Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI TK NEGERI PEMBINA SEMARANG Ellya Rakhmawati; Desi Maulia; Tri Suyati; Agus Suharno
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 1 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.714 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.v7i1.1670

Abstract

The implementation of character education for students at school is done through various ways and is adjusted to condition and environment of the school. The researchers want to find out the implementation done by educators or caregivers of school institution sustainably to observe changes on habits and attitudes of the students completely. The implementation of character education of early children at Pembina Public Kindergarten Semarang is done qualitatively by using descriptive method. The participants are 40 children of B2 and B3 groups, 4 kindergarten teachers, and the principal. The instruments of the research are observation, interview, and documentation. Findings show that character education at the kindergarten can be implemented through habituation in daily life activities. The kindergarten becomes pilot project to promote character education in Semarang city. Varieties of characters to be developed at the kindergarten are taken based on its vision. Character education of Pembina Public Kindergarten Semarang has been lasting for 9 years by bringing positive impacts for the students, school, and parents. 
MAKNA KESEJAHTERAAN PADA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Desi Maulia; Ellya Rakhmawati; Agus Suharno; Suhendri Suhendri
Jurnal Psikologi Integratif Vol 6, No 2 (2018): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.824 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.v6i2.1502

Abstract

Kajian kesejahteraan pada guru anak usia dini belum banyak dikaji. Pemaknaan mengenai kesejahteraan psikologis pada guru akan memberikan gambaran mengenai bagaimana guru memaknai kesejahteraan terhadap profesinya. Penelitian menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk memahami bagaimana guru memaknai kesejahteraan. Partisipan melibatkan 5 narasumber guru Taman Kanak – Kanak di Kota Semarang yang sekolahnya memperoleh akreditasi A dan telah bekerja minimal 5 tahun. Instrumen penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur.Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesejahteraan bagi guru pendidikan usia dini mengacu pada perasaan bahagia dan tercukupi dalam menjalankan perannya sehingga mampu mengarahkannya pada pencapaian yang lebih baik. Kesejahteraan ini muncul dari rasa dicintai oleh siswa, teman guru dan orang tua; rasa dihargai; dan adanya rasa didukung. Perasaan sejahtera hadir semakin kuat apabila disertai rasa syukur dan adanya tujuan yang akan dicapai dan memberikan dampak positif bagi sekitar. Pemahaman ini akan membantu dalam proses diskusi mengenai pemetaan kebutuhan guru dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis.
STUDI DESKRIPSI PEMAHAMAN SISWA TK-A TERHADAP MATERI EDUKASI SEKSUALITAS “AKU DAN KAMU”. Ellya Rakhmawati; Nanik Palupi Ariyanti; Tri Suyati
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i2.6639

Abstract

Abstrak. Anak usia dini sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual. Oleh karena itu anak perlu memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melindungi diri dari ancaman kekerasan seksual. Edukasi seksualitas pada anak usia dini melalui program Aku dan Kamu merupakan salah satu prevensi kekerasan seksual yang diterapkan di PAUD – TK Taman Belia Candi semenjak 2016 yang dileburkan kedalam kurikulum dan pembiasaan sehari - hari. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan memberikan gambaran mengenai pemahaman siswa terhadap materi “Aku dan Kamu”. Partisipan melibatkan 5 siswa TK-A dengan criteria tingkat kehadiran dan kemampuan mengungkapkan gagasan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memahami materi tentang tata cara ganti baju dan tempat berganti baju, serta paham mengenai cara menjaga tubuh. Kata kunci:    edukasi seksualitas, anak usia dini
Analisis kebutuhan modul matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP kelas VII Annisa Sulistyaningsih; Suparman Suparman; Ellya Rakhmawati; Surasmanto Surasmanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v10i2.4252

