Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kerajinan Perak Nagari Koto Gadang Kabupaten Agam Sumatera Barat Rahmad Washinton; Yandri Yandri; Ranelis Ranelis
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i1.1333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Koto Gadang terkait dengan seni kerajinan perak. Pelacakannya dilakukan dengan cara melihat bentuk produk,fungsi produk, struktur, dan gaya seni kerajinan perak,terutama pada bentuk produk perlengkapan adat dan perlengkapan sehari-hari seperti gelang, hiasan meja, bros, cincin, kalung, dan hiasan dinding. Dalam jangka panjang usaha kreatif yang dilakukan oleh perajin perak mampu menghasilkan bentuk produk dengan gaya baru yang lebih kreatif, inofatif dan memiliki nilai crafmanshif yang tinggi dan tidak meninggalkan ciri khasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kerajinan perak ini dianalisis dengan memakai teorinya Edmund Burke Feldman di antaranya terdapat tiga rumusan yang perlu dicermati, yaitu: (1) fungsi seni, (2) gaya seni dan (3) struktur seni. Kajian tentang fungsi seni mencakup fungsi personal, fungsi sosial dan fungsi fisik. Analisis mengenai gaya seni, dapat diklafisikasikan menurut waktu, daerah, wujud, teknik, dan subject metter (Felmand terjemahan Gustami, 1991: 1). Dalam menata dan menyusun struktur pemikiran sesuai dengan kaidah ilmiah didasarkan pada pendekatan estetik sebagai pendekatan utama. yang didukung dengan pendekatan lain, seperti pendekatan sosiologis dan antropologis.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI DAN MOTIVASI PERAJIN ROTAN DALAM PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK ROTAN DI SENTRA ROTAN DI PADANG, SUMATERA BARAT Kendall Malik; Rahmad Washinton; Ranelis Ranelis; Rahma Melisha Fajrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11783

Abstract

ABSTRAKPeningkatan industri rotan kian meroket seiring adanya pelarangan ekspor bahan mentah rotan oleh pemerintah. Kondisi ini tentunya dapat menjadi peluang bagi industri rotan khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) atau Sentra rotan yang bergerak dalam usaha produk rotan. Salah satu sentra rotan yang dimilikim oleh Sumatera Barat adalah Sentra Rotan Anil Furniture di Padang merupakan UMKM Produk Rotan yang masih berdiri dan bertahan dalam berjualan produk rotan. Namun selama ini pelaku UMKM produk rotan di Anil Furniture mengalami penurunan dan jalan ditempat dalam penjualan produk rotan. Hal tersebut berdampak pada penurunan motivasi perajin dalam membuat serta menjual produk rotan. Produk yang dijual di Anil Furniture masih bersifat konvensional dan minim desain, selain itu produk rotan yang dibuat masih dalam kontrol buyer sehingga perajin tidak memiliki desain secara madiri. Sementara para perajin harus tetap berkompetisi dengan produk-produk rotan yang jauh lebih banyak variannya di bangsa pasar. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bertujuan memberikan motivasi agar semangat perajin dalam mengembangkan desain produk rotan dapat dilakukan dengan baik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Dalam pelatihan dilaksanakan dengan cara partisipasi, diskusi dan aplikasi antara narasumber dan mitra. Sementara dalam pendampingan dilakukan dengan cara partisipasi dan berdiskusi secara intens supaya pemahaman dapat tersampaikan antara tim PKM dengan perajin. Hasil pelaksanaan pelatihan pendampingan menunjukan perajin dapat mengembangkan desain produk rotan dan menyelesaikan ke dalam bentuk prototype. Kata kunci: rotan; motivasi; pendampingan; pengembangan desain; prototype. ABSTRACTThe increase in rattan craft industry has skyrocketed since government bans the exports of raw rattan materials. This condition can certainly be an opportunity for the rattan craft industry, especially UMKM or rattan crafting centers engaged in rattan products business. One of the rattan centers in West Sumatra is Anil Furniture Rattan Center in Padang. Anil Furniture is a surviving UMKM in producing and selling rattan products. However, so far, Anil Furniture as one of existing UMKM has declined and stuck for the sale of rattan products. The condition is impacted on the decreasing of the artisan’s motivation in making and selling rattan products. The products designs sold at Anil Furniture are still conventional and minimum. Moreover, the making of rattan products in general is still under buyer control so that the artisans do not have their own original designs. Meanwhile, artisans still have to compete with other rattan crafts products in crafts market nationwide, in which the variety of products designs are vast. The community service program carried out aims to provide motivation and rise up the awareness of rattan artisans, so that they can be passionate in properly developing rattan product designs. The implementation method used is training and mentoring. The training is carried out by participation, discussion and application between resource persons and partners. Meanwhile, mentoring is done by participation and intensive discussion so that the artisan can fully comprehend the knowledge from PKM Team. The results from implementing mentoring and training method show that the artisans can develop the design of their rattan products and complete them in prototype form. Keywords: rattan; motivation; assistance; design development; prototype.
PKM KERAJINAN ROTAN DALAM PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK UNTUK MENCAPAI SELERA PASAR DI KOTA PADANG Kendall Malik; Rahmad Washinton; Ranelis Ranelis; Rahma Melisha Fajrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13798

