Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di desa Basosol, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan : Health Socialization to the Community in Basosol Village, Liang District, Banggai Islands Regency Ketut Ardiata; Stevan Samuel Paada; Freti Moidady; Andi Rindi Antika; Yuliana Yakelan; Mardiana; Nadia Ta’ati; Yulastri Dambing; Ni Made Ray Indriani; Geby Anjela Seling; Vicka Stasia Kao; Herawati; Sandy Novriyanto Sakati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman belajar lapangan (PBL ) 1 adalah bentuk salah satu pengajaran kepada mahasiswa, disamping pengalaman belajaar ceramah(PBC),  PBL pada FKM UNTIKA  LUWUK merupakan  proses belajar untuk mendapatkan kemampuan profesional kesehatan masyarakat. Kegiatan pendidikan keprofesian yang sebagian besar berbentuk pengalaman lapangan, Bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan profesi kesehatan masyarakat yang berorientasikan kesehatan bangsa dan meningkatkan kemampuan dasar keprofesian dalam pengembangan dan kebijakan kesehatan, penelitian ini menggunakan metode observasi dan analisis masalah kesehatan yang ada di desa basosol (menggunakan metode PAHO), Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Basosol dusun 1 dan dusun 2. Hasil kegiatan dari penelitian ini meliputi non fisisk yaitu  penyuluhan sampah, SPAL, merokok, jamban, stunting, sanitasi air, sanitasi lingkungan, JKN dan KB, melalui kegiatan PBL 1 ii diharapkaan masyarakat mampu dan tahu bagaimana baahaya mengenai kesehatan yang ada di lingkungan maupun kesehatan diri sendri. Field learning experience (PBL) 1 is a form of teaching to students, in addition to the lecture learning experience (PBC), PBL at FKM UNTIKA LUWUK is a learning process to gain public health professional skills,  Professional education activities which are mostly in the form of field experience, Aims to grow and develop the ability of the public health profession that is oriented towards the health of the nation and to improve the basic skills of the profession in health policy and development.  This study uses the method of observation and analysis of health problems in Tangkop Village (using the PAHO method), this research is descriptive. The population in this study was the entire community of Basosol village hamlet 1 and hamlet 2. The results of the activities of this study include non-physical, namely waste counseling, SPAL, smoking, latrines, stunting, water sanitation, environmental sanitation, JKN and family planning, Through PBL 1 ii activities, it is hoped that the community will be able and aware of the dangers of health in the environment and their own health.
Penyuluhan tentang Etika Merokok dan Bahaya Rokok bagi Kesehatan di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling About Smoking Ethics and the Dangers of Smoking for Health in Simpang 1 village Bambang Dwicahya; Cice Morintoh; Ramli Ramli; Maria Kanan; Fitrianty Sutadi Lanyumba; Marselina Sattu; Dwi Wahyu Balebu; Sandy Novriyanto Sakati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO mengurutkan Indonesia dengan 65 juta perokok. Tahun 2013 berdasarkan riset Kesehatan dasar, jumlah perokok di Indonesia mencapai 36,3%.  1,4% perokok di Indonesia berusia 10-14 tahun, 9,9% ditemukan pada pengangguran dan 32,3% pada kelompok ekonomi rendah. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat perlu diketahui mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Etika merokok. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Simpang 1 pada tanggal 22 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Simpang 1 mengenai Etika merokok ternyata masih kurang nya pengetahuan, minimnya sikap, dan kurangnya  partisipasi tindakan masyarakat.Terkait masalah masih banyak masyarakat desa Simpang 1 yang merokok yaitu sebesar 69,9% dan masih ada masyarakat desa Simpang 1 yang merokok dalam rumah yaitu sebesar 41,8% Kegiatan penyuluhan tentang Etika merokok dan bahaya rokok bagi kesehatan, tujuan Untuk menyadarkan masyarakat terkait bahaya rokok bagi Kesehatan, dan dapat menerapkan etika merokok,sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 22 juli 2023 20.30-selesai,tempat : gereja efrata  Simpang 1, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. WHO ranks Indonesia with 65 million smokers. In 2013, based on basic health research, the number of smokers in Indonesia reached 36.3%. 1.4% of smokers in Indonesia are aged 10-14 years, 9.9% are found in the unemployed and 32.3% in the low economic group. To increase the level of public health, it is necessary to know what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding smoking ethics. This counseling was carried out on 50 respondents in Simpang 1 Village on July 22 2023. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Simpang 1 community regarding smoking ethics, it turns out that there is still a lack of knowledge, a lack of attitudes and a lack of participation in community action. There are still many problems related to this. The people in Simpang 1 village who smoke are 69.9% and there are still people in Simpang 1 village who smoke at home, which is 41.8%. Outreach activities about smoking ethics and the dangers of cigarettes for health, the aim is to make people aware of the dangers of smoking for health, and can apply smoking ethics, target general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 22 July 2023 20.30-finish, place: Efrata Church Simpang 1, assessment plan: pre-test, 100% achievement.
Gambaran Penanganan Sampah dan Kepadatan Lalat di Pasar Pagimana : Overview of Waste Handling and Fly Density in Pagimana Market Muhammad Irzandi Arifai; Kanan, Maria; Sakati, Sandy Novriyanto; Otoluwa, Anang Samudera; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.266

