Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kebisingan Kawasan Pemukiman di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Desa Labasiano Kecamatan Buko Tahun 2022: Analysis of Housing Noise Around PLTD Labasiano Village, Buko District in 2022 Bambang Dwicahya; Sofyan Huraerah; Sandy Novrianto Sakati; Dwi Wahyu Balebu
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 1 No. 3 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v1i3.175

Abstract

Bunyi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tempat kerja.Bahkan bunyi yang kita tangkap melalui telinga merupakan bagian dari kerja, misalnya bunyi telepon, bunyi mesin cetak, dan lain sebagainya.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat kebisingan di Kawasan pemukiman sekitar PLTD desa Labasiano. Jenis penelitian ini yaitu Deskriptif dan lokasi penelitian di kawasan pemukiman sekitar PLTD desa Labasiano. Kemudian sampel pada penelitian ini yaitu wilayah ditentukan dengan menggunakan GPS dan sesuai SNI 8427 tahun 2017 terdapat 3 titik pengukuran dengan radius 10, 25, 25 (M).pengambilan data dilakukan dengan lembar pengambilan data KMNLH No. 48 Tahun 1996. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kebisingan dikawasan pemukiman sekitar PLTD desa Labasiano melebihi standar baku mutu kebisingan dikawasan pemukiman dimana hasil didapatkan >55 dBA atau pada Titik 1= 77,35, Titik 2= 72,13, dan Titik 3= 65,97. Saran bagi penentu kebijakan, baik puskesmas, maupun DLH, dan masyarakat agar dapat melakukan penanggulangan kebisingan dikawasan pemukiman desa Labasiano. Sound is something that we cannot avoid in our daily lives, including in the workplace. Even the sound that we perceive through our ears is part of work, for example the sound of a telephone, the sound of a printing press, and so on. This study aims to determine the noise level in Residential area around the Labasiano village PLTD. This type of research is descriptive and the research location is in a residential area around the PLTD of Labasiano village. Then the sample in this study is the area determined using GPS and according to SNI 8427 of 2017 there are 3 measurement points with a radius of 10, 25, 25 (M). Data collection was carried out using the KMNLH data collection sheet No. 48 of 1996. The results of this study indicate that the noise level in the residential area around the Labasiano village PLTD exceeds the noise quality standards in residential areas where the results obtained are >55 dBA or at Point 1 = 77.35, Point 2 = 72.13, and Point 3 = 65,97. Suggestions for policy makers, both health centers, and DLH, and the community to be able to carry out noise control in the residential area of ​​Labasiano village.
The Impact of Nature Exposure on Mental Health and Well-Being Rahaju Ningtyas; Nurhikmah Paddiyatu; Benny Novico Zani; Herawati; Sandy Novryanto Sakati
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 08 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i08.173

Abstract

This research investigated the impact of nature exposure on mental health and wellbeing in West Bandung Regency, Indonesia, a region characterized by diverse natural landscapes. A mixed-method approach combining quantitative surveys and qualitative interviews was employed to gather data from residents of various communities in the region. The quantitative findings indicated that more frequent nature exposure was associated with lower levels of stress, anxiety, and depression. The qualitative insights revealed that nature exposure provided a sense of relaxation, tranquility, and rejuvenation, enhancing emotional well-being. The study underscores the restorative effects of nature and the importance of integrating green spaces into urban planning to promote mental health in rapidly developing regions like West Bandung Regency.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai: Implementation of Occupational Safety and Health for Loading and Unloading Workers (TKBM) at Luwuk Port, Banggai Regency Siti Hutami Dinianingsih H; Sandy N. Sakati; Bambang Dwicahya
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.192

