Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PROKSIMAT TERHADAP KUALITAS BATUBARA DI KECAMATAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abd Razak Kadir; Sri Widodo; Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 5, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.253 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i2.128

Abstract

Salah satu dampak merugikan pada pemakaian batubara dalam industri adalah tingginya kandungan pengotor yang terdapat dalam batubara.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase hasil analisis proksimatpada batubaradan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai kaloripada batubara. Dilakukan dengan cara mengambil sampel batubara yang akan dianalisis, dari sampel yang ada kemudian dipreparasi untuk menghasilkan sampel siap uji. Dari hasil uji analisis proksimat yang dilakukan dari lima sampel persentase yang didapatkan pada sampel pertama adalah kandungan air15,82%, abu2,90%, zat terbang 42,85%, karbon padat 38,6%dengan nilai kalori 5683 Kcal/kg, sampel kedua kandungan air 18,65%, abu 3,65%, zat terbang 41,76, karbon padat 36,1% dengan nilai kalori 5380 Kcal/kg, sampel ketiga kandungan air 16,89%, abu 2,90%, zat terbang 42,06, karbon padat 38,1% dengan nilai kalori 5635 Kcal/kg, sampel keempat kandungan air 18,48%,abu 3,65%, zat terbang 41,40, karbon padat 36,4% dengan nilai kalori 5380 Kcal/kg dan sampel kelima dengan kandungan air 15,82%, abu 3,09% zat terbang 42,91%, karbon padat 38,1% dengan nilai kalori 5643 Kcal/kg. Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa semakin tinggi kandungan airdan abumaka nilai kalori pada batubara akan semakin turun, dan pengaruh zat terbang menunjukan bahwa kadungan zat terbang yang rendah memiliki nilai kalori yang rendah. 
PEMETAAN KEMAJUAN PENAMBANGAN PADA PIT X DAERAH MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH Muliadi Muliadi; Anshariah Anshariah; Nurliah Jafar
Jurnal Geomine Vol 6, No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.559 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i1.181

Abstract

Pada proses penambangan bijih nikel akan mengalami kemajuan setiap hari yang tentunya akan menyebabkan perubahan bentang alam daerah penelitian. Penelitian kemajuan penambangan ini berada di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemajuan penambangan dan mengetahui tonase bijih nikel yang dihasilkan serta mengetahui penyebab perbedaan bijih nikel hasil eksplorasi dengan hasil kemajuan penambangan. Pengukuran kemajuan kegiatan penambangan dilakukan dengan menggunakan alat total station untuk mendapatkan posisi planimetris berupa easthing, northing, dan elevasi. Pengukuran dilakukan dengan metode poligon sehingga membentuk segi banyak. Dari hasil pengolahan data pengukuran didapatkan besar kemajuan pada minggu pertama 2.994,75m2 dengan volume 7955.83 m3, minggu ke dua 5.511.9 m2 dengan volume 9772.16m3, minggu ke tiga 8.185,09m2 dengan volume 13204.6 m3dan minggu ke empat 11.123,77m2 dengan volume 12076.38m3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besar kemajuan 11.123,77m2 dan tonase bijih yang diperoleh dari data kemajuan tambang yaitu 72.659,63ton sedangkan data tonase bijih hasil eksplorasi denganCOG ≥ 1.5% dan density 1.7 adalah 128.044,2ton. Penyebab perbedaan tonase dari kegiatan penambangan dengan hasil eksplorasi tersebut dikarenakan kegiatan penambangan dan endapan nikel yang bersifat heterogen.
ANALISIS DAMPAK POSITIF INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT Samsul Samsul; Agus Ardianto Budiman; Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.354 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.209

Abstract

Pembangunan sektor industri sebagai bagian dari proses pembangunan nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang telah membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui dampak positif industri semen terhadap lingkungan masyarakat. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi koordinat lokasi dan kuesioner serta data sekunder yang berupa data pemanfaatan tenaga kerja dan Company Social Responsibility (CSR). Semua data dari hasil kuesioner atau wawancara dikumpulkan dan diolah dengan diuraikan dalam bentuk tabel untuk dapat dibagi kelompok umur, pendidikan, dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa industri mempunyai dampak positif bagi masyarakat. Dari pernyataan 41 pernyataan masyarakat atau atau 100% orang yang dijadikan responden mengatakan bahwa masyarakat merasakan dampak positif industri serta pembangunan infrastruktur seperti pembangunan masjid, sarana kesehatan, sarana olahraga serta serta sarana jalan. Serta pemanfaatan tenaga kerja lokal yang berkisar 581 dari pangkep, 777 dari daerah lain atau kota di Sulawesi Selatan dan 274 dari luar Sulawesi Selatan dari 1.623 karyawan industri.
EVALUASI PRODUKSI OVERBURDEN PADA FRONT KERJA EXCAVATOR HITACHI SHOVEL Amrun Liemin; Anshariah Anshariah; Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 6, No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.125 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i1.177

