Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT OKSIDASI LEMAK DAN KUALITAS PROTEIN IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) ASAP DENGAN METODE PENGASAPAN BERBEDA SELAMA PENYIMPANAN Nusaibah, Nusaibah; Swastawati, Fronthea; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.88 KB)

Abstract

Asap dapat berfungsi sebagai antioksidan, namun efek pengasapan juga dapat merusak kualitas protein ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat oksidasi lemak dan kualitas protein ikan manyung asap dengan metode (M) pengasapan berbeda (tungku (T) dan asap cair (AC)) selama penyimpanan. Penelitian ini telah dilakukan dengan mengetahui tingkat oksidasi lemak dan kualitas protein pada ikan manyung asap dengan metode pengasapan yang berbeda (tungku dan asap cair) selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan metode pengasapan selama penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tingkat oksidasi lemak dan kualitas protein. Nilai organoleptik MT yang masih sesuai standar adalah H2T: 7,185<µ<7,475 dan MAC adalah H2AC: 7,432<µ<7,708. Nilai PV (ml Eq/Kg) MT terbaik diraih pada hari ke-4 dan 6, H4T: 16,5±1,41 H6T: 16,5±1,41 dan MAC terbaik pada hari ke-4 H4AC: 12,5±1,41. TBA MT dan MAC terbaik pada hari ke-0 H0T: 2,87±0,04 dan H0AC: 0,45±0,50. Kadar protein MT dan MAC terbaik pada hari ke-0 H0T: 31,72±1,18 dan H0AC: 33,24±0,83. TVBN MT dan MAC terbaik diraih pada hari ke-0 H0T: 51,7±0,69 dan H0AC: 46,21±0,79. PLG MT dan MAC terbaik diraih pada hari ke-0 H0T: 22,56±0,96 dan H0AC: 23,4±1,06. Available lysine MT terbaik pada hari ke-4 0,208±0,00 dan MAC terbaik pada hari ke-0 H0T: 0,262±0,00.  Kedua metode dapat memperlambat oksidasi lemak dan mempertahankan kualitas protein ikan manyung asap selama penyimpanan 6 hari. Asap cair menunjukkan hasil lebih baik dalam memperlambat oksidasi lemak dan mempertahankan kualitas protein. 
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KOMPOSIT SEMIREFINED KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII DAN BEESWAX Diova, Delia Arsi; Darmanto, Y S; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 4 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.838 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi beeswax terhadap karakteristik edible film dari semirefineD karaginan rumput laut Eucheuma cottonii dan mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik untuk menghasilkan edible film terbaik yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pengemas. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah semirefined karaginan dan beeswax. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor dan 3 taraf masing-masing faktor diulang 3 kali yaitu penambahan konsentrasi beeswax dalam pembuatan edible film dengan 3 taraf perlakuan konsentrasi 0,2%; 0,3% dan 0,4%. Parameter yang di uji adalah ketebalan, daya kuat tarik, persentase pemanjangan, kelarutan, laju transmisi uap air, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi  perlakuan terbaik antara konsentrasi komposit semirefined karagenan dan beeswax yang diperoleh adalah pada perlakuan penambahan beeswax 0,3% dengan ketebalan tertinggi 0,0705 mm, daya kuat tarik tertinggi 2,248 kgf/cm2, persentase pemanjangan tertinggi 15,890 %, kelarutan terendah 39,1547 %, laju transmisi uap air terendah 2,1797 (gr/10gr/30Menit) dan jumlah kadar air terendah yaitu 25,343 %. Kata kunci: Edible film komposit, Karaginan (Eucheuma cottonii), Beeswax Abstract This study aimed to determine the effect of concentration of beeswax on the characteristics edible film of semirefined carrageenan Eucheuma cottonii seaweed and get the best treatment combination to produce the best edible film that can then be used as a packaging material. The material used in this study is semirefined carrageenan and beeswax. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 1 factor and 3 levels of each factor repeated 3 times : the concentration of the addition of beeswax in the manufacturing of edible film with 3 stage treatment concentration of 0.2%, 0.3% and 0.4 %. Parameters in the test were the thickness, tensile strength, percentage elongation, solubility, water vapor transmission rate and moisture content. The results showed that the best treatment combination between the concentration of composite semirefined carrageenan and beeswax obtained is the addition of beeswax 0.3% treatment with the highest thickness of 0.0705 mm, the highest tensile strength 2.248 kgf/cm2, the highest percentage of elongation of 15.890%, 39.1547% lowest solubility, lowest water vapor transmission rate of 2.1797 (gr/10gr/30Menit) and the amount of the lowest water content is 25.343%.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GARAM TERHADAP MUTU SENSORI DAN KANDUNGAN SENYAWA VOLATIL PADA TERASI IKAN TERI (Stolephorus sp) Majid, Abdul; Agustini, Tri Winarni; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.632 KB)

