pendampingan aplikasi langsung di lapangan.
Pengaruh Air Lindi Sisa Pakan Maggot (Hermetia illucens) terhadap Pertumbuhan Sawi Pagoda (Brassica rapa var. narinosa L.) dengan Sistem Hidroponik Suwirmen Suwirmen; Zozy Aneloi Noli; Resti Rahayu; Yella Prastika Yuda
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.85 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.867

Abstract

Air lindi sisa pakan maggot merupakan salah satu pupuk organik cair yang berasal dari larutan hasil pembusukan bahan organik oleh lalat tentara hitam, penggunaan air lindi sisa pakan maggot yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta ketergantungan dari pemakaian pupuk anorganik pada sistem hidroponik. Air lindi sisa pakan maggot mengandung unsur hara alami yang telah terurai sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air lindi sisa pakan maggot sebagai pengganti AB mix pada pertumbuhan tanaman sawi pagoda dengan sistem hidroponik, mendapatkan konsentrasi air lindi sisa pakan maggot terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pagoda, dan mengetahui efektivitas pemberian air lindi sisa pakan maggot dalam mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan  terdiri dari AB mix (Kontrol), kombinasi AB mix dan air lindi sisa pakan maggot dengan perbandingan (3:1), (1:1), (1:3), dan air lindi sisa pakan maggot tanpa AB mix. Hasil penelitian menunjukan pemberian kombinasi AB mix dan air lindi sisa pakan maggot memberikan pengaruh yang berbeda nyata secara statistik dan memberikan pengaruh yang sama dengan kontrol pada parameter berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Pemberian hanya air lindi sisa pakan maggot tidak dapat menggantikan pemakaian AB mix. Perlakuan (1:1) merupakan konsentrasi paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pagoda dan dapat meminimalkan pemakaian pupuk anorganik sebesar 50%.
In Silico Study on Anti-inflammatory Effect of Bioactive Compounds of Velvet Bean (Mucuna pruriens) Leaves Against NF-kB Activation Pathway Fadilaturahmah Fadilaturahmah; Resti Rahayu; Putra Santoso
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.sup.168-174.2022

Abstract

Activation of nuclear factor-kB (NF-ĸB) receptors potently enhances pro-inflammatory cytokines production thereby promoting inflammatory reactions. NF-ĸB receptor inhibition is one of the targets in overcoming inflammatory reactions. One of the natural ingredients that have the potential as an anti-inflammatory is velvet bean leaf extract (Mucuna pruriens L. (DC.)) which is used by the local people of West Sumatra. This study aimed to investigate the anti-inflammatory mechanism of the bioactive compounds detected in velvet bean leaf extract against NF-ĸB (1U36) activation pathway using an in silico approach. The phytochemical analysis of the ethanolic extract of velvet bean leaves was performed using GC-MS. Subsequently, their potential bioactivities were explored using PASS online test, preparation of ligands, receptors, and molecular docking. The results showed that the 34 compounds contained in the miang bean leaf extract had anti-inflammatory bioactivity with a probability activity value of >0.7 based on PASS online. The docking results showed that the highest binding affinity value was found in artemin (-7.5 kcal/mol) which was higher than the standard anti-inflammatory drug ketoconazole (-7.2 kcal/mol). Therefore, one of the mechanisms of miang bean leaves as an anti-inflammatory is due to the inhibitory action of artemin on the NF-kB activation pathway. 
Efektivitas Ekstrak Biji Teratai (Nymphaea pubescens Willd) dalam Meningkatkan Perilaku Neurokognitif pada Mencit yang Diinduksi Trimetiltin Dinda Fadhilah Belahusna; Putra Santoso; Resti Rahayu
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.sup.152-159.2022

Abstract

Neurodegenerasi adalah penyakit yang mengakibatkan degenerasi progresif dan kematian sel saraf di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap khasiat neuroprotektif ekstrak biji teratai (Nymphaea pubescens Willd) melalui analisis perilaku neurokognitif. Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi secara acak menjadi 5 perlakuan: kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif diinduksi trimetiltin (TMT) 0,6mg/kgBB, dan pemberian ekstrak biji teratai (100, 200, dan 400 mg/kgBB). Induksi degenerasi otak dengan TMT menggunakan dosis tunggal secara intraperitoneal. Ekstrak diberikan tiga hari pasca injeksi TMT secara oral setiap hari selama 28 hari. Pada akhir perlakuan, tes neurobehavioral dilakukan meliputi uji kecerdasan memori dengan Hebb-Williams Maze, uji keingintahuan dengan Hole-Board dan uji interaksi sosial. Selanjutnya dilakukan pengukuran indeks organ otak. Data dianalisis secara statistik dengan One-Way Anova dilanjutkan dengan uji DNMRT (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji teratai dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan dapat meningkatkan kecerdasan kognitif (memori, keingintahuan dan interaksi sosial) pada mencit yang diinduksi TMT, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks bobot otak. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa biji teratai adalah kandidat kuat untuk sumber obat anti-neurodegeneratif.
Repellency of Orange Peel Eco-Enzyme to Reared German Cockroaches (Blattella germanica L.) Robby Jannatan; Resti Rahayu
Biota Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Biota 2023
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v9i1.12347

