Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Pharmaceutical Science Journal

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSIA CITRA INSANI Humaira Fadhilah; Gina Aulia; Erika Suci Delia
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 2 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i2.416

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease that many people suffer from, and is still a major health problem in Indonesia. ARI is a disease caused by various kinds of microorganisms and can cause infection. Deaths caused by infection are 2-6 times higher in developing countries. The purpose of this study was to determine the evaluation of the use of drugs for acute respiratory infections (ARI) in children at the Inpatient Installation of RSIA Citra Insani . This study used a descriptive design with retrospective data collection. The data used in this study were ARI medical record sheets in pediatric patients at the RSIA Citra Insani Inpatient Installation. This study used a total sampling technique and obtained 80 patients who met the inclusion criteria. Based on the results of the study, it was known that the characteristics of pediatric ARI patients based on age <5 years were 50 patients (62.50%), and based on gender, 45 patients (56.52%) were female. The use of ARI drugs based on the most common class was antipyretic as many as 78 (31.45%), and based on the type the most was paracetamol as many as 78  (31.45%). Evaluation of drug use on each criterion, namely the right indication (100%), the right drug (100%), the right dose (93.75%), and the right patient (100%).
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP POLIKLINIK ANAK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT CIPUTRA CITRA RAYA TANGERANG PERIODE JANUARI - MARET 2022 Suny Koswara Rahajeng; Humaira Fadhilah; Bheta Sari Dewi; Anis Dwi Kristiyowati; Euis Sumiati
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 3, No 1 (2023): Pharmaceutical Science Journal Vol 3 No 1, 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v3i1.511

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian yang berjudul “Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Poliklinik Anak Rawat Jalan Di Rumah Sakit Ciputra Citra Raya Tangerang Periode Januari - Maret 2022” yaitu untuk mengetahui rata – rata waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di rumah sakit Ciputra Citra Raya Tangerang periode Januari - Maret 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross-sectional, dengan populasi dan sampel adalah semua resep pasien rawat jalan poliklinik anak yang dilayani di Instalasi Farmasi Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang periode Januari – Maret 2022. Proses pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari coding, editing, entry, dan cleaning. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis univariat terhadap tiap variable hasil penelitian. Hasil rata-rata waktu tunggu pelayanan resep poliklinik anak rawat jalan dengan standar mutu pelayanan di Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang yang telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sebanyak 356 resep, (91,9%) yang terdiri dari 327 resep obat non racikan (≤ 15 menit), sedangkan (8.1%) yang tidak sesuai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sebanyak 29 resep obat non racikan (≥ 15 menit), dan Rata-rata waktu tunggu total dari seluruh sampel untuk obat racikan di periode Januari - Maret 2022 memiliki rata-rata selama 17.23 menit. Waktu tunggu pelayanan resep racikan poliklinik anak rawat jalan dengan standar mutu pelayanan di Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang yang telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sebanyak 356 resep, (91%) yang terdiri dari 324 resep obat racikan (≤ 30 menit), sedangkan (9%) yang tidak sesuai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sebanyak 32 resep obat racikan (≥ 30 menit). 
KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI TINJAU DARI BERBAGAI LITERATUR Humaira Fadhilah; Melani Melani; Gina Aulia
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v1i1.144

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh penurun sekresi insulin sehingga terjadi kondisi hiperglikemi. Diabetes melitus ini ditandai dengan munculnya gejala khas yaitu poliphagia, polidipsia dan poliuria serta sebagian mengalami kehilangan berat badan. DM merupakan penyakit kronis yang sangat pelu diperhatikan dengan serius. DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti kurasakan mata, ginjal pembuluh darah, saraf dan jantung Tujuan dari studi ini yaitu mengetahui dan evaluasi rasionalitas pengobatan DM tipe II. Studi yang dilakukan merupakan jenis peneliti dari berbagai literatur dengan cara mengambil data dari berbagai peneliti. Berdasarkan usia yang paling banyak ditemukan pada usia <45 tahun dan jenis kelamin yang paling banyak mengalami diabetes melitus tipe II perempuan. Golongan obat yang digunakan untuk pengobatan diabetes melitus tipe II yaitu golongan sulfonilurea,golongan menglitinid, golongan biguanid, golongan tiazolidinedeon, golongan penghambat ɑ-glikosidase, golongan penghambat SGLT-2 dan terapi insulin. Golongan obat yang paling banyak digunakan pada pengobatan diabetes melitus tipe II yaitu golongan biguanid dan golongan sulfonilurea. Pada hasil penyajian data, penilaian ketepatan berdasarkan pemberian obat antidiabetes pada pasien terdapat pada tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi dan tepat dosis dari beberapa hasil peneliti yang dilakukan belum 100% rasional dari masing-masing ketepatan pemberian obat diabetes melitus tipe II.  
Gambaran Pelayanan Informasi Obat (PIO) pada Pasien di Klinik Bahar Medika 2 Periode Maret - Juni 2023 Rahajeng, Suny Koswara; Rizki Imansari, Aulia Nadya; Fadhilah, Humaira; Sayyidah, Sayyidah; Maharani, Anis Dwi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 1 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 1, 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i1.735

