Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Peluang Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) Dalam Penyediaan Infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Aryani, Desy Yuli; Rahdriawan, Mardwi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.446 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v11i4.11551

Abstract

Port infrastructure in the transport system is a valuable asset for the national economy in order to face the globalization of free trade. Problems of provision of port infrastructure constraints in general is a factor financing. One of the government's efforts to overcome the problems in the provision of infrastructure financing is through the Public Private Partnership (PPP). This research was conducted in order to determine the opportunities and constraints of PPP implementation in the provision of port infrastructure by Master Plan Tanjung Emas Semarang. This study used a qualitative approach with a qualitative descriptive analysis techniques conducted on the characteristics of the PPP, the perception of government and stakeholders, as well as regulatory and institutional policies related to the implementation of the PPP. From this research it is known that in the construction and development of the port of Tanjung Emas does not currently use the PPP scheme because of the ownership status of Tanjung Emas port assets that are still in data collection, and a lack of understanding of the parties implementing the PPP. But the chances of implementing a PPP scheme is still possible in the area of ownership of assets remain below the government.
The Quality of Bus Rapid Transit (BRT) Shelter Services of Mangkang-Penggaron Route in CBD Semarang Mahardhini, Putri; Rahdriawan, Mardwi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.042 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v8i1.11557

Abstract

The Government of Semarang have sought to develop a mass transportation system using the concept of Bus Rapid Transit (BRT) in Mangkang‐Penggaron corridor. In order to effectively facilitate the movement of city dwellers, the BRT system required the provision of functioning shelters along the corridor. There is a need to optimize the function of the shelters including the integration to other modes of transportation and to the activities of the Central Business District (CBD), ensuring optimum performance of the whole BRT system. This study determined and evaluated the quality of BRT shelter services in Semarang based on user perception. The study employed analysis regarding the fulfillment of criteria for quality of services including waiting time, convenience, service reliability, distance, and BRT shelter clerk services. The analysisprocesses concluded that the current BRT shelter services were in fact less than ideal. The study found lack of maintenance and the need for improvement of services at rush hour.
Kajian Pelaksanaan Konsep Kampung Tematik di Kampung Hidroponik Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang Anindya Putri Tamara; Mardwi Rahdriawan
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.413 KB) | DOI: 10.14710/jwl.6.1.40-57

Abstract

Poverty and poor settlement problems seem inseparable from the urban living space including in Semarang City. One of the Semarang City Government policy innovations to tackle the poverty problems along with urban settlement improvement has been introduced in “GERBANG HEBAT” Program through the formation of kampung tematik (thematic kampong). In line with city development acceleration, thematic kampong needs a comprehensive planning for ensuring its sustainability. Representing a thematic kampong, Hydroponics Kampung in Tanjung Mas Subdistrict is dealing with high poverty level issue. The chosen hydroponics theme has in fact brought forward development complexity in nature against the existing coastal area characteristics. This study aims to examine the implementation of thematic kampong concept as well as the affecting factors towards its ineffectiveness. The research method applies qualitative descriptive data analysis. The results indicate the implementation process of kampong thematic concept in Hydroponics Kampung failed to encourage community empowerment. Hydroponic cultivation to which community welfare improvement sought for has no longer attractive and sustainable. The failure is caused by several factors such as poor kampong improvement planning, poor technical implementation process, the chosen thematic mismatch to the kampong potentials, and the lack of community knowledge and awareness.
PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR YANG TINGGAL DI KAWASAN PUSAT KOTA (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG TENGAH) Kefas Radito Umbu Saki; Okto Risdianto Manullang; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.913 KB)

