Claim Missing Document
Check
Articles

ASSESSMENT OF SERUM LEVELS AS SENSITIVE thyroid stimulating hormone EARLY DETECTION OF CANCER THYROID Prichilia Sarah Permadi; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.88 KB)

Abstract

Enlargement of thyroid or goiter is a general clinical problem. These cases are 5-10% may come to thyroid nodule. Thyroid cancer is thyroid gland malignancy in nodule formed. Clinically, benign thyroid nodule is difficult to thyroid nodule malignancy. The assessment of Thyroid Stimulating Hormone sensitive (TSHs) serum usually does as a screening tool to detect the enlargement and malignancy of thyroid gland which is suspected. Increases of TSH serum have a correlation with the prevalence of thyroid cancer.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS PADA POLISI DI POLDA BALI TAHUN 2016 Made Ayu Devi Pita Loka; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P08

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) sudah semakin banyak ditemui. Oleh karena itu, penting bagimasyarakat untuk memiliki pengetahuan mengenai DM, terutama faktor risikonya sehingga dapatdicegah lebih dini. Prevalensi DM diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 21,3 juta dari8,4 juta pada tahun 2000 di Indonesia. Proporsi penyebab kematian akibat DM di Indonesia padakelompok usia 45-54 tahun daerah perkotaan mendapat peringkat ke-2 yaitu sebesar 14,7%, dan yangterjadi pada daerah luar perkotaan menduduki peringkat ke-6 dengan persentase sebesar 5,8%.Kejadian DM pada populasi polisi sebesar 37%, sehingga penelitian ini ditujukkan untuk mengetahuitingkat pengetahuan masyarakat mengenai DM, yang dikhususkan pada pengetahuan mengenai faktorrisiko DM pada polisi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross-sectional. Penelitiandilakukan di Rumah Sakit Trijata selama satu bulan, mulai dari Oktober 2016 hingga November 2016.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan dari56 responden, mayoritas berusia 20-44 tahun (n=46 atau 80,7%), dengan tingkat pengetahuan yangrendah sebanyak 24 orang (42,86%) dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 32 responden (57,14%).Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang tinggi tentangfaktor risiko DM. Kata kunci: Pengetahuan, Faktor Risiko, DM, PolisiABSTRACT There are more and more people with diabetes mellitus (DM) is found. Therefore, it isimportant for the community to have knowledge about DM, especially the DM risk factors, and sothat the incidence of DM can be early prevented. The prevalence of DM in Indonesia, is beingpredicted to increase about 21.3 millions in year 2030 from 8.4 millions in year 2000. The cause ofdeath proportion by DM in Indonesia was found in a group of 45-54 years old that happened amongurban, ranked second with percentage of 14.7%. Meanwhile, among rural areas was ranked sixth withpercentage of 5.8%. The incidence of DM was found 37% among polices, therefore this research wasdone with the purpose of knowing the knowledge level in the community about DM, devoted to theeducation of DM risk factors among polices. The research was done by cross-sectional method. Thisresearch took place in Trijata Hospital, completed within a month, from October to November 2016.Data was collected by questionnaire. Total of respondents was 56 people, and the majority ofrespondents was 20-44 years old (n=46 or 80.7%). The results, respondents with low education levelwas 24 people (42.86%), while the respondents with high education level was 32 people (57.14%).Our conclusion is the majority of respondents already had a high knowledge level about DM riskfactors. Keywords: Knowledge, Risk Factors, DM, Police
THERAPY OF GRAVES’ DISEASE WITH SODIUM IODIDE-131 I Wayan Hartadi Noor; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.179 KB)

