Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IV SD Katolik Stella Maris Girian Ponge, Ivana Trimulia; Rindengan, Mersty E.; Dien, Stien A.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10884327

Abstract

This research aims to improve Indonesian language learning outcomes in the material of writing descriptive paragraphs by applying the Think Pair Share (TPS) learning model to fourth grade students at Stella Maris Girian Catholic Elementary School. This research method uses a Classroom Action Research (PTK) design using the Kemmis and Mc model. Taggart (Zainal Aqib, 2018) which consists of four stages, namely (1) Planning, (2) Implementation/Action, (3) Observation, (4) Reflection carried out in two cycles. Data collection techniques are carried out by means of observation, tests and documentation. The data analysis techniques used are qualitative and quantitative analysis. The results of learning Indonesian through the Think Pair Share (TPS) learning model for Class IV students at Stella Maris Girian Catholic Elementary School for cycle I were not optimal, of the 20 students who were given the test, only 35% of students scored above the minimum completeness criteria standard (KKM). ). In the second cycle, student learning outcomes showed a significant increase with a percentage of 83.75% of the total 20 students. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the application of the Think Pair Share (TPS) learning model can improve Indonesian language learning outcomes in the material of writing descriptive paragraphs for fourth grade students at Stella Maris Girian Catholic Elementary School
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Model Make A Match Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Intensif Dalam Memahami Teks Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas III SD GMIM II Tomohon Rindengan, Mersty E.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10884354

Abstract

Problems in student education always arise along with the development of students' abilities in following lessons. For this reason, in facing all changes and demands of society in general and environmental needs. In accordance with the reality found at the GMIM II Tomohon Elementary School, it shows that many students have difficulty reading intensively in understanding reading texts, and many elementary school teachers state that they have difficulty teaching intensive reading. The application of learning using the Make A Match Model is a step in solving Indonesian language problems in intensive reading and understanding reading texts, where by using this model students can more easily understand intensive reading in understanding reading texts and remember the lessons they have been taught. This is because students are exposed directly to real things that can be seen and felt so that they can make an impression on students that cannot be forgotten. The aim of this research is to improve intensive reading skills in reading Indonesian texts in class III of SD GMIM II Tomohon in implementing the Make A Mach learning model. The research results obtained in this study through the application of the Make A Match learning model are that: (1) it is proven to improve student learning outcomes, (2) Make A Match is cooperative learning that can foster student cooperation in answering questions by matching existing cards. in their hands, (3) The learning process is more interesting and it appears that most students are more enthusiastic about participating in the learning process, and (4) Student activity is very visible when students look for their respective pairs of cards.
Penerapan Model Direct Instruction Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan di Kelas IV SDN Bintau Marentek, Risal M.; Kolopita, Windi; Rindengan, Mersty E.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11353317

Abstract

This research aims to find out how the Direct Instruction model is used to improve Narrative essay writing skills in class IV students at SDN Bintau. One of the problems faced is that students still have difficulty writing narrative essays. This is because teachers do not guide students enough in compiling narrative essays, and do not use innovative learning models. This researcher used the Class Action Method (PTK) which consists of Planning, Implementation, Observation, Reflection. The research subjects were fourth grade students at SDN Bintau. Data analysis techniques are written tests and observations. This research was carried out in two cycles. The research results show that the application of the direct instruction model can improve narrative essay writing skills in fourth grade students at SDN Bintau. The increase in students' attitudes/activity during the learning process of narrative essay writing skills increased from the initial condition of being in the poor category, in cycle II to being in the good category. The increase in the average value of narrative essay writing skills in cycle I was 62.85% and in cycle II it increased by 91.42%. It can be concluded that the application of the Direct Instruction model can improve Narrative Essay Writing Skills in class IV students at SDN Bintau.
Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Ketermpilan Menulis Di Kelas II SD Bintau Laoh, Diva Az Zahra Nafiza; Rindengan, Mersty E.; Liando, Mayske R.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11560811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan model pembelajaran project based learning dalam meningkatkan keterampilan menulis dikelas II SD Bintau. Peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart meliputi empat tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) Tindakan. (3) pengamatan/observasi, (4) refleksi yang dilaksanakan dengan dua siklus. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Bintau dengan menggunakan model pembelajaran project based learning. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yaitu dengan mengamati secara langsung pelaksanaan tindakan pembelajaran dan tes tertulis untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi dari dua siklus. Teknik analisis data menggunakan rumus KB = x 100%, dimana KB : Ketuntasan belajar, T: Jumlah skor yang diperoleh siswa dan Tt: jumlah skor total. Hasil yang diperoleh pada siklus I mencapai 63% sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai 93% siswa sudah mempu menulis kalimat dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa guru di SD Bintau diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran project based learning untuk meningkatkan kemampuan menulis dikelas II SD Bintau.
PENGARUH SELF ESTEEM TERHADAP PERILAKU MANIPULATIF PADA KALANGAN DEWASA AWAL DI KELURAHAN BUHA Lutemadi, Vellani E.; Rindengan, Mersty; Naharia, Melkian
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/h3wtmx95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga diri terhadap kecenderungan melakukan tindakan manipulasi pada individu dewasa awal yang tinggal di Kelurahan Buha. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Responden berjumlah 90 orang yang dipilih menggunakan teknik acak sederhana. Instrumen penelitian berupa kuesioner harga diri dan perilaku manipulatif yang telah melalui uji validitas serta reliabilitas. Hasil uji korelasi memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara harga diri dan perilaku manipulatif (r = 0,701; p < 0,05). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai R² sebesar 0,492, yang berarti bahwa 49,2% variasi perilaku manipulatif dapat dijelaskan oleh tingkat harga diri, sementara sisanya dipengaruhi faktor sosial maupun psikologis lainnya. Temuan ini menandakan bahwa individu dengan harga diri tinggi memiliki kecenderungan manipulatif yang lebih besar, meskipun terdapat faktor lain yang turut memengaruhi.
PENERAPAN MEDIA DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA SD N IV TOMOHON Rindengan, Mersty; Atalya Cherin Dwi Hamber; Sagita Healthy Mongkol; Iryanti Sili; Glendra Robot; Greyti Sulangi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4394