Abstract

Kawasan pusat kota adalah kawasan yang menempati lokasi sentral dengan jarak relatif dekat dengan lokasi aktivitas serta fasilitas yang ada dan dapat diakses dengan jaringan pelayanan angkutan umum, sehingga angka penggunaan kendaraan pribadi khususnya bagi penduduk yang tinggal di dalamnya dapat berkurang (Naess, 2005), namun kondisi tersebut tidak ditemui di Kota Semarang, di mana angka penggunaan sepeda motor cenderung tinggi yang ditunjukkan dengan angka ratio kepemilikan sepeda motor yang tinggi. Fenomena tersebut patut dicermati dari skala paling kecil yaitu rumah tangga sebagai pelaku utama pergerakan, dengan mengidentifikasi karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor yang tinggal di kawasan pusat kota, di mana hal tersebut menjadi tujuan dari penelitian ini. Karakteristik perilaku perjalanan tersebut dikaitkan dengan aspek spasial, sosial-demografi, ekonomi, serta alokasi waktu aktivitas dan pola pergerakan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan studi, diketahui bahwa suami dan istri memiliki perilaku perjalanan yang berbeda. Pergerakan suami lebih banyak dilakukan untuk kegiatan bekerja, sedangkan istri lebih banyak berperan dalam aktivitas rumah tangga. Selain itu, perilaku perjalanan rumah tangga pada saat hari kerja dan akhir pekan juga berbeda, di mana variabel yang paling mempengaruhi perilaku perjalanan pada hari kerja adalah aktivitas harian yaitu mengantar anggota keluarga, sedangkan pada saat akhir pekan, lebih dominan dipengaruhi oleh variabel aktivitas non-harian seperti rekreasi, jalan-jalan,dan mengunjungi kerabat. Usulan berdasarkan hasil penelitian ini adalah terkait pengambilan kebijakan oleh pemerintah mengenai isu transportasi, seperti kebijakan subsidi bahan bakar minyak dan penyediaan angkutan umum, yang perlu dikaji berbasis pada aktivitas atau perilaku perjalanan rumah tangga, sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, juga diperlukan upaya dari pemerintah untuk membatasi penggunaan kendaraan sepeda motor khususnya di kawasan pusat kota.
Arahan Pengendalian Parkir Badan Jalan Pada Kawasan Komersial Di Jalan Kolonel Abundjani Kota Jambi Rahma Dwi Cahyani; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.282 KB)

Abstract

The excessive number of activities on Jalan Kolonel Abundjani Corridor makes parking activity’s arrangement urgently needed to improve the existing paring performance. If not, eventually it will cause irregular vehicle circulatory and traffic congestion, moreover the increasing number of people using private vehicle. This study aims to formulate the proposal improvement in parking arrangement based on need. The research methid in this study are secondary data collected from theories and study of literature in finding the research variables, while the primary data collected from field observation and interview. Parking space for four-wheeled vehicle needs to add as many as 16.762 or 9.58%. the needs for parking space for the next 5 (five) years by the year 2022 for four-wheeled vehicle. So that using calculation of parking space area needed on Jalan Kolonel Abundjani which are 74.338 m2 for two-wheeled vehicle and 82.975 m2 for four-wheeled vehicle. The proposal parking improvement based on sufficient road width on the west side and est side of Jalan Kolonel Abundjani which is 6 meters allows on-street parking with 00 angles if the existing parking space is packed, but doesn’t allow double parking because the effective road width has been reduced. Parking location that considered feasible located in two places. The first located in region A precisely at location point A2 with walking distance ±320 meters in each point. The second location is region B precisely at location point B3 with walking distance ±310 meters in each point.
Pengembangan Desa Wisata Kandri Berbasis Masyarakat Anindya Kusuma Putri; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.45 KB)

Abstract

Until 2015, tourism sector in Indonesia always in the top five of the highest contributor to Indonesia’s foreign exchange. Government of Indonesia pays more attention to develop community based tourism in many villages since have a lot of potential natural resources and social culture. Kandri village is one of it in Semarang City. The existing of Kreo Cave and Jatibarang reservoir become the center of it that support the development of Kandri Village. The community should have awareness and enough knowledge to their village in order to develop community based tourism in Kandri. This research will analize the community readiness and define community readiness development strategy. Mix metode was used in this research. Qualitative metode was used to approach the community and explore the best-case practice of community based tourism in Gunungkidul develop the strategy for community base tourism in Kandri. Quantitative metode was used to measure the readiness level of the community. 
HOMESTAY SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN DESA WISATA KANDRI Fithria Khairina Damanik; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.505 KB)

Abstract

Desa wisata Kandri merupakan desa wisata yang ada di Kota Semarang dengan keunggulan berada dekat dengan objek wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang serta memiliki potensi lokal yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Adanya desa wisata ini menjadi peluang bagi warga untuk menyediakan homestay bagi wisatawan. Selain mejadi akomodasi yang ditawarkan, homestay juga menjadi peluang usaha baru bagi warga. Pengembangan homestay yang masih baru dan hanya digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu memerlukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi homestay di Desa Wisata Kandri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan homestay di Desa Wisata Kandri dilihat dari 3 (tiga komponen utama pengembangan program ini, yaitu kelembagaan, pelaku dan produk. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian ini akan menggambarkan pengembangan program homestay dilihat dari kelembagaan lokal yang ditunjukan oleh keberadaan organisasi lokal yang mengatur kegiatan pariwisata yaitu Pokdarwis Pandanaran dan Sukomakmur. Organisasi ini membawahi pelaku program homestay yang merupakan kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang ada di Desa Wisata Kandri. Kelembagaan dan pelaku program homestay ini menghasilkan produk yang ditawarkan sebagai atraksi yang menjadi alasan wisatawan untuk datang berupa rumah homestay dan kegiatan yang menjadi atraksi wisata. Hasil analisis ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pengembangan homestay dilihat dari ketiga komponen tersebut.
EVALUASI PENGELOLAAN PROGRAM PAMSIMAS DI LINGKUNGAN PERMUKIMAN KECAMATAN MIJEN, SEMARANG Marlina Tri Astuti; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 4 (2013): November 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.632 KB)

