Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penggunaan Media Belajar Sebagai Sarana Supervisi Bagi Guru di SMA Karya Bakti Selesai Maula Hafizah; Hamidah D; Khairina Afni
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3704

Abstract

Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru, namun implementasinya dalam kegiatan supervisi akademik belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran sebagai sarana supervisi bagi guru di SMA Karya Bakti Selesai. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan langsung, serta penelusuran dokumen ini melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta tenaga pengajar sebagai sumber informasi. Selanjutnya, data yang berhasil dihimpun kemudian diproses melalui tahapan reduksi data, penyajian data, sampai pada penarikan kesimpulan, sementara keabsahan hasil penelitian diperiksa dengan menerapkan triangulasi baik dari segi sumber serta teknik yang digunakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa para pengajar sudah menerapkan beragam jenis media pembelajaran, mencakup modul, ilustrasi gambar, poster, tayangan video edukatif, alat peraga, hingga media berbasis teknologi, yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi ajar. Penggunaan media tersebut meningkatkan perhatian, motivasi, keaktifan, dan pemahaman siswa. Supervisi akademik dilaksanakan secara berkala melalui observasi kelas, penilaian penggunaan media, serta pemberian bimbingan dan umpan balik kepada guru. Disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran sebagai bagian dari supervisi akademik mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berkualitas sehingga layak diintegrasikan secara berkelanjutan dalam praktik supervisi di sekolah.
Persepsi Guru terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Efektivitas Manajemen Pendidikan di SMA Swasta Karya Bakti Selesai Desyka Desyka; Hamidah D; Madiarti Madiarti
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3714

Abstract

Efektivitas manajemen pendidikan di sekolah tidak terlepas dari peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mengarahkan, mengoordinasikan, dan mengawasi berbagai kegiatan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, peran kepemimpinan dalam meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi guru di SMA Swasta Karya Bakti Selesai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kepala sekolah dan guru menjadi sumber informasi dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah secara umum tergolong baik. Hal tersebut terlihat dari komunikasi yang terbuka, keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, koordinasi, kerja sama, serta pelaksanaan supervisi dan evaluasi secara berkala. Kepemimpinan kepala sekolah turut mendukung efektivitas manajemen pendidikan melalui perencanaan, pengarahan, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi kegiatan sekolah. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana serta kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Faktor yang memengaruhi persepsi guru meliputi komunikasi, kerja sama, kompetensi, kedisiplinan, pelaksanaan program, serta kondisi sarana dan prasarana. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan kepemimpinan yang komunikatif, terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan sekolah.
The Role of Human Resource Management in Improving the Quality of Education at Bintang Langkat High School Alfin Syahreza; Hamidah. D; M. Rizqi Febri Hamdani
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v6i1.844

Abstract

This study aims to explore the aspects of training, recruitment, and evaluation of human resources in improving the quality of education at SMA Swasta Bintang Langkat. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The results indicate that human resource management—covering planning, recruitment, competency development training, and performance evaluation—is carried out in a fairly well-structured manner. The study found that the planning, recruitment, training, and evaluation of human resources at SMA Bintang Langkat have been implemented effectively, although they are constrained by budget limitations that do not fully meet the school's needs. It can be concluded that human resource management plays a significant role in enhancing the quality of education at SMA Bintang Langkat.
DAMPAK POLA ASUH PERMISIF TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMA SWASTA HARAPAN PAYA BAKUNG Riko Kristian Surbakti; Azizah Batubara; Hamidah
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v5i2.1141

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk meneliti dampak pola asuh permisif terhadap perilaku agresif siswa SMA Swasta Harapan Paya Bakung. penelitian melibatkan 5 informan yaitu 2 siswa agresif, 2 orang tua permisif, dan 1 guru BK. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasilnya, pola asuh permisif ditandai minimnya aturan, lemahnya pengawasan, dan kebebasan berlebihan tanpa arahan. Hal ini memicu siswa melampiaskan emosi melalui agresi fisik seperti memukul dan berkelahi, serta agresi verbal berupa kata kasar, ejekan, dan gosip. Kurangnya perhatian keluarga mendorong siswa mencari pengakuan lewat perilaku negatif. Siswa juga menunjukkan rendahnya rasa bersalah. Pengaruh teman sebaya dan media sosial turut memperkuat perilaku tersebut. Disarankan orang tua menerapkan pola asuh tegas namun hangat, dan sekolah melalui BK memperkuat konseling serta kerja sama dengan orang tua.
Implementasi Kebijakan Literasi Budaya dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 3 Binjai Maulana Akbar Sanjani; Hamidah D; Rosmala Dewi
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 3 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i3.2657

Abstract

This study aims to examine and describe the implementation of a cultural literacy policy in enhancing students’ learning interest at SMA Negeri 3 Binjai. Cultural literacy represents a strategic effort by schools to develop students’ character, broaden their knowledge, and foster learning interest through reading activities, understanding local cultural values, and the systematic integration of literacy practices into the school environment. This policy is aligned with the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS), which promotes literacy as an integral component of the learning culture in educational settings. This study employed a qualitative approach with a descriptive design to explore and analyze the implementation of the cultural literacy policy in depth. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and document analysis. Participants were selected using purposive sampling based on their involvement in implementing the cultural literacy program at the school. The findings indicate that the cultural literacy policy at SMA Negeri 3 Binjai has been implemented relatively well and has contributed positively to students’ learning interest. The policy is implemented through various activities, including pre-learning reading sessions, the provision of reading corners in each classroom, and the integration of local cultural values into school activities. These programs have encouraged students’ reading engagement, curiosity, and appreciation of local culture, which in turn have contributed to increased learning interest. Supporting factors include teachers’ commitment and active involvement in guiding and motivating students, as well as the availability of adequate facilities to support literacy activities.
Utilization of Google Drive Application for Archival Document Storage Cindy Agathia Dwi Syahfitri; Hamidah; Khairina Afni
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.932

Abstract

This study aims to analyze the utilization of the Google Drive application as a medium for document archiving at SMK Swasta Taruna Bangsa Sawit Seberang in the 2024–2025 academic year. The research was motivated by the persistence of manual archiving systems in schools, which often cause difficulties in document retrieval, data loss risks, and low administrative efficiency. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal and administrative staff. The findings reveal that the use of Google Drive facilitates document storage, management, and retrieval, enhances time efficiency, and strengthens data security through encryption systems and access control features. However, several challenges were identified, including limited digital literacy among users, dependence on internet connectivity, and the restricted capacity of free storage. Overall, the study concludes that Google Drive serves as an effective solution for supporting school archive digitalization, provided that its implementation is accompanied by proper technical training and well-defined management policies.