Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Determinan Persepsi Masyarakat terhadap Fungsi Gigi Tiruan di Wilayah Kerja Puskesmas Juai M. Bahrul Ilmi; Khairul Anam; Erwin Ernadi
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v10i2.394

Abstract

Dentures have many functions, of course all of these things are to improve the degree of health, but there are many factors that cause people to refuse to use dentures. In the district. Juai still has very few health workers (dentists) so that people are more directing themselves to dental artisans who are identical to dentures. The purpose of this study was to determine the determinants of public perceptions of denture function. This study used an analytic survey method with a cross sectional approach. The sample here is accidental sampling, namely the people in the working area of Puskesmas Juai. The instrument used in this study was a questionnaire / interview sheet containing a list of questions about denture function and a questionnaire regarding public perceptions. The data were then processed and analyzed using the chi square statistical test to test the research hypothesis. The results showed that there was no relationship between denture function variables and other variables such as attention, interest, experience & memory, uniqueness & contrast of dentures. The chance of respondents knowing the function of dentures is 4 times higher for respondents with high attention category, 3 times higher for respondents with interest category, 3 times higher for respondents with remembering category & 1.5 times higher for respondents with unique category. It is advisable to provide information about the benefits, stages of manufacture & other denture functions. As a learning medium, denture information should be improved from both electronic media and family support, especially related health workers such as dentists, dental nurses & dental technicians to maximize their knowledge on the function of dentures in health promotion such as outreach to the public & making electronic media
Hubungan Kondisi Geografis dan Lingkungan Sosial terhadap Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Satui Tahun 2022 Muhammad Rizki Hanafi; Eddy Rahman; Husnul Khatimatun Inayah; Erwin Ernadi
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i2.666

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis cases in the work area of the Satui Health Center are currently increasing with the cases as many as 13 cases in 2020 and has increased so far.  This study aims to determine the relationship between geographical conditions and social environment on the incidence of tuberculosis in the work area of the satui care health center in 2022. Survey research method by distributing questionnaires and interviews with case control approach method. The total of samples used is 46 respondents with a total of 23 case respondents and 23 control respondents. The variables of this research were regional classification, economic occupation, knowledge and habits. Statistical test using Chi-Square test. The results of test show that there is a relationship between the independent variable and the dependent variable. The test results show that there is a relationship between the independent variable and the dependent variable. The result of test show that there is a relationship between regional classification (p-value = 0.025), occupation (p-value = 0.018), and economy (p-value = 0.003) with the incidence of Tuberculosis. Suggestion for the community to be able to get used to doing PHBS such as using masks in public places, using masks when sick with coughing, covering mouth when coughing and others. By getting used to doing good PHBS, individuals are not easily infected and do not transmit the seeds of disease.
Pemeliharaan Kesehatan Kerja Pegawai Kantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalselteng Mahmudah, Mahmudah; Rahman, Eddy; Ernadi, Erwin; Ilmi, M. Bahrul; Hayati, Ridha; Iriyanti, Hilda; Ranti, Dhisya Wahyudhiya
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.606

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan kerja dalam perusahaan diciptakan agar tenaga kerja mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman yang menyeluruh sehingga meningkatkan produktifitas dan menguntungkan perusahaan. Maka dari itu semua jenis pekerjaan harus dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeliharaan kesehatan kerja pada program pemeliharaan kesehatan pegawai dengan mengukur kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap 36 pegawai kantor PT. PLN (Persero) UID Kalselteng. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner, pengukuran lingkungan kerja menggunakan metode ROSA (Rapid Office Strain Assessment), dan metode POCT (Point-of-Care Testing) untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat digunakan untuk mengukur kapasitas kerja. Hasil: Sebagian besar pegawai (63,9%) memiliki beban kerja sedang, 75% pegawai memiliki tekanan darah normal, 83,3% pegawai memiliki kadar gula darah normal, 86,1% pegawai memiliki kadar kolesterol normal dan 61,1% pegawai memiliki kadar asam urat normal. Hasil evaluasi lingkungan kantor yang memiliki tingkat risiko “tidak berbahaya” Simpulan: PT. PLN (Persero) UID Kalselteng sudah menerapkan kesehatan kerja yang cukup baik, hanya saja kurang maksimal dikarenakan Kurangnya pengetahuan dan  kesadaran pekerja terhadap pemeliharaan kesehatan, media untuk promosi kesehatan kerja di perkantoran dan penerapan pola kerja yang ideal pada pegawainya.
PENGUATAN PERAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN: MEMBANGUN AGENT OF CHANGE SEHAT-MANDIRI MELALUI MEDIA DIGITAL DAN BUDAYA Septyan Eka Prastya; Nurul Hidayah; Analisa Analisa; Erwin Ernadi; Norliana Ekawati; Evita Panca Putria; Wulandari Febriani; Theresia Kurniati Seran
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.16869

