Ahmad Rofi Suryahadikusumah
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMUNITAS UNTUK MENDUKUNG POSITIVE YOUTH DEVELOPMENT (Penelitian Tindakan Partisipatoris Bersama Komunitas Schoolzone) Suryahadikusumah, Ahmad Rofi; Yustiana, Yusi Riksa
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ialah menghasilkan program bimbingan dan konseling komunitas yang tepat untuk mendukung PYD pada anggota komunitas schoolzone di Radio SE 88.1 FM Bandung. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan partisipatoris. Penelitian dilakukan di Radio SE 88.1 FM Bandung dengan subjek penelitian anggota komunitas schoolzone, yaitu komunitas remaja yang memiliki ketertarikan dalam bidang penyiaran radio. Penelitian menghasilkan program bimbingan dan konseling komunitas yang tepat untuk mendukung PYD berdasarkan refleksi terhadap dua siklus tindakaan. Rekomendasi ditujukan kepada 1) anggota komunitas untuk mempertahankan kompetensi yang dicapai selama intervensi, 2) Radio SE 88.1 FM untuk menggunakan pola pembinaan komunitas berdasarkan tindakan pada penelitian, 3) praktisi bimbingan dan konseling yang akan melakukan bimbingan dan konseling komunitas untuk mendukung PYD agar memiliki keterampilan memahami karakterstik keterampilan psikologis yang dibutuhkan anggota, memahami pola interkasi, dan mampu melibatkan berbagai pihak dalam proses bimbingan konseling komunitas, serta 4) peneliti selanjutnya untuk mengintegrasikan bimbigan dan konseling komunitas dengan aspek akademik anggota komunitas, sehingga mencapai PYD yang menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM BERETIKA MELALUI PEMBUATAN FILM PENDEK ( STUDI EKSPERIMEN SEMU DI SMAN 1 TUNGKAL ILIR) Febriyati, Zuli; Darmawani, Evia; Suryahadikusumah, Ahmad Rofi
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.129 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2699

Abstract

Kemampuan berperilaku etis siswa saat ini mengalami penurunan yang ditandai dengan  seringnya membuat gaduh di kelas sehingga mengganggu kelas yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pembuatan film pendek dapat mempengaruhi perilaku siswa dalam beretika di Sekolah Mengah Atas Negeri 1 Tungkal Ilir.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design one-group pre-test-post-test design. Sampel penelitian siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan film pendek efektif untuk meningkatkan perilaku etis siswa, dilihat dari analisis data statistik didapat bahwa berdasarkan hasil perhitungan uji-t dengan taraf signifikan (α) 0,05 dan dk = 25 − 1 = 24 didapatkan nilai thitung = 8,3172. Penelitian membuktikan dengan membuat film pendek siswa menyadari dan memahami baik buruknya perilaku. Pembuatan film pendek ini dapat dijadikan media bagi pelayanan bimbingan klasikal di kelas lain
MEMPERSIAPKAN KARIR SISWA DI ERA DIGITAL MELALUI PEMAHAMAN TIPOLOGI KEPRIBADIAN DAN DUNIA KERJA Surtiyoni, Endang; Suryahadikusumah, Ahmad Rofi; Kurniasari, Kurniasari; Ferdiansyah, Muhammad; Purnamasari, Syska; Arizona, Arizona
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.606 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17951

Abstract

Abstrak Ketidaktelitian merencanakan karir diprediksi akan terjadi pada siswa kelas XII di SMAN 1 Rambutan, dikarenakan skeptis terhadap diri dan peluang karir yang tersedia, sementara itu di era digital menuntut siswa memiliki preferensi pribadi yang mantap.  Oleh karena itu pemahaman tipologi kepribadian bertujuan untuk membantu proses perencanaan karir siswa SMAN 1 Rambutan agar relevan dengan karakteristik pribadi dan tren di era digital. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga sesi yaitu reframing,  pemahaman diri melalui instrumen RIASEC, terkahir diskusi dan simulasi.  Hasilnya ditemukan mayoritas peserta memiliki tipologi sosial (51%), diikuti oleh artisitik (18%), dan yang paling rendah adalah investigatif (1%), selain itu  siswa dapat mengelompokkan kegiatan yang mendukung pada rencana karier antara lain meningkatkan keahlian yang spesifik (kuliah, mengambil lisensi, dan pelatihan), dan kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan penunjang (kursus singkat bahasa, pemanfaatan sosial media, dan  berkomunitas). Kata kunci: perencanaan karir, era digital, tipologi kepribadian Abstract Inaccuracy in career planning was predicted would happen in grade XII SMAN 1 Rambutan, that causes by skeptical of self and career opportunities that are available. Meanwhile, in the digital age, students are required to have good personal preferences. Therefore the personality typology assessment aim to help the process of career planning of students SMAN 1 Rambutan to be relevant to personal characteristics and career trends in digital age. Implementation method held in three sessions i.e. reframing, self-understanding through RIASEC inventory, closing with discussion and simulation. The results found the majority of participants have social typology (51%), followed by artistic (18%), and the lowest is investigative (1%), moreover they can be grouping some activities that support the career plan like   upgrading specific skills (taking graduate study, take the licenses, and training), and activities that could develop supporting ability  (languages short course, utilization of social media, and community activity). Keywords : career planning, digital age, personality typology
Design Thinking to Support The Innovative Culture of School Counselors Suryahadikusumah, Ahmad Rofi; Sari, Kurnia
JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jomsign.v4i2.28550