Abstract

The 21st century learning process requires effective and innovative teaching materials. One teaching material that can help smooth the teaching and learning process in schools is a module. This study has two objectives. The first objective is to analyze the needs of mathematics textbooks that can improve students' problem solving abilities in accordance with the Problem Based Learning (PBL) model. The second objective is to identify learning problems faced by students and analyze the suitability of textbooks with SILABUS. This study uses descriptive qualitative. The research subjects were mathematics lesson teachers and seventh-grade students of SMP Negeri 09 Yogyakarta. Data on learning resources are collected by interviewing mathematics teachers. Data on students' problem solving abilities were collected by observation on class VII students. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusion. This study has two results. The first result is the textbook used is not in accordance with core competencies, not in accordance with basic competencies, not in accordance with indicators of achievement of competence, and the existing questions are considered difficult by students. The second result is the absence of learning models applied in textbooks. So that a textbook is needed in the form of modules that can improve problem solving skills in students with PBL models; Teachers and students state that needing textbooks in the form of mathematical modules that can be understood, motivated in learning, there are many models of questions that are real so students agree and support the creation and development of mathematical modules to improve problem solving skills.Keywords: needs analysis; mathematics module; problem solving ability; problem based learning.
PENGARUH METODE BERMAIN KREATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK SEKOLAH DASAR Ellya Rakhmawati
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 2 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v2i2.502

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam kehidupan dan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia yang potensial melalui kegiatan belajar. Salah satu wadah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan yang dikelola dengan baik. Meneruskan pengunduran diri bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di semua tingkat pendidikan sembilan tahun pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Banyak siswa yang menganggap bahwa pelajaran dalam bentuk angka atau angka yang sangat sulit untuk belajar, terutama dalam matematika. Matematika adalah sarana berpikir ilmiah yang diperlukan untuk menambah kemampuan berpikir logis, sistematis dan dalam diri-kritis peserta didik. Matematika juga merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan bagi siswa.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui "Apakah ada metode untuk memainkan pengaruh kreatif untuk prestasi matematika meningkatnya anak-anak belajar?". Manfaat dari penelitian ini adalah: (1). Dalam Teoritis (dapat diterapkan di bidang pendidikan adalah untuk menambahkan metode referensi pembelajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran matematika prestasi yang telah dianggap sulit, yaitu metode bermain kreatif, dan (2). Dalam Praktis (Untuk meningkatkan motivasi anak-anak untuk belajar matematika sehingga matematika tidak dianggap membosankan dan sulit dan membuktikan bahwa matematika dapat dipelajari dalam) menyenangkan dan mudah. Kriteria pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: (a). Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan 100-110 berdasarkan CFIT, dan (b). Murid kelas 3 terdiri dari pria dan wanita. Mencatat hasil dalam penelitian ini adalah "Ada pengaruh metode bermain kreatif untuk anak-anak untuk belajar matematika prestasi kelas III A SD Isriati Semarang?óÔé¼?Ø. Hasil menunjukkan korelasi yang sangat signifikan (= 2,819), yang berarti bahwa metode matematika bermain telah meningkatkan hubungan dengan prestasi belajar matematika anak-anak. Anak-anak belajar matematika prestasi dapat ditingkatkan tidak hanya dengan belajar di dalam kelas dengan guru, tetapi juga bisa dilakukan dengan bermain matematika. Metode dimaksudkan bermain dapat bervariasi. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya dari bermain, tetapi dapat membantu meningkatkan memori mereka dari proses berpikir.Kata Kunci : pendidikan, bermain dengan gerakan kreatif, prestasi belajar matematika.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS VIII SMP H ISRIATI SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v2i1 mei.366

