Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KEBERADAAN KARBOHIDRAT DALAM SISA AIR PASCA MEMASAK NASI MENGGUNAKAN PENANAK NASI RENDAH KARBOHIDRAT Winarno, Bondan; Saraswati, Made Ratna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P04

Abstract

Penanak nasi rendah karbohidrat memberikan klaim penurunan kandungan total karbohidrat dalam nasi dengan memisahkan pati yang keluar dari beras saat proses memasak. Pati tersusun atas amilosa dan amilopektin, amilosa hanya memiliki ikatan ?(1-4) sedangkan amilopektin memiliki ikatan ?(1-4) dan cabang ?(1-6). Keduanya mampu membentuk kompleks dengan molekul iodin dan memberikan warna biru. Sifat ini yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan pati. Penelitian ini melakukan identifikasi adanya kandungan pati di dalam sisa air pasca masak menggunakan penanak nasi rendah karbohidrat. Identifikasi karbohidrat dilakukan pada sisa air menggunakan larutan lugol iodin 1%. Hasil penelitian menunjukkan sisa air masak teridentifikasi memiliki kandungan pati yang terlarut di dalamnya. Setelah pemberian larutan lugol idoin 1%, sisa air masak mengalami perubahan warna dari keruh menjadi biru yang mengindikasikan adanya pati yang terlarut.
KARAKTERISTIK PENDERITA NODUL TIROID DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2019 – DESEMBER 2019 Parastan, Rovie Hikari; Dwipayana, I Made Pande; Saraswati, Made Ratna; Gotera, Wira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P10

Abstract

ABSTRAK Nodul tiroid ditandai dengan pertumbuhan sel tiroid secara abnormal yang membentuk benjolan pada kelenjar tiroid. Nodul tiroid dapat berupa tumor jinak atau ganas. Data statistik mengenai nodul tiroid di Indonesia masih sangat minim dibahas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteritik kasus nodul tiroid di Rumah Sakit Sanglah Denpasar periode Januari sampai Desember tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan studi potong lintang dengan sampel yang sesuai dari populasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data kemudian dianalisis menggunakan software SPSS versi 20 untuk mendapatkan karakteristik kasus nodul tiroid berdasarkan usia, jenis kelamin, fungsi tiroid, dan jenis kanker. Hasil penelitian menunjukkan kasus nodul tiroid di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2019 terbanyak terjadi pada rentang usia 41 – 50 tahun sebesar 37,6% dan didominasi oleh perempuan (82,3%) dengan fungsi tiroid yang lebih banyak normal/ eutiroid sebanyak 82,3%. Selain itu, mayoritas kasus nodul tiroid berupa nodul jinak sebanyak 51,1% dan dilanjutkan dengan karsinoma papilar sebanyak 39,7%. Temuan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai gambaran karakteristik nodul tiroid di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2019. Sarannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut serta data registri yang lebih lengkap untuk mencari hubungan antara variabel karakteristik. Kata kunci : Nodul Tiroid, Karakteristik, Histopatologi.
CORRELATION OF HEMOGLOBIN LEVEL WITH CANCER STADIUM AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR IN 2019-2020 Andika Budiartha, Putu Gede; Suega, Ketut; Saraswati, Made Ratna; Bagiada, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P05

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang terjadi akibat sel dalam tubuh yang berkembang secara tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan kerusakan bentuk maupun fungsi dari organ dimana sel tersebut tumbuh. Sel kanker memiliki keterkaitan dengan kerusakan gen yang mengontrol pertumbuhan, pembelahan, dan kematian sel. Kanker termasuk dalam salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Anemia merupakan gejala yang sering muncul pada pasien kanker. Kadar hemoglobin dapat menjadi parameter untuk menyatakan pasien mengalami anemia atau kadar hemoglobin yang rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan stadium kanker pada pasien tahun 2019-2020 di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode penelitian cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif dengan 50 pasien kanker yang terdata di buku register Divisi Hematologi dan Onkologi Medik (HOM) RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2019-2020. Dilakukan pada bulan Juli-September 2021 di RSUP Sanglah Denpasar dengan variabel bebas stadium kanker dan variabel terikat kadar hemoglobin. Hasil pengujian Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan (p>0,05) antara kadar hemoglobin dengan stadium kanker. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti seperti keadaan pasien sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi, dan juga faktor usia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan faktor lainnya yang lebih mempengaruhi seperti keadaan pasien sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi, faktor usia, dan status gizi pada pasien yang menimbulkan penurunan kadar hemoglobin dan keparahan pada stadium kanker. Kata Kunci: kadar hemoglobin, stadium kanker, kanker, anemia
Karakteristik Pasien Gangguan Fungsi Tiroid di RSUP Sanglah Tahun 2019 Wardana, Rr. Cattleya Allayka; Saraswati, Made Ratna; Dwipayana, I Made Pande; Gotera, Wira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P11