Abstract

Graves’ disease is the most common form of thyrotoxicosis, with a peak incidence in the 20-40 year of age group. Females are involved about five times more commonly than male. The easiest sign to recognize patients with Graves’ disease is the present of Graves’ ophthalmopathy. The diagnosis of Graves’ disease may sometimes base only on a physical examination and a medical history. Diffuse thyroid enlargement and sign of thyrotoxicosis, mainly ophthalmopathy and to lesser extent dermopathy, usually adequate for diagnosis. TSH test combined with FT4 test is usually the first laboratory test performs in these patients. The patients suffered Graves’ disease can be treated with antithyroid drug therapy or undergo subtotal Thyroidectomy. Another therapy is by using sodium iodide-131, where this therapy has advantages including easy administration, effectiveness, low expense, and absence of pain.
PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 Anak Agung Gede Mahaindra Putra; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Diabetes melitus (DM) tipe 2 ditandai oleh kondisi medis yakni meningkatnya kadar gula darah melebihi ambang normal yang disebabkan oleh resistensi insulin. International Diabetes Federation (IDF) memprediksi terjadi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia menjadi 14,1 juta di tahun 2035. Penyakit yang akan disandang seumur hidup ini tak jarang menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah hipertensi. Penelitian case control menunjukkan pasien dengan DM 6,85 kali memiliki resiko lebih besar untuk menderita hipertensi, begitu pula sebaliknya individu yang hipertensi memiliki resiko 1,5 kali lebih besar untuk mengalami DM tipe 2 dibandingkan yang tidak hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti ingin mengetahui prevalensi pasien DM tipe 2 dengan hipertensi melalui studi cross-sectional dengan mengambil data rekam medis pasien dari Januari hingga Desember 2015 di RSUP Sanglah Denpasar. Data kemudian di analisis menggunakan Ms. Excel. Hasilnya, sebanyak 51 pasien sebagai sampel dengan karakteristik umur rerata 67 tahun, jumlah penderita laki-laki 43,1% sedangkan perempuan 56,9%, tinggi badan rerata 160,39 cm, berat badan rerata 64,55 kg, IMT rerata 25,06 kg/m2, HbA1c rerata 8,30%, tekanan darah sistolik rerata 154,88 mmHg dengan tekanan darah diastolik rerata 83,55 mmHg. Prevalensi diabetes dengan hipertensi di penelitian ini cenderung lebih rendah dari hasil referensi beberapa penelitian luar negeri. Hal ini dikarenakan cakupan wilayah, daerah, dan waktu yang berbeda. Kata kunci : Diabetes melitus tipe 2, hipertensi, prevalensi
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN OBESITAS REMAJA PADA SISWA-SISWI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI DENPASAR Nyoman Arya Shridewi Abhigamika; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P14

Abstract

Obesitas merupakan suatu kondisi penumpukan lemak yang abnormal atau berlebih yang mengganggu kesehatan. Prevalensi kegemukan pada anak-anak di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 di berbagai rentang usia terbilang masih tinggi terutama saat usia remaja (usia 10-19 tahun) yang dapat disebabkan oleh interaksi kompleks dari banyak faktor seperti genetik, pola makan, aktivitas fisik, status sosial-ekonomi, serta lingkungan. Secara sederhana, obesitas dapat diukur dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) maupun mengukur lingkar pinggang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan obesitas remaja pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Denpasar. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik potong lintang dengan sampel sebanyak 100 siswa SMA di Denpasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas penelitian ini meliputi kualitas makanan, kuantitas makanan, dan intensitas makan. Data yang diperoleh adalah data primer dengan pengumpulan data menggunakan media kuesioner 24 hour recall serta mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang sampel. Pengambilan data dilakukan sejak bulan Agustus-Oktober 2015 di SMAN 8 Denpasar, SMAN 3 Denpasar, SMAK Santo Yoseph Denpasar, dan SMAN 2 Denpasar. Penelitian ini menghitung nilai Chi-square hitung lalu membandingkan dengan nilai Chi-square tabel, koefisien korelasi (r), determination coefficient (R2), dan nilai contingency coefficient (C) dari masing-masing variabel bebas. Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai Chi-square hitung seluruh variabel bebas lebih kecil daripada nilai Chi-square tabel yang menunjukkan adanya hubungan ketiga variabel bebas terhadap obesitas remaja di Denpasar. Variabel kualitas makanan memiliki r = 0,063, R2 = 0,39%, dan C = 1,74%. Variabel kuantitas makanan memiliki r = 0,068, R2 = 0,46%, dan C = 1,4%. Variabel intensitas makan memiliki r = 0,068, R2 = 0,46%, dan C = 1,27%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas makanan, kuantitas makanan, dan intensitas makan memiliki hubungan dengan kejadian obesitas remaja dan hubungan tersebut searah meskipun dengan tingkat keyakinan yang kecil. Tingkat keyakinan yang kecil tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi obesitas pada remaja selain pola makan yang tidak diteliti pada studi ini. Kata kunci : Pola Makan, Obesitas, Remaja
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS NUTRISI PADA SISWA KELAS X TAHUN AJARAN 2014-2015 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 5 DENPASAR Gede Andrewartha; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.357 KB)