Abstract

Kegiatan pembongkaran dan pemindahan overburden, dibutuhkan sejumlah alat berat, berupa alat angkut dan alat muat serta alat support. Kegiatan pembongkaran overburden dilakukan pada front kerja excavator hitachi ex.3600 tepatnya pada pada Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak tercapainya produksi dan dapat mengetahui solusi atau langkah penyelesaian dari faktor-faktor atau masalah tidak tercapainya produktivitas. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati lansung area kerja pada excavator hitachi ex3600.02 shovel dengan cara mencatat segala jenis masalah dan waktu terjadinya masalah yang di alami yaitu berupa masalah-masalah yang dapat mempengaruhi target produksi. Kemudian, data yang diperoleh ini, di sesuaikan dengan data poroduksi yang diperoleh pada dispatch. Berdasarkan dari hasil evaluasi yang dilakukan pada bulan Agustus dan September 2016, produksi overburden selalu mengalami Loss yang cukup besar, yaitu pada bulan Agustus pada shift 1 sebesar 14.485,41 ton, pada shift 2 sebesar 20.764,08 ton, dan pada shift 3, Loss sebesar 29.841,7 ton. Pada bulan September shift 1 diperoleh Loss sebesar 28.786,43 ton, shift 2 sebesar 31.082 ton, dan pada shift 3 diperoleh Loss sebesar 37.663,99 ton. Faktor penyebab tidak tercapainya produksi pada bulan Agustus, dapat diketahui 11 masalah yaitu kondisi front, operator makan dan istrahat, pergantian shift, visibility, fatigue, skill operator, fragmentasi, material keras nonblasting, equipment problem, refuel, dan pindah pit dan juga foreman lebih memperhatikan kondisi front yang merupakan area terdepan dalam hal pengangkutan overburden, sehingga alat dapat bekerja dengan maksimal.
Estimation Of Coal Resources Using the Method Polygon In Bulungan Regency North Kalimantan Province Anshariah, Anshariah; Bintang Akbar , Achmed; Ardianto Budiman, Agus
Journal of Geology and Exploration Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Geology and Exploration, December 2022
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.027 KB) | DOI: 10.58227/jge.v1i2.10

Abstract

This research was conducted at one of the national companies engaged in coal mining. The Mining Business Permit (IUP) area in Bulungan Regency, North Kalimantan Province, has an area of 1,000 Ha Mining Business Permit (IUP). The purpose of this research is to find out the average thickness of coal and the measurable resources of coal and its tonnage. The polygon method is a calculation with the basic concept, which states that a certain point represents all sediment characteristics of an area. The data needed in this study are survey data, geological data, collar data, thickness, and topographic data (str). From observational data in the field, 31 drill logs were obtained with an average drill log depth of 6.75 meters with a measured volume of coal resources of 33,341,065 and a measured tonnage of coal resources of 50,711,759 MT, with a density of (1.3 tonnes/m3).
Groundwater Study in Makassar Region With Using Geoelectricity Resistant Type Nawir, Alfian; Kamal, Zulkifli; Anshariah, Anshariah
Journal of Geology and Exploration Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Geology and Exploration, December 2022
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.026 KB) | DOI: 10.58227/jge.v1i2.11

Abstract

One area that has the potential to experience problems with the management and utilization of groundwater is the Makassar area. Several locations in Makassar are experiencing drought, while groundwater is abundant in other parts. In some places, groundwater availability is quite good, but it isn't easy to obtain in others. Of course, this cannot be separated from the hydrogeological conditions in the Makassar area. The purpose of this research is to identify and map the distribution of groundwater in Makassar City. The research uses the resistivity method, with data including potential values, currents, span length, and rock types found in the research location. Based on the resistivity section, there are two types of groundwater: fresh and brackish. The water is brackish in GL1, with a resistivity range of 2.14 – 22.7 Ohm.m. In GL2, with a resistivity range of 0.1 – 728 Ohm.m, the water is Brackish - Fresh, and in GL3, with a resistivity range of 4.47 – 40.1 Ohm.m. The characteristics of the aquifer in the Makassar area are intermittent based on the depth level.
Perengkahan Katalitik Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMs) Menggunakan Katalis HCl Berpenyangga γ-Al2O3 Rasyid, Rismawati; Dewanti, Alda Titania; Malik, Rahmaniah; Anshariah, Anshariah; Kalla, Ruslan
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.792