Abstract

Tenaga kerja yang bekerja di pelabuhan kita kenal dengan buruh pelabuhan atau Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Keselamatan dan kesehatan TKBM ini perlu mendapat perhatian karena tingginya risiko bahaya saat pelaksanaan bongkar muat. Salah satu potensi bahaya yang beresiko bisa terjadi adalah bahaya fisik juga bahaya kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan jumlah sampel seluruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebanyak 176 tenaga kerja. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh tenaga kerja berjumlah 176 memiliki beban kerja (lama kerja) dengan kriteria baik. TKBM yang memiliki beban tambahan (panas dan debu) sebanyak 36 orang (20,5%). Kapasitas kerja (umur dan masa kerja) pada TKBM dengan kriteria baik yaitu sebanyak 148 orang (84,1%) serta seluruh tenaga kerja tidak lengkap dalam penggunaan alat pelindung diri saat bekerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada TKBM di Pelabuhan Luwuk masih kurang baik hal ini dikarenakan variabel beban tambahan, kapasitas kerja dan alat pelindung diri berada pada kriteria kurang baik. Koperasi TKBM Teluk Lalong diharapkan agar sebagai manajemen dapat membuat peraturan wajib tentang penggunaan alat pelindung diri saat bekerja dan memberikan sanksi jika tidak mematuhi peraturan tersebut. Workers who work at the port are known as port workers or loading and unloading workers (TKBM). The safety and health of TKBM needs attention because of the high risk of danger during loading and unloading. One of the potential hazards that are at risk can occur is physical hazards as well as chemical hazards. The purpose of this study was to determine the description of the application of occupational safety and health to loading and unloading workers at the Port of Luwuk, Banggai Regency. This type of research is descriptive quantitative with cross sectional design. The sample in this study was the total population with a sample size of all loading and unloading workers (TKBM) as many as 176 workers. Data collection using questionnaire sheets and using univariate analysis. The results showed that all 176 workers had a workload (work duration) with good criteria. TKBM who have additional burden (heat and dust) as many as 36 people (20.5%). Work capacity (age and length of service) in TKBM with good criteria as many as 148 people (84.1%) and all workers are incomplete in the use of personal protective equipment when working. The application of occupational safety and health to workers at Luwuk Port is still not good, this is because the variables of additional load, work capacity and personal protective equipment are in poor criteria. The Teluk Lalong TKBM Cooperative is expected that management can make mandatory regulations regarding the use of personal protective equipment when working and provide sanctions if they do not comply with these regulations.
Gambaran Kualitas Makanan Ditinjau dari Keberadaan E.Coli pada Warung Makan Kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai: Overview of Food Quality Reviewed From the Presence of E.Coli in Kadompe Food Stalls in Luwuk City Banggai District Maria Kanan; Achmad Sugandi Lasidengki; Sandy Novryanto Sakati; Caca Sudarsa
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.208

Abstract

Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, dimana makanan berfungsi memberikan tenaga atau energi panas pada tubuh, membangun jaringan-jaringan tubuh yang baru, pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit, serta sebagai sumber bahan pengganti sel- sel tua yang usang dimakan usia. Makanan yang aman adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri dan bahan kimia berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar sehingga sifat dan zat gizinya tidak rusak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kualitas makanan ditinjau dari keberadaan E. coli di Warung Makan Kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriftif dengan analisa laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada warung makan kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai, dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium FKM Untika Luwuk. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis makanan dari menu makanan di warung makan kadompe di pesisir pantai Maahas Kota Luwuk dan sampel adalah Sebagian dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dua jenis makanan yaitu ikan bakar dan sayur kangkung pada setiap warung makan yang diteliti semuanya tidak mengandung E. coli. dengan demikian dapat disimpulkan bahwah kualitas makanan secara bakteriologis pada Warung Makan Kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes RI No.1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang persyaratan hygiene sanitasi rumah makan dan restoran, yang menjelaskan E. coli pada makanan harus 0 per gram contoh makanan. Berdasarkan hal itu diharapkan kepada pemilik warung makan agar tetap menjaga hygiene sanitasi warung makan agar supaya makanan tetap aman dan baik untuk di konsumsi.  Food is a very important thing in human life, where food functions to provide energy or heat energy to the body, build new body tissues, regulate and protect the body against disease, and as a source of replacement material for old cells that are worn out. age. Safe food is food that is not contaminated, does not contain microorganisms or bacteria and dangerous chemicals, has been processed in the correct manner so that its properties and nutrients are not damaged. This research aims to obtain an overview of food quality in terms of the presence of E.coli at the Kadompe Food Stall in Luwuk City, Banggai Regency. This type of research is descriptive with laboratory analysis. The research was carried out at the Kadompe Food Stall in Luwuk City, Banggai Regency, and sample examination was carried out at the FKM UNTIKA LUWUK laboratory. The population in this study was all types of food from the food menu at Kadompe food stalls on the coast of Maahas, Luwuk City and the sample was a portion of the population. The results of the research showed that the two types of food, namely grilled fish and kale, at each food stall studied did not contain E.coli. Thus it can be concluded that the bacteriological quality of food at the Kadompe Food Stall in Luwuk City, Banggai Regency meets the requirements in accordance with the Republic of Indonesia Minister of Health Decree No. 1098/Menkes/SK/VII/2003 concerning sanitation hygiene requirements for restaurants and restaurants, which explains E. coli in food must be 0 per gram of food sample. Based on this, it is hoped that food stall owners will maintain the sanitary hygiene of food stalls so that the food remains safe and good for consumption.  
The Impact of Nature Exposure on Mental Health and Well-Being Rahaju Ningtyas; Nurhikmah Paddiyatu; Benny Novico Zani; Herawati; Sandy Novryanto Sakati
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 08 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i08.173