Abstract

ABSTRAKPeningkatan industry rotan kian meroket seiring adanya pelarangan ekspor bahan mentah rotan oleh pemerintah. Kondisi ini tentunya dapat menjadi peluang bagi industry rotan khususnya UMKM atau Sentra rotan yang bergerak dalam usaha produk rotan. Salah satu sentra rotan yang dimiliki oleh Sumatera Barat adalah Sentra Rotan Anil Furniture di Padang merupakan UMKM Produk Rotan yang masih berdiri dan bertahan dalam berjualan produk rotan. Namun selama ini pelaku UMKM produk rotan di Anil Furniture mengalami penurunan dan jalan ditempat dalam penjualan produk rotan. Penurunan penjualan produk akibat produk yang dihasilkan selalu repetitive (pengulangan) akhirnya pasar produk rotan mengalami lesu dan tidak berkembang. Dalam PKM ini TIM IS Padangpanjang mencoba memberi pendampingan dengan metode sosialisai, ceramah dan aplikasi dalam mengembangkan desain produk rotan yang terdapat di Sentra Rotan ANIL Furniture. Sentra Rotan ANIL Furniture merupakan Mitra dalam PKM ini yang memiliki perajin sebanyak 5 (lima) orang termasuk pemilik (owner). Evaluasi yang TIM PKM ISI Padangpanjang lakukan adalah melihat kemampuan perajin dalam mendesain kemudian pemahaman dalam pengembangan produk rotan. Hasil yang dicapai dalam PKM ini adalah produk yang dirancang sesuai dari hasil riset selera pasar dan kemudian dijadikan ke dalam bentuk prototype (tiga dimensi). Kata kunci: rotan; selera pasar; desain; anil furnitur. ABSTRACTThe increase in the rattan industry has skyrocketed in line with the ban on exports of rattan raw materials by the government. This condition can certainly be an opportunity for the rattan industry, especially UMKM or rattan centers engaged in the rattan product business. One of the rattan centers owned by West Sumatra is the Anil Furniture Rattan Center in Padang, which is a Rattan Product UMKM that is still standing and surviving in selling rattan products. However, so far, UMKM in rattan products at Anil Furniture have experienced a decline and have been in place in the sale of rattan products. This has an impact on decreasing the motivation of craftsmen in making and selling rattan products. However, so far the UMKM players in rattan products at Anil Furniture have experienced a decline and have stalled in the sale of rattan products. The decline in product sales was due to the fact that the products produced were always repetitive (reproducing similar patterns or shapes) so that the market for rattan products experienced sluggishness and did not develop. In this PKM, the ISI Padang Panjang Team tries to provide assistance with socialization methods, lectures and applications in developing rattan product designs found at the ANIL Furniture Rattan Center. ANIL Furniture Rattan Center is a Partner in this PKM which has 5 (five) craftsmen including the owner. The evaluation that the PKM ISI Padang Panjang TEAM has to look at the craftsman's ability to design and then understand the development of rattan products. The results achieved in this PKM are products that are designed according to the results of research on market tastes and then made into a prototype (three dimensional). keywords: rattan; market tastes; design; anil furniture.
PEMBERDAYAAN UMKM SULAMAN BENANG EMAS MELALUI PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF & PRODUK DI NAGARI KOTO BARU KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT Rahmad Washington; Ranelis Ranelis; Siska Mitria Nova; Alipuddin Alipuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17041