Abstract

ABSTRAK Gangguan fungsi tiroid merupakan suatu kondisi dimana produksi hormon tiroid menjadi tidak seimbang. Gangguan fungsi tiroid merupakan suatu kelainan endokrin terbesar kedua setelah diabetes. Tercatat kasus bahwa 300 juta orang di dunia mengalami gangguan fungsi tiroid dan 50% diantaranya tidak menyadari kelainan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gangguan fungsi tiroid berdasarkan fungsi tiroid, usia, jenis kelamin, dan pola kunjungan pasien di Poli Diabetic Center RSUP Sanglah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan studi potong lintang. Sampel ini dipilih dari populasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 596 pasien mengalami gangguan fungsi tiroid di RSUP Sanglah tahun 2019 yang terdiri dari 484 (81,2%) pasien dengan hipertiroid dan 112 (18,8%) pasien dengan hipotiroid. Gangguan fungsi tiroid ini didominasi oleh rentang usia 41-50 tahun (29,9%) dengan hipertiroid lebih banyak terjadi pada usia muda yaitu 31-40 tahun (87,6%) dan 21-30 tahun (87,4%), sedangkan hipotiroid banyak terjadi pada kelompok usia tua yaitu 61-70 tahun (27,1%) dan 51-60 tahun (23,5%). Berdasarkan jenis kelamin, pasien gangguan fungsi tiroid perempuan 458 orang (76,8%) lebih banyak dibandingkan laki-laki 132 orang (23,2%) dengan hipertiroid didominasi oleh perempuan sebanyak 366 orang (75,6%) dan hipotiroid 92 orang (82,1%) merupakan perempuan. Pola kunjungan pasien dengan gangguan fungsi tiroid di RSUP Sanglah tahun 2019 didapatkan bahwa kunjungan tertinggi yaitu pada Februari 2019 (142 kunjungan). Perlu dilakukan penelitian analitik lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara variabel karakteristik. Kata Kunci: Hipertiroid, Hipotiroid, Karakteristik.
DESCRIPTION OF THE RISK OF TYPE 2 DM IN STUDENTS OF THE BASE OF MEDICINE AND MEDICAL PROFESSIONAL STUDY PROGRAM FOR 2018 IN THE FACULTY OF MEDICINE UDAYANA UNIVERSITY Savitri, Putu Dian Hermawati Sari; Saraswati, Made Ratna; Bagiada, I Made; Suega, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P17

Abstract

ABSTRAK Penilaian risiko diabetes mellitus pada usia muda merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya kasus tersebut, terutama dapat ditujukan pada calon mahasiswa tenaga kedokteran yang merupakan garda terdepan dalam bidang kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, sangat diperlukan penilaian factor risiko terhadap kejadian diabetes melitus (DM) tipe 2 pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 150 mahasiswa dengan teknik simple random sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari skor FINDRISC terlihat bahwa risiko rendah sebanyak 76,7%, risiko sedikit meningkat sebanyak 22% dan hanya 1,3% memiliki risiko sedang. Diharapkan agar fakultas kedokteran Universitas Udayana melakukan tindakan pencegahan kejadian DM pada mahasiswa yang memiliki factor risiko tersebut dengan meningkatkan kegiatan olahraga serta memberikan informasi tentang pengaturan diet. Kata Kunci : Findrisc, Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor Risiko, Aktivitas, Olahrga, Diet, Umur
HUBUNGAN KADAR HBA1C DAN LAMANYA DIABETES DENGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN DAN DIABETES RSUP PROF. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR Kartadinata, Sarah Levina; Dwipayana, I Made Pande; Saraswati, Made Ratna; Rena, Ni Made Renny Anggreni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P09

