Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Karakteristik Buah dan Biji Lontar (Borassus Flabelifer L.) Ite Morina Yostianti Tnunay; Dicky Frengky Hanas; Meri Helsiana Mata
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 6 No 1 (2023): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v6i1.5443

Abstract

The purpose of this study was to provide the data about character of lontar fruit and seeds in Kefamenanu City, North Central Timor Regency. This research was conducted from August to September 2022 using exploration and sample collection methods than contnued with characterization of fruit and seed. The results showed that the lontar fruit and seed in Kefamenanu can be characterized using the characteristics of the diameter of the base of the petals, the diameter of the tip of the petals, the length of the inner petals, the length of the outer petals, the width of the inner petals, the width of the outer petals, the number of petals, color. petals, edges of petals, petal shape, weight of petals, weight of fruit with petals, weight of fruit without petals, fruit diameter, fruit length, fruit circumference, fruit skin color, fruit shape, fruit skin surface, fruit tip and base surface, base color and fruit tip, seed weight, seed length, seed width, seed diameter, endosperm diameter, seed coat thickness, endosperm length, and endoperm color. In conclusion, there are 31 qualitative and quantitative characters that have been used to characterize lontar fruit and seed in Kefamenanu City. Keywords: Fruit and Seed Characters, Lontar
Pelatihan Pembuatan Preparat Segar Bagi Guru Biologi Sekolah Menengah Atas Welsiliana Welsiliana; Gede Arya Wiguna; Florian Mayesti Prima Remba Makin; Ite Morina Yostianti Tnunay; Lukas Pardosi; Dicky Frengky Hanas
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 3 (2023): Mei
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v2i3.276

Abstract

Learning media is anything that can be used to convey messages or information in the teaching and learning process so that it can stimulate students' attention and interest in learning. One of the media in biology learning is preparation. Preparations are preparations in the form of organs, tissues, cells, and or bodies of organisms that are preserved or fresh so as to provide convenience for studying, observing, or researching. The purpose of this service activity is to provide training to make fresh preparations for high school biology teachers. The results of this activity include presentation of material on preparations, training on making fresh preparations, and observing fresh preparations that have been made under a microscope. This activity provides new and practical experiences for biology teachers and increases knowledge and enthusiasm for doing simple practicals
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BOKASI PADA KELOMPOK TANI DI DESA NAPAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Ite Morina Yostianti Tnunay; Dicky Frengky Hanas; Meri Helsiana Mata; Ebenhaiser Liunokas
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.56-59.2022

Abstract

Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang sulit dijangkau dan pada pembutannya petani dapat memanfaatkan limbah rumah tangga serta bahan hijauan di sekitar. Pupuk organik berperan sebagi peningkat unsur hara tanah dan penstimulan pertumbuhan tanaman, memperbaiki struktur dan porositas tanah, dan merangsang pertumbuhan mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Pengetahuan tentang pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan bokasi sebagai pupuk organik ramah lingkungan perlu dimiliki dan diterapkan oleh petani di Desa Napan Kabupaten Timor Tengah Utara. Selain itu, pemanfaatan kotoran hewan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu diberikan edukasi kepada petani tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai bahan baku pembuatan POC dan bokasi serta cara pembuatan dan penggunaan POC dan bokasi pada tanaman. Bentuk Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah edukasi tentang pemanfaatan limbah, praktek pembuatan serta cara aplikasi POC dan bokasi pada tanaman. Hasil dari kegiatan ini adalah petani mendapat pemahaman tentang pemanfaatan limbah, cara membuat POC dan bokasi, serta cara mengaplikasikan pupuk organik yang sudah dibuat. Kata kunci: Napan, POC dan bokasi, pupuk organik ABSTRACT The use of organic fertilizers is one of the efforts to minimize the use of inorganic fertilizers that are difficult to reach and in its manufacture farmers can utilize household waste and forage materials around them. Organic fertilizers act as an increase in soil nutrients and plant growth stimulants, improve soil structure and porosity, and stimulate the growth of beneficial soil microorganisms. Knowledge about the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) and bokasi as environmentally friendly organic fertilizer needs to be owned and applied by farmers in Napan Village, North Central Timor Regency. In addition, the use of animal waste can prevent environmental pollution. Therefore, it is necessary to provide education to farmers about the use of agricultural and livestock waste as raw materials for making POC and bokasi and how to make and use POC and bokasi. The form of service activities carried out is education about the use of waste, manufacturing practices and how to apply POC and bokasi to plants. The result of this activity is that farmers can understanding about the use of waste, how to make POC and bokasi, and how to apply organic fertilizers that have been made. Keywords: organic fertilizer, POC and bokasi, Napan
Etnozoologi Vertebrata Masyarakat Desa Be’nus Kabupaten Timor Tengah Utara Dicky Frengky Hanas; Julia Edeltrudis Koa; Anna Theresya Taboy; Stanislaus Sila
Journal Science of Biodiversity Vol 3 No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i2pp89-94