Abstract

Previous research has found the low ability of millennial school counselors in Palembang to innovate. They only carry out activities that have become a tradition and habit (follower), rarely do program development, even they are used to uploading programs that are shared in group chat. That situation was contradicting with the concept of millennial as innovative generation and the opportunities for self-development provided by technological advances. Design thinking can be referred to as a way of expressing creativity to generate innovative ideas. The research aims to conceptualize the design thinking development of an innovative culture of school counselors. The research was conducted on 30 purposive samples, using descriptive methods which are then combined with the design thinking work step. The research resulted in 1) the main need for the development of an innovative culture through design thinking, 2) a prototype for an innovative culture development activity called "Monday briefing".
Challenge and opportunity for the millennial school counselor Suryahadikusumah, Ahmad Rofi; Kurniasari, Kurniasari
Konselor Vol 9, No 1 (2020): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.308 KB) | DOI: 10.24036/0202091105920-0-00

Abstract

This research is based on millennial performance needs in guidance and counseling services in Palembang. Millennial is a dynamic generation and skilled in technology, but also afraid of loyalty and commitment. Also, millennial school counselors are expected to be able to overcome the gap between the majority of school counselors who belong to Gen X by the way students as generation z solve problems. Therefore, swot analysis is important to obtain an overview of the opportunities and challenges of millennial school counselors that will be the basis for the development of the counseling profession in the current era. Research using survey methods. Surveys are used to obtain an accurate and clear picture of the strengths and weaknesses shown by the millennium, as a basis for mapping challenges and opportunities. The results found that the challenge of millennial school counselors was in the use of technology, and they had the opportunity to develop professionalism consistently. Study recommendations for optimizing the strength of Millennial school counselors are 1) maximizing digital literacy, 2) using design thinking in innovation, 3) Habits as consumers must be changed with more critical and creative application of process technology.
Contribution of religious moderation among multicultural counseling competence Evia Darmawani; Ahmad Rofi Suryahadikusumah; Nurlela Nurlela; Endang Surtiyoni
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/167100

Abstract

The issue of religious moderation in Islamic counseling is part of the ethical and moral values of the counselor. Religious moderation education should be able to improve multicultural competence, especially in prospective Islamic counselors. This study aims to analyze whether religious moderation contributes to the development of multicultural counseling competence. The study used ex-post facto to examine the relationship between religious moderation and the multicultural counseling competence. The research was conducted through a survey using a google form to 30 students of Islamic Guidance and Counseling at UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten and 30 students of guidance and counseling at the University of PGRI Palembang. The results showed that religious moderation contributes to the development of multicultural counseling competencies. Religious moderation supports the development of multicultural insight regarding differences in values and a person's perspective in religion.
Analysis Of Communication Process In Counseling Through Whatsapp Evia Darmawani; Ahmad Rofi Suryahadikusumah
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i1.510

Abstract

Konseling melalui  WhatsApp menjadi trend dalam praktik konseling di sekolah. Banyak  penelitian mengenai pengembangan model konseling melalui  WhatsApp dan  menguji efektifitasnya, sementara kajian terhadap proses konselingnya belum tersentuh oleh sebuah riset. Di lain pihak, banyak yang  masih meragukan kebenaran proses komunikasi yang terjadi dalam WhatsApp merupakan proses komunikasi konseling. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi konseling  yang  merujuk kepada dimensi komunikasi efektif dalam konseling.  pendekatan mix method digunakan dengan one phase design. Penelitian dilakukan kepada 25 responden yang merupakan siswa SMK PGRI 2 Palembang yang memanfaatkan konseling melalui  WhatsApp di sekolah tersebut.  Metode kuantitatif digunaka untuk mensurvey ketercapaian aspek komunikasi dalam konseling melalui  WhatsApp, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mendalami pola komunikasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek rasa nyaman dan keterbukaan merupakan pengalaman yang paling dirasakan responden, sedangkan 50 % responden mengakui kurang merasakan dimensi empati. Penelitian merekomendasikan untuk1) tetap menggunakan prinsip dalam konseling dalam konseling melalui  WhatsApp, terutama dalam pembentukan rapport,2) memahami penggunaan kata – kata , emoticon, dan gaya bahasa dalam komunikasi digital, 3) mengggunakan pendekatan naratif dan solution focused ketika melakukan konseling melalui  WhatsApp. Kata kunci: komunikasi konseling,  WhatsAppAbstract:  Counseling through  WhatsApp has become a trend in counseling practices in schools. Much research on the development of counseling models through  WhatsApp and its effectiveness is discussed, while the study of the counseling process has not been touched by a study. On the other hand, many still doubt the communication process that occurs in  WhatsApp is a counseling communication process. Research aim to analyze counseling communication processes that discuss the dimensions of effective communication in counseling. The mixed method is used with a one-phase design. The study was conducted on 25 respondents who were students of SMK PGRI 2 Palembang who use counseling through  WhatsApp at their school. Quantitative methods used for surveying aspects of communication in counseling through  WhatsApp, while qualitative methods are used to explore patterns of communication that occur. The results showed that the aspects of comfort and openness were the most considered experiences of respondents, while 50% of respondents considered lacking the empathy dimension. Research recomendating to 1) use principles in counseling in  WhatsApp counseling, especially in rapport relations, 2)  mastering  the use of words, emoticons, and language styles in digital communication, 3) use narrative approaches and solutions focused on compiling counseling through  WhatsApp.
Framework Eksplorasi Karir dalam Model Kampus Merdeka Ahmad Rofi Suryahadikusumah; Aisha Nadya; Yogi Damai Syaputra
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.689 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2188

