Articles
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA
Tio Yolanda;
Syarifuddin Dahlan;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.324 KB)
The aim of this study was to know whether self adjustment of students can be increased by using group counseling with sociosdrama techniques.The method used in this research was quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric T- test.The subjects of this study were 30 students, who had low self adjustment in school. The results in research showed that self adjustment of students increased significantly after being given group counseling sociodramas techniques. It was shown from the pretest and posstest results which obtained t output= 15,87 and t table 0,5=2,042. Because t output ≤ t table, then Ho was ignored and Ha was accepted.It meant that there was significant increases betweenself adjustment of students before and after being given grouf counseling of sociodramas techniques. The conclusion was that self adjustment of students could be increased by using group counseling techniques sociosdrama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyesuaian diri siswa dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji t.Sampel penelitian ini tiga puluh orang siswa kelas VII E.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penyesuaian diri siswa mengalami peningkatansignifikan setelah pemberianbimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleht hitung = 15,87 dan t tabel = 2,042. Karena t hitung ≥ t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penyesuaian diri siswa sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok teknik sosiodrama.Kesimpulan, penyesuaian diri siswa dapatditingkatkan melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Kata kunci: bimbingan dan konseling, penyesuaian diri, sosiodrama.
PENINGKATAN DISIPLIN SISWA MENGGUNAKAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIOR SISWA SMP KELAS VIII
F. Ivana Yudiastri;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.216 KB)
The purpose of this study was to increase the students discipline at school by using group counseling service. This research was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest design. The research subjects were 10 students who have an undiscipline behavior. The data were collected by using observation method. The result of data analysis by using the Wilcoxon test, the results of pretest and posttest, the students is an discipline in schools showed that t count = -2,831 t table = 1,645, it means that Ha was acceptable and there improvement of students discipline after being participated in group counseling using behavior approach. It means that the students discipline at school can be improved using group counseling services with behavior approach.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan disiplin siswa di sekolah dengan cara menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki perilaku tidak disiplin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posstest kedisiplinan siswa di sekolah menunjukkan bahwa t hitung = -2,831 t tabel = 1,645, maka Ha diterima artinya terjadi peningkatan perilaku disiplin setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior. Artinya disiplin siswa di sekolah dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, disiplin
PENGGUNAAN TEKHNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWA KELAS VII
Turina Turina;
Giyono Giyono;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.035 KB)
The aim of this study was to know whether assertive training tehcnique could increase the students confidence in grade VII SMP N 29 Bandar Lampung. This study of was a quasi eksperimental research, with kind of one group pretest-posttest design. It was stastiscally analyzed by using non-parametric Wilcoxon test. The subjects of this study were 7 students from class VII who had low confidence. The researcher collected the data by using confidence questionnare. The results in research showed that the assertive training technique could increase the confidence of students, it was proved by the result of data analysis of pretest and posttest obtained that z table 0,05= 2 and z output= -2,371. Because z output ? z table, then Ha was received, it meant that there were significant increase between the confidence before and after assertive training technique.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah assertive training dapat meningkatkan rasa percaya diri pada siswa kelas VII SMP N 29 Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan jenis desain one group pretest-posttest. Penelitian ini dianalisis dengan statistik non-parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian ini tujuh orang siswa kelas VII yang memiliki rasa percaya diri rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket rasa percaya diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekhnik assertive training dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, terbukti dari hasil analisis data pretest dan posttest diperoleh Z hitung = -2,371 dan Z table 0,05 = 2. Karena Z hitung ? Z tabel,maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan rasa percaya diri yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan assertive training.Kata kunci : tekhnik assertive training, percaya diri, bimbingan dan konseling.