Abstract

Masyarakat Desa Be’nus memiliki pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan sumber daya hewani dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pemanfaatan kelompok hewan vertebrata oleh masyarakat Desa Be’nus dengan menggunakan metode eksplorasi dan wawancara terhadap responden yang nerupakan tetua adat dan tokoh masyarakat. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjabarkan jenis-jenis hewan vertebrata dan bentuk-bentuk pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Be’nus mempunyai pengetahuan lokal dalam pemanfaatan sumber daya hewan yang meliputi pemanfaatan sebagai bahan pangan dan ternak, sarana ritual adat, hewan peliharaan serta pemanfaatan sebagai obat tradisional. Pengetahuan etnozoologi vertebrata dalam ritual adat dan obat tradisional merupakan bagian dari warisan pengetahuan lokal masyarakat Desa Be’nus.
MORFOMETRI BUNGA DAN POTENSI PENGEMBANGAN UMBI SUWEG (Amorphophallus campanulatus) DI PULAU TIMOR Hanas, Dicky Frengky
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 6 No 2 (2023): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v6i2.415

Abstract

Suweg merupakan tumbuhan genus Amorphophallus yang termasuk dalam kekayaan keanekaragaman hayati tanaman berbunga dan berumbi dengan kekhasannya yang terletak pada fase hidup dan juga keunikan bentuk, warna dan ukuran bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi bunga dan potensi umbi suweg. Eksplorasi dan pengamatan langsung dilakukan untuk mendeskripsikan morfologi dan morfometri bunga serta wawancara dan telaah pustaka untuk mengetahui pemanfaataan dan potensi umbi suweg. Bunga suweg yang ditemukan didominasi campuran warna hijau kekuningan, kuning dan ungu kecoklatan. Memiliki tinggi ±20 cm dari permukaan tanah dengan diameter kemekaran bunga ±25 cm. Bagian-bagian bunga secara langsung dapat diamati dengan jelas yang menjadi kekhasan kelompok tanaman ini yaitu spadix/appendix, spathe dan alat kelamin bunga. Kelompok tanaman yang menghasilkan umbi ini diketahui memiliki banyak manfaat sehingga sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan. Umbi suweg sangat direkomendasikan sebagai pangan alternatif sumber karbohidrat pengganti beras. Dalam industri pengolahan pangan, tepung umbi suweg memiliki sifat fisik dan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan aneka olahan pangan. Di Nusa Tenggara Timur khususnya Pulau Timor, umbi suweg belum mendapat perhatian dan pengelolaan yang baik dalam hal sumber pangan maupun dalam sistem pertanian.
Perlakuan Sakarifikasi Fisik, Stratifikasi Suhu, H2SO4, dan Giberelin terhadap Pematahan Dormansi dan Perkecambahan Biji Lontar (Borassus flabillifer L.) Tnunay, Ite Morina Yostianti; Hanas, Dicky Frengky; Mata, Meri Helsiana
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 7 No 1 (2024): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v7i1.586

Abstract

Lontar termasuk anggota tumbuhan palem-paleman multi fungsi karena hampir seluruh bagiannya telah diketahui dapat dimanfaatkan. Bagi beberapa kelompok etnis masyarakat, tumbuhan ini tergolong sangat penting berdasarkan indeks kepentingan budaya, walaupun begitu pemanfaatan lontar masih mengandalkan tumbuhan yang tumbuh secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang efektif terhadap perkecambahan biji lontar. Metode uji perkecambahan menggunakan perlakuan sakarifikasi, stratifikasi suhu, H2SO4 dan giberelin dengan tiga taraf uji pada setiap perlakuan, menggunakan biji lontar matang fisiologis dengan berat 70-170 g. Perlakuan sakarifikasi meliputi pengurangan sabut benih dengan metode pengamplasan, pembuatan goresan dengan cutter sepanjang punggung benih dan pembuatan goresan di sekitar titik tumbuh benih. Pemberian perlakuan stratifikasi suhu dilakukan dengan merendam benih pada suhu kamar 25°C, 50°C, dan 75°C selama 24 jam dan kemudian dibiarkan dingin. Perendaman benih dengan H2SO4 dilakukan pada tiga konsentrasi berbeda yaitu 25%, 50%, dan 75% selama masing-masing 10 menit. Perendamana dengan giberelin menggunakan tiga konsentrasi yakni 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm selama 24 jam. Jumlah biji lontar yang berkecambah bervariasi pada tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji lontar mulai berkecambah pada hari kedua setelah tanam. Presentase perkecambahan tertinggi terdapat pada perlakuan sakarifikasi yakni 32-36%. Sedangkan presentase tertinggi biji yang berkecambah dengan normal terdapat pada perlakuan sakarifikasi yang dilakukan pada sekitar titik tumbuh dan juga pada perlakuan giberelin 100 ppm masing-masing sebesar 24%.
Pembuatan Signboard sebagai Media Edukasi Keanekaragaman Hayati Tumbuhan bagi Masyarakat Pengunjung Hutan Wisata Alam Oeluan, Kefamenanu, NTT Hanas, Dicky Frengky; Tnunay, Ite Morina Yostianti; Mata, Meri Helsiana
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v6i1.14333