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh trend kajian yang dilakukan berkenaan kampus merdeka. Mayoritas membahas tentang implementasi, tata kelola, dan  tantangan yang dihadapi, belum ditemukan kajian yang menganalisis nilai mendasar dari isi kurikulum kampus merdeka terkait eksplorasi karir.  Penelitian bertujuan untuk menelusuri dan memetakan nilai eksplorasi karir dalam kebijakan kampus merdeka, Sumber data utama adalah panduan merdeka belajar – kampus merdeka dan sumber pembanding adalah jurnal penelitian terdahulu (10 tahun ke belakang) yang relevan dengan pembahasan kampus merdeka maupun eksplorasi karir. Alur kajian dimulai dari mengkaji landasan filosofis model kampus merdeka, pembahasan kebijakan kampus merdeka, konsep eksplorasi karir, serta membandingkan nilai eksplorasi karir dengan kebijakan kampus merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum kampus merdeka memiliki dua muatan eksplorasi karir mahasiswa yaitu Self exploration dan environmental exploration. Hasil penelitian merekomendasikan agar dalam implementasi kampus merdeka dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mampu menghadapi tantangan dan situasi terkini di dunia kerja, mampu berkesplorasi dalam kreativitas, kemampuan, dan kepribadian dalam bekerja.
Implementasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar untuk mengembangkan kemandirian siswa Ahmad Rofi Suryahadikusumah; Adrianus Dedy
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.479 KB) | DOI: 10.25273/pe.v9i1.4225

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menemukan pola implementasi dari pelayanan bimbingan dan konseling di SD Xaverius 7, khususnya dalam mengembangkan kemandirian anak. Metode yang digunakan adalah collaborative action research, yaitu peneliti beserta guru berkolaborasi dalam pelaksanaan laynan bk yang terintegrasi dengan PBM. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan 1) layanan bimbingan dapat dilakukan dengan melakukan berbagai bentuk permainan yang dilakukan sebelum / sesudah pembelajaran, 2) Jurnal harian siswa (mencatat dan menilai kegiatan harian siswa) dilakukan sebagai strategi manajemen kelas dalam mengembangkan kemandirian, 3) Layanan Konseling tetap harus dilakukan oleh Konselor profesional. Setelah implementasi, taraf kemandirian berada pada kategori inisiatif. Kunci keberhasilan dari layanan bimbingan ialah kemampuan guru dalam membangun dialog interaktif selama permaianan maupun evaluasi jurnal harian (catatan kegiatan siswa).   
Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kematangan Karier Remaja Azka Dhianti Putri; Mamat Supriatna; Nadia Aulia Nadhirah; Ahmad Rofi Suryahadikusumah
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irregularity and instability in adolescence organize, acquiring responsibility, and awareness of various careers or occupations become problems for adolescents in reaching the early stages of a career. Other studies that meet that there are adolescents who are in the identity diffusion status, namely adolescents who have never experienced an identity crisis and do not make commitments to their career choices, so they usually do not care about the formation process because they consider it important. Whereas Erikson said that the most important problem faced was the problem of career immaturity. Therefore, there is an ideal condition for adolescents to reach career maturity, and there are still many students who show irregularities and instability in career planning and have discussions of vocational identity status. This article aims to study various guidance and counseling service strategies that can be used by effective guidance and counseling teachers in developing youth careers. The research method of this article uses a qualitative approach with a literature study method through a study of 19 articles and one book. The results obtained are that various career guidance and counseling services can be carried out in basic services, responsive services, individual planning, and system support.