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan penyediaan dan pemberian informasi yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya. Hal yang perlu disampaikan mengenai PIO kepada pasien antara lain nama obat, sediaan obat, dosis obat, cara pakai obat, penyimpanan obat, indikasi obat, kontra indikasi obat, efek samping obat, dan interaksi obat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif. Pelayanan informasi obat yang diterima olehh pasien mengenai pemberian informasi obat melalui leaflet atau brosur sebanyak 21,38% selalu dilakukan, informasi terkait nama obat sebanyak 54,14% selalu dilakukan, bentuk sediaan obat sebanyak 58,28% selalu dilakukan, dosis obat sebanyak 76,55% selalu dilakukan, cara pemakaian obat sebanyak 87,24% selalu dilakukan, cara penyimpanan obat sebanyak 51,38% selalu dilakukan, indikasi obat sebanyak 92,41% selalu dilakukan, interaksi obat sebanyak 52,41% selalu dilakukan, pencegahan terhadap interaksi obat sebanyak 56,21% selalu dilakukan, efek samping obat sebanyak 50,69% selalu dilakukan, cara pemusnahan obat sebanyak 15,52% selalu dilakukan. Hanya saja pada pelayanan informasi mengenai pemberian leaflet atau brosur hasilnya 21,38% dan cara pemusnahan obat hasilnya 15,52% yang artinya masih jarang dilakukan pemberian informasi dan edukasi oleh Apoteker kepada pasien di Klinik tersebut tentang pemberian leaflet atau brosur dan cara pemusnahan obat
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KADAR SAKARIN PADA MINUMAN ES TEH MANIS DI PAMULANG TIMUR Pomalingo, Dwina Ramadhani; Fadhilah, Humaira; Maelaningsih, Firdha Senja; Zulfahrin, LM; Fu'adah, Intan Tsamrotul; Linawati, Linawati; Fauziah, Vina; Utami, Anissa
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 : Pharmaceutical Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i1.1073

Abstract

 Sakarin (C7H5NO3S) merupakan pemanis buatan yang digunakan masyarakat sebagai pengganti gula karna rasanya yang manis, sifatnya yang stabil dan bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengurangi kalori, Penggunaan sakarin dapat menimbulkan efek samping akut pada gangguan tenggorokan berupa batuk dan radang serta efek samping kronis seperti mual, muntah dan kanker kandung kemih.  Produk minuman yang menggunakan sakarin di antaranya adalah minuman ringan (soft drinks). Produk minuman ringan salah satunya yaitu minuman teh. Minuman teh masih menjadi peminat konsumen yang unggul, Produk teh ialah minuman mengandung kafein, dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) sampel minuman es teh solo yang dijual disekitar wilayah pamulang timur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan konsentrasi sakarin dalam sampel minuman es teh manis di sekitar pamulang timur dengan mengacu pada persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014 tentang batas penggunaan maksimum bahan tambahan pangan sakarin yaitu 300 mg/kg. Metode yang digunakan yaitu uji kualitatif menggunakan Metode Uji Reaksi Warna dengan perekasi resorsinol dan uji kuantitaif dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian Uji kualitatif menunjukkan bahwa ke 5 sampel minuman es teh manis semuanya negatif sakarin dengan ditandai tidak adanya perubahan warna hijau fluoresensi pada sampel. Uji kuantitatif menunjukkan Kadar sakarin pada ke 5 sampel yang di uji yaitu sampel 1 sebesar 35,54 mg/kg, sampel 2 sebesar 16,18 mg/kg, sampel 3 sebesar 87,18 mg/kg, sampel 4 sebesar 757,8 mg/kg dan sampel 5 sebesar 542,8 mg/kg dan didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,9268 yang memenuhi kriteria 1 dengan nilai LOD sebesar 27,13 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 90,45 mg/ml. Untuk sampel teh nilai LOD sebesar 3, 225 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 10,753 mg/ml. Kesimpulan penelitian ini yaitu 5 sampel minuman es teh manis yang dijual disekitar pamulang timur tidak mengandung sakarin serta sampel ke 4 dan 5 kadarnya tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014.