Abstract

The German cockroach is a common pest worldwide that has developed insecticide resistance. Eco-enzyme with an aromatic aroma is one alternative way to prevent insecticide resistance development and repel the German cockroach population. This study aims to determine the value and level of repellency of orange peels' eco-enzyme. The method of this study is a Repellency test of four concentrations of eco-enzyme to the reared resistant German cockroach. The repellency level of eco-enzyme at low concentrations (10%) to high concentrations (100%) ranges from high repellent to very high repellent at one hour of observation. The repellency decreases until 48 hours of observation and ranges from medium to high repellent. Eco-enzyme solutions that are eco-friendly, simple to make, and low in toxicity to humans can use as an alternative to synthetic repellents.
Effect of Giving Frass Hermetia Illucen L. on Soil Physical Chemical Properties, Chlorophyll Content and Yield of Upland Rice (Oryza Sativa L.) on Ultisol Soil Reswita Reswita; Zozy Aneloi Noli; Resti Rahayu
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2217.297 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i2.320

Abstract

Ultisol soils i s a kind that experiences problems due to high acidity and Al saturation, low nutrient, and organic matter content, and are sensitive to erosion. Therefore, alternative efforts need to be made to overcome this, one of which is using Frass fertilizer from Black Soldier Fly fly larvae. Frass is the result of bioconversion as a by-product of rearing BSF larvae which contains a large number of nutrients that are useful for plants and also to overcome the problem of Ultisol soil. The purpose of this research knowing the effect of giving BSF Frass and the extent to which Frass fertilizer can replace the need for NPK fertilizer for upland rice (Oryza sativa L.) on Ultisol soil. The experiment was arranged in a factorial completely randomized design consisting of 2 factors and 3 replications Factor A as the total dose; control, 10% Frass, 20%, and 30% Frass, and Factor B as the dose of NPK fertilizer: 100% positive control (according to recommendations), 75%, 50%, and 25%. The results showed that the application of Frass can improve the physical and chemical properties of Ultisol soil, and increase the grain weight of 100 seeds. The combination of giving Frass 30% with 25% NPK had a significant effect on increasing the total chlorophyll content of upland rice leaves when compared to giving Frass with doses of 20% and 10% with all combinations of NPK. However, it was not significantly different when compared to the control combination which received treatment with NPK as much as 100% and 75%.It was concluded that the application of 30% Frass combined with 25% NPK fertilizer had a significant effect on the chlorophyll content of upland rice and had the potential to reduce the use of chemical fertilizers by 25%.
Rancang Bangun Sistem Pemberi Minum Lalat BSF (Black Soldier Fly) Otomatis Berbasis Mikrokontroler Putri Utari; Ratna Aisuwarya; Resti Rahayu
CHIPSET Vol. 4 No. 02 (2023): Journal on Computer Hardware, Signal Processing, Embedded System and Networkin
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/chipset.4.02.141-155.2023

Abstract

The BSF fly (Black Soldier Fly) commonly known as the black soldier fly is an insect whose larvae are widely used as animal feed or commonly known as a maggot. BSF flies only need to drink, and do not eat. BSF fly feeding should be given regularly based on the ambient temperature around the cage. At this time, BSF fly breeders tend to have a busy and congested schedule so the cage spraying schedule is neglected. In addition, human negligence factors such as laziness and forgetting also make the spraying schedule irregular. Spraying of the cage was done manually using a plant sprayer. Therefore, research was conducted on the design of a microcontroller-based BSF fly drinking system. This system can perform automatic spraying of BSF flies based on the high and low temperatures around the cage, as well as provide notifications to the telegram of the BSF fly owner. Based on the study's results, this system detects the temperature around the cage using a DHT22 sensor and then sprays drinking BSF flies with the help of a DC pump. This system can be connected to the internet to send notifications that the cage has been sprayed via the telegram application of the cage owner.