Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Perilaku Ibu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada Bayi Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Bies Kabupaten AcehTengah Tahun 2022 Juwita Kumala Sari Daeng; Nur Azizah; Adelina Sembiring; Gusni Syariah
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 2 (2025): April : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i2.632

Abstract

Complementary Foods for Breast Milk (MP-ASI) are additional intake given to babies aged 6–24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Giving MP-ASI that is not in accordance with the baby's age or condition can have a negative impact on the nutritional status and digestive system of the child. This study aims to determine the relationship between maternal behavior—which includes knowledge, attitudes, and actions—and the administration of MP-ASI in infants aged 6–24 months at the Bies Health Center, Central Aceh Regency, in 2022. The design of this study was quantitative with a cross-sectional approach, involving 35 respondents who were selected purposively. The results of the univariate analysis showed that most mothers had good knowledge (45.7%), positive attitudes (74.3%), and good actions (45.7%) in giving MP-ASI. Meanwhile, the provision of MP-ASI is also mostly in the good category (48.6%). The results of bivariate analysis with the chi-square test showed a significant relationship between knowledge (p=0.007), attitude (p=0.003), and maternal actions (p=0.001) with MP-ASI. In conclusion, maternal behavior has a significant relationship with MP-ASI feeding practices. Therefore, improving nutrition education and counseling is very important to encourage optimal maternal behavior in fulfilling child nutrition.
ANALISIS EFEKTIVITAS SELF-MANAGEMENT SUPPORT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Lisbet Gurning; Sri Mulati Nendah Agreta; Petra Diansari Zega; Abdul Mazid Bancin
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3761

Abstract

Breast cancer and its treatments impose a complex symptom burden that negatively affects patients’ quality of life. Self-management support (SMS) is a patient empowerment strategy aimed at enhancing independence in nursing care. This study aimed to analyze the effectiveness of SMS on the quality of life of breast cancer patients at Haji General Hospital Medan. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pre–post test control group approach. The sample consisted of 60 respondents (30 in the intervention group and 30 in the control group), selected using purposive sampling. The intervention group received structured education and self-monitoring guidance for 8 weeks. The research instrument used was the EORTC QLQ-C30 questionnaire. Data were analyzed using Paired T-test and Independent T-test. Results: There was a significant increase in the mean quality of life score in the intervention group, from 52.3 to 75.6 (p 0.001), while the control group showed no significant change (p = 0.125). Intergroup comparison after the intervention revealed a statistically significant difference (p = 0.000). The emotional functioning and pain management domains showed the most substantial improvements. Conclusion: Self-management support is effective in improving the quality of life of breast cancer patients. This intervention is recommended to be integrated into standard oncology nursing care to promote patient independence in managing treatment-related side effects. Keywords: Breast Cancer, Quality of Life, Self-Management Support, Medical-Surgical Nursing.
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berbasis inovasi E-Leaflet untuk Mendukung Peran Serta Suami Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kampung KB Pangkalan Masyhur Medan Johor Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Mastaida Tambun; Lusiatun Lusiatun; Indra Agussamad; Sri Rezeki; Damayanti Damayanti; Adelina Sembiring
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5vjga845

Abstract

Partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih sangat rendah, termasuk di Kampung KB Pangkalan Masyhur, Medan Johor. Pada tahun 2025 jumlah pasangan usia subur (PUS) mencapai 3.262 jiwa, namun pengguna kontrasepsi pria hanya 0,8% untuk kondom dan 0,1% untuk vasektomi. Kondisi ini berdampak pada masih tingginya angka kelahiran yang berimplikasi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pria adalah kurangnya dukungan keluarga, pandangan negatif dan mitos, serta minimnya akses informasi mengenai kontrasepsi pria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemberdayaan melalui lima tahap: persiapan, sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Media utama yang digunakan adalah aplikasi E-Leaflet SIKOPRI (Sistem Informasi Kontrasepsi Pria), didukung leaflet, poster, dan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan kontrasepsi pria, perubahan sikap suami yang lebih positif terhadap KB pria, serta meningkatnya keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan ber-KB. Capaian nyata ditunjukkan dengan adanya tiga akseptor vasektomi baru dan peningkatan pengguna kondom sebanyak 15 orang dalam tiga bulan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.7 tentang kesehatan reproduksi dan poin 5 tentang kesetaraan gender. Inovasi E-Leaflet SIKOPRI terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB.
OPTIMALISASI PENERAPAN PHBS UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI PADA LANSIA & REMAJA DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2026 Lisdayanti Simanjuntak; Adelina Sembiring; Petra Diansari Zega; Dina Afriani; Sanni Sihombing; Aida Wani
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 10 (2026): Vol. 5 No. 10 Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i10.3952

