Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Ecobrick Pada Anak Usia 3-4 Tahun Himatul Khoirunnisa; Ismatul Khasanah; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 1 (2021): Juli 2021 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i1.8176

Abstract

AbstractThe background of this study is based on the problem that the environmental care characters aged 3-4 years at Pena Prima Semarang daycare has not yet appeared about management of plastic trash. Research problems 1) the plastic trash found in the school has not been used optimally 2) the environmental care characters for children has not appeared related to waste management 3) planting of environmental care characters through ecobrick, especially for children 3-4 years old. The aim of this study is to explain the utilization of plastic trash at school and planting of environmental care characters for children through ecobrick. This research uses descriptive qualitative which wants to know the data about planting of environmental care characters through ecobrick at Pena Prima Semarang  daycare. The research data from observation to children aged 3-4 years, interviews with teacher at Pena Prima daycare and parents of children, as well as documentaries on children’s activities aged 3-4 years doing plastic trash use through ecobrick. The results of research at Pena Prima Semarang daycare show that the environmental care characters can be grown to children aged 3-4 years through ecobrick. As for the environmental care characters, which taking out the trash in place, separating organic and anorganic wastes, using sufficient water, washing your hands with soap, and washing your hands after playing.Keywords: Environmental Care Characters, Ecobrick, Early ChildhoodAbstrak.Latar belakang penelitian ini berasal dari permasalahan yaitu belum munculnya karakter peduli lingkungan pada anak usia 3-4 tahun di TPA Pena Prima Semarang terkait pengelolaan sampah plastik Permasalahan penelitian 1) Sampah plastik yang ditemukan di lingkungan sekolah belum dimanfaatkan secara optimal 2) Karakter peduli lingkungan pada anak belum muncul terkait dengan pengelolaan sampah 3) Penanaman karakter peduli lingkungan melalui ecobrick, khusunya untuk anak usia 3-4 tahun. Tujuan penelitian ini menjelaskan sejauh mana pemanfaatan sampah plastik di sekolah dan penanaman karakter peduli lingkungan pada anak melalui ecobrick. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif yang ingin mengetahui data mengenai penanaman karakter peduli lingkungan melalui ecobrick di TPA Pena Prima Semarang. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi kepada anak usia 3-4 tahun, wawancara kepada guru TPA Pena Prima Semarang dan orangtua anak, serta dokumentasi kegiatan anak usia 3-4 tahun saat melakukan pemanfaatan sampah plastik melalui ecobrick. Hasil penelitian di TPA Pena Prima Semarang menunjukkan bahwa karakter peduli lingkungan dapat ditumbuhkan kepada anak usia 3-4 tahun melalui ecobrick. Adapun karakter peduli lingkungan, meliputi membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah organik dan anorganik, menggunakan air secukupnya, mencuci tangan menggunakan sabun, dan mencuci tangan setelah bermain.Kata kunci: Karakter Peduli Lingkungan, ecobrick, Anak Usia Dini
UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINANAN JARING LABA-LABA PADA KELOMPOK B TK PAMARDI SIWI BATANG TAHUN AJARAN 2015/2016. Efi Kusyanti; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 Oktober (2015): PAUDIA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v4i2 Oktober.820

Abstract

Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apakah permainan jaring laba-laba dapat meningkatkan motorik kasar anak ? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motorik kasar anak melalui permainan jaring laba-laba di TK Pamardi Siwi Batang. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK Pamardi Siwi Batang usia 5-6 tahun dengan jumlah 20 orang teknik pengumpulan data berupa observasi mengenai motorik kasar anak, dan wawancara terhadap guru kelas anak. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui motorik kasar anak.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dalam keseluruhan pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dapat dibuktikan bahwa permainan jaring laba-laba dapat meningkatkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun TK Pamardi Siwi Batang tahun ajaran 2015/2016. Hal tersebut diperoleh dari peningkatan pada kondisi awal presentase hasil belajar sebesar 45% kemudian pada siklus I presentase hasil belajar sebesar 80% dan siklus II presentasi hasil belajar 85%. Saran yang hendak peneliti sampaikan, sebaiknya pendidikan dapat menggunakan permainan jaring laba-laba untuk meningkatkan motorik kasar anak. Sehingga target pembelajaran tercapai.
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK PADA SISWA KELOMPOK B TK KARTIKA III-41 DEMAK TAHUN AJARAN 2015 / 2016 Uci Kartika Wati; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1176