Abstract

Terasi ikan teri (Stolephorus sp) merupakan produk fermentasi ikan yang berbentuk semi basah yang dalam pembuatannya ditambahkan garam. Garam dalam pembuatan terasi mempunyai peranan sebagai pemberi rasa asin, sebagai pengawet, dan membantu dalam pembentukan flavour serta memperbaiki mutu sensori terasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi garam terhadap mutu sensori dan kandungan senyawa volatil pada terasi ikan teri.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan teri segar dan garam. Parameter yang diuji adalah nilai organoleptik, kadar air, aw, pH, dan kandungan senyawa volatil. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan faktor perbedaan konsentrasi garam 2 % (TKA); 8,5% (TKB); dan 15% (TKC) yang difermentasikan selama 30 hari pemeraman. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analysis of Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai organoleptik terasi TKA, TKB, dan TKC berturut-turut adalah7,64≤m≤7,90;  8,08≤m≤8,36;dan 7,74≤m≤7,96 sehingga layak untuk dikonsumsi. Analisa nilai pH antara 6,52 – 6,62; nilai kadar air antara 33,36 – 34,69%; nilai aw antara 0,73 – 0,79. Analisa nilai kandungan senyawa volatil dengan menggunakan Electronic Nose yaitu untuk nilai gugus alkohol berkisar antara 0.150 – 0.210 mV, hidrogen sulfida antara 0.139 – 0.208 mV, ammonia antara 0.123 – 0.176 mV dan aroma umum antara 0.076 – 0.156 mV. Hasil penelitian terbaik secara obyektif menurut parameter mutu sensori terdapat pada terasiTKBkarenamemilikikenampakan, bau, rasa, dan tekstur yang lebih disukai panelis.Parameter kandungan senyawa volatil yang memiliki aroma paling kuat terdapat pada terasi TKAberdasarkan deteksi Elektronic Nose. Perbedaankadargarammemberikanpengaruh yang berbedanyataterhadapmutu sensori, pH, aw dan kandungan senyawa volatil terasi ikan teri. Anchovy (Stolephorus sp) Fish Paste is one of fish fermented products in semi-moist form which is added salt during the procces. Salt added has a role as chemical agent giving salt taste, as preservative agent, and in flavor production for increase its sensory  quality. The aims of this research was to identify the influences of different salt concentrations on quality of sensory and volatile compound of anchovy (Stolephorus sp) fish paste.Materials used in this research were anchovy (Stolephorus sp) fish and salt. The parameters tested were sensory (organoleptic), water content, water activity (Aw), pH, and the content of volatile compound. The method used is field experimental using Completely Randomised Design with different salt concentrations 2% (TKA); 8,5% (TKC); snd 15% (TKC) which were fermented during 30 days. Analysis used in this research was Analysis of Varians (ANOVA).Based on the result, it was obtained that there is different organoleptic scores from different samples used, which are 7.64≤m≤7.90 for (TKA), 8.08≤m≤8.36 for (TKB), and 7.74≤m≤7.96 for (TKC). It showed that all the samples are acceptable to be consumed. Analyses of pH assesmentwas obtained range between 6.52-6.62; moisture content range between 33.36-34.69%. While the score of Aw was obtained range between 0.73-0.79. Analysis of volatile compunds used Electronic Nose was obtained 0.150-0.201 mV for the score of alcohol compound. And for general flavor range between 0.076-0.156 mV. Based on the result of sensory parameter, TKB  is the best sample, it was caused by appereance, smell, taste, and texture which was preffered by panelists.Volatile compound parameter showed that the sample TKAis the strongest flavor based detection of Electronic Nose. While based on The different of salt concentrations gave significant effect on the quality of sensory, pH, aw and the content of volatile compound of anchovy fish paste.
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK TERIPANG KELING Holothuria atra SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Dwicahyani, Tiara; Sumardianto, Sumardianto; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2018): JANUARI 2018
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.435 KB)

