Claim Missing Document
Check
Articles

Phenomenology Studies: The Practice of Sexual Education Applied by Indonesian Parents Ellya Rakhmawati; Desi Maulia; Kartinah Kartinah; Charli Sitinjak
Journal of Nonformal Education Vol 9, No 2 (2023): August: (Adult Education and Community Empowerment)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v9i2.46630

Abstract

Parents in Indonesia feel taboo in mentioning the name of the genitals and their functions scientifically. It is because parents were not aware in providing sexual education materials to their children. This study explores the practice of sexual education applied by Indonesian parents. The research was carried out in Semarang city's kindergarten to nine parents with early childhood children as subjects. The study used a phenomenological approach and qualitative research methods. Data were collected through in-depth interviews, and provided informed consent signed by the subject's parents to obtain information on how to teach children about gender differences, differences in genitalia and its function, and how to take care body, and so on. Triangulation of data sources was used to test this qualitative method’s credibility. Triangulation of data sources that researchers obtained from parents about knowledge and understanding of sexual education is as an effort to prevent sexual violence. The results showed that the application of sexual education by Indonesian parents was carried out through three contents, namely sexual education materials taught by parents, learning media for early childhood education, and barriers to the application of sexual education. However, this study has limitations because it didn’t involve father as subjects because of the work focus.
LAYANAN INFORMASI: HAMBATAN GURU DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN SEKSUAL ANAK USIA DINI BERBASIS BUDAYA JAWA Ellya Rakhmawati; Siti Fitriana; Suyitno Suyitno
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21465

Abstract

Guru tidak sepenuhnya memahami keterampilan perlindungan diri dasar sebagai salah satu materi pendidikan seksual. Materi pendidikan seksual dalam masyarakat hanya membahas tentang bagian tubuh dan larangan untuk menyebutkan nama asli atau nama ilmiah alat kelamin karena hambatan agama dan budaya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui masalah apa yang dialami oleh guru taman kanak-kanak dalam mengimplementasikan pendidikan seksual berbasis budaya Jawa pada anak usia dini. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek diambil menggunakan sampling purposif dan data dikumpulkan melalui wawancara guru. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi masalah dalam menyampaikan pendidikan seksual pada anak usia dini, seperti kesulitan dalam menyebutkan nama asli alat kelamin, kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua, serta praktik seksual di sekolah yang tidak sesuai dengan praktik seksual di rumah. Ada kebutuhan akan layanan informasi lebih lanjut untuk menerapkan budaya Jawa dalam pendidikan seksual untuk anak usia dini.
Persepsi guru muslim dan materi pendidikan seksual di Raudhatul Athfal Siti Fitriana; Ellya Rakhmawati; Wiwik Kusdaryani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/199400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru muslim dan materi pendidikan seksual yang diterapkan di RA Kota Semarang. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Subyek penelitian yaitu empat guru dari tiga TK Islam di Kota Semarang dengan menerapkan teknik purposive sampling. Penelitiaan dilakukan selama satu bulan pada bulan Agustus 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap subyek penelitian dan dokumentasi penelitian. Peneliti menggunakan triangulasi data untuk memverifikasi kredibilitas penelitian. Data dianalisis dengan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru muslim terhadap pendidikan seksual adalah mengajarkan batasan antar jenis kelamin, pengetahun dan keterampilan untuk mencegah terjadinya Kekerasan Seksual Anak (KSA), sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan anak usia dini, dan dapat diperoleh melalui media sosial dan orang tua. guru Muslim mengajarkan pendidikan seksual yang disesuaikan dengan hadis, seperti menutup aurat yang diamalkan dengan mengenakan pakaian yang pantas sesuai Al-Quran
RETRACTED: Advanced strategies for cognitive and emotional coping among high school students Charli Sitinjak; Ellya Rakhmawati; Ummu Hany Almasitoh; Anna Febrianty Setianingtyas
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 5 No 1 (2024): Vol. 5 No. 1 June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v5i1.8030

Abstract

This article has been retracted: please see INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Retraction, Withdrawal, & Correction (R-W-C) Policy (https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/inspira/rwc-policy). This article has been retracted at the request of the corresponding author. The corresponding author claimed the article had been submitted to another journal.
Pengenalan Pendidikan Seksual Melalui Media Audio-Visual pada Anak Usia 5-6 Tahun Widyastuti, Listya; Khasanah, Ismatul; Rakhmawati, Ellya; Prasetyo, Agung
SAAT INI WEBSITE PAUDIA TELAH BERMIGRASI KE (https://journal2.upgris.ac.id/index.php/paudia) Vol 12, No 2 (2023): Desember 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i2.17568