Abstract

Sampah saat ini menjadi masalah penting bagi tatanan kebijakan Nasional dan daerah di Indonesia. Keberadaan sampah dapat memberikan pengaruh Kesehatan bagi masyarakat karena sampah merupakan sarana dan sumber penularan penyakit. Pengaruh sampah terhadap Kesehatan secara tidak langsung dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam sampah salah satunya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penangan sampah mulai dari gambaran penanganan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan kepadatan lalat di Pasar Pagimana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah 51 sampel, dibagi menjadi pedagang ikan 26 sampel, pedagang sayur 13 sampel, dan pedagang asongan 12. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa proses pemilahan sampah dari 25 sampel tidak dilakukan, wadah sampah meski kedap air, namun tidak tertutup. Proses pengumpulan sampah sebanyak 26 pedagang (50,98%) dikumpulkan sendiri dan dibawa pulang untuk  diolah. Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari jumat dari pasar ke TPA. Kepadatan lalat di Pasar Pagimana yaitu tinggi dengan nilai 31 (60,78%) rendah sebanyak 20 (39,22%). Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan para pedagang sebaiknya melakukan pemilahan sampah, meyediakan wadah sampah tertutup, lalu proses pengangkutan sampah sebaiknya dilakukan sekali setiap hari, serta memperhatikan lokasi berdagang khususnya pedagang ikan yang basah dan mengundang datangnya lalat.  Waste is currently an important problem for national and regional policies in Indonesia. The presence of waste can have a health impact on the community because waste is a means and source of disease transmission. The indirect effect of waste on health can be vector-borne diseases that breed in the waste, one of which is flies. This research aims to obtain an overview of waste handlers starting from descriptions of waste handling, waste collection, waste transportation and fly density at Pagimana Market. The method used in this research is descriptive, with a total of 51 samples, divided into 26 fish traders, 13 samples of vegetable traders, and 12 hawkers. The results of the research showed that the process of sorting waste from 25 samples was not carried out, although the waste containers were watertight, they were not closed. In the waste collection process, 26 traders (50.98%) collected it themselves and took it home to be processed. Waste transportation is carried out every Friday from the market to the landfill. The density of flies at Pagimana Market was high with a value of 31 (60.78%) and low at 20 (39.22%). Based on these results, it is hoped that traders should sort waste, provide closed waste containers, then the process of transporting waste should be carried out once every day, and pay attention to trading locations, especially fish traders, that are wet and attract flies.
Health Risks of Rainwater Consumption: A Study of Microbiological and Heavy Metal Exposure in Island Areas Sakati, Sandy Novryanto; Herawati, Herawati; Kanan, Maria; Balebu, Dwi Wahyu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.340