Abstract

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di TK, dibutuhkan kegiatan motorik halus yang diajarkan kepada anak sejak prasekolah karena sangat penting bagi anak usia dini. Fungsi motorik halus sebenarnya bukan sekedar untuk melatih keterampilan gerak kedua tangan akan tetapi untuk mengembangkan aspek perkembangan anak, terutama mengembangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata dan melatih penguasaan emosi. Kegiatan motorik halus bisa digunakan melalui metode demonstrasi yang dilakukan anak usia dini melalui kegiatan memasak yang dapat melatih motorik halus anak, seperti mengembangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata saat mengupas dan memotong buah dan melatih penguasaan emosi. Masalah penelitian tindakan kelas adalah motorik halus anak pada kelompok B usia 5-6 tahun yang perlu ditingkatkan, kemampuan anak dalam motorik halus belum terbentuk dengan baik, anak masih bermain dengan teman yang menurut mereka nyaman, beberapa anak belum melakukan aturan bermain yang telah disepakati. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil observasi yang dilakukan pada pra siklus diperoleh hasil 20% dimana anak masih kurang dalam melakukan kegiatan motorik halus yang disebabkan karena metode dan pendekatan yang digunakan kurang tepat. Setelah diadakan perbaikan pada siklus I melalui kegiatan memasak diperoleh hasil sebesar 26,67% dengan kegiatan memetik sayur bayam sedangkan pada siklus II dengan tingkat kesulitan dengan membuat sate buah diperoleh sekitar 53,33%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan memasak di siklus I dan II pada anak kelompok B usia 5-6 tahun dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan memasak dapat meningkatkan motorik halus anak.
UPAYA MENINGKATKAN KESEIMBANGAN TUBUH ANAK MELALUI BERMAIN ENGKLEK PUTAR DI TK B BUNGA BANGSA TAHUN AJARAN 2015/2016 Tiara Sari Dewi S.; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2015): volume.4 No. 1 Juli (2015)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v4i1.1665

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang meningkatkan keseimbangan anak melalui bermain engklek putar. Salah satu upaya meningkatkan keseimbangan anak TK B Bunga Bangsa Semarang. Berdasarkan realita di lapangan keseimbangan anak masih terbilamg kurang, dikarenakan metode dan kegiatan yang kurang menarik bagi anak.  Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan bermain engklek putar untuk meningkatkan keseimbangan.Tujuan penelitian ini secara khusus yaitu untuk meningkatkan keseimbangan anak pada TK B  Bunga Bangsa Semarang, sedangkan secara umum yaitu untuk meningkatkan keseimbangan anak melaui bermain engklek putar. Diharapkan  melalui bermain engklek putar keseimbangan anak dapat meningkat.Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas melalui bermain engklek putar, penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian  TK B yang berjumlah 11 anak , dengan 3 laki-laki dan 8 perempuan. Penelitian ini di lakukan dalam 2 siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, diskusi dengan guru serta dokumentasi.Hasil penelitian pada kondisi awal anak yang mempunyai keseimbangan baik mecapai 45,60%  yang mempunyai keseimbangan cukup memperoleh 18,10% dan yang mempunyai keseimbangan kurang yaitu 36,60%. Hasil penelitian pada siklus I yaitu anak yang mempunyai keseimbangan baik mencapai 54,54% yang mempunyai keseimbangan cukup yaitu 27,30% dan yang mempunyai keseimbangan kurang yaitu mencapai 18,16%. Pada hasil penelitian di siklus II mengalami kenaikan yaitu anak yang mempunyai keseimbangan tubuh baik yaitu 81,82% yang mencapai keseimbangan cukup yaitu 18,18% dan yang mempunyai keseimbangan kurang yuaitu 0%. 
PENTINGNYA BINTEK (BIMBINGAN TEKNIS) DALAM PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK TENAGA PENGAJAR DI POS PAUD SEBAGAI PERWUJUDAN MUTU PENDIDIK PROFESIONAL Agung Prasetyo; Ismatul Khasanah; Mila Karmila; Ellya Rakhmawati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i1.251