Abstract

Teripang keling Holothuria atra merupakan salah satu jenis teripang yang memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri. Bakteri S. aureus dan E. coli merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan kerusakan pada bahan pangan dan menyebabkan penyakit pada manusia, sehingga diperlukan senyawa antibakteri alami sebagai alternatif pengganti antibakteri sintetis untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif ekstrak teripang H. atra dengan pelarut etil asetat, n-heksan, dan etanol, pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak teripang terhadap zona hambat bakteri S. aureus dan E. coli, serta potensi teripang sebagai antibakteri alami. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter pengujian yang dilakukan adalah rendemen, uji fitokimia kuantitatif ekstrak teripang H. atra dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol, uji kontrol positif Kloramfenikol, dan uji zona hambat ekstrak teripang H. atra menggunakan metode kertas cakram dengan konsentrasi 2,5%; 5%; dan 7,5% dengan tiga kali ulangan. Data diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji ANOVA dan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil perhitungan rendemen terbanyak terdapat pada pelarut etanol yaitu 4,43%. Hasil uji fitokimia kuantitatif ekstrak teripang H. atra terbaik didapatkan pada senyawa flavonoid pelarut etanol yaitu 0,65±0,006, sedangkan hasil terendah didapatkan pada senyawa alkaloid pelarut n-heksan yaitu 0,15±0,069, sedangkan hasil zona hambat terhadap bakteri S. aureus dan E. coli diperoleh diameter berkisar antara 3,32 mm – 6,98 mm dan 2,40 mm – 5,93 mm. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak teripang H. atra berpengaruh nyata (P < 5%) terhadap diameter yang terbentuk.
KAJIAN POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SENYAWA FENOLIK EKSTRAK RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa DARI PANTAI SUNDAK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL Heraedi, Arifin; Dewi, Eko Nurcahya; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1(2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gracilaria verrucosa seaweed from southern coastal waters, thought to have antioxidant bioactive compounds such as phenolic compounds, pigments and vitamins. The purpose of this study was to determine whether there is any potential antioxidant activity of extracts of seaweed Gracilaria verrucosa and find compounds that contribute to antioxidant activity. This research is an experimental research laboratories using Randomized Block Design (RBD) with treatment of three different types of solvent polarity level of the n-hexane, ethyl acetate, and ethanol. Parameters measured were qualitative test antioxidants, phytochemical screening, antioxidant activity performed by DPPH method, the measurement of total phenolic content, the levels of chlorophyll and carotenoids. The result showed the highest antioxidant activity present in the ethyl acetate extract with IC50 value of 278.082 ppm. Phytochemical screening test results known alkaloid compounds, phenolic steroid found in all kinds of Gracilaria verrucosa extracts. The highest total phenolic contained in the ethyl acetate extract of 51.09 mg GAE / g extract, levels of chlorophyll a, chlorophyll b and carotenoids highest in ethyl acetate extract is 2.6 mg / g sample; 2.211 mg / g sample, and 1.594 mg / g sample. Gracilaria verrucosa generated are semi-polar, and the dominant compounds of antioxidants are phenolic compounds, chlorophyll b and carotenoids
PERBEDAAN KONSENTRASIGARAMTERHADAP PEMBENTUKAN WARNA TERASI UDANG REBON (Acetes sp.) BASAH Rahmayati, Rica; Riyadi, Putut Har; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.287 KB)