Abstract

Program anti-bullying yang diterapkan di sekolah ini menjadi bagian dari program student support service. Langkah yang harus ditempuh siswa jika mengalami bullying sudah ditulis dalam buku diary siswa. Inti dari program ini ialah menyiapkan siswa agar bisa menangani sendiri bila sampai terjadi bullying pada dirinya. Beragam upaya dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku bullying, diantaranya dengan mengoptimalkan layanan bimbingan konseling, khususnya layanan bimbingan kelompok. Hal ini dimaksudkan melalui bimbingan kelompok maka siswa akan merasakan dirinya menjadi bagian dalam kelompok sehingga diperlukan kerjasama dalam menyelesaikan sesuatu.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas VIII SMP SMP H Isriati Semarang tahun pelajaran 2009/2010 berjumlah 117 siswa sdan sampel penelitian sejumlah 52 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel purposive. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan desain one group pre test dan post test. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis. Hasil dari skala psikologis telah di uji validitas dengan menggunakan rumus Product Moment dan menguji reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test.Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying siswa kelas VIII SMP SMP H Isriati Semarang tahun pelajaran 2009/2010. Hal tersebut dapat diketahui dari perolehan thitung > ttabel (6,194 > 2,021) dan menurunya rata-rata perilaku bullying, sebelum treatment 97,81 menjadi 79,29 sesudah treatment. Hal tersebut berarti semakin guru mampu melaksanakanJurnal Penelitian PAUDIA, Volume 2 No. 1 Mei 2013143kegiatan layanan bimbingan secara kelompok dengan baik maka perilaku bullying siswa akan semakin menurun.Kata Kunci: Bullying, Layanan Bimbingan Kelompok, Sekolah Dan Keluarga
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI METODE PROYEK PADA KELOMPOK A RA AL IKHLAS KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG TAHUN 2013/2014 Ulfatul Mujahidah; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v3i1.1690

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya siswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran bermakna untuk mengajak anak bermain, dan mengembangkan kemampuan dalam bersosialisasi, dan berempati, serta pengetahuannya dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal anak. Kurangnya pengalaman secara langsung bagi anak dalam pembelajaran, maka akan menghambat perkembangan anak dalam mempelajari ilmu.Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan dalam kecerdasan interpersonal anak supaya lebih ditingkatkan pada kelompok A RA Al Ikhlas Subah Batang yang berjumlah 20 siswa.Data dalam penelitian ini adalah data tentang peningkatan kecerdasan interpersonal anak melalui metode proyek pada kelompok A RA Al Ikhlas Subah Batang.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi.Data yang diperoleh dipengamatan dianalisis secara deskripsi kualitatif dengan mengolah data dari hasil pengamatan dalam kegiatan dan evaluasi kecerdasan interpersonal anak melalui metode proyek dalam bentuk prosentase.Hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil belajar kelompok A pada awalnya 35% disebabkan karena metode yang digunakan kurang tepat. Setelah diadakan perbaikan tindakan dengan mengguanakan kegiatan menghias keranjang sampah dengan hasil pada siklus I diperoleh sebesar 75% sedangkan pada siklus II kegiatan menghias tempat pensil deperoleh sekitar 85%.Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kecerdasan interpersonal pada kelompok A RA AL Ikhlas Subah Batang.Dalam penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode proyek dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak kelompok A RA Al Ikhlas Subah Batang Tahun Ajaran 2013/2014.  Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal dan Metode Proyek
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA STIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Ismatul Khasanah; Agung Prasetyo; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v1i1.261

Abstract

Kegiatan fisik yang sering dilakukan oleh anak prasekolah seperti: berguling, melompar, meluncur, berputar, berjalan dan berlari dipercaya dapat menjadi sarana dalam merangsang sistem kepekaan dan sensori bagi anak usia dini. Kegiatan tersebut melibatkan emosi dan fisik setiap individu. Setiap kegiatan yang dilakukan mengandung nilai yang penting bagi aspek perkembangan dasar?é?á anak. Nilai-nilaiyang terkandung dalam setiap permainan dapat menjadi sarana dalam pemecahan masalah yg dihadapi. Penelitian tentang ?óÔé¼?ôPermainan tradisional sebagai media stimulasi aspek perkembangan?é?á anak usia dini?óÔé¼?Ø ini bertujuan untuk : (1) Mencari, merekonstruksi, dan mengklasifikasi permainan tradisional yang ada di Jawa Tengah sesuai dengan nilai budaya masyarakat. (2) Menganalisis permainan tradisional sebagai sarana stimulan empat aspek perkembangan anak usia dini yaitu aspek fisik motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu : Tahap I : Tahap pendahuluan/ awal dilakukan dengan observasi lapangan; Tahap II : Pengembangan awal, rancangan untuk mengidentifikasi permainan tradisional yang dilakukan di TK Tunas Rimba I Semarang;?é?á Tahap III : Melakukan wawancara, pengisian kuisioner / angket tentang permainan tradisional; dan Tahap IV?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á : menganalisis manfaat permainan tradisional sebagai stimulan aspek perkembangan anak. Kesimpulan yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat lima jenis permainan tradisional yang dilaksanakan di TK Tunas Rimba I Semarang. Jenis permainan tradisional tersebut merupakan sarana dalam mengembangkan aspek perkembangan dasar anak, seperti: pisik-mitorik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa. Terlebih lagi, anak usia dini dapat mengenal nilai-nilai budaya lokal yang terdapat dalam setiap jenis permainan. Hal ini sesuai dengan semboyan pembelajaran pada anak usia dini ?óÔé¼?ôBelajar seraya Bermain?óÔé¼?Ø stimulasi aspek perkembangan anak berasal dari permainan khususnya permainan tradisional budaya leluhur. ?é?á Kata kunci: permainan tradisional, media stimulasi, aspek perkembangan
PENERAPAN PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI PREVENSI KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Ellya Rakhmawati; Tri Suyati; Ismatul Khasanah; Nila Kusumaningtyas
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v7i1.2474