Abstract

Rainwater is a vital water source in island regions, including North Bulagi District, Banggai Kepulauan Regency, Indonesia. This study aimed to evaluate the quality of harvested rainwater and assess associated health risks from microbiological and chemical contaminants. A cross-sectional design was employed, involving the collection of eight rainwater samples from household reservoirs using purposive sampling and data from 94 respondents to support an exposure assessment. The parameters analyzed included Total Coliform, Escherichia coli, Nitrate (NO₃⁻), Cadmium (Cd), Lead (Pb), and Fluoride (F). Water quality analysis was conducted following APHA standard procedures. Health risk assessments were conducted using the Environmental Health Risk Assessment (EHRA) framework for chemical exposure and Quantitative Microbial Risk Assessment (QMRA) for microbial hazards. Results showed that microbiological contamination, particularly Total Coliform, exceeded the acceptable limit at all sampling points, with the highest level recorded at Point VIII (2,600 CFU/100 mL). Most chemical parameters were within permissible levels; however, Nitrate concentrations at several locations approached the WHO guideline limit, notably at Point II (11.8 mg/L). Health risk assessment indicated a higher potential for non-carcinogenic effects among children due to Fluoride exposure (HQ > 1). Carcinogenic risks from Cadmium and Lead were within acceptable tolerable limits (ILCR < 1.0E-04). These findings underscore the importance of regularly monitoring rainwater quality and implementing mitigation strategies such as first-flush systems, filtration, and disinfection. The integrated methodological approach adopted in this study provides a robust evidence base for the formulation of effective environmental health interventions and policies, particularly in remote and island communities.
Gambaran Kepadatan Larva Aedes sp. di Kelurahan Maahas: Overview of Aedes sp. Larvae Density in Maahas Village Dwicahya, Bambang; Bujana, I Kadek Sinta; Sakati, Sandy Novriyanto; Syahrir, Muhammad; Kanan, Maria
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 1 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i1.338

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai jumlah kasus DBD di kelurahan Maahas Februari 2019 – Juli 2024 sebanyak 11 kasus. Kelurahan Maahas merupakan salah satu wilayah yang sepanjang 4 tahun terakhir selalu memiliki kasus DBD. Tujuan kami adalah untuk mengetahui gambaran kepadatan larva nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Maahas. Metode penelitian ini menggambarkan kepadatan larva Aedes sp. dengan Jenis penelitian Observasional Deskriptif yang dilakukan di Kelurahan Maahas pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini sebanyak  1.268 rumah dengan sampel 295 rumah dan metode pengambilan data  menggunakan teknik Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan Nilai House Index (HI) 25% dengan tingkat kepadatan sedang, Container Index (CI) 7,96% dengan tingkap kepadatan sedang, Breteau Index (BI) 4,8% dengan tingkat kepadatan rendah, ABJ 75% ≥ 95% dengan status tidak bebas jentik dan nilai HRI 0,17 dan BRI 0,83 maka nilai Maya Indeks (MI) berada pada kategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan tentang kontribusi kepadatan larva Aedes sp terhadap kejaadian DBD di suatu wilayah. Penelitian di masa mendatang harus membahas terkait hubungan antara variabel (HI, CI, BI, ABJ dan MI) denga kejadian DBD yang pada akhirnya memajukan pengetahuan di bidang kesehatan internasional. Based on data from the Banggai Regency Health Office, the number of DHF cases in Maahas Village from February 2019 to July 2024 was 11 cases. Maahas Village is one of the areas that has always had DHF cases in the last 4 years. Our goal is to determine the density of Aedes sp. mosquito larvae in Maahas Village. This research method describes the density of Aedes sp. larvae with the type of Descriptive Observational research conducted in Maahas Village in June-July 2024. The population in this study was 1,268 houses with a sample of 295 houses and the data collection method used the Random Sampling technique. The analysis used is univariate analysis. The results of the study showed that the House Index (HI) value was 25% with a moderate density level, Container Index (CI) 7.96% with a moderate density window, Breteau Index (BI) 4.8% with a low density level, ABJ 75% ≥ 95% with a status of not free from larvae and HRI values ​​​​of 0.17 and BRI 0.83, so the Maya Index (MI) value is in the high category. The conclusion of this study provides insight into the contribution of Aedes sp larval density to the incidence of dengue fever in an area. Future research should discuss the relationship between variables (HI, CI, BI, ABJ and MI) with the incidence of dengue fever which ultimately advances knowledge in the field of international health.
Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lipulalongo Kabupaten Banggai Laut Tahun 2023: The Relationship between Basic Sanitation and Stunting Incidents in the Lipulalongo Community Health Center Working Area, Banggai Laut Regency in 2023 Yusuf, Andi Muhammad; Sakati, Sandy Novriyanto; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i2.234