Abstract

Terasi merupakan salah satu produk fermentasi berbahan baku udang rebon, ikan atau keduanya. Pengolahannya dilakukan dengan cara menambahkan garam dan difermentasi pada suhu tertentu selama beberapa waktu. Terasi udang umumnya berwarna merah. Warna tersebut merupakan salah satu daya tarik konsumen. Pembentukan warna merah terasi dipengaruhi oleh pigmen astaxanthin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh garam (2%; 8,5%; 15%) terhadap pembentukan warna terasi. Rancangan penelitian ini menggunakan pola percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Parameter uji yang dilakukan adalah uji kadar garam, Aw, astaxanthin, warna, dan organoleptik.Hasil penelitian diketahui bahwa proses pengolahan terasi udang dengan konsentrasi garam berbeda berpengaruh terhadap nilai kadar garam, Aw, astaxanthin, dan warna. Nilai kadar garam terasi udang berkisar antara 0,67 – 1,56% dan nilai Aw antara 0,78 – 0,74. Terasi udang dengan garam 2%; 8,5%; dan 15% memiliki nilai astaxanthin berturut-turut 6,0 mg/100g, 4,5 mg/100g, dan 2,4 mg/100g. Berdasarkan nilai a* dan b* dapat dihitung ohue dan diketahui terasi dengan garam 2% memiliki warna merah kekuningan sedangkan terasi dengan garam 8,5% dan 15% memiliki warna merah. Terasidenganpenambahangaram 15% merupakan terasi dengan kenampakan terbaik.
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ALGA COKLAT Padina australis DARI PERAIRAN PANTAI SUNDAK GUNUNG KIDUL Maini, Mela; Ibrahim, Ratna; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1(2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of brown algae species that contains bioactive compounds was P. australis.Several studies on the antioxidant activity of brown algae including P. australis from JavaNorthern waters have already done above temperature 500C which was mostly resulted in lowantioxidant activity. This study aimed to know the polarity properties of bioactivecompounds, the compounds that act as antioxidants, the effect of three solvent types which isdifferent polarity on antioxidant activity, the total phenolic, the chlorophyll and carotenoidscontents as well as their correlation to the percentage of free radicals inhibition. Materialsused in this study were fresh P. australis which obtained from Sundak coastal waters. Thereasearch method applied was experimental laboratories. The experimental design used was Block Randomized Design with three treatments of solvents types which has differentpolarity, namely n-hexane, ethyl acetate and ethanol. Each of the treatments was done intriplicate. The main variable measured was antioxidant activity. The other variablesmeasured were the total phenolic, the chlorophylls and carotenoids contents. The data wereanalyzed by ANOVA and tested with an Honestly Significant Different test. The resultsshowed that the characteristic of bioactive compounds that act as antioxidants in the P.australis was semipolar. The lowest IC50 value was 282,967 ppm which categorized in lowcategory of antioxidant activity. Maceration of the sample using three solvent types which isdifferent polarity caused the antioxidant activity values of the P. australis extract differsignificantly. The highest total phenolic, chlorophyll a, chlorophyll b and carotenoid contentsobtained from the sample extracted by ethyl acetate solution was 59.41 mg GAE / g sample,2.674 mg / g sample, 2.235 mg / g sample and 2.256 mg / g sample respectively. Each of thevalues was positively correlated with the percentage of free radical inhibition.
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIDATOR DAN REDUKTOR TERHADAP DEGRADASI EKSTRAK KASAR PIGMEN FUKOSANTIN RUMPUT LAUT Sargassum duplicatum Rahmawaty, Amanda; Ma'ruf, Widodo Farid; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.089 KB)