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi membaca siswa kelas IV SD Negeri IV Tomohon melalui penerapan media digital interaktif. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes literasi membaca, wawancara, serta dokumentasi selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa meningkat secara signifikan dari pra-siklus ke siklus II. Pada pra-siklus, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menemukan gagasan pokok, menjawab soal inferensial, dan memahami kosakata. Siklus I menunjukkan peningkatan pemahaman literal melalui penggunaan video cerita dan aplikasi membaca digital, meskipun siswa masih membutuhkan bimbingan dalam menavigasi media. Pada siklus II, pendampingan yang lebih intensif dan penggunaan media digital berbasis animasi berhasil meningkatkan keterlibatan, kemandirian, serta kemampuan inferensial siswa. Peningkatan ketuntasan dari 30% menjadi 85% menunjukkan efektivitas media digital interaktif dalam memperkuat motivasi, fokus, dan kemampuan membaca siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa teknologi yang dipadukan dengan scaffolding dan strategi membaca dapat menjadi solusi efektif bagi pengembangan literasi abad ke-21 di sekolah dasar..
Peran Guru dalam Mengembangkan Minat Baca Siswa Kelas IV melalui Teknologi Digital di SD Katolik ST. Theresia Passo Lahagu, Teti Septiani; Rindengan, Mersty E.; Mandey, Steven
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4222

Abstract

Penelitian ini bertujuan “untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan minat baca siswa kelas IV melalui pemanfaatan teknologi digital di SD Katolik St. Theresia Passo. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat baca siswa di era digital, di mana gawai dan media sosial lebih menarik perhatian dibandingkan bahan bacaan edukatif. Guru memiliki peranan penting dalam memanfaatkan teknologi digital, seperti aplikasi membaca interaktif, e-book, dan media pembelajaran daring, guna meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan inovator dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik berbasis teknologi digital sehingga mampu meningkatkan minat baca siswa. Kesimpulannya, pemanfaatan teknologi digital yang kreatif dan terarah oleh guru dapat memberikan pengaruh positif terhadap kebiasaan membaca siswa serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah dasar.”
Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Di Kelas IV SD INPRES 4/82 Walian Irenvita, Chia; Sumampow, Zoya F.; Rindengan, Mersty E.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model Project Based Learning di kelas IV SD Inpres 4/82 Walian. “Subjek penelitian ini adalah 22 siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian siswa. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar menggunakan rumus KB = (Jumlah siswa yang tuntas / Jumlah seluruh siswa) × 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 69,55% dengan ketuntasan belajar mencapai 50%, sehingga masih terdapat siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥ 75%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata hasil belajar mencapai 90,23% dan persentase ketuntasan belajar meningkat hingga melampaui KKTP yang ditetapkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV, khususnya pada materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya.” Peningkatan hasil belajar serta aktivitas siswa dan guru menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.