Abstract

Distilat asam lemak minyak sawit merupakan hasil samping dari pengolahan minyak sawit yang masih mengandung asam lemak bebas sehingga berpotensi sebagai bahan baku energi alternatif. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketergantungan akan bahan bakar fosil semakin hari semakin meningkat, sedangkan bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui. Hal inilah yang mendorong para peneliti mengembangkan riset terkait bahan baku terbarukan dan metode terbaik untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Salah satu metode pembuatan biofuel adalah perengkahan katalitik yang menghasilkan beberapa produk biofuel, yaitu biogasoline (C5–C11), biokerosin (C12–C15) dan biodiesel (C16–C20). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi katalis HCl/γ-Al2O3 (1, 3, 5 dan 7)% dan HCl/Ni/γ-Al2O3 (1, 3, 5 dan 7)% terhadap produk biofuel hasil perengkahan katalitik distilat asam lemak minyak sawit (DALMs). Reaksi perengkahan katalitik dioperasikan pada suhu konstan 370oC, tekanan 1 atm dan volume reaktan 50 ml. Rendemen tertinggi diperoleh sebesar 80% dengan menggunakan katalis HCl/γ-Al2O3 (1%) ; selektivitas terhadap biogasoline (C5–C11) 5,27%, biokerosin (C12–C15) 30,4%, dan biodiesel (C16–C20) 28,79%. Perolehan nilai rendemen yang sama juga diperoleh dengan menggunakan katalis HCl/Ni/γ-Al2O3 (1%) yaitu sebesar 80%; selektivitas terhadap biogasoline (C5–C11) 4,51%, biokerosin (C12–C15) 28%, dan biodiesel (C16–C20) 37,3%.
Inorganic Geochemistry of Coal from Patappa Village, Bone District, and Masenrengpulu Village, Barru District, South Sulawesi Province Using XRF Method Anshariah, Anshariah; Thamsi, Alam Budiman; Tholib, Mohammad
International Journal of Applied Sciences and Smart Technologies Volume 06, Issue 2, December 2024
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijasst.v6i2.7159

Abstract

The chemical composition of coal is almost the same as that of plant tissue, containing the main elements of elements C, H, O, N, S, and P. An in-depth study of coal inorganic compounds is needed because coal inorganic compounds are the primary variable in ash formation during coal combustion. This study uses the X-ray fluorescence method to reveal the differences and similarities in inorganic chemical composition contained in coal in Bone Regency and Barru Regency. Coal in Masenrengpulu Village has the Al2O3 compound as the most dominant compound, while coal in Patappa Village has the SiO2 compound as the most prevalent compound. The concentration of inorganic sulfide minerals in the village of Masenrengpulu was influenced by igneous rock intrusion and deposition processes. In contrast, the deposition process only affected the inorganic sulfide minerals of coal in Patappa village. The significant elements found in coal in the Masenrengpulu and Patappa Villages are Si, Al, Fe, S, Ca, K, and Ti. Coal inorganic sulfide minerals in Masenrengpulu Village with Patappa Village have high concentrations in the bottom channel of the coal seam and a low concentration in the middle channel and top of the seam. Coal inorganic sulfide minerals in Masenrengpulu Village and Patappa Village have high concentrations in the coal seam's lower channel and low concentrations in the middle and upper channels. Keywords: Coal Comparison, Mallawa Formation, XRF, Inorganic Geochemistry.
Perbandingan Kadar Endapan Nikel Laterit Pada Front Penambangan Dengan Stockpile Pada PT Ceria Nugraha Indotama: Comparison of Laterite Nickel Deposit Levels on the Mining Front with Stockpile at PT Ceria Nugraha Indotama Ardhana, Muh. Reza; Thamsi, Alam Budiman; Anshariah, Anshariah
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v1i2.182