Abstract

Fukosantin merupakan karotenoid utama yang ada pada S. duplicatum. Fukosantin mudah mengalami perubahan molekul, isomerasi dan degradasi. Oksidator dan reduktor adalah faktor yang dapat mengakibatkan degradasi pigmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan oksidator dan reduktor terhadap degradasi ekstrak kasar pigmen fukosantin rumput laut S. duplicatum pada penyimpanan suhu ruang selama 12 jam.  Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut  S. duplicatum sebanyak satu kilogram yang diambil di perairan Pantai Bandengan, Jepara. Variabel yang diamati adalah kandungan fukosantin, nilai pH, dan nilai total perubahan warna (ΔE). Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan laboratoris menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola percobaan split plot in time. Sebagai main plot adalah lama penyimpanan (0, 3, 6, 9, dan 12 jam) dan sebagai sub plot adalah jenis perlakuan (kontrol, oksidator, dan reduktor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jenis perlakuan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan fukosantin, pH, dan total perubahan warna. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan fukosantin dan total perubahan warna. Penambahan oksidator (hidrogen peroksida) menyebabkan  laju degradasi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan reduktor (asam askorbat). Setelah penyimpanan selama 12 jam, pada penambahan oksidator pigmen fukosantin berkurang sebesar 28.04% dari nilai awal, nilai pH menurun sebesar 6.65% dari nilai awal, dan nilai total perubahan warna meningkat menjadi 106.89% dari nilai awal, sedangkan pada penambahan reduktor pigmen fukosantin berkurang sebesar 29.54% dari nilai awal, nilai pH menurun sebesar 9.25% dari nilai awal, dan nilai total perubahan warna meningkat menjadi 139.93% dari nilai awal. Fucoxanthin was the main carotenoid in S. duplicatum. The molecul of fucoxanthin can be changed, isomerized and degraded easily. Oxidator and reductor were one of the factors that causing degradation of pigment. The objective of this study was to know the effect of oxidator and reductor addition to the crude fucoxanthin of  S. duplicatum degradation stored at room temperature for 12 hours.  The raw material of this research was one kilogram of S. duplicatum which was taken from coastal waters Bandengan, Jepara. The variables that have been choosen for this study were fucoxanthin content, pH, and color changed (ΔE). The method of this study was laboratory experimental using split plot in time experimental pattern with Completely Randomized Design. The different time of storages (0, 3, 6, 9 and 12 hours) were the main plot for this study, the others sub plot were the different treatments (control, oxidator, and reductor). This study showed that the different treatments and the different time of storages factor had significantly (P<0,05) effect to fucoxanthin content, pH, and color changed (ΔE). Interaction of each factor had significantly (P<0,05) effect to  fucoxanthin content and color changed. After storage for 12 hour, oxidator addition of fucoxanthin content was reduced up to 28.04% from the initial, pH was decreased into 6.65% from initial, and color changed was increased into 106.89% from initial, while reductor addition of fucoxanthin content was reduced up to 29.54% from initial, pH was decreased into 9.25% from initial, and color changed was increased into 139.93% from initial.  
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAGING IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) TERHADAP NILAI GIZI ROTI TAWAR Nugroho, Happy Is; Dewi, Eko Nurcahya; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Periode Bulan Oktober 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.514 KB)