Abstract

Penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2) mengalami kondisi inflamasi kronis yang apabila tidak terkontrol dengan baik, risiko terjadi komplikasi akan meningkat. Kondisi inflamasi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kadar glikemik, serta durasi menderita DM. Salah satu parameter kendali glikemik yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan HbA1c. Literatur menunjukkan bahwa rasio neutrofil limfosit darah dianggap sebagai salah satu parameter inflamasi dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara HbA1c dan lamanya diabetes dengan rasio neutrofil limfosit darah pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik potong lintang pendekatan dengan tehnik consecutive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar dengan tujuan mengetahui hubungan antara HbA1c, lamanya DM dengan rasio neutrofil limfosit darah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara analitik menggunakan SPSS versi 26. Hasil analisis uji Chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara HbA1c dengan rasio neutrofil limfosit darah (p<0.001) dan uji Kruskal- wallis menunjukkan lamanya DMT2 dengan rasio neutrofil limfosit darah (p=0.000). Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara HbA1c dan lamanya diabetes dengan rasio neutrofil limfosit darah pada pasien DMT2 di Poliklinik Endokrin dan Diabetes RSUP Prof Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar 2022.
DIABETES INSIPIDUS PADA PASIEN DENGAN CEDERA KEPALA SEDANG S., Hantono; Gotera, Wira; Suastika, Ketut; Budhiarta, Anak Agung Gde; Saraswati, Made Ratna; Dwipayana, I Made Pande; Semadi, I Made Siswadi; Nugraha, Ida Bagus Aditya
Ganesha Medicina Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v4i1.75553

Abstract

Diabetes Insipidus (DI) adalah suatu sindrom yang ditandai dengan ekskresi urin dalam jumlah besar yang tidak normal (poliuria) disertai peningkatan asupan cairan sebagai kompensasinya (polidipsia). Hal ini disebabkan oleh penurunan sekresi (DI sentral/neurogenik) atau kerja (DI nefrogenik) dari Hormon Antidiuretik. Hormon ini diproduksi oleh neuron hipotalamus di nukleus supraoptik dan paraventrikular dan disekresikan ke sirkulasi bila ada rangsangan. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas terbanyak pada generasi muda terutama laki-laki. Salah satu dampaknya adalah disfungsi hormonal pada hipofisis anterior dan posterior. Angka kejadian DI setelah cedera kepala berkisar 1-2,9%. Dalam kasus tertentu, keadaan ini hanya terjadi sementara namun dapat juga menjadi permanen. Dalam laporan kasus ini, dilaporkan laki-laki berusia 28 tahun dengan DI setelah mengalami cedera kepala. Pasien menjalani kraniektomi dekompresi dengan osteoplasti. Selama perawatan, pasien didiagnosa dengan Diabetes Insipidus dari gejalanya, osmolalitas urin yang rendah, osmolalitas plasma yang tinggi, dan hipernatremia, kemudian ditangani dengan rehidrasi dan pemberian injeksi vasopresin 5 IU secara intramuskular serta pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan setiap hari. Selama beberapa hari berikutnya, setelah keseimbangan cairan normal, vasopresin dihentikan dan keseimbangan cairan masih dalam batas normal.
Conservative Wound Treatment in DMT2 Patients Using Honey Laksmi, Putu Pradnyasanti; Saraswati, Made Ratna; Rooseno, Ratna Rayeni Natasha; Devinta, Made Ratih Santi; Santosa, Agus
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 7 No 02 (2023): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v7i02.4645