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi pada remaja dan lansia masih menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh pengetahuan, perilaku, dan penerapan pola hidup sehat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penerapan PHBS terhadap kesehatan reproduksi pada lansia dan remaja di Desa Bangun Rejo Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang terdiri dari 55 lansia dan 45 remaja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PHBS dan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PHBS sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 59 orang (59%), cukup sebanyak 21 orang (21%), dan baik sebanyak 20 orang (20%). Kesehatan reproduksi responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 52 orang (52%), cukup sebanyak 25 orang (25%), dan baik sebanyak 23 orang (23%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan PHBS masih perlu ditingkatkan sebagai upaya mendukung peningkatan kesehatan reproduksi pada remaja dan lansia.Kata kunci: PHBS, kesehatan reproduksi, lansia, remaja, perilaku kesehatan
PENGARUH EDUKASI SELF-MANAGEMENT TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2026 Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Petra Diansari Zega; Lisbet Gurning; Sri Mulati Nendah Agreta; Srilina Br Pinem; Nur Azizah; Angel Shesapatrisia Girsang; Anisa Br Munte
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 11 (2026): Vol. 5 No. 11 Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i11.3999

Abstract

Background: Hypertension is one of the major risk factors for cardiovascular disease and remains a leading cause of mortality worldwide. Effective hypertension control depends not only on pharmacological therapy but also on patients' ability to perform self-management, including medication adherence, adherence to a low-sodium diet, regular physical activity, stress management, smoking cessation, and routine blood pressure monitoring. The low level of heart disease preventive behaviors among patients with hypertension remains a significant public health challenge. Therefore, effective educational interventions are needed to enhance patients' self-management abilities and promote healthier behaviors. Objective: This study aimed to determine the effect of self-management education on improving heart disease preventive behaviors among patients with hypertension in Bangun Rejo Village in 2026. Methods: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study population consisted of all patients with hypertension in Bangun Rejo Village. The sample was selected using purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The intervention consisted of self-management education delivered through health education sessions, group discussions, demonstrations, and educational media throughout the study period. Data were collected using a validated and reliable questionnaire on heart disease preventive behaviors. Data analysis included univariate analysis to describe respondents' characteristics and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test (or the Paired t-test if the data were normally distributed), with a significance level of α = 0.05. Results: The findings demonstrated an increase in the mean score of heart disease preventive behaviors following the self-management education intervention. Statistical analysis indicated that self-management education had a significant effect on improving heart disease preventive behaviors among patients with hypertension (p 0.05). Conclusion: Self-management education is effective in improving heart disease preventive behaviors among patients with hypertension. This intervention can serve as a promotive and preventive strategy in community health services to enhance hypertension control and reduce the risk of cardiovascular disease.Keywords: Hypertension, Self-Management, Education, Preventive Behavior, Heart Disease
EFEKTIVITAS APIUM GRAVEOLENS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI LANSIA KAMPUNG KB PANGKALAN MASYHUR MEDAN JOHOR TAHUN 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Adelina Sembiring; Lisbet Gurning; Suci Rani Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3636

Abstract

Hypertension is a predominant health issue in the geriatric population, contributing significantly to an increased risk of cardiovascular disease, stroke, and frailty. Major challenges in managing hypertension in the elderly include polypharmacy, declining organ function, and medication adherence. Apium graveolens (celery) contains apigenin and 3-n-butylphthalide, which are known to possess vasodilatory effects. This study aims to evaluate the effectiveness of Apium graveolens administration as a complementary therapy for the prevention and control of stage I hypertension among the elderly in a rural community setting. Methods:This study employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group approach, conducted in Bagun Rejo Village from January to March 2025. The subjects comprised 80 elderly individuals (aged 60 years) with grade I hypertension, selected via purposive sampling. Subjects were divided into two groups: the Intervention Group (n=40), which received a standardized dose of Apium graveolens extract for 8 weeks, and the Control Group (n=40), which received standard lifestyle education. The primary parameters measured were changes in Systolic Blood Pressure (SBP) and Diastolic Blood Pressure (DBP). Data analysis was performed using the Paired t-test and Independent t-test with a 95% confidence level (=0.05).Results: Baseline characteristics between the two groups were homogeneous. After 8 weeks of intervention, the Intervention Group demonstrated a significant reduction in SBP from a mean of 152.4 mmHg to 138.2 mmHg (p 0.001) and a reduction in DBP from 94.5 mmHg to 86.1 mmHg ($p 0.05$). Conversely, the Control Group showed no statistically significant changes. Furthermore, no significant gastrointestinal side effects or electrolyte disturbances were observed in the group consuming Apium graveolens, indicating a favorable safety profile for the elderly. Conclusion:The administration of Apium graveolens proved effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with grade I hypertension . These findings support the potential of Apium graveolens as a safe and affordable adjuvant therapy in community-based hypertension management strategies, aiming to reduce the burden of polypharmacy in the geriatric population. Integration of this program with the Integrated Healthcare Center for the Elderly (Posyandu Lansia) is recommended for sustainability.Keywords: Apium graveolens, Geriatrics, Hypertension, Elderly, Herbal Therapy
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Service Excellent Pada Pasien Colic Abdomen di RSU Haji Medan Tahun 2026 Erni Br Sirait; Sri Mulati Nendah Agreta; Tahan Tahan; Rolasnih Lilista Simbolon; Adelina Sembiring
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61740