Abstract

This research investigated the impact of nature exposure on mental health and wellbeing in West Bandung Regency, Indonesia, a region characterized by diverse natural landscapes. A mixed-method approach combining quantitative surveys and qualitative interviews was employed to gather data from residents of various communities in the region. The quantitative findings indicated that more frequent nature exposure was associated with lower levels of stress, anxiety, and depression. The qualitative insights revealed that nature exposure provided a sense of relaxation, tranquility, and rejuvenation, enhancing emotional well-being. The study underscores the restorative effects of nature and the importance of integrating green spaces into urban planning to promote mental health in rapidly developing regions like West Bandung Regency.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Mengenai Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleran Melalui Kegiatan Penyuluhan: Increasing Student’s Knowledge About Sexual Violence, Bullying and Intolerance Through Counseling Activities Herawati; Ramli; Dwi Wahyu Balebu; Sandy Novryanto; Isnanto Bidja; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4544

Abstract

Kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran merupakan isu kompleks yang telah menjadi focus perhatian masyarakat dan pemerintah saat ini. Tidak hanya merusak kehidupan individu korban, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Aksi Kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran dapat terjadi pada berbagai lini kehidupan bermasyarakat kita, termasuk di dunia Pendidikan. Untuk itu, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMAN Simpang Raya Kabupaten Banggai tentang kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran melalui kegiatan penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang ketiga aspek tersebut, yang di analisis dari hasil pemberian Pre dan Post Test kepada mereka. Dari 52 siswa yang menjadi sasaran, terdapat 42 (81 %) siswa yang mengalami peningkatan pengetahuan, dan sebanyak 10 (19 %) siswa memiliki pengetahuan yang tetap. Adapun pengetahuan yang di maksudkan berkaitan dengan defenisi, prinsip kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran, dampak, upaya pencegahan, dan penangannya di lingkungan sekolah. Dengan demikian, maka upaya penyuluhan ataupun sosialisasi perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh warga sekolah mendapatkan pengetahuan yang setara. Selain itu juga sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya peduli terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran di lingkungan sekolah.
Gambaran Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Ruang Perawatan Puskesmas Kampung Baru : Overview Of The Implementation Of Occupational Safety And Health In Health Services Facilities In The Treatment Rooms Of The Kampung Baru Puskesmas Irfandi; Lanyumba, Fitrianty Sutadi; Tongko, Mirawati; Lalusu, Erni Yusnita; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto; Monoarfa, Yustiyanty
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i1.261