Abstract

ABSTRAKKoto Baru adalah nama sebuah nagari yang terletak di kecamatan Kubung Kabupaten Solok Sumatera Barat. Koto Baru merupakan salah satu nagari yang terkenal dengan kerajinan sulaman benang emasnya. kerajinan sulaman benang emas ini merupakan salah satu UMKM yang menjadi binaan Dekranasda Kabupaten Solok. Sulaman Benang Emas adalah memberi hiasan pada kain yang telah diberi motif yang dijahit menggunakan benang emas atau perak (wasia, 2009: 85). Sulaman benang emas ini memiliki keunikan dari alat dan bahan yang digunakan, alat yang digunakan adalah pamedangan berbentuk bulat yang terbuat dari kayu dan diberi kaki dibawahnya, sehingga membedakan dengan alat menyulam yang biasa dipakai di daerah lain. Selain menggunakan benang emas juga memakai benang perak untuk menghias motifnya berupa motif flora dan fauna yang sudah distilirisasi. Kerajinan Sulaman benang emas yang dibuat oleh perajin baru terbatas pada perlengkapan upacara adat perkawinan, dan batagak penghulu. Keahlian perajin dalam membuat kerajinan sulaman benang emas tidak diragukan lagi, hanya saja dalam bidang lain seperti pembuatan desain motif, produk yang kreatif dan inofatif seperti produk lenan rumah tangga berupa sarung bantal kursi, alas meja dan hiasan dinding perlu dilakukan semacam pelatihan. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan bentuk produk dan motif yang baru dari kerajinan sulaman benang emas berupa produk lenan rumah tangga sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat di nagari Koto Baru. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dengan cara memberikan sosialisasi dan memberikan penjelasan kepada perajin tentang desain kreatif dan inovatif. Metode demonstrasi dengan cara praktek langsung dalam membuat motif dan produk kerajinan sulaman benang emas dan perak. Kata kunci: sulaman benang emas; desain; produk; motif ABSTRACTKoto Baru is the name of a nagari located in Kubung sub-district, Solok district, West Sumatra. Koto Baru is a nagari which is famous for its gold thread embroidery. This gold thread embroidery craft is one of the SMEs assisted by Dekranasda Solok Regency. Gold Thread Embroidery is the provision of decoration on cloth that has been given a motif sewn using gold or silver thread (Wasia, 2009: 85). This gold thread embroidery is unique in terms of the tools and materials used, the tool used is a round pamedangan made of wood and has legs underneath, thus distinguishing it from embroidery tools commonly used in other areas. Apart from using gold thread, silver thread is also used to decorate motifs in the form of stylized flora and fauna motifs. Gold thread embroidery crafts made by new craftsmen are limited to traditional wedding ceremonial equipment, and batagak penghulu. There is no doubt about the expertise of the craftsmen in making gold thread embroidery, but in other fields such as making motif designs, creative and innovative products such as household linen products in the form of cushion covers, table mats and wall hangings, some kind of training is required. The purpose of this service activity is to improve the shape of the product and new motifs from the gold thread embroidery craft in the form of household linen products so that it can indirectly improve the economy and standard of living of the people in Nagari Koto Baru. The implementation method in this community service activity is the lecture method by providing socialization and providing explanations to craftsmen about creative and innovative designs. Demonstration method with hands-on practice of making motifs and handicraft products of gold and silver thread embroidery.Keywords: gold thread embroidery; designs; products; motifs
PEMBELAJARAN JAHIT PERCA DI KELAS XI JURUSAN KRIYA KREATIF BATIK DAN TEKSTIL DI SMK N 4 PADANG Zelfa Efry Utami; Ranelis Ranelis; Khairul Haq
Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries Vol 2, No 1 (2022): EDUCRAFT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/educraf.v2i1.3253

Abstract

The research entitled the patchworck sewing lessons at the XI students in the department of creative craft batik and textile of SMK N 4 Padang. The purpose of this research was to determine: (1) the causes of the low of students' ability in patchwork sewing techniques using a sewing machine. (2) How to improve students' ability to make patchwork sewing techniques using a sewing machine. This research used a descriptive qualitative approach with the subject of students from XI students in the department of creative craft batik and textile of smk n 4 padang totaling 20 people, consisting of 19 female students and 1 male student. This research used observation, interviews, literature study and documentation in collecting the data. The results of this research indicated that the causes of the low of students' ability in patchwork sewing techniques using sewing machines were the presence of students who pay less attention to the teacher when explaining theoretical and practical material, limited learning time and constraints on the sewing machine. How to improve it by doing training outside of class hours, namely making patchwork sewing techniques using a sewing machine.
KREATIFITAS SISWA SMK NEGERI 1 AMPEK ANGKEK DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KAYU Abdi Gustihardian; Yuniarti Munaf; Ranelis Ranelis
Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries Vol 2, No 2 (2023): Educraft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/educraf.v2i2.3785