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalah Kesehatan yang angka kejadiannya cukup tinggi didunia. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karenaISPA khususnya pneumonia. Kurangnya perhatian terhadap penyakit ini menyebabkan pneumonia menjadi pembunuh utama khususnya pada anak dibawah usia lima tahun (balita). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi rumah berupa luas ventilasi, kepemilikan lubang asap, jenis lantai, jenis dinding dan hunian rumah pada rumah penderita ISPA di Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif untuk menggambarkan kondisi fisik rumah balita penderita ISPA di Kabupaten Banggai Laut. Luas ventilasi rumah di Kabupaten Banggai Laut memenuhi syarat sebanyak 1 (1,2%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 82 (98,8%), jenis lantai rumah di Kabupaten Banggai Laut yang memenuhi syarat sebanyak 74 (89,2%) dan tidak memenuhi syarat yaitu 9 (10.8%). jenis dinding yang memenuhi syarat sebanyak 78 (94.0%) rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 5 (6.0%), kepadatan hunian rumah di Kabupaten Banggai Laut yang memenuhi syarat 77 (93%) rumah, Kepemilikan lubang asap rumah di Kabupaten Banggai Laut yang memiliki sebanyak 1(1.2%) rumah dan tidak memeiliki sebanyak 82 (98.8%) rumah.  Acute respiratory tract infection (ARI) is a health problem whose incidence rate is quite high in the world. This is due to the still high morbidity and mortality rates due to ISPA, especially pneumonia. Lack of attention to this disease causes pneumonia to become the main killer, especially in children under five years of age (toddlers). The research aims to get an overview of house conditions in the form of ventilation area, smoke hole ownership, floor type, wall type and house occupancy in houses of ISPA sufferers in Banggai Laut Regency. The type of research used in this research is descriptive to describe the physical condition of the homes of toddlers suffering from ISPA in Banggai Laut Regency. The ventilation area of houses in Banggai Laut Regency that meets the requirements is 1 (1.2%) and that does not meet the requirements is 82 (98.8%), the type of house floor in Banggai Laut Regency that meets the requirements is 74 (89.2%) and did not meet the requirements, namely 9 (10.8%). The types of walls that meet the requirements are 78 (94.0%) houses and those that do not meet the requirements are 5 (6.0%), the residential density of houses in Banggai Laut Regency that meets the requirements is 77 (93%) houses, Ownership of house smoke holes in Banggai Laut Regency that has 1 (1.2%) house and 82 (98.8%) houses do not own it.
Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan pada Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai Laut : Occupational Safety and Health Standards at Luwuk Regional Hospital Tofan, Moh; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i3.253