Abstract

Obesity or overweight is a condition accumulation of excess fat in the body that can interfere health. Overweight by category Overweight, Obese I, II and Obese caused by many factors such as genetics, diet, physical activity, and environmental factors. Physical activity is one of the factors trigger more nutrition. The pattern of sedentary life (mild physical activity) caused by increasingly advanced technology led to a decrease in physical activity in adolescents. Assessment of physical activity patterns is important to note because some studies have demonstrated an association between physical activity and obesity. The purpose of this thesis is to determine whether there was a relationship between physical activities with body mass index in adolescents. This study used a cross-sectional design with a sample size of n = 100 samples. The results showed respondents with low levels of physical activity were 68% and respondents with moderate physical activity was 32%. Respondents with a body mass index was classified as overweight and 22% of respondents with non-obese body mass index is 68%. The result of the chi-square statistical analysis on the relationship of physical activity with body mass index shows the value of p = 0.116. From the results of this study concluded that the majority of respondents have a light physical activity. And the prevalence of overweight among respondents was 22%. These results suggest there is no relationship between physical activity and nutritional status of the respondents
PREVALENCE OF DIABETIC RETINOPATHY IN PATIENT TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT INTERNAL MEDICINE POLICLINIC SANGLAH HOSPITAL Ni Made Sintia Anggia Sari; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.383 KB)

Abstract

One of the complications that can occur in microvaskular diabetes mellitus is diabetic retinopathy. This research was carried out to know the prevalence of diabetic retinopathy in patients type 2 diabetes mellitus at internal divison of Sanglah Hospital. The method used is cross sectional by collecting data from the questionnaire and secondary data of medical record patient's type 2 DM. On this research acquired 111 patients (35.1%) with diabetic retinopathy and (64,9%) nonretinopathy. In the group with good level of HbA1c (<6.5%) the prevalence of diabetic retinopathy obtained 53.2%, in the group of patients with moderate level of HbA1c (6.5-8%) as much as 22.5%, and in the group of patients with HbA1c bad level (>8%) as much as 24.3%. The prevalence of the occurrence of DM complications in the diabetic retinopathy is still high, and a good level of HbA1c does not guarantee a person can’t have complication because the complication can also happens are affected by hypertension, dyslipidemia, age, and duration of DM.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016 Eti Kurniaty; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P13

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan mengenai penyakit sangat penting untuk menunjang kualitas kesehatan masyarakat, terutama tentang penyakit-penyakit dengan tingkat prevalensi yang tinggi.Penyakit diabetes melitus (DM) merupakan salah satunya dan bentuk upaya untuk mengurangi angka kejadian tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat.Kasus DM di Indonesia meningkat 2 kali lipat dari tahun 2007 hingga 2013 menjadi 12 juta kasus. Data di RSUP Sanglah menunjukkan bahwa kejadian DM dengan komplikasi chronic kidney disease (CKD) merupakan kedua terbanyak dibandingkan dengan komplikasi DM lainnya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai diet pada DM dengan komplikasi CKD.Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional analitik dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan bantuan kuesioner pada pasien yang mendapat pengobatan di ruang hemodialisis dan poliklinikdiabetes center RSUP Sanglah.Hasil penelitian yang didapatkan dari 63 responden, 28 orang (44,44%) memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 35 orang lainnya (55,56%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Karakteristik responden yang cenderung memiliki pengetahuan tinggi antara lain usia muda <55tahun (p= 0,107), tingkat pendidikan tinggi (p= 0,91), dan memliki riwayat keluarga DM (p= 0,012). Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien DM dengan komplikasi CKD yang berkunjung ke RSUP Sanglah telah memiliki pengetahuan yang tinggi tentang diet. Kata kunci: Pengetahuan, Diet, DM, CKD.
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN HIPERTENSI SISTOLIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM SANGLAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2011 A.A Sagung Ika Nuriska; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.058 KB)

Abstract

Tekanan darah tinggi, dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit kronis yang terjadi pada diabetes melitus tipe 2 DM Tipe 2. Salah satu resiko hipertensi yang dapat diubah adalah kolesterol yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol total dengan hipertensi pada pasien di Poliklinik Endokrin RSUP Sanglah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Total sampel pada penelitian ini berjumlah 69 responden. Berdasarkan pada hasil penelitian sampel, didapatkan 19 responden (28%) dengan kadar kolesterol meningkat dan didapatkan 35 responden (51%) dengan hipertensi sistolik pada pasien DM Tipe 2. Dari hasil uji fisher exact didapatkan H0 yang diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol total dengan hipertensi sistolik pada pasien DM Tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP Sanglah.  
HUBUNGAN DISFUNGSI EREKSI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP KUALITAS HIDUP DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH PROVINSI BALI Muhammad Aris Sugiharso; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.776 KB)