Abstract

PT Ceria Nugraha Indotama is a company engaged in mining laterite nickel ore in Wolo sub-district, Kolaka district, Southeast Sulawesi province. In lateritic nickel ore mining activities, there is often a difference in levels of laterite nickel ore when it is still in the mining front and after being transferred to the stockpile. This research is to determine the proportion of differences in the levels of Ni, Fe, MgO and SiO2 on the mining front with the stockpile and to determine the factors that influence changes in nickel content. The method used in this study is the grab sampling method in front mining and stockpile. The results of this study are based on the results of the analysis, obtained data on the levels of Ni, Fe, MgO and SiO2 on the mining front with a stockpile, the Ni content has a difference of 0.05% and the Fe content has a difference of 0.34%, the two minerals have the highest grades on the mining front. mining and MgO content has a difference of 2.68% and SiO2 content has a difference of 8.87%, the two minerals have the highest grade in the stockpile. Factors that influence changes in nickel content are the heterogeneous distribution of ore, the position of the waste above the ore and the rainy weather that occurs in the field, operator and sampling skills.
PRODUKSI HEALTH COCO (HyCo) DI DESA KAMIRI KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU Sukmawati, .; Anshariah, .; Hamri, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10135

Abstract

Coconut is one of the many plantation products found in Kamiri Village, Balusu District, Baru Regency. It is known that coconut is a plant that has many benefits, one of which is most often used is coconut fruit which is processed into coconut milk. The type of coconut milk processed by the local community is still using conventional methods, so it is classified as non-economical because it is only used privately, when it is used only when processed, because coconut milk is also one of the most sensitive preparations because the taste can change if you process it wrongly. Incorrect processing, the taste will be unpleasant and easy to stale. We have facilitated coconut farmers and housewives (IRT) as community service partners through counseling, training / mentoring and coaching We also helped by preparing more modern coconut milk processing equipment with a closed system, training groups of coconut farmers to modify the press machine  coconut becomes more economical by using fuel that is easily available (from using electricity to gas), and helps to package according to market conditions and will help market its products to the provincial and even national level, so that this partner group is expected to be more productive in processing coconut milk  sustainably.  The specific target that has been achieved from this PKM activity is the application of science and technology through training that is an increase in understanding, knowledge and skills of partners of housewife groups (IRT) in processing coconut milk which is of better quality, healthier and hygienic with good packaging, producing coconut juice machines  the economical one is able to apply financial management and marketing strategies that have been obtained in the training.Keyword: Barru, coconut, coconut milk, modification, scarring.ABSTRAKKelapa merupakan salah satu hasil perkebunan yang banyak ditemui di Desa Kamiri, Kecematan Balusu, Kabupaten Barru. Diketahui bahwa kelapa merupakan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya yang paling sering digunakan adalah buah kelapa yang diolah menjadi santan. Jenis santan yang diolah oleh masyarakat setempat masih menggunakan cara yang konvensional, sehingga tergolong non ekonomis karena penggunaannya hanya pribadi, saat mau digunakan baru diolah, karena santan juga merupakan salah satu olahan yang sangat sensitif karena rasanya bisa berubah jika salah mengolahnya. Salah dalam mengolahnya maka rasanya pun akan tidak enak dan gampang basi. Petani kelapa dan ibu rumah tangga (IRT) selaku mitra pengabdian kepada masyarakat telah kami fasilitasi melalui penyuluhan, pelatihan/pendampingan, dan pembinaan. Kami juga membantu dengan menyiapkan peralatan pengolahan santan kelapa yang lebih modern dengan sistem tertutup, melatih para kelompok petani kelapa untuk memodifikasi mesin perasan kelapa menjadi lebih ekonomis dengan menggunakan bahan bakar yang mudah didapatkan (dari menggunakan listrik menjadi gas), dan membantu untuk pengemasan sesuai kondisi pasar dan akan membantu memasarkan produknya ke tingkat provinsi bahkan nasional, sehingga kelompok mitra ini diharapkan bisa lebih produktif dalam melakukan pengolahan santan kelapa secara berkelanjutan. Target khusus yang telah tercapai dari kegiatan PKM ini adalah penerapan ipteks melalui pelatihan yakni terjadinya peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok ibu rumah tangga (IRT) dalam pengolahan santan kelapa yang lebih berkualitas, sehat dan higienis dengan kemasan yang baik, menghasilkan mesin perasan kelapa yang ekonomis serta mampu menerapkan manajemen keuangan dan strategi-strategi pemasaran yang sudah diperoleh dalam pelatihan. Kata kunci: Barru, kelapa, mesin parut, modifikasi, santan.