Abstract

Peralatan makan yang tidak bersih akan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan kuman, penyebaran penyakit dan keracunan makanan. Oleh karena itu, tingkat kebersihan peralatan makanan haruslah dijaga terus supaya terhindar dari kontaminasi kuman pathogen serta cemaran zat lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas peralatan makan berdasarkan angka lempeng total (ALT) dan keberadaan Escherichia coli pada peralatan makan di Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai Laut Tahun 2022. Jenis Penelitian bersifat deskriptif dengan analisis Laboratorium. Pengambilan Sampel Usap Alat Makan menggunakan botol yang berisi fisiologis 0,85 %. Pemeriksaan Angka Lempeng Total menggunakan media Plate Count Agar (PCA), dan untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli menggunakan EC medium. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan angka kuman terdapat 12 atau (100%) sampel peralatan makan tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1096/MENKES/Per/VI/2011 bahwa angka kuman pada peralatan makan harus 0 Koloni/cm2. Sedangkan pemeriksaan keberadaan Escherichia coli pada peralatan makan menunjukan bahwa 4 (33,3%) sampel tidak memenuhi syarat kesehatan dan 8 (66,6%) sampel memenuhi syarat kesehatan. Bagi Instansi terkait agar dapat memberikan edukasi dalam proses pencucian dan penyimpanan peralatan makan yang memenuhi syarat kesehatan pada pemilik Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Banggai Laut. Unclean eating utensils play a role in the growth and development of germs, the spread of diseases, and food poisoning. Therefore, the cleanliness level of food utensils must be continuously maintained to avoid contamination with pathogenic germs and other pollutants. The research aims to obtain an overview of the quality of eating utensils based on the total plate count (TPC) and the presence of Escherichia coli in the eating utensils at the Pelabuhan Rakyat Restaurant in Banggai Laut Regency in the year 2022. The study is descriptive with laboratory analysis. Sampling of Eating Utensil Swabs uses bottles containing 0.85% physiological saline. Total Plate Count examination uses Plate Count Agar (PCA) medium, and to detect the presence of Escherichia coli, EC medium is used. The study results indicate that in the germ count examination, 12 or (100%) of the eating utensil samples did not meet the health standards according to the Indonesian Minister of Health Regulation No. 1096/MENKES/Per/VI/2011 stating that the germ count on eating utensils should be 0 colonies/cm². Meanwhile, the examination for the presence of Escherichia coli in eating utensils showed that 4 (33.3%) samples did not meet health standards, and 8 (66.6%) samples met health standards. Relevant agencies should provide education on the process of washing and storing eating utensils that meet health standards to the owners of the Pelabuhan Rakyat Restaurant in Banggai Laut.
Penyuluhan tentang Pentingnya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah : Counseling on the Importance of Waste Water Disposal Channels (SPAL) in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Sakati, Sandy Novriyanto; Herawati; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i2.289