Abstract

Erectile dysfunction was one of the complication of diabetes mellitus that often ignored. Besides, erectile dysfunction could be a sign of uncontrolled blood glucose and microvascular complication. This condition coexist with strict management of therapy will cause the psychological distress to the patient and will affect his health-related quality of life. This study purposed to determine the prevalence of diabetic man with erectile dysfunction, quality of life and its relation with the quality of life. This study used the cross – sectional descriptive and analytic design that held on Outpatient Department of Diabetic Sanglah General Hospital Center Bali with 34 participants enrolled in this research. The International Index of Erectile Function (IIEF) 15 quissionaire given to assess the erectile dysfunction, Diabetic Distress Scale (DDS) to assess the psychological pressure and RAND Short Form (SF) 36 to assess the quality of life of patient. From this study found that the prevalence of erectile dysfunction is 61.8%. From Kruskal – Wallis test found that the decrease of quality of life, particularly in physical functioning, role limitations due to physical health, energy / fatigue, social functioning and general health domain,  meanwhile with DDS questionnaire found the value of p>0.05 on all of the domain so that it concluded that there is no association between erectile dysfunction on diabetic patient with diabetic-related distress. From the Pearson correlation test found that the medium correlation (0.4 – 0.6) between erectile dysfunction on diabetic patient with physical functioning, emotional well-being and social functioning. Weak correlation (0.4) found on energy/fatigue and general health domain. The correlation was negative, which mean that higher the score of dysfunction on the patient will give the lower quality of life. It can be concluded that from this study found that there is a association between erectile dysfunction on diabetic patient and their quality of life. Meanwhile, there is no association between erectile dysfunction with the diabetic-related stress.
Co-Authors A.A Sagung Ika Nuriska A.A.Gde Budhiarta Agus Santosa Ake, Anselmus Anak Agung Gde Budhiarta Anak Agung Gde Budhiarta Anak Agung Gede Ari Nanda Bhaswara Anak Agung Gede Budhiarta Anak Agung Gede Mahaindra Putra Andika Budiartha, Putu Gede Azizah, Norma Nur Azizah Bondan Winarno Budhiarta, Anak Agung Gde Budi Ratna Aryani David Dharmawan Harjanto Devinta, Made Ratih Santi Dewa Ayu Sri Agung Suandewi Dewi, Putu Feby Miswari Dumilah Ayuningtyas Eti Kurniaty Gautama M, Putu Gizha Satrya Gede Agung Widya Iswara Gede Andrewartha Gozali, Theodorus Onesiforus Herawati Sudoyo I Gde Raka Widiana I Gde Suranaya Pandit I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Putu Suka Aryana I Ketut Suastika I Ketut Sustika I Made Ady Wirawan I Made Bagiada I Made Pande Dwipayana I Made Siswadi Semadi I Made Siswadi Semadi I Made Siswadi Semadi I Made Yoga Prabawa I Wayan Eka Satriawibawa I Wayan Hartadi Noor I Wayan Losen Adnyana I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Sudhana I Wayan Sumardika I. K. Suastika Ida Bagus Aditya Nugraha Ida Bagus Yorky Brahmantya Isabella Soerjanto Putri K Suastika Kadek Dina Puspitasari Kartadinata, Sarah Levina Katrin Wilentina Siahaan Ketut Suega Komang Agus Wira Nugraha Laksmi, Putu Pradnyasanti Made Ayu Devi Pita Loka Made Yogi Krisnanda Malik, Safarina G. Marisye Christantia Mayura, I Gusti Ngurah Mochtar, Fransiska Muhammad Aris Sugiharso Ni Ketut Rai Purnami Ni Luh Made Novi Ratnasari Ni Luh Putri Kresnasari Ni Made Sintia Anggia Sari Nym Astika Nyoman Arya Shridewi Abhigamika Oktavianthi, Suksma Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Parastan, Rovie Hikari Prichilia Sarah Permadi R. Prawira Bayu Putra Dewa Ratih Pradnyandari Pemayun Rena, Ni Made Renny Anggreni Rheza Priyadi Rooseno, Ratna Rayeni Natasha Rusditha, Sarah - S., Hantono Safarina G. Malik Saraswati, Putu Ayu Indah Savitri, Putu Dian Hermawati Sari Sukma Oktavianthi Surya Sanjaya Funistera Susy Purnawati Tuty Kuswardani Wan Muhamad Syafiq Wardana, Rr. Cattleya Allayka Wimpie I Pangkahila Wira Gotera ¬Ni Putu Ade Tiwi Tyastarini Tyastarini