Abstract

Kegiatan K3 di fasyankes dilaksanakan untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia fasyankes, pasien, pendamping pasien, pengunjung, serta masyarakat di sekitar dari gangguan kesehatan dan pengaruh buruk yang diakibatkan dari pekerjaan, lingkungan, dan aktivitas kerja.Upaya kesehatan kerja ditujukan agar melindungi pekerja untuk hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk akibat pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di Puskesmas Kampung Baru. Jenis penlitian adalah Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kampung Baru yaitu sebanyak 81 Tenaga Kerja. Dengan teknik sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner, Lembar Observasih, wawancara dan dokumentasi. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan Metode analisis data mengunakan SPSS, sedangkan analisis data yang diguanakan yaitu secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program-program K3 yang telah diterapkan di Puskesmas Simpong seperti program Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian resiko k3 semuanya pada kriteria kurang baik 49 orang (100%), Penerapan Kewaspadaan Standar semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Sarana dan Prasarana semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Peralatan Medis semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Kesiapsiagaan Menghadapi Kondisi Darurat atau Bencana Termasuk Kebakaran semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Limbah Domestik semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Penerapan Prinsip Ergonomi semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pemeriksaan Kesehatan Berkalah semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pemberian Imunisasi semuanya kriteria Baik 49 orang (100%) dan Pembudayaan PHBS semuanya kriteria Baik 49 orang (100%). Di harapkan pada petugas kesehatan untuk menerapkan program-program k3 yang terdapat pada Permenkes No 52 Tahun 2018 dimana dalam peraturan tersebut menjelaskan bahwasanya setiap fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib menyelenggarakan standar K3.
Gambaran Kualitas Penampungan Air Dan Kondisi Keberadaan Larva Aedes Sp Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong: Description of the Quality of Water Storage and the Condition of the Existence of Aedes Sp Larvae in the Simpong Community Health Center Working Area Lasompo, Nurul Fadillah; Kanan, Maria; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i1.262

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui perantaraan gigitan nyamuk Aedes sp dan Aedes albopictus. Puskesmas Simpong merupakan salah satu Puskesmas yang wilayahnya endemis DBD. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan keberadaan larva Aedes sp di wilayah kerja Puskesmas Simpong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong sebanyak 5135 rumah, penentuan sampel menggunakan rumus Lemeshow dengan jumlah sampel sebanyak 357. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023.Hasil penelitian ini diperoleh indeks keberadaan larva Aedes sp di wilayah kerja Puskesmas Simpong tergolong tidak padat dengan nilai density figure ≤5. Keberadaa larva pada Wadah yang terbuat dari bahan semen keberadaan larvanya paling tinggi, yaitu 28,85, keberadaan larva berdasarkan bentuk wadah paling tinggi berbentuk persegi panjang yaitu 32,27%, Keberadaan larva paling tinggi ditemukan pada wadah air yang berwarna gelap yaitu 17,8%, berdasarkan pH air, dan kelembaban seluruhnya berada pada kondisi yang sesuai dengan perkembangbiakan nyamuk Aedes sp. Melalui penelitian ini diharapkan kepada masyarakat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes sp secara rutin melakukan 3 M, tidak menggunakan wadah air terbuat dari semen, tidak berwarna gelap serta diharpkan tidak menggunakan wadah air berbentuk persegi panjang. Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by the dengue virus through the bite of Aedes sp and Aedes albopictus mosquitoes. Simpong Community Health Center is one of the community health centers in an area where dengue fever is endemic. The aim of this research is to describe the presence of Aedes sp larvae in the work area of the Simpong Community Health Center. This type of research is descriptive. The population in this study was all houses in the Simpong Community Health Center working area, totaling 5135 houses, the sample was determined using the Lemeshow formula with a sample size of 357. This research was carried out in July 2023. The results of this research obtained that the index of the presence of Aedes sp larvae in the Simpong Community Health Center working area was classified as not dense with a density figure value ≤5. The presence of larvae in containers made of cement was the highest, namely 28.85, the presence of larvae based on the shape of the container was rectangular, namely 32.27%, the highest presence of larvae was found in dark colored water containers, namely 17.8 %, based on water pH and humidity, all are in conditions suitable for the breeding of Aedes sp mosquitoes. Through this research, it is hoped that the public will prevent the breeding of Aedes sp mosquitoes by routinely doing 3 M, not using water containers made of cement, not dark in color and it is hoped that they will not use rectangular water containers.
Risk Analysis of Groundwater Contaminant in Rural Areas Using Spatial Distribution Herawati, Herawati; Kanan, Maria; Anwar Mallongi; Bidullah, Ramli; Sakati, Sandy N.; Balebu, Dwi Wahyu
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v4i3.6032