Abstract

AbstractThe background of the research is that the high rate of sexual violence every year in Indonesia makes the community uneasy about the conditions of child development. This makes researchers interested in researching the prevention of child sexual violence through sexual education using audio-visual learning media. The focus of the research is the introduction of sexual education through audio-visual media for children aged 5-6 years at Kuncup Sari Kindergarten Semarang. The research objective was to provide an understanding of the importance of introducing sexual education to children, and information on the introduction of sexual education to children aged 5-6 years through audio-visual media. Researchers used a descriptive qualitative research approach. The research data consisted of four children consisting of two boys and two girls. Data collection techniques through observation, interviews, documentation and triangulation of sources. The results showed that the introduction of sexual education to children aged 5-6 years at Kuncup Sari Kindergarten Semarang can be given through audio-visual media. The introduction of sexual education that can be given is in the form of gender differences, habituation of toilet training, introducing parts of the body that can and cannot be touched, introducing parts of the body that must be covered with clothes, identifying negative behaviors of others, and how to refuse invitations from strangers.Keywords: Sexual Education, Audio- Visual Media, Children Aged 5-6 Years.AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kekerasan seksual pada anak di Indonesia khususnya di Semarang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual anak melalui pendidikan seksual. pendidikan seksual yang diajarkan pada anak usia 5-6 tahun dapat dilakukan melalui bantuan media pembelajaran, yaitu media auido-visual. permasalsah dalam penelitian ini adalah kasus kekerasan seksual anak semakin meningkat setiap tahunnya, salah satu upaya pencegahan kekerasan seksual melalui pendidikan seksual, pendidikan seksual yang diajarkan pada anak usia 5-6 tahun melalui media pembelajran, yaitu media audio-visual. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptis bersifat kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data berupa teks deskriptif dan tabel, penarikan kesimpulan dan verification. Hasil penelitian menunjukkan pengenalan pendidikan seksual pada anak usia 5-6 tahun di TK Kuncup Sari Semarang dapat diberikan melalui media audio-visual. Materi yang dapat diberikan pada pengenalan pendidikan seksual bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh. bagian tubuh yang harus tertutup pakaian, mengidentifikasikan perilaku negatif orang lain, cara menolak ajakan orang tidak dikenal.Kata kunci: Pendidikan Seksual, Media Audio-Visual, Anak Usia 5-6 Tahun.
English English Ellya Rakhmawati; Wiwik Kusdaryani; Suhendri; Tri Suyati
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v10i3.55842

Abstract

The outbreak of the COVID-19 pandemic has shocked countries around the world and caused a global disruption to learn. As a response to controlling the outbreak, the Indonesian government took decisive action to change the face-to-face teaching and learning process to online learning. This research aims to analyze the teacher's role in exploring the Merdeka curriculum for early childhood education in kindergarten. This type of research is qualitative with a qualitative phenomenological study design. Data collection was carried out from documentation and in-depth interviews with participating teachers. Data collection instrument with a questionnaire. The data analysis technique uses descriptive qualitative analysis. The study results, namely five findings, were found from teacher participants. The teacher allows students to determine the learning theme as the learning material. In addition, teachers will create lesson plans for their daily routines and learning modules. The teacher arranges activities based on learning modules. Teachers' awareness of technology must be increased to support the learning process. In addition, parents must also accompany and look after their children while playing and study.
BUDIDAYA ITIK PEDAGING DI DESA ANGGASWANGI KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Setyaji, Arso; Rakhmawati, Ellya; Wardana, M Yusuf Setia
International Journal of Community Service Learning Vol. 1 No. 3 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.006 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v1i3.12841

Abstract

Desa Anggaswangi merupakan salah satu wilayah Republik Indonesia yang terletak di Desa Godong, Kecamatan Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Ada beberapa warga yang mencoba berbudidaya  itik pedaging tapi gagal. Ada dua vokasi yang disiapkan untuk mengatasi ekonomi di desa Anggaswangi, yaitu: (a). Vokasi berdasarkan budidaya itik pedaging, dan (b). Vokasi berdasarkan industri rumahan, berupa olahan itik pedaging. Fokus program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan anggota keluarga Mitra melalui program unggulan itik pedaging. Pembentukan kelompok dalam program kegiatan ini, meliputi: (1). Produksi dan pengembangan klaster usahatani itik pedaging, dan (2). Hasil klaster pemasaran. Dari 1875 ekor itik pedaging yang dikelola oleh 15 peternak, jumlah keuntungan keseluruhan adalah Rp 17.608.854,00 dengan rata-rata keuntungan 15 mitra sebesar Rp 1.173.923,60. Keuntungan bebek terbesar mitra KKN-PPM di Desa Anggaswangi adalah Bapak Suwarno dengan keuntungan Rp 1.407.875,00. Sedangkan yang paling sedikit keuntungannya adalah Rp 945.241,00 dari mitra KKN PPM Ibu Rustinah.
PENDAMPINGAN GURU MENGENAI KURIKULUM ANTI KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI KOTA SEMARANG Ellya Rakhmawati; Desi Maulia; Dini Rakhmawati; Yovitha Yuliejantiningsih
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3879