Abstract

Pencemaran udara tanah berarti terjadi penyimpangan dari kondisi udara normal. Ketika limbah cair di buang ke tanah, partikel yang ada di tanah berfungsi sebagai filter untuk mencegah kandungan limbah yang berukuran besar dan meloloskan cairan tercemar meresap ke dalam tanah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak menurut daerah tempat tinggal pada tahun 2022 sebesar 83,8% untuk daerah perkotaan dan 76,99% di daerah pedesaan. Dilihat dari data tersebut masih banyak rumah tangga yang belum menggunakan sistem sanitasi dengan baik dan benar. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Maka, kami melakukan penyuluhan tentang Pentingnya Penggunaan Saluran Pembuangaan Air Limbah (SPAL) kepada mayarakat di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Doda Bunta pada tanggal 09 Januari 2024. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Doda Bunta mengenai pentingnya penggunan saluran pembuangan air limbah (SPAL) sebelum dilakukan penyuluhan terdapat pengetahuan baik sebesar 72%, cukup 26,0% dan kurang 2,0%. Sedangkan pada sikap dan tindakan masyarakat belum 100% baik. Maka dari itu di harapkan dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya akan pentingnya penggunaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) agar sanitasi lingkungan tetap terjaga dan berdampak baik bagi lingkungan kesehatan masyarakat di Desa Doda Kecamatan Simpang Raya. Kegiatan penyuluhan tentang pentingnya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Pentingya Penggunaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), sasaran pada masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 09 Januari 2024 20.00-selesai, tempat: rumah warga Desa Doda Kecamatan Simpang Raya, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. Soil air pollution means there is a deviation from normal air conditions. When liquid waste is dumped into the ground, the particles in the soil function as a filter to prevent large waste contents from allowing contaminated liquid to seep into the ground. Based on BPS (Central Statistics Agency) data, the proportion of households that have access to adequate sanitation according to area of ​​residence in 2022 is 83.8% for urban areas and 76.99% in rural areas. Judging from this data, there are still many households that do not use the sanitation system properly and correctly. To improve the level of public health and find out what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding Waste Water Disposal Channels (SPAL). So, we conducted outreach about the importance of using waste water drainage channels (SPAL) to the community in Doda Bunta Village, Simpang Raya District. This counseling was carried out on 50 respondents in Doda Bunta Village on Januari 09 2024. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Doda Bunta community regarding the importance of. The use of waste water disposal channels (SPAL) is good at 72%, 26% is poor and 2% is sufficient. Meanwhile, people’s attitudes and actions are not yet 100% good. Therefore, it is hoped that this outreach can increase the knowledge of the community in Doda Bunta Village, Simpang Raya District regarding the importance of using Waste Water Disposal Channels (SPAL) so that environmental sanitation is maintained and has a good impact on the public health environment in Doda Bunta Village, Simpang Raya District. Outreach activities about the importance of Waste Water Disposal Channels (SPAL) aim to increase public knowledge about the importance of using Waste Water Disposal Channels (SPAL), target the general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 09 Januari 2024 20.00-end, places: house of residents of Doda Bunta Village, assessment plan: pre-test, achievement 100%.
Gambaran Determinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan di PT. Koninis Fajar Mineral: Description of Occupational Safety and Health Determinants for Employees at PT. Koninis Fajar Mineral Kiasan, Intan Permatasari; Sakati, Sandy Novriyanto; Dwicahya, Bambang; Tongko, Mirawati
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.391

Abstract

Industri pertambangan memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi akibat paparan debu, bahan kimia, penggunaan alat berat, hingga kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, implementasi K3 yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja (Almansyah, 2023). Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta sekitar 374 juta pekerja mengalami cedera non-fatal. Data Kementerian ESDM tahun 2021 mencatat 93 kecelakaan tambang dengan 11 korban meninggal, sedangkan di Kabupaten Banggai periode 2021–2024 di PT. Koninis terdapat 7–10 kasus kecelakaan kerja tiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Determinan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Karyawan Di PT. Koninis Fajar Mineral. Penelitian deskriptif. Populasi seluruh tenaga kerja berjumlah 50 orang menggunakan teknik total sampling. Data diolah menggunakan SPSS. Analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas kerja dengan kriteria baik berjumlah 37 orang (74%) dan kurang baik berjumlah 13 orang (26%), beban kerja dengan kriteria baik berjumlah 8 orang (16%) dan kurang baik berjumlah 42 orang (84%), lingkungan kerja fisik berdasarkan pengukuran pencahayaan area workshop 86,8 lux dan area preparasi 294 lux termasuk dalam kategori unsafety, kebisingan pada area workshop 78,44 dBA area preparasi 80,17 dBA termasuk kategori safety adapun suhu lingkungan kerja 27℃ termasuk kategori safety. Kesimpulannya, gambaran determinan K3 pada karyawan PT. Koninis Fajar Mineral masih kurang baik. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kapasitas kerja, beban kerja, serta perbaikan kondisi lingkungan kerja untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.                   The mining industry has a high risk of occupational safety and health due to exposure to dust, chemicals, heavy equipment, and unsafe working conditions. Proper implementation of Occupational Safety and Health (OSH) can create a safe, healthy, and comfortable environment, thus improving worker productivity (Almansyah, 2023). According to the International Labour Organization (ILO), more than 2.78 million people die annually from work-related accidents and diseases, while about 374 million workers suffer non-fatal injuries. Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2021 reported 93 mining accidents with 11 deaths, while in Banggai Regency during 2021–2024, PT. Koninis recorded 7–10 accidents each year. This study aims to describe the determinants of OSH among employees at PT. Koninis Fajar Mineral. This descriptive study involved 50 workers using a total sampling technique. Data were processed with SPSS and analyzed univariately. The results showed that work capacity with good criteria was found in 37 workers (74%) and poor criteria in 13 workers (26%). Workload with good criteria was found in 8 workers (16%) and poor criteria in 42 workers (84%). Physical environment measurements showed lighting in the workshop at 86.8 lux and in preparation at 294 lux, categorized as unsafe; noise levels were 78.44 dBA in the workshop.
Gambaran Material Handling dan Personal Protective Equitpment dalam Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Banggai Laut : Overview of Material Handling and Personal Protective Equipment in the Prevention of Work Accidents and Occupational Diseases Among Dock Workers at Banggai Laut Port Kaliki, Lidya; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.393