Abstract

Background : The number of diabetic patients in Indonesia is on the rise. In contrast to typical wounds in non DMT2 patients, chronic wounds in DMT2 patients heal more slowly, which makes it difficult to achieve complete primary wound healing. Thus, surgery is frequently required to achieve optimal healing. Patients' physical condition, age, comorbidities, and financial circumstances such as high medical costs frequently limiting patients from receiving comprehensive care, resulting alternative treatments are required to treat chronic wounds in DMT2 patients whom prefer conventional medications, addressing all circumstances. Honey, in addition to having fructose compounds, which has the benefit of increasing glucose homeostasis and insulin response, resulting in lower insulin and plasma glucose levels, also has been shown to contain anti-inflammatory and antimicrobial substances that aid in wound healing. Thus, it may be an alternative therapy for chronic wound in DMT2 patients. Methods : A Case-series studies of four DMT2 patients who were referred to Plastic and Reconstructive Outpatient ward with chronic wound were evaluated on a monthly basis following conservative treatment using Nusantara local honey-coated gauze. Result : Secondary wound healing, which can be assessed from the epithelialization process started from the peri-wound area has been obtained through monthly observations. Conclusion : Honey is used as an alternative therapy for patients with diabetic foot ulcers due to its anti-microbial and anti-inflammatory properties in the wound healing process. Furthermore, honey is considered less expensive and more affordable alternative for patients with co-morbidities that is impossible to operate, or with financial limitations. Keywords: DMT2, Chronic wound, Honey
From Tradition to Translation: A Systematic Review on the Pharmacological Actions of Eugenol Extracted from Ocimum Plants in Oxidative Stress, Inflammation, and Diabetes Mellitus Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; I Wayan Putu Sutirta Yasa; I Wayan Sumardika; Made Ratna Saraswati; I Gde Suranaya Pandit
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 9 No. 6 (2025): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v9i6.1302