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pengetahuan guru di HIMPAUDI terkait prevensi kekerasan seksual anak (KSA) melalui pelatihan, memperoleh dukungan orang tua dalam menerapkan pendidikan seksualitas sebagai prevensi KSA, meningkatkan keterampilan pemanfaatan IPTEKS dalam kurikulum anti kekerasan seksual (KAKS) melalui penerapan Seri Animasi Miko Mila dan Buku Komik Berseri tentang Organ Reproduksi, dan mendampingi guru dalam menyusun kurikulum KAKS. PKM menggunakan pendekatan pembangunan komunitas berfokus pada pengembangan komunitas. PKM melibatkan HIMPAUDI Kota Semarang sebagai subjek dan obyek melibatkan partisipan dalam kegiatan PKM untuk meningkatkan perannya dalam pengembangan kelompok. PKM dilaksanakan 6 bulan. Tim PKM memberikan materi pendidikan seksual berupa pencegahan KSA di sekolah, penanganan KSA di sekolah dan masyarakat, serta pelaporan pengaduan KSA di sekolah dan masyarakat. Hasil PKM diperoleh bahwa terdapat 7-8 partisipan guru memilih netral dan satu partisipan tidak setuju dengan indikator pendampingan KAKS. Keempat indikator tersebut memerlukan perhatian lebih dari tim pendamping KAKS. Misalnya, guru memerlukan peningkatan pengetahuan tentang evaluasi dan cara melakukan evaluasi KAKS. Pada indikator elaborasi materi KAKS, terdapat satu partisipan (TA) yang belum mengetahui dan mampu mempraktikan cara elaborasi materi. Maka, perlu perbaikan dalam pendampingan KAKS terutama evaluasi, elaborasi materi, dan tindak lanjut dari KAKS.
Sexual Psychoeducation of Pre-School Children: Teachers' Strategies and Barriers in Teaching Self-Protection Rakhmawati, Ellya; Yuliejatiningsih, Yovitha; Rakhmawati, Dini
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 6 No. 1 (2024): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202406839000

Abstract

There is an urgency to provide sexual psychoeducation to young children because of the high number of cases of violence against children and women in the city of Semarang. This fact is supported because there are still many teachers who consider sex education to be taboo. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. This research included 15 kindergarten teachers taken from two kindergarten schools in Semarang City. Data collection through observation and in-depth interviews. Document analysis through photos, videos, and audio recordings from teacher participants. This research aims to explore teachers' strategies and barriers in teaching self-protection in sexual psychoeducation programs for pre-school children. This research reveals teachers' strategies in teaching children sexual psychoeducation regarding self-protection, namely, teachers use learning media, create special classes, apply habituation, and create safe and comfortable classes. Barriers for teachers in providing sexual psychoeducation to children are the limited age of children, sexual education being a taboo subject, limited school facilities and the number of teachers, as well as different levels of understanding and characteristics of children.
Pemahaman Islam dan Kristen Menurut Pandangan M. Talbi ‘Iyalullah: Afkar Jadidah Fi ‘Alaqah Al–Muslimin’: As the object of Muslim-Christian dialogue, M. Talbi studied the heritage of the spiritual value of a religion that follows the biblical tradition Rakhmawati, Ellya; Abdullah, M. Amin; Suyati., Tri
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 8 No. 1 (2019): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3300

Abstract

In M. Talbi’s view, we see a more practical dimension than in Arkoun’s view, and so on. M. Talbi describes dialogue as one of the most important parts for humanity to be religious and humane, to be fully committed to the will of God. Christians and Muslims together make peace and justice between two religious communities. As the object of Muslim-Christian dialogue, M. Talbi studied the heritage of the spiritual value of a religion that follows the biblical tradition. M. Talbi also explained that from the Qur’anic perspective, dialogue is a religious issue commanded by Revelation. The entire Revelation as M. Talbi sees in the Qur’anic sentence, commands the people, the Prophet, the Muslims, to engage in dialogue with men in general, and especially with believers from the religion of the book. The essence of religious understanding of dialogue is "reconciliation or the organization of new relationships".