Abstract

ABSTRAKPendidikan keluarga merupakan jenis pendidikan informal sehingga anak akan mendapat pengalaman yang sangat berguna setelah anak memasuki usia dewasa. Pendidikan anak yang didapatkan dari keluarga memiliki beberapa fungsi. Selain diperoleh pengalaman, pendidikan sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional dan jaminan rasa kasih sayang kepada anak. Jalinan kasih sayang yang akan membentuk kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui pola pendidikan keluarga yang sudah diterapkan di keluarga, (2). Mengetahui profil pemahaman orangtua mengenai kekerasan seksual pada anak dan pencegahannya, (3). Mengetahui keefektifan program pendidikan keluarga sebagai upaya prevensi kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Populasi penelitian melibatkan 30 orangtua siswa PAUD dan guru PAUD di Kecamatan Semarang Utara. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan hasil observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengenalan atau sosialisasi program Pendidikan Keluarga yang telah dicanangkan pemerintah kepada pemerintah dapat membantu dalam upaya prevensi kekerasan seksual pada anak.Kata Kunci: Pendidikan Keluarga, Prevensi Kekerasan Seksual, Anak ABSTRACTEducation of the family is a type of informal education so that the child will get a very useful experience after children enter adulthood. Education of children who come from families has several functions. In addition to acquired experience, education affects the emotional state and the guarantee of affection to the child. Warm attachment with child will shape the child's personality. This study aims to (1). Knowing the pattern of family education has been applied in the family, (2). Knowing the profile of understanding by parents about child sexual abuse and its prevention, (3). Knowing the effectiveness of family education program as an effort prevention of sexual abuse in children. This research is the Research and Development (R & D). The study population included 30 parents of early childhood education and early childhood teachers in the District of North Semarang. The sampling technique used in this study is a random sampling. Data collection techniques used in this study using observation, interviews and questionnaires. The results of this study can contribute to the introduction or dissemination Family Education program that has been launched by the government to the government to help in the effort prevention of sexual abuse in children.Keywords: Parents education, child prevention, sexual abuse
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI METODE COOPERATIVE PLAY PADA KELOMPOK B DI DAQU SCHOOL INTERNATIONAL PRESCHOOL SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Yessanty Arie Ervani; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 Oktober (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v3i2 Oktober.517

Abstract

Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada kelompok B, Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 12 anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdapat empat pertemuan dimana masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan dan refleksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif pada tiap siklus. Pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dan adanya peningkatan kecerdasan interpersonal anak. Kondisi awal kecerdasan interpersonal anak berdasarkan penilaian dengan lembar penilaian diperoleh data hanya 31,7%, kemudian meningkat menjadi 51,67% pada siklus I dan akhirnya meningkat menjadi 81,67% pada siklus II, faktor penyebab terjadinya peningkatan ini adalah kerena kegiatan menggunakan metode cooperative play dapat menarik minat anak karena anak merasa menjadi lebih bersemangat untuk bekerja sama dalam bermain, anak sudah dapat mematuhi aturan permainan dan anak dapat melakukan hubungan sosial dengan baik kepada teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa melalui metode cooperative play dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal pada kelompok B di DaQu School International Preschool Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Cooperative Play, Kecerdasan Interpersonal