Abstract

Rendahnya pengetahuan santriwati terkait kesehatan ditambah dengan terjadinya penularan demam dengue merupakan permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren Ath-Thohiriyyah. Sekitar 90% santriwati tidak memahami tentang stunting dan pencegahannya, serta 30% berpotensi menikah di usia dini, yang dapat berdampak meningkatkan risiko kejadian stunting. Selain itu, sebagian besar santriwati berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah akan tetapi belum pernah mendapatkan pendampingan tentang kewirausahaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah bertujuan untuk memberdayakan pengurus Organisasi Santriwati Intra-Madrasah (OSIM) sebagai agen perubahan sehat-mandiri melalui pendekatan medikal berbasis media digital dan kultural. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi informasi, serta edukasi kesehatan mengenai pencegahan stunting dan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan santriwati, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai lebih dari 90%. Aplikasi Smart Larvae Risk Predictor berhasil diimplementasikan, memungkinkan santriwati melakukan pemantauan jentik secara terprogram. Pendekatan kultural melalui seni lokal terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan, menjadikan materi lebih mudah dipahami. Program ini meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendorong kemandirian santriwati dalam mengelola kesehatan dan kewirausahaan.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Home Care Di UPTD Puskesmas Uren Kabupaten Balangan Tahun 2025 Isti Wulan Sari; Zuhrupal Hadi; Edy Ariyanto; Erwin Ernadi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21242

Abstract

Pelayanan home care di UPTD Puskesmas Uren dilakukan oleh tim kesehatan dengan penanggungjawab seorang dokter. Adanya home care membantu masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren untuk memperoleh pelayanan kesehatan di rumah. Tujuan penelitian mengetahui hubungan  kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien home care di UPTD Puskesmas Uren Kabupaten Balangan Tahun 2025. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua pasien yang telah menerima pelayanan kesehatan home care sebanyak 206 pasien, sampel sebanyak 67 responden menggunakan simple random sampling, uji chi square. Hasil penelitian pasien puas sebanyak 36 orang (53,7%), bukti fisik proportionate stratified random sampling, uji chi square. Hasil penelitian pasien tidak puas sebanyak 35 orang (52,2%), bukti fisik baik sebanyak 41 orang (61,2%), kehandalan baik sebanyak 43 orang (64,2%), ketanggapan baik sebanyak 36 orang (53,7%), jaminan baik sebanyak 35 orang (52,2%), empati baik sebanyak 38 orang (56,7%). Ada hubungan bukti fisik (p=0,049), kehandalan (p=0,043), ketanggapan (p=0,000), jaminan (p=0,005), dan empati (p=0,008) < 0,05, dengan kepuasan pasien home care di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren. Disarankan pasien pasien dapat terbuka pada petugas akan keluhan dan kebutuhan agar petugas dapat merespon dengan tepat dan cepat.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Peran Petugas Kesehatan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis (Tbc) Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin Alex Adam Malik; Asrinawaty; Erwin Ernadi; Deni Suryanto
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Vol.2 No.2 2025 October-Desember
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i2.55