Abstract

Abstract Technical assistance in developing a cadre post in early childhood Pudak Payung Banyumanik Semarang is an activity undertaken in order to provide insight into the implementation of early childhood in every RW Pos in order to realize the City/County Eligible Children. City/County deserve a child is the implementation of child rights in three areas, namely: profisi (meeting the needs of children of love), protection (children's rights in obtaining protection), and participation (involvement of children's rights in decision making). Third child rights will not be fulfilled properly, without a beginning and involving parents, teachers or early childhood educators. This activity aims to provide assistance for citizens in the realization of decent child starts from the family environment. The solutions offered are: (1) provide training and mentoring for teachers/teacher/early childhood in a cadre post bintek to achieve professionalism in the field of early childhood, (2) provide the skills for early childhood cadre post about active learning and creative developmentally appropriate early childhood, (3) provide training and skills in the construction of educational games based waste/scrap materials as a source of learning for AUD; (4) provide assistance in conducting the evaluation of early childhood education at the post, and (5) monitoring the implementation of sustainable results. Therefore, with this activity, is expected to citizens, parents, and children receive the same rights in accordance with the ideals that the realization of decent kids program. Key Words: Guidance, Lecturer, and Educator Quality ?é?áAbstrak Bimbingan Teknis dalam mengembangkan Kader Pos Paud di Pudak Payung Banyumanik Semarang adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Pos PAUD di setiap RW dalam rangka mewujudkan Kota/ Kabupaten Layak Anak. Kota/Kabupaten layak anak merupakan implementasi hak-hak anak dalam tiga bidang, yakni: profisi (pemenuhan kebutuhan anak yang berupa kasih sayang), proteksi (hak anak dalam mendapatkan perlindungan), dan partisipasi (hak anak dalam keterlibatan pengambilan keputusan). Ketiga hak anak tersebut, tidak akan terpenuhi dengan baik, tanpa dimulai dan melibatkan orang tua, guru ataupun pendidik PAUD. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan bagi warga masyarakat dalam merealisasikan kota layak anak dimulai dari lingkungan keluarga. Solusi yang ditawarkan ini adalah: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga pengajar/guru/kader Pos PAUD dalam bintek untuk mewujudkan profesionalisme di bidang PAUD; (2) memberikan keterampilan bagi kader Pos PAUD tentang pembelajaran aktif dan kreatif yang sesuai dengan tahapan perkembangan AUD; (3) memberikan pelatihan dan keterampilan dalam pembuatan alat permainan edukatif berbasis limbah/bahan bekas sebagai sumber belajar bagi AUD; (4) memberikan pendampingan dalam melakukan evaluasi pendidikan di Pos PAUD; dan (5) monitoring hasil pelaksanaan secara berkelanjutan. Dengan kegiatan ini, diharapkan warga masyarakat, orang tua, dan anak memperoleh hak yang sama sesuai dengan cita-cita agar terealisasinya program kota layak anak. Kata Kunci: Bimbingan, Tenaga Pengajar, dan Mutu Pendidik
PENYULUHAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KELURAHAN KALIPANCUR Tri Suyati; Ellya Rakhmawati; Entika FaniPrastikawati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v5i2.710

Abstract

AbstrakPengenalan organ pribadi atau area sensitif tubuh menjadi hal penting yang sudah semestinya diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini menjadi tugas orangtua untuk mampu memberikan informasi terhadap anak-anak mereka dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh anak. Pengenalan area sensitif kepada anak menjadi semakin penting mengingat maraknya tindak kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini. Pentingnya pengenalan ini juga dirasakan oleh warga di kelurahan kalipancur khususnya para ibu penggerak PKK. Penyuluhan yang terarah merupakan salah satu cara dimana warga khususnya ibu-ibu PKK diberikan pengetahuan dan informasi mengenai kekerasan seksual pada anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme ibu-ibu PKK terhadap jenis penyuluhan ini. Terlebih lagi, peserta tidak malu untuk bertanya bagaimana seharusnya bersikap ketika harus menjelaskan kepada anak tentang kekerasan pada anak dan bagaimana mencegahnya.Kata kunci: kekerasan seksual, area sensitif tubuh, anak-anak
Analisis Perkembangan Kognitif Down Syndrome Melalui Media Puzzle Anak Usia 5-6 Tahun Inayati Inayati; Ismatul Khasanah; Ellya Rakhmawati
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v16i1.12010

Abstract

The background of this study is that children with Down syndrome aged 5-6 years have an obstacle in cognitive development, especially the thought process seen when children use media, namely puzzle media.  The purpose of this study is to explain the extent of cognitive development in children with Down syndrome.  This study uses descriptive qualitative to find out data on cognitive development of children with Down syndrome in TK PGRI 64 Semarang. The data of this study were obtained through observation, interviews. The results of the research at PGRI 64 Kindergarten in Semarang showed that children with Down syndrome had the ability in learning process activities related to cognitive development, namely puzzle media, but it took a long time.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Menganyam Menggunakan Media Loose Part Tatik Khoiriyah; Ratna Wahyu Pusari; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v11i1.11569