Abstract

Colic abdomen merupakan nyeri perut yang bersifat hilang timbul akibat spasme otot polos pada organ berongga abdomen yang dapat disebabkan oleh obstruksi, inflamasi, maupun gangguan saluran pencernaan. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri hebat, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan sehingga membutuhkan asuhan keperawatan komprehensif berbasis pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang service excellent pada pasien colic abdomen di Ruangan Shafa BII RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang pasien perempuan berusia 25 tahun dengan diagnosis colic abdomen. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri ulu hati hilang timbul selama lima hari, mual, muntah, perut kembung, penurunan nafsu makan, dan lemas dengan skala nyeri 6. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan nausea berhubungan dengan iritasi lambung. Intervensi diberikan berdasarkan SIKI meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, kompres hangat, edukasi kesehatan, dan kolaborasi terapi farmakologis. Setelah tiga hari asuhan keperawatan, skala nyeri menurun dari 6 menjadi 2, mual dan muntah teratasi, serta nafsu makan membaik. Penerapan service excellent terbukti meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Anak yang Service Excellent Pada An. F dengan Gastroenteritis di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Febrianti Febrianti; Rolasni Lilista Simbolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61741

Abstract

Gastroenteritis merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di dunia, termasuk Indonesia. Data WHO tahun 2024 melaporkan lebih dari 443.832 kasus dan 50.851 kematian pada anak setiap tahunnya, sementara di Sumatera Utara pada tahun 2023 tercatat 95.433 kasus. Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah sehingga membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif dan service excellent. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan anak yang service excellent pada An. F dengan gastroenteritis di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang anak perempuan berusia 5 tahun dengan diagnosis medis gastroenteritis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi rekam medis pada tanggal 11–13 Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga diagnosis keperawatan utama, yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi, hipertermia berhubungan dengan proses infeksi, dan risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan muntah. Setelah dilakukan implementasi asuhan keperawatan selama 3x24 jam, seluruh masalah keperawatan teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang service excellent efektif memperbaiki kondisi klinis pasien anak dengan gastroenteritis.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent pada Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Binjai Hotma Ritonga; Adelina Sembiring; Rolasnih Lilista Simbolon; Petra Diansari Zega; Jakson Napitupulu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61744

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit kronis yang sering dialami oleh kelompok lanjut usia akibat resistensi insulin dan menurunnya fungsi sel beta pankreas sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Kondisi ini dapat memunculkan berbagai komplikasi, seperti luka kaki diabetik, gangguan integritas kulit, serta penurunan kualitas hidup apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan gerontik berbasis Service Excellent pada pasien lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II guna meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup pasien. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui proses keperawatan yang terdiri atas pengkajian, penetapan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. R, seorang lansia berusia 72 tahun dengan Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Hasil pengkajian menemukan keluhan sering haus, sering buang air kecil, peningkatan kadar glukosa darah, serta luka kaki yang sulit sembuh. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, dan nyeri kronis. Intervensi dilakukan melalui pemantauan gula darah, edukasi kesehatan, pengaturan pola makan, perawatan luka, dan penerapan pelayanan prima. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien ditandai menurunnya keluhan, meningkatnya pengetahuan pasien, dan membaiknya kondisi luka kaki. Kesimpulan asuhan keperawatan gerontik berbasis Service Excellent mampu membantu meningkatkan kualitas hidup lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Tn. M dengan Halusinasi Pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Roy Miracle Sidauruk; Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Indra Agussamad; Novrianti Sidabutar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61745

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi sensori yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, terutama skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya persepsi suara tanpa adanya rangsangan nyata yang dapat memengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi sosial, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada Tn. M yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. M mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan mendengar suara memanggil nama serta menyuruh melakukan tindakan tertentu, perilaku berbicara sendiri, menarik diri, dan kontak mata kurang. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu halusinasi pendengaran dan isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi karakteristik halusinasi, mengajarkan teknik menghardik, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, serta kepatuhan minum obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi, meningkatnya interaksi sosial, dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan service excellent terbukti membantu meningkatkan kondisi pasien secara bertahap.