Abstract

Hutan wisata alam Oeluan merupakan bagian kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan juga sebagai tempat wisata. Kawasan ini memiliki keanekaragaman tumbuhan yang dapat dijadikan laboratorium alam bagi pengunjung dalam mengenal keanekaragaman hayati tumbuhan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mendata jenis tumbuhan serta membuat dan memasang papan nama tumbuhan (signboard) sebagai sumber informasi keanekaragaman hayati tumbuhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu eksplorasi, identifikasi dan sosialisasi. Tahapan pelaksanaan diawali dengan inventarisasi dan identifikasi nama jenis, pembuatan dan pemasangan papan nama tumbuhan serta melakukan evaluasi persepsi pengunjung. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat 22 jenis tumbuhan di sekitar area jelajah hutan wisata alam Oeluan yang dikelompokkan dalam 19 genus dan 14 famili. Evaluasi kegiatan menunjukkan 90,32% pengunjung berpendapat bahwa pemasangan papan nama tumbuhan dapat memberikan informasi terkait jenis tumbuhan sehingga dapat digunakan sebagai media edukasi tentang keanekaragaman hayati tumbuhan. Hasil Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang fungsi hutan wisata alam Oeluan sebagai kawasan konservasi dan wisata khusunya wisata edukasi.
Etnozoologi Vertebrata Masyarakat Desa Be’nus Kabupaten Timor Tengah Utara Hanas, Dicky Frengky; Koa, Julia Edeltrudis; Taboy, Anna Theresya; Sila, Stanislaus
Journal Science of Biodiversity Vol. 3 No. 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i2pp89-94

Abstract

Masyarakat Desa Be’nus memiliki pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan sumber daya hewani dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pemanfaatan kelompok hewan vertebrata oleh masyarakat Desa Be’nus dengan menggunakan metode eksplorasi dan wawancara terhadap responden yang nerupakan tetua adat dan tokoh masyarakat. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjabarkan jenis-jenis hewan vertebrata dan bentuk-bentuk pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Be’nus mempunyai pengetahuan lokal dalam pemanfaatan sumber daya hewan yang meliputi pemanfaatan sebagai bahan pangan dan ternak, sarana ritual adat, hewan peliharaan serta pemanfaatan sebagai obat tradisional. Pengetahuan etnozoologi vertebrata dalam ritual adat dan obat tradisional merupakan bagian dari warisan pengetahuan lokal masyarakat Desa Be’nus.
Karakter Fenotip Malai dan Analisis Fenetik Padi Gogo Lokal Kabupaten Kupang Hanas, Dicky Frengky; Palege, Jeremy Jethro
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp66-70

Abstract

Panicle is one part of the plant that is very decisive in rice production because it produces grain and rice grains. Each rice variety has its own characteristics including panicle morphological characters. Communities in Kupang Regency are known to still cultivate local upland rice whose panicle character has not been scientifically documented. This study used 5 varieties of local upland rice as a result of exploration from farmers in Kupang Regency which were characterized morphologically by their panicle characters. Characterization data were analyzed using descriptive qualitative and then scored for analysis using Minitab17 software. The results showed that there was a diversity of panicle morphological characters from each local upland rice variety. The differentiating panicle characters of each variety include panicle type, panicle discharge, secondary panicle branches and panicle shaft. The phenetic analysis divided the five local upland rice varieties into two clusters with a similarity index of 79.94%.
Karakter Morfologi Umbi-Umbian Di Kecamatan Miomaffo Barat Serah, Desriyanti J; Bria, Emilia Juliyanti; Hanas, Dicky Frengky
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp22-30

Abstract

Di Indonesia banyak jenis tumbuhan umbi-umbian. Umbi merupakan Salah satu organ tumbuhan yang termodifikasi dari organ lain pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyimpan zat tertentu (pada umumnya karbohidrat). Umbi Kentang, ubi jalar, singkong, dan lain sebagainya merupakan bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah. Keunggulan dari umbi-umbian yang tumbuh di lahan kering yaitu: mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, kaya akan vitamin A dan protein, dapat tumbuh didaerah marjinal dan dapat disimpan dalam bentuk pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta karakter morfologi umbi-umbian di Kecamatan Miomaffo Barat. Di lakukan pada bulan Februari hingga Mei 2023, dengan Metode observasi, eksplorasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan karakter dari umbi-umbian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman umbi-umbian yang ditemukan di Kecamatan Miomaffo Barat terdiri dari 8 jenis dengan 6 Famili yaitu: Euphorbiaceae, Convolvulaceae, Amaryllidaceae, Araceae, Solanaceae dan Apiaceae. serta 6 Genus yaitu: Manihot, Ipomoea, Allium, Colocasia, Solanum, Daucus. Setiap jenis tanaman umbi-umbian memiliki karakter morfologi yang beragam pada organ umbi, batang dan daun dengan warna, bentuk dan ukuran yang beragam.