Abstract

AbstractThe background that drives this research is less than optimal. the child's fine motor development. This, due to lack of Train a child's fine motor with various media. The problem in this study is how effort improve fine motor skills through weeding activities using Loose part media in children of group B RA Prampelan Sayung Demak. This type of research is class action research and collection. data in the form of planning, implementation, observation and reflection. Subject This study was as many as 22 Group B children in RA Prampelan year Lessons 2021/2022. The study consists of two cycles, each cycle consisting of three meetings. Indicators of success when 75% of children experience learning completion. In cycle I obtained the result of an increase in children's ability 45% then in cycle II the average value of fine motor skills of children reached 76% in the category of Very Good Development (BSB). Based on the results of the study it can be concluded that is the child's fine motor skills can be improved through weeding activities with Loose part media in children group B RA Prampelan Sayung Demak School Year 2021/2022.Keywords: Fine Motor, Weed, Loose PartAbstrakLatar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kurang optimalnya perkembangan motorik halus anak. Hal tersebut, disebabkan kurangnya melatih motorik halus anak dengan berbagai media. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menganyam menggunakan media Loose part  pada anak kelompok B RA Prampelan Prampelan Sayung Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan pengumpulan data berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 22 anak Kelompok B di RA Prampelan tahun pelajaran 2021/2022. Dari hasil akhir Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Indikator keberhasilan apabila 75% anak mengalami ketuntasan belajar. Pada siklus I diperoleh hasil peningkatan kemampuan anak 45% kemudian pada siklus II nilai rata-rata kemampuan motorik halus anak mencapai 76% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adalah keterampilan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan menganyam dengan media Loose part pada anak kelompok B RA Prampelan Sayung Demak Tahun Ajaran 2021/2022.Kata kunci: Motorik Halus, Menganyam, Loose Part 
Exploratory study: the impact of implementing “you and me” sexual education program in the family Ellya Rakhmawati; Dita Permata Aditya; Adhitya Riska Yunita; Inga Markiewicz
Journal of Early Childhood Care and Education (JECCE) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v4i2.4799

Abstract

In recent years, there was news about sexual violence experienced in early childhood. Sexual violence becomes public health issue in many countries, which has negative consequences for the victims. The impact of sexual violence can affect children psychologically, physically, psychosocially, and etc. The study aims to determine the impact of implementing the sexual education “You and Me” program in the family. Rutgers WPF and PKBI Central Java have provided the “You and Me” program since 2017, but the several schools have adjusted the implementation of sexual education based on the learning theme. This study used the qualitative descriptive approach method. The research subjects consist of 5 participants of parents who have children at the age of 2-6. Data analysis techniques are carried out into four stages: data reduction, descriptive data presentation, data classification or coding categorization, and concluding. The result stated that the impact of the sexual education “You and Me” program on children has various effects and aligns with sexual education. Therefore, it can be concluded that the application of sexual education from five participants is quite effective. The results showed that the participants had a positive impact on children's behavior and thoughts while delivering sexual education. Although not all participants told their experiences in applying sexual education, most of them showed the positive impact of the children’s behaviour and thoughts.
PENGENALAN KONSEP BILANGAN MELALUI ALAT PERMAINAN TRADISIONAL DAKON PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mega Fitri Lisjayanti; Ismatul Khasanah; Ellya Rakhmawati
Wawasan Pendidikan Vol 2, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v2i2.10048

Abstract

ABSTRACTThe introduction of the concept of numbers is very important to do in early childhood because the concept of numbers is included in cognitive development which is very important needed to support further education. To stimulate cognitive development, especially in the introduction of the concept of numbers, one way is to use traditional dakon game tools. Dakon game tools are one of the traditional tools that can stimulate the development of the concept of numbers in early childhood. The dakon game tool can only be played with two people, the introduction of the concept of numbers in the dakon is by using the dakon seeds, namely counting the dakon seeds and entering the dakon seeds in the dakon barn. The purpose of this paper is to explain the importance of recognizing the concept of numbers using traditional dakon game tools. This writing method uses a literature review method from several relevant article references. The results of this analysis indicate that traditional dakon game tools can stimulate several aspects of development, namely aspects of cognitive, physical, motor and social emotional development.