Abstract

Kandungan protein ikan lele dumbo cukup tinggi, sehingga dapat diaplikasikan menjadi tepung ikan dengan cara penambahan (fortifikasi) ke produk pangan dengan tujuan untuk memperkaya kadar protein. Kandungan lisin pada tepung daging ikan lele dumbo merupakan indikator karena lisin rentan rusak pada proses pengolahan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ikan lele dumbo yang dibeli langsung dari pembudidaya di Gunungpati, Semarang. Rancangan penelitian menggunakan pola percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali pengulangan. Parameter uji adalah kadar protein, kadar abu, kadar air, kadar garam, kadar lemak, asam amino lisin, dan uji hedonik. Penelitian utama dengan penambahan tepung daging ikan lele dumbo konsentrasi 0%, 10%, 12,5%, dan 15%. Data  dianalisis menggunakan analisi ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk data parametik, sedangkan untuk data non-parametik dengan Kruskal-Wallis dilanjut uji Multiple Comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perbedaan konsentrasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter uji. Perlakuan konsentrasi 10% paling baik diterapkan dan disukai panelis dengan kadar protein 9,11±0,99%, kadar air 43,25±0,19%, kadar abu 3,04±0,06%, kadar lemak 1,77±0,11%, asam amino lisin 24,46±0,96 mg/g, kadar garam 2,08±0,06%, hasil Uji Hedonik Rasa (5,93±0,5), Warna (6,23±0,23), Aroma (5,83±0,3), Tekstur (6,13±0,3).
Pengaruh Konsentrasi Garam dan Lama Fermentasi Pada Proses Pengolahan Terasi Udang Rebon (Acetes sp.) Terhadap Kandungan Asam Glutamat Sakanti, Hervitri Ratna; -, Sumardianto; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 2 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terasi merupakan produk fermentasi ikan atau udang berbentuk pasta padat yang diolah secara tradisional, dimana hanya mengalami perlakuan penambahan garam kemudian dibiarkan beberapa saat supaya terjadi proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi garam dan lama proses fermentasi udang rebon (Acetes sp.) menjadi terasi selama 10, 20, dan 30 hari dengan proses fermentasi secara spontan. Penelitian menggunakan rancangan percobaan RAK Petak-Petak Terbagi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ).Hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan konsentrasi garam tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,01) dan lama fermentasi  memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai asam glutamat. perbedaan konsentrasi garam dan lama fermentasi  memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai garam. Interaksi antar kedua perlakuan (garam dan lama fermentasi) memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai asam glutamat dan garam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar asam glutamat berkisar antara 65,63% - 74,53%; kadar garam antara 3,02%-18,41%; nilai log total bakteri asam laktat antara 1,8x102-4,9x102 CFU/g; nilai pH 7,69-8,86; dan nilai aw berkisar antara 0,65-0,70.
Co-Authors - Sumardianto A Suhaeli Fahmi Abdul Majid Adinda Gadis Sukmawijaya Putri Agustin, Dhita Widya Dyah Ahmad Nur Isnaeni Amalia Rahmi Puspasari Amanda Rahmawaty Amelia Ayu Permatasari AMGT Sekar Briani Annisa Fadhilah P apri dwi anggo ARIF FAUZI Arifin Heraedi Arlina Hidayati Azizah Nuraini Beybidanin, Atrasya Rahwita Cindy Fasusari Delia Arsi Diova Desya Anjani Hardjata Dwicahyani, Tiara Dyah Ayu Purnamasari Egidya Safitri Eka Handayani Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Faya Charla Wicaksana Febriana Putri Rahardiyanti Ferika Kristianawati Fina Aprelya Nur Fajri Fronthea Swastawati Hanggoro Dwi Hutomo, Hanggoro Dwi Herbudhi Cahyo Nugroho Hervitri Ratna Sakanti Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikhtiar Dian Seni Budiarti, Ikhtiar Dian Seni Ima Wijayanti Indra Aristyan Intan Ayu Permanasari Lukita Purnamayati Ma'ruf, Widodo Farid Marfuah, Isnaini Mela Maini Mukti Nur Hamidah Nidaul Fauziah Novita Nur Wahyuni Novitasari, Dhea Pradhika Nugroho, Happy Is Prastika Anadia Putri Purnamayati, Lukita Putra Aldi Pramudya Putri Islami Putut Har Riyadi Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Retno Ayu Kurniasih Rica Rahmayati Riski Gustiarti Romadhon Romadhon Saela Rohmah Saga Gerlaping Negari Saiful Huda SAPUTRO, DWIYANTO Slamet Suharto, Slamet Sumardianto - Susianti Susianti Syah, Dio Rachman Tika Novia Anggraini Titi Surti Tri Winarni Agustini Ulfah Amalia Widayanti Widayanti Widyaningsih, Nur y S Darmanto YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yulisa Meiriza, Yulisa Yusuf Satria Pratama Zusuf Adi Putra