Abstract

Dalam penanganan tuberkulosis, kepatuhan pasien dalam mengikuti seluruh petunjuk pengobatan memegang peranan yang sangat penting. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat anti-TB sesuai resep dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat serta memperbesar peluang penularan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: “Bagaimana hubungan dukungan keluarga dan keterlibatan tenaga kesehatan Dinkes Kabupaten Tapin terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis dalam mengonsumsi obat sesuai resep?”. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan potong lintang. Sebanyak 63 partisipan yang sedang menjalani pengobatan TBC diikutsertakan, menggunakan metode total sampling. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan uji Chi-square bivariat yang dipadukan dengan analisis univariat. Survei menemukan bahwa 82,5% responden patuh menjalani pengobatan, sedangkan 17,5% tidak patuh. Selain itu, 85,7% responden memperoleh dukungan keluarga yang kuat dan 92,1% memiliki persepsi positif terhadap keterlibatan tenaga kesehatan. Dari Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi antara dukungan keluarga (nilai P = 0,000) dan keterlibatan tenaga kesehatan (nilai P = 0,003) dengan kepatuhan pengobatan pasien TBC. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pengawas minum obat serta petugas kesehatan yang melakukan kunjungan rumah pada pasien yang terindikasi berhenti berobat. Upaya komunikasi dengan keluarga pasien perlu ditingkatkan agar mereka dapat lebih berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Dengan Kepatuhan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit Umum Daerah H. Damanhuri Barabai Syafa Nurmaulida Putri; Erwin Ernadi; Norsita Agustina
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i3.615

Abstract

Pendahuluan: Perawat berisiko tinggi terhadap paparan berbagai macam penyakit yang berasal dari darah maupun cairan tubuh yang terinfeksi dapat menimbulkan infeksi seperti tertusuk jarum, Heipatitis B, Heipatitis C dan HIV. Seicara global leibih dari 35 juta peitugas keiseihatan meinghadapi risiko luka akibat teirkeina beinda tajam yang teirkontiminasi dan peitugas keiseihatan yang paling tinggi teirpapar peinyakit adalah peirawat. Tujuan: Peineilitian ini beirtujuan untuk meingideintifikasi peingeitahuan dan sikap peirawat deingan keipatuhan dalam peinggunaan alat peilindung diri (APD) di Rumah Sakit Umum Daeirah H. Damanhuri Barabai. Metode: Meitodei Peineilitian ini meinggunakan meitodei kuantitatif yang beirsifat obseirvasional deingan peindeikatan cross seictional. Sampeil dalam peineilitian ini seibanyak 77 reispondein. Teiknik sampling yang digunakan dalam peineilitian ini adalah deingan meinggunakan meitodei Purposivei Clusteir random sampling. Hasil: Hasil peineilitian meinunjukkan tidak ada hubungan peingeitahuan deingan keipatuhan peinggunaan alat peilindung diri pada peirawat deingan nilai (p-valuei = 1,000). Tidak ada hubungan sikap deingan keipatuhan peinggunaan alat peilindung diri pada peirawat deingan nilai (p-valuei = 1,000). Simpulan: Agar leibih meiningkatkan peingawasan teirhadap peinggunaan APD, meimbeirikan peilatihan khusus dalam meiningkatkan keipatuhan peinggunaan APD, seirta meinyeisuaikan dan meileingkapi APD yang harus digunakan.
Hubungan Pengetahuan, Personal Hygiene dan Ketersediaan Air Bersih dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Tahun 2024 Ridha Hayati; Muhammad Rifki Alfiannoor; Mahmudah Mahmudah; Erwin Ernadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 6 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i6.805

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan, yang dimana penyakit diare di desa pasar jati berjumlah 43 kasus diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian diare, pengetahuan, personal hygiene dan ketersediaan air bersih serta menganalisis hubungan antara variabel tersebut. Metode Jenis penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh balita yang ada di Desa Pasar Jati yang berumur 1-5 tahun berjumlah sebanyak 256 balita.sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 72 responden. Instrument penelitian menggunakan wawancara dan dilakukan door to door menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil: Hasil univariat sebagian besar balita tidak terkena diare (65,3%), sebagian besar ibu balita mempunyai pengetahuan kurang (52,8%), sebagian besar personal hygiene baik (52,8%), sebagian besar air bersih tidak memenuhi syarat (63,9%). Hasil analisis diperoleh ada hubungan pengetahuan ibu (p-value =0,000) dan personal hygiene (p-value =0,000) dengan kejadian diare pada balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar 2024. tidak ada hubungan ketersediaan air bersih (p-value =0,193) dengan kejadian diare pada balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar tahun 2024. Kesimpulan: Saran bagi masyarakat lebih aktif terhadap berbagai penyuluhan dan bagi pemerintah desa agar bisa mengadakan penyuluhan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DAN PENGGUNAAN AIR SUNGAI DENGAN KELUHAN KESEHATAN KULIT PADA MASYARAKAT Yeni Riza; Fahrurazi Fahrurazi; Erwin Ernadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.401 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i1.131

