Claim Missing Document
Check
Articles

Mapping the Scientific Landscape of Psychological Crisis Affecting Child Sexual Abuse Victims: A Bibliometric Analysis Rakhmawati, Ellya; Firtriana, Siti; Aditya, Dita Permata
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 2 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071542000

Abstract

This study explores the intellectual overview of psychological crisis in child sexual abuse (CSA) victims. Bibliometric analysis was performed to identify three primary terms “psychological crisis”, “child sexual abuse”, and “victims” between 2014 and 2024 which yielded 2,058 documents from WoS and Scopus databases after applying filtration criteria. The results were generated through VOSviewer and Biblioshiny. The study identified CSA as predominated keyword (11%), while psychological crises denoted with terms like trauma, anxiety, depression, and PTSD (1%). The psychological crisis marked as prevalence provides major impacts in recent research, while CSA remains an emerging topic that is evolving into specific areas such as punishment, emotions, victim blaming, and decision-making. The co-citation and authorship identified Finkelhor and Cohen J as fundamental researchers on CSA and child trauma, while Lyon TD as an influential author on CSA. The findings suggest that the research on CSA and its emotional effect on victims offers significant opportunities for further exploration in developing countries, particularly in Southeast Asia, alongside contributions from pioneer countries and established authors. The study concludes the need to advance research across several thematic areas in order to address existing knowledge gaps and advance scientific knowledge.
Pelatihan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan Berbasis Deep Learning dan Self Leadership pada Guru BK Kota Brebes Dian, Primaningrum; Rakhmawati, Ellya; Mugi Handayani, Pipit
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3742

Abstract

In this increasingly complex and dynamic digital age, students are faced with increasingly complex learning methods. In Indonesia, the deep learning method is currently being implemented, emphasizing the ability to think critically, deeply, and prioritizing cognitive processes. By maximizing critical thinking skills, it demonstrates that students can apply self-management skills to cognitive aspects and actions they possess. Self-leadership skills are important to support the success of student learning. However, the implementation of deep learning in schools in Indonesia still faces various challenges, particularly for students and educators. One of the main challenges is the lack of understanding and skills among guidance counselors in the concept of deep learning approaches. In guidance and counseling services related to student characteristics, guidance counselors need to understand the changes in deep learning, recognize the potential and abilities of students, in order to support the development of self-leadership skills in students. The implementation of the community service program was carried out over three weeks, divided into three stages: (1) planning stage, (2) implementation stage, and (3) evaluation stage. The objectives of the community service activity were to enhance understanding of the role of guidance and counseling teachers, as well as to deepen understanding of the concepts of self-leadership and deep learning. The results of this community service activity showed a significant increase, with the post-test scores improving by 2.43 points compared to the pre-test scores. The conclusion drawn is that this community service activity demonstrated the success of the training in providing participants with an understanding of the role of guidance and counseling teachers in applying deep learning methods in guidance and counseling services. The post-test results showed an increase of 2.43 points, indicating that the training in this community service activity had a strong correlation with improving the understanding of the concepts of deep learning and self-leadership among guidance and counseling teachers in Brebes City. Meanwhile, the results of the turnitin test that has been conducted are at the 14% level.
Pendampingan Peran Ayah dalam Pengasuhan dan Pencegahan Kekerasan Maulia, Desi; Rakhmawati, Ellya; Cholifah, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13894

Abstract

Ayah memiliki peran yang tidak hanya sebagai kepala keluarga serta pencari nafkah, namun sebagai pendidik dan pelindung dalam memberikan rasa yang aman bagi anak dan istri. Faktanya, ayah atau ibu terkadang tidak menjalankan perannya secara baik sehingga dapat menimbulkan permasalahan yang dialami oleh anak, salah satunya ialah tindakan kekerasan. Bentuk kekerasan yang dialami anak, berupa psikologis, sosial, emosional dan seksual. Salah satu bentuk kekerasan, yakni kekerasan seksual. Kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku kepada anak dianggap sebagai perilaku dengan sengaja serta perilaku tersebut dapat menimbulkan dampak bagi korban, baik secara fisik dan emosional. Ayah turut memberikan kontribusi penting bagi perkembangan anak, atau pengalaman anak yang dialami bersama dengan ayah akan mempengaruhi seorang anak hingga dewasa nantinya. Oleh sebab itu, Dosen Universitas PGRI Semarang melakukan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mendapingi Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Setelah didampingi oleh Tim Pengabdi UPGRIS, kesadaran ayah untuk terlibat dalam pengasuhan anak.
RETRACTED: Advanced strategies for cognitive and emotional coping among high school students Sitinjak, Charli; Rakhmawati, Ellya; Almasitoh, Ummu Hany; Setianingtyas, Anna Febrianty
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 5 No 1 (2024): Vol. 5 No. 1 June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v5i1.8030