Abstract

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja masih menjadi masalah kesehatan yang sering dijumpai pada tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan. Risiko ini meningkat akibat dominasi penggunaan manual handling serta rendahnya penerapan Personal Protective Equipment (PPE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran material handling dan penggunaan PPE dalam pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada TKBM di Pelabuhan Banggai Laut. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh TKBM di Pelabuhan Banggai Laut berjumlah 173 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi berupa kuesioner, kemudian diolah dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih melakukan manual handling (73,4%), sedangkan yang menggunakan equipment/machine handling hanya 26,6%. Seluruh responden (100%) tidak menggunakan helm, kacamata pelindung, masker, dan penutup telinga. Namun, 68,2% responden menggunakan sarung tangan, meskipun tidak sesuai standar keselamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan material handling berbasis mekanis dan penggunaan PPE pada TKBM di Pelabuhan Banggai Laut masih sangat rendah. Disimpulkan bahwa rendahnya pemanfaatan equipment handling dan minimnya penggunaan PPE meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada TKBM. Diharapkan pihak pelabuhan menyediakan PPE sesuai regulasi, serta melakukan pelatihan ergonomi dan K3 untuk meningkatkan keselamatan kerja.                   Work accidents and occupational diseases remain significant health problems frequently encountered among dock workers (TKBM) at the port. This risk increases due to the dominance of manual handling activities and the low implementation of Personal Protective Equipment (PPE). This study aims to describe material handling and the use of PPE in the prevention of work accidents and occupational diseases among TKBM at Banggai Laut Port. The type of research is descriptive observational. The study population consisted of all TKBM at Banggai Laut Port, totaling 173 workers, using a total sampling technique. Data were collected through observation and interviews using an observation sheet in the form of a questionnaire and then processed with SPSS version 20. The results showed that most respondents still performed manual handling (73.4%), while only 26.6% used equipment or machine handling. All respondents (100%) did not use helmets, protective glasses, masks, or ear protection. However, 68.2% of respondents used gloves, although not in accordance with safety standards. This condition indicates that the implementation of mechanical-based material handling and the use of PPE among TKBM at Banggai Laut Port is still very low. It can be concluded that the low utilization of equipment handling and the minimal use of PPE increase the risk of work accidents and occupational diseases among TKBM. It is recommended that the port authority provide PPE according to regulations and conduct ergonomic and occupational health and safety training to improve workplace safety.