Abstract

Background: Water is a very important material for the life of creatures in nature and its function for life cannot be replaced by other compounds. Groundwater is an important resource for humans, especially in rural areas that depend on Groundwaters as the main source of clean water. However, the quality of groundwater in many areas has decreased due to pollution from human activities, such as agriculture and industry. Method: This study aims to analyse the level of pollution risk of groundwaters in rural areas of Masama District, Banggai Regency using descriptive quantitative methods. Spatial analysis of pollution risk was conducted on 516 Groundwaters selected as samples. Spatial data is collected by recording the location of each well using GPS, which is then used to create a spatial map. The pollution risk analysis is based on the Sanitation Inspection results, using 11 key indicators. Result: The results showed that 4 Groundwaters (0.78%) were in the very high pollution risk category, 115 Groundwaters (22.29%) were in the high-risk category, 204 Groundwaters (39.53%) were classified as medium risk, and 193 Groundwaters (37.40%) had low pollution risk. The results indicate that most Groundwaters in the study area are at moderate to high risk. Groundwaters with high and very high risk are dominated by Groundwaters located in Minang Andala, Purwo Agung and Kembang Merta villages, which are agricultural areas with sufficient area and most of the people have livestock around their homes which could potentially be a source of contaminants. Conclusion: This study shows that the majority of Groundwaters in the study area have a moderate to high risk of pollution, with high and very high-risk categories found in villages that have agricultural and livestock activities. This emphasises the need for more intensive groundwater management and protection measures.
Penyuluhan tentang Etika Merokok dan Bahaya Rokok bagi Kesehatan di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling About Smoking Ethics and the Dangers of Smoking for Health in Simpang 1 village Bambang Dwicahya; Cice Morintoh; Ramli Ramli; Maria Kanan; Fitrianty Sutadi Lanyumba; Marselina Sattu; Dwi Wahyu Balebu; Sandy Novriyanto Sakati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO mengurutkan Indonesia dengan 65 juta perokok. Tahun 2013 berdasarkan riset Kesehatan dasar, jumlah perokok di Indonesia mencapai 36,3%.  1,4% perokok di Indonesia berusia 10-14 tahun, 9,9% ditemukan pada pengangguran dan 32,3% pada kelompok ekonomi rendah. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat perlu diketahui mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Etika merokok. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Simpang 1 pada tanggal 22 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Simpang 1 mengenai Etika merokok ternyata masih kurang nya pengetahuan, minimnya sikap, dan kurangnya  partisipasi tindakan masyarakat.Terkait masalah masih banyak masyarakat desa Simpang 1 yang merokok yaitu sebesar 69,9% dan masih ada masyarakat desa Simpang 1 yang merokok dalam rumah yaitu sebesar 41,8% Kegiatan penyuluhan tentang Etika merokok dan bahaya rokok bagi kesehatan, tujuan Untuk menyadarkan masyarakat terkait bahaya rokok bagi Kesehatan, dan dapat menerapkan etika merokok,sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 22 juli 2023 20.30-selesai,tempat : gereja efrata  Simpang 1, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. WHO ranks Indonesia with 65 million smokers. In 2013, based on basic health research, the number of smokers in Indonesia reached 36.3%. 1.4% of smokers in Indonesia are aged 10-14 years, 9.9% are found in the unemployed and 32.3% in the low economic group. To increase the level of public health, it is necessary to know what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding smoking ethics. This counseling was carried out on 50 respondents in Simpang 1 Village on July 22 2023. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Simpang 1 community regarding smoking ethics, it turns out that there is still a lack of knowledge, a lack of attitudes and a lack of participation in community action. There are still many problems related to this. The people in Simpang 1 village who smoke are 69.9% and there are still people in Simpang 1 village who smoke at home, which is 41.8%. Outreach activities about smoking ethics and the dangers of cigarettes for health, the aim is to make people aware of the dangers of smoking for health, and can apply smoking ethics, target general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 22 July 2023 20.30-finish, place: Efrata Church Simpang 1, assessment plan: pre-test, 100% achievement.