Abstract

PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan sanitasi Berbasis Masyarakat) merupakan salah satu program Pemerintah yang bertujuan menciptakan masyarakat hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta melibatkan masyarakat secara aktif melalui; sosialisasi program, pembangunan sarana air bersih, pembentukan badan pengelola, pemeliharaan dan pengelolaan sarana, dan kesinambungan program. Salah satu sasaran PAMSIMAS di Kota Semarang adalah Kecamatan Mijen. Untuk mewujudkan keberlanjutan program, harus dilakukan pengelolaan secara efektif. Meskipun sudah dilakukan pengelolaan, masih ada beberapa permasalahan yang mengakibatkan masyarakat belum dapat mengakses air bersih PAMSIMAS. Dari permasalahan tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan pengelolaan Program PAMSIMAS di Kecamatan Mijen belum berjalan optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan program PAMSIMAS di kecamatan ini. Dalam mengevaluasi program PAMSIMAS, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif kuantitatif serta analisis skoring dan distribusi frekuensi. Melalui analisis mengenai peran badan pengelola, peran serta masyarakat, dan ketersediaan sarana prasarana penunjang program PAMISMAS menghasilkan temuan studi bahwa pengelolaan program PAMSIMAS di Kecamatan Mijen dapat dikategorikan baik hal tersebut karena faktor yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pengelolaan program PAMSIMAS yaitu partisipasi masyarakat dan peran anggota BPSPAM.
KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI ROB DI KELURAHAN BANDARHARJO, SEMARANG UTARA Elsa Monica; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.653 KB)

Abstract

Kelurahan Bandarharjo yang berdekatan dengan Kali Semarang dan Kali Asin adalah daerah yang setiap harinya terkena rob. Frekuensi terjadinya rob bisa dua sampai 3 kali dalam satu hari dengan ketinggian genangan antara pertengahan mata kaki dan lutut. Seringnya terkena rob tidak membuat masyarakat memiliki keinginan untuk pindah ke tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk ketahanan masyarakat menghadapi rob di lingkungan permukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dan uji stastitik cross tabulation. Hasil dari uji stastitik crosstab adalah jenis rumah, jenis pekerjaan, jumlah pendapatan yang rentan menyebabkan masyarakat memilih bertahan di Kelurahan Bandarharjo. Ketahanan masyarakat tidak hanya mengenai bagaimana cara menghadapi terjadinya suatu bencana tetapi berkaitan dengan adaptasi yang dilakukan. Masyarakat yang rentan perekonomiannya melakukan adaptasi dengan memberikan tanggul atau papan di depan pintu rumah dan menyangga perabotan rumah tangga dengan batu bata. Sedangkan masyarakat yang tidak rentan perekonomiannya melakukan adaptasi dengan menaikkan lantai bangunan rumah dengan cara menguruk tanah atau melakukan renovasi bangunan rumah. Adaptasi terhadap lingkungan permukiman dengan cara peninggian jalan, paving jalan serta perbaikan saluran drainase. Adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk mencapai ketahanan sehingga dapat menciptakan kenyamanan kembali di lingkungan permukiman. Masyarakat di Kelurahan Bandarharjo memiliki ketahanan sosial karena adanya rasa senasib antar masyarakat tetapi tidak memiliki ketahanan ekonomi karena rentan melakukan adaptasi.
Faktor-Faktor Tempat Tinggal Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kelurahan Pudak Payung Aditya Zulfikar Firdaus; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Housing and settlements are problems that develop in line with population growth increasing residential needs. Along with the increasing demand for land for residential development, there is also land value development.  Besides, these problems also result in a reduced empty area that can be used for housing and makes land prices more expensive. So, a low-income community's limitations in obtaining livable houses causing them to have gotten houses independently. Self-help houses built by a low-income community are identical to uninhabitable homes because they ignore aspects of livable standards. This study aims to determine the factors that affect a low-income neighbourhood in residence regarding a low-income neighbourhood's characteristics. The method used is quantitative and uses descriptive analysis techniques and crosstabs analysis. The results of this study indicate that what affects the low-income community living in the Pudak Payung Village are environmental comfort factors with a value of 91%, accessibility with an amount of 55%, waste with a value of 93%, electricity with an amount of 54% and clean water with an amount of  100%. While the analysis that has a relationship based on the chi-square test is the accessibility with 0.049, electricity with education is 0.01, and heat with income is 0.00.