Abstract

This research was conducted to increase student creativity in utilizing wood waste at SMK Negeri 1 Ampek Angkek, Agam Regency. The main problem in this research is that students tend to be more passive and less creative, so they are constrained in creating ideas to work on using wood waste. This study uses qualitative methods with active participation observation data collection techniques, interviews and documentation. The data analysis technique was carried out in a descriptive-interpretative manner. Improving student creativity in utilizing sawdust waste is carried out in several important stages, including; preparing materials and equipment, making designs/sketches, learning processes and being creative in making sawdust products decorative, functional and aesthetic. The results of the study show that measuring students' abilities can be seen based on their ability to design works, persistence in working on works and students' creativity in making works. Efforts made to increase student creativity are carried out by using varied learning media and displaying visual forms in the form of videos of the process of making wood products and photos of examples of wood waste products, training students' abilities in creating new ideas in choosing product forms.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MAKRAME DI SMP NEGERI 17 KERINCI Yundari Afrinat; Ranelis Ranelis
Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries Vol 1, No 1 (2021): Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/educraf.v1i1.2201

Abstract

PEMBELAJARAN KRIYA TEKSTIL MENGGUNAKAN KAIN PERCA BATIK DI SMK NEGERI 8 PADANG Agung Pratama; Ranelis Ranelis
Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries Vol 1, No 2 (2022): Educraft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/educraf.v1i2.2985

Abstract

The research entitled “Learning Textile Crafts Using Batik Patchwork at SMK Negeri 8 Padang” is a descriptive study of how the creativity of students and students in developing textile crafts using batik patchwork and the factors causing the low creativity of students and students. This research is a qualitative research where the researcher acts as an instrument that goes directly to the field using data collection methods in the form of observation, interviews, documentation and literature study. The results of this study indicate that the process of making textile crafts using batik patchwork in the form of functional objects is carried out by students and students in various ways. The process or steps for making batik patchwork are: 1) preparing the materials and tools used such as batik patchwork, thread, sewing machine, sewing needle, scissors, pen and paper; 2) Making designs; 3) Selection of batik patchwork; and 4) Making works according to the design. The batik patchwork created in the form of a one-layer mask, a two-layer mask, a tote bag and a sling bag. Based on the results of this study, the factors causing the low creativity of students are influenced by internal factors and external factors.
Pengembangan Kerajinan Dan Motif Sulaman Benang Emas & Perak Untuk Lenan Rumah Tangga Ranelis, Ranelis; Washinton, Rahmad; Sumadi, Sumadi; Malik, Kendall; kurniawan, ramadhani
SPACEPRO: Product Design Jurnal Volume 2 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : INSTITUT SENI INDONESIA PADANGPANJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/spacepro.v2i1.4178

Abstract

Tulisan dengan judul “Desain Produk dan motif sulaman benang emas dan perak untuk lenan rumah tangga” ini tujuannya adalah untuk meningkatkan produk sulaman benang emas & perak yang dihasilkan oleh perajin sulam yang ada di Koto Baru Kabupaten Agam Sumatera Barat. Sulaman benang emas & perak ini biasanya digunakan untuk perlengkapan upacara adat seperti pelaminan, selendang pengantin wanita dan pengiring pengantin atau sumandan, tutup tudung saji dan kampia, saat ini telah dilakukan pengembangan dengan cara membuat desain kreatif dan inovatif dalam bentuk produk lenan rumah tangga berupa sarung bantal kursi, alas meja, dan hiasan dinding dengan menempatkan motif Minangkabau dan motif kreasi perajin dan peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dengan cara eksplorasi dan perancangan. Berdasarkan hasil eksplorasi dan rancangan telah dapat menghasilkan desain motif yang baru yang ditempatkan pada produk sulaman benang emas & perak yaitu produk perlengkapan lenan rumah tangga berupa sarung bantal kursi, alas meja dan hiasan dinding.
Produk Kerajinan Bordir Di Nagari Ulakan Padang Pariaman Sumatera Barat Ranelis, Ranelis; Hayani, Wirda; Washinton, Rahmad; Haq, Chairul
SPACEPRO: Product Design Jurnal Volume 2 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : INSTITUT SENI INDONESIA PADANGPANJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/spacepro.v2i1.4214

Abstract

The article with the title "Embroidery Products in Nagari Ulakan Padang Pariaman, West Sumatra", aims to describe embroidery products in Nagari Ulakan. This study used qualitative research methods. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews and documentation. The research results obtained are that the embroidery craft products produced in this area are mukena or talakuang by placing the arise son flower,  the hibiscuse series motif as decoration. The motifs are placed on the head, neck, back and around the bottom edge of the mukena or talakuang.