Abstract

This article has been retracted: please see INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Retraction, Withdrawal, & Correction (R-W-C) Policy (https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/inspira/rwc-policy). This article has been retracted at the request of the corresponding author. The corresponding author claimed the article had been submitted to another journal.
Persepsi guru muslim dan materi pendidikan seksual di Raudhatul Athfal Fitriana, Siti; Rakhmawati, Ellya; Kusdaryani, Wiwik
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/199400

Abstract

Orang tua khawatir akibat meningkatnya kekerasan seksual pada anak usia dini. Pendidikan seksual hadir sebagai sarana untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru muslim dan materi pendidikan seksual yang diterapkan di RA Kota Semarang. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Subyek penelitian yaitu empat guru dari tiga TK Islam di Kota Semarang dengan menerapkan teknik purposive sampling. Penelitiaan dilakukan selama satu bulan pada bulan Agustus 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap subyek penelitian dan dokumentasi penelitian. Peneliti menggunakan triangulasi data untuk memverifikasi kredibilitas penelitian. Data dianalisis dengan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru muslim terhadap pendidikan seksual adalah mengajarkan batasan antar jenis kelamin, pengetahun dan keterampilan untuk mencegah terjadinya Kekerasan Seksual Anak (KSA), sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan anak usia dini, dan dapat diperoleh melalui media sosial dan orang tua. guru Muslim mengajarkan pendidikan seksual yang disesuaikan dengan hadis, seperti menutup aurat yang diamalkan dengan mengenakan pakaian yang pantas sesuai Al-Quran.
PENDAMPINGAN GURU MENGENAI KURIKULUM ANTI KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI KOTA SEMARANG Rakhmawati, Ellya; Maulia, Desi; Rakhmawati, Dini; Yuliejantiningsih, Yovitha
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3879

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pengetahuan guru di HIMPAUDI terkait prevensi kekerasan seksual anak (KSA) melalui pelatihan, memperoleh dukungan orang tua dalam menerapkan pendidikan seksualitas sebagai prevensi KSA, meningkatkan keterampilan pemanfaatan IPTEKS dalam kurikulum anti kekerasan seksual (KAKS) melalui penerapan Seri Animasi Miko Mila dan Buku Komik Berseri tentang Organ Reproduksi, dan mendampingi guru dalam menyusun kurikulum KAKS. PKM menggunakan pendekatan pembangunan komunitas berfokus pada pengembangan komunitas. PKM melibatkan HIMPAUDI Kota Semarang sebagai subjek dan obyek melibatkan partisipan dalam kegiatan PKM untuk meningkatkan perannya dalam pengembangan kelompok. PKM dilaksanakan 6 bulan. Tim PKM memberikan materi pendidikan seksual berupa pencegahan KSA di sekolah, penanganan KSA di sekolah dan masyarakat, serta pelaporan pengaduan KSA di sekolah dan masyarakat. Hasil PKM diperoleh bahwa terdapat 7-8 partisipan guru memilih netral dan satu partisipan tidak setuju dengan indikator pendampingan KAKS. Keempat indikator tersebut memerlukan perhatian lebih dari tim pendamping KAKS. Misalnya, guru memerlukan peningkatan pengetahuan tentang evaluasi dan cara melakukan evaluasi KAKS. Pada indikator elaborasi materi KAKS, terdapat satu partisipan (TA) yang belum mengetahui dan mampu mempraktikan cara elaborasi materi. Maka, perlu perbaikan dalam pendampingan KAKS terutama evaluasi, elaborasi materi, dan tindak lanjut dari KAKS.
Efektivitas Pelatihan Deep Learning terhadap Peningkatan Pemahaman Guru BK Dalam Layanan Konseling Siswa SMA Rakhmawati, Ellya; Rakhmawati, Dini; Maulia, Desi; Setiawan, Agus
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/nb2j7911

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru bimbingan dan konseling di SMA Kabupaten Banjarnegara mengenai penerapan konsep deep learning untuk memperkuat layanan konseling siswa. Pelatihan dilaksanakan melalui pemaparan teori dasar, praktik analisis pola perilaku siswa, workshop integrasi teknologi dalam asesmen dan pendampingan, serta pengukuran pre-test dan post-test menggunakan instrumen sepuluh butir yang menilai pemahaman konsep, kemampuan teknis, penerapan layanan, dan kesadaran etika pengelolaan data. Sebanyak lima puluh guru dari berbagai sekolah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh aspek dengan rata-rata skor pascates mencapai kategori tinggi. Peningkatan terbesar terdapat pada kemampuan membaca keluaran model dan mendeteksi dini permasalahan siswa. Tingkat perubahan sebesar 58,6% menunjukkan bahwa peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengintegrasikan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif memperluas kompetensi guru dalam memberikan layanan konseling berbasis data yang sistematis.