UPAYA PENINGKATAN SELF-DISCLOSURE DENGAN MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA
Nita Purnama Sari;
Giyono Giyono;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.668 KB)
The purpose of this research was to know the improvement of self-disclosure by using group guidance for students. The method used in this research was quasi experiment with one group pretest-posttest design. Subjects in this research were six students, who had low self-disclosure. Data collection techniques use self-disclosure scale. The analysis showed that z output z table (0,031 0), then Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there are the improvement of self-disclosure by using group guidance for students, it is showed from the result of data analysis by using sign test. The conclusion of this research is self-disclosure could be improved by using group guidance for students. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan self-disclosure dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini sebanyak enam siswa yang memiliki self-disclosure rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala self-discclosure. Hasil analisis menunjukkan bahwa z hitung z tabel (0,031 0) maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat peningkatan self-disclosure dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan menggunakan sign test. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah self-disclosure dapat ditingkatkan dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa. Kata kunci : bimbingan kelompok, quasi experiment, self-disclosure.
PENINGKATAN KEDISIPLINAN DI SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Tamara Boy;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.717 KB)
The purpose of this research was to know the increase of students discipline using group counseling services. The research problem was the low level of students discipline at school. The research method was quasi experiment with one group pretest post test design. The research subjects were 10 students who have low level of students discipline. The data analysis used wilcoxon test which showed that the students discipline have significant increasing after using group counseling services and zoutput z table (-2,869 1,645), so ha was received, it means that there were significant increasing of students discipline before and after given treatment by using group counseling services to the research subject. The average increase of all subjects was 34,57%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kedisiplinan siswa dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini rendahnya tingkat kedisiplinan siswa di sekolah. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimental dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki disiplin di sekolah yang rendah. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dari kedisiplinan siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok dan nilai Z output Z tabel (-2,8691,645), jadi Ha diterima, ini berarti adanya peningkatan yang signifikan dari kedisiplinan siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada subjek penelitian, Rata rata peningkatan dari seluruh subjek adalah 34,57.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kedisiplinan di sekolah, layanan konseling kelompok.
PENGGUNAAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI KECEMASAN CALON MAHASISWA DALAM MENGHADAPI SBMPTN
Desfi Dian Mustika;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.223 KB)
The purpose of this research is to reduce anxiety of the prospective students in facing the audition with college admission through counseling by using systematic desensitization techniques. The problem of the research was caused by anxiety in facing of SBMPTN. The reseacrch is a quasi experimental design with the type of pretest postest design. The subjects of the research were 8 prospective students who have high anxiety. The technique in collecting the data of the research was using quisioner. The result showed the anxiety prospective students that can be reuse systematic desensitization techniques, as evidenced from analysis of the data by using t-test. The pretest and posttest results obtained tcountttable (7,1362,365). Then Ha is accepted, it means that desensitization techniques can be decreased anxiety prospective students in facing the audition with college admission year 2014/2015.Tujuan penelitian ini untuk mengurangi kecemesan calon mahasiswa dalam menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri melalui konseling dengan teknik desensitisasi sistematis. Masalah dalam penelitian ini terjadi kecemasan dalam menghadapi SBMPTN. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis pretest postest design. Subjek penelitian sebanyak 8 calon mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan calon mahasiswa dapat dikurangi menggunakan teknik desensitisasi sistematis, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji-t. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa thitung ttabel (7,136 2,365). Dengan demikian Ha diterima, artinya teknik desensitisasi sistematis dapat mengurangi kecemasan calon mahasiswa dalam menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun pelajaran 2014/2015.Kata kunci: bimbingan dan konseling, desensitisasi sistematis, kecemasan
MENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR POSITIF MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XII
Veni Purnamasari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi Z
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.509 KB)
The research objective was to determine the increase in positive thinking skills in students by using group counseling services. The method used was pre-experimental with one group pretest-posttest, and then analyzed statistically using the non-parametric Wilcoxon test. The subject of the study were 15 students who had low positive thinking ability. Statistical analysis showed z count = -5.969 z table = 2,132, then Ho is rejected and Ha is accepted. It means that there are significant differences between positive thinking ability of students before and after a given group counseling services. The conclusion of this research was positive thinking ability of students can be enhanced by using group counseling services in class XII student SMAN 2 Pringsewu academic year 2015/2016.Tujuan penelitian adalah mengetahui peningkatan kemampuan berfikir positif pada siswa dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan bentuk one group pretest-posttest, kemudian dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian sebanyak 15 siswa yang memiliki kemampuan berfikir positif rendah. Hasil analisis statistik menunjukkan z hitung= -5,969 z tabel= 2,132, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berfikir positif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan berfikir positif siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Pringsewu Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata kunci: bimbingan kelompok, kemampuan berfikir positif, siswa.
PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KEPATUHAN TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH
Agus Purwanto;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.483 KB)
The research problem is the lack of students’ pursuance to their school’s rules. Therefore, the research question is “Does group guidance improve the students’ pursuance to their school’s rule?”.This research is aimed to know the result of using group guidance service in improving the students’ pursuance to their school’s rules. To accomplish that aim, the researcher uses quasi experiment method with One-Group Pretest-Posttest design. The research’s subject consist of 10 students. The data collection process uses pursuance behavior scale to school’s rule. The result shows that the group guidance service can improve the students’ pursuance to their school’s rules. It can be proven by using the result of data analysis in pretest and posttest thitung= 14,92ttabel 0,05= 1,833. Hence, Ha is accepted and Ho is rejected. To sum up, the usage of group guidance service improves the students’ pursuance to their school’s rules Masalah penelitian adalah rendahnya sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Permasalahannya adalah “apakah penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah”. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil penggunaan layanan bimbingan kelompok terhadap sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Metode penelitian adalah metode kuasi eksperimen desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Hal ini terbukti dari hasil analisis data pretest dan posttest thitung = 14,92 ttabel 0,05 = 1,833. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Kata kunci: bimbingan dan konseling, layanan bimbingan kelompok, sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Yuyun Lestari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi Z
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.287 KB)
The problem of this research was students independent learning. The purpose of this research was to know the increase in independent learning by guidance group service. This research was quasi experiment research with pretest - posttest control group design. It was analyzed by using uncorrelated test data. The subjects of this research were 24 student of class VIII which consisted of experiment group and control group. Data collection technique used independent learning scale. The result of the research showed that there was an increase on the students independent learning, based on the result of the data analysis, the gain score of 2 research groups were t-value = 11,95 and t table= 0.05 with df 22= 2,074. Because t value t table , then Ho was rejected and Ha was accepted, it means that there are significant increase in independent learning after being given the guidance group service.Masalah dalam penelitian ini adalah kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar dengan teknik bimbingan kelompok. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis desain pretest-posttest control group design. Dianalisis dengan menggunakan uji uncorrelated data. Subyek penelitian ini 24 siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelompok penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemandirian belajar siswa, terbukti dari hasil analisis data gain score kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh t hitung = 11,95 dan t tabel 0,05 dengan df 22= 2,074. Karena t hitung t tabel,maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat peningkatan signifikan kemandirian belajar setelah pemberian bimbingan kelompok.Kata kunci : bimbingan kelompok, bimbingan konseling, kemandirian belajar.
MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DENGAN KONSELING KELOMPOK
Putri Noviani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.007 KB)
The purpose of this study was to determine the increased in student discipline by used group counseling services. The method used in this study was a quasi-experimental one group pretest-posttest design. Subjects of this study were six students who had low learning discipline. Data collection techniques in this study were using observation and interviews. These results indicated an increased in student discipline by using group counseling services, it is proofed from the results of the pretest and posttest were obtained and analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of 0.5, the results obtained Zoutput = -2.207 and Ztabel = 0, Zoutput ≤ Ztabel, then Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this study is that an increasing in learning discipline after attending group counseling services in class X SMA Negeri 1 Kalirejo the Academic Year 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan belajar siswa dengan menggunakan layanan konseling kelompok.Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini sebanyak enam orang siswa yang memiliki kedisiplinan belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi peningkatan kedisiplinan belajar siswa dengan menggunakan layanan konseling kelompok, hal ini terbukti dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,5, diperoleh hasil Zhitung = -2,207 dan Ztabel = 0. Karena Zhitung ≤ Ztabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan kedisiplinan belajar setelah mengikuti layanan konseling kelompok pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kalirejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata kunci : bimbingan konseling, kedisiplinan belajar siswa, konseling kelompok.