Abstract

Hasil pemantauan kualitas air sungai oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin tahun 2013, 2014, dan 2015 diperoleh hasil bahwa Sungai Martapura dan Sungai Barito termasuk dalam status cemar berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kesehatan dan penggunaan air sungai dengan keluhan kesehatan kulit pada masyarakat sekitar sungai Pangambangan Banjarmasin. Target penelitian ini diharapkan dapat dilakukan pengabdian kepada masyarakat di sekitar sungai pengambangan Banjarmasin agar masyarakat dapat lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakannya terhadap hidup sehat dan mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas terdekat. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan tidak memberikan peluang yang sama dari setiap anggota populasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak menggunakan pelayanan kesehatan yaitu 79 responden (85,87%), sebagian besar masyarakat tidak mengalami keluhan kesehatan kulit yaitu sebesar 89 responden (96,7%). Dalam penggunaan air sungai diperoleh hasil bahwa lebih banyak responden dalam kategori menggunakan air sungai yaitu 76 responden (82,61%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemanfaatan layanan kesehatan dengan keluhan kesehatan kulit (p-value = 0,000) dan tidak ada hubungan antara penggunaan air sungai dengan keluhan kesehatan kulit p-value = 0,130)Kata Kunci : Pemanfaatan, Pelayanan Kesehatan, Sungai 
Implementasi (Input, Proses dan Output) JKN-KIS pada Pelayanan Kesehatan di Faskes Tik.1 Puskesmas Alalak Tengah Yeni Riza; Mahmudah Mahmudah; Erwin Ernadi; Bahrul Ilmi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.343 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i3.1145

Abstract

Angka cakupan kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk menjadi salah satu yang masih belum optimal di Indonesia. Berdasarkan laporan bulan September 2019 Puskesmas Alalak Tengah merupakan Puskesmas yang memiliki cakupan JKN-KIS terendah yaitu 10.209 peserta, jika dibandingkan dengan Puskesmas yang ada di wilayah Banjarmasin utara lainnya. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui implementasi JKN-KIS pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Alalak Tengah Tahun 2019. Metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 6 orang. Instrumen yang digunakan berupa panduan wawancara dan observasi dengan fokus penelitian meliputi input, proses, dan output. Hasil penelitian pada aspek input diperoleh informasi bahwa pengetahuan petugas memiliki pengatahuan tentang program, tidak ada dana khusus untuk kegiatan sosialisasi JKN KIS, kunjungan dari BPJS dilakukan rutin perbulan, fasilitas kesehatan untuk peserta JKN KIS sesuai dengan jenis penyakit yang bisa dilayani ditingkat FKTP, ketersediaan obat sebagai material dalam pelayanan peserta JKN terkendali karna merupakan dropping dari APBD. Pada aspek Proses, strategi yang dilakukan dalam meningkatkan implementasi peserta JKN KIS mengikuti sistem akreditasi Puskesmas, koordinasi petugas dalam hal menjalan program sudah cukup lihai ungkap infoman kunci. Aspek berikutnya yaitu Output, dimana implementasi kepesertaan JKN KIS untuk di wilayah kerja Puskesmas Alalak Tengah sudah lebih dari diatas 80% kepesertaannya, namun masih rendah jika dibanding dengan Puskesmas lain yang ada di wilayah Banjarmasin Utara,  kendala yang ditemukan adalah adanya sebagian masyarakat mendaftar diluar wilayah kerjanya.