Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program Edukasi Pembuatan Ovitrap untuk Mengendalikan Persebaran DBD di Desa Kepek Kabupaten Gunung Kidul Dwiastuti, Rini; Wira Waskitha, Stephanus Satria; Setyaningsih, Dewi; Estyaningrum, Immanuela Putri Maharani; Simamora, Santika Ria Br; Graselia, Dena; Sihombing, Indri Andini; Pasa, Lidwina Vivi Reinha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.587

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk berjenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini telah menjadi permasalahan kesehatan serius di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Kabupaten Gunung Kidul. Kabupaten ini telah ditinjau dalam mengupayakan penurunan angka kasus penderita DBD, terutama di Kecamatan Wonosari. Tujuan dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi pencegahan DBD dan pelatihan pembuatan ovitrap sederhana kepada masyarakat di Desa Kepek, Wonosari, Gunung Kidul. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian edukasi oleh dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) dan kader kesehatan dari Puskesmas Wonosari II. Evaluasi peningkatan pemahaman peserta dilakukan menggunakan nilai pre-test dan post-test yang diperoleh peserta selama sebelum dan sesudah pemaparan edukasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ovitrap sederhana oleh peserta. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai rata-rata antara nilai pre-test dan post-test yang didukung melalui pendekatan statisika uji t berpasangan (paired-t test) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Penelitian ini menduga bahwa peserta telah miliki pemahaman dasar terkait pencegahan DBD dan penerapan ovitrap sebelum pemberian edukasi diberikan yang ditunjukkan dengan relatif tingginya nilai rata-rata pre-test yang diperoleh. Meskipun demikian, kegiatan ini memiliki dampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengupayakan penurunan angka kasus DBD melalui pendekatan yang sederhana. Kegiatan ini menyoroti bahwa kolaborasi antara FF USD dengan Puskesmas Wonosari II memiliki potensi program yang keberlanjutan dalam menurunkan angka kasus DBD di Gunung Kidul, khususnya di Desa Kepek.
SOSIALISASI EDUKASI JENIS PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER GUNA MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK Wijayanti, Heny Noor; Setyaningsih, Dewi; Novika, Almira Gitta; Wahyuningsih, Melania; Susanti, Santi; Boka, Yurita; Dila Apriyani N, Dila
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 9, NO 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini terapi komplementer telah terbukti dapat mendukung untuk mempermudah dalam masa kehamilan, persalinan, nifas, serta perkembangan bayi baru lahir dan anak-anak menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Yoga prenatal, akupresuare, aromaterapi, yoga anak, baby massage atau pijat bayi dan perawatan kebidanan komplementer lainnya data digunakan untuk ibu dan anak. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang pelayanan asuhan kebidanan komplementer. komplementer ini dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Dalam rangka meningkatkan kesehatan, diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi para ibu tentang berbagai bentuk layanan asuhan kebidanan komplementer untuk anak-anak. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di Dusun Pondok Desa Selomartani Kec Kalasan Kab. Sleman Yogyakarta pada bulan Agustus 2024, dimana metode yang digunakan melalui ceramah dan diskusi. Dalam kegiatan edukasi ini yang ikut berpartisipasi ada sebanyak 20 peserta ibu yang mempunyai baduta usia 0-24 bulan, kader posyandu dan ibu dukuh. Dari hasil yang didapatkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 75 pada pre-test menjadi 91 saat post-test menunjukkan kegiatan ini berhasil dan pengetahuan ibu-ibu termasuk dalam kategori pengetahuan yang baik. Para ibu baduta ini sangat antusias dan puas untuk mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Dalam kegiatan edukasi ini menjadikan pengetahuan dan pemahaman ibu baduta meningkat tentang jenis pelayanan asuhan kebidanan komplementer pada anak, sehingga diharapakan perlu adanya kontribusi tenaga kesehatan yang dapat menginformasikan tentang kesehatan layanan kebidanan komplementer yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.