Abstract

Background: Ocimum species, commonly known as basil, have a rich history in traditional medicine for various ailments. Eugenol, a primary bioactive compound found in several Ocimum species, has garnered significant scientific attention for its potential therapeutic properties. This systematic review aimed to comprehensively evaluate the pharmacological actions of eugenol extracted from Ocimum plants in the context of oxidative stress, inflammation, and diabetes mellitus. Methods: A systematic literature search was conducted across major scientific databases for studies published between 2013 and 2024 that investigated the effects of eugenol derived from Ocimum plants on oxidative stress, inflammation, and diabetes mellitus. The search strategy included keywords such as "eugenol," "Ocimum," "antioxidant," "anti-inflammatory," and "antidiabetic." Inclusion criteria for studies involving in vitro, in vivo, and clinical studies that specifically examined the pharmacological actions of eugenol extracted from Ocimum species in the aforementioned conditions. Data on study design, intervention, outcomes, and key findings were extracted and synthesized narratively. Results: The review identified ten key studies that met the inclusion criteria. These studies collectively suggested that eugenol extracted from Ocimum plants exhibited significant antioxidant activity by scavenging free radicals and enhancing endogenous antioxidant enzymes. Furthermore, eugenol demonstrated anti-inflammatory effects by modulating pro-inflammatory cytokines and inhibiting key inflammatory pathways such as NF-κB and COX. In the context of diabetes mellitus, studies indicated that eugenol could improve glucose metabolism by enhancing insulin sensitivity, protecting pancreatic beta cells, and inhibiting carbohydrate metabolizing enzymes. Conclusion: This systematic review provided a comprehensive overview of the pharmacological actions of eugenol extracted from Ocimum plants in mitigating oxidative stress, inflammation, and diabetes mellitus. The findings from the included studies supported the traditional uses of Ocimum species and highlighted the therapeutic potential of eugenol as a natural agent in managing these conditions. Further well-designed clinical trials are warranted to validate these preclinical findings and translate them into clinical applications.
Diagnostic and Management of Idiophatic Panhypopituitarism A Case Report Ida Bagus Aditya Nugraha; Komang Agus Wira Nugraha; Anak Agung Gede Budhiarta; Ketut Suastika; Wira Gotera; Made Ratna Saraswati; I Made Pande Dwipayana; I Made Siswadi Semadi
‎ InaJEMD - Indonesian Journal of Endocrinology Metabolic and Diabetes Vol. 1 No. 1 (2024): InaJEMD Vol. 1, No. 1
Publisher : PP PERKENI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypopituitarism is marked by decreased secretion of one, several, or all anterior or posterior pituitary hormones. A rare disorder, panhypopituitarism indicates the loss of all the pituitary hormones but often is used in clinical practice to describe a patient's deficiency in growth hormone, gonadotropins, corticotropin, and thyrotropin in whom the posterior pituitary function remains intact. Hypopituitarism may occur because of diverse etiologies and lead to substantial morbidity and mortality. Despite advances in the diagnosis and management of pituitary disorders, hypopituitarism is still associated with increased long-term cardiovascular mortality. We report a rare case of a 22-year-old boy with idiopathic panhypopituitarism. The patient has deficiency of growth hormone, gonadotropin, corticotropin, and thyrotropin, yet the underlying etiology remains unknown in this patient because of lack of imaging data. This is very challenging to do prompt diagnosis and management of panhypopituitarism. The management is needing multiple hormonereplacement therapy, based on the result of pituitary hormone laboratory examination. Prompt treatment is needed to prevent further morbidity and mortality in this patient. hypothyroidism, growth hormon
Co-Authors A.A Sagung Ika Nuriska A.A.Gde Budhiarta Agus Santosa Ake, Anselmus Anak Agung Gde Budhiarta Anak Agung Gde Budhiarta Anak Agung Gede Ari Nanda Bhaswara Anak Agung Gede Budhiarta Anak Agung Gede Mahaindra Putra Andika Budiartha, Putu Gede Azizah, Norma Nur Azizah Bondan Winarno Budhiarta, Anak Agung Gde Budi Ratna Aryani David Dharmawan Harjanto Devinta, Made Ratih Santi Dewa Ayu Sri Agung Suandewi Dewi, Putu Feby Miswari Dumilah Ayuningtyas Eti Kurniaty Gautama M, Putu Gizha Satrya Gede Agung Widya Iswara Gede Andrewartha Gozali, Theodorus Onesiforus Herawati Sudoyo I Gde Raka Widiana I Gde Suranaya Pandit I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Putu Suka Aryana I Ketut Suastika I Ketut Sustika I Made Ady Wirawan I Made Bagiada I Made Pande Dwipayana I Made Siswadi Semadi I Made Siswadi Semadi I Made Siswadi Semadi I Made Yoga Prabawa I Wayan Eka Satriawibawa I Wayan Hartadi Noor I Wayan Losen Adnyana I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Sudhana I Wayan Sumardika I. K. Suastika Ida Bagus Aditya Nugraha Ida Bagus Yorky Brahmantya Isabella Soerjanto Putri K Suastika Kadek Dina Puspitasari Kartadinata, Sarah Levina Katrin Wilentina Siahaan Ketut Suega Komang Agus Wira Nugraha Laksmi, Putu Pradnyasanti Made Ayu Devi Pita Loka Made Yogi Krisnanda Malik, Safarina G. Marisye Christantia Mayura, I Gusti Ngurah Mochtar, Fransiska Muhammad Aris Sugiharso Ni Ketut Rai Purnami Ni Luh Made Novi Ratnasari Ni Luh Putri Kresnasari Ni Made Sintia Anggia Sari Nym Astika Nyoman Arya Shridewi Abhigamika Oktavianthi, Suksma Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Parastan, Rovie Hikari Prichilia Sarah Permadi R. Prawira Bayu Putra Dewa Ratih Pradnyandari Pemayun Rena, Ni Made Renny Anggreni Rheza Priyadi Rooseno, Ratna Rayeni Natasha Rusditha, Sarah - S., Hantono Safarina G. Malik Saraswati, Putu Ayu Indah Savitri, Putu Dian Hermawati Sari Sukma Oktavianthi Surya Sanjaya Funistera Susy Purnawati Tuty Kuswardani Wan Muhamad Syafiq Wardana, Rr. Cattleya Allayka Wimpie I Pangkahila Wira Gotera ¬Ni Putu Ade Tiwi Tyastarini Tyastarini