Articles
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Tambaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur
Arin Wildani;
Iswahyudi Iswahyudi;
Mohammad Taufiq Hidayat;
Agus Budiyono;
Evi Malia
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2018): EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.699 KB)
|
DOI: 10.33366/jast.v2i2.1071
Ibu rumah tangga memiliki peran dan potensi yang sangat strategis dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Karena itu, program pemberdayaan ibu rumah tangga dalam bidang ekonomi perlu dimaksimalkan. Program kemitraan masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan peran serta ibu rumah tangga dalam mengisi waktu luangnya untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Mitra pada program ini yaitu kelompok ibu rumah tangga Dusun Gayam dan kelompok ibu rumah tangga Dusun Pesisir Desa Tambaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Masalah yang dihadapi mitra yaitu kurangnya pengetahuan untuk berwirausaha dan minimnya keterampilan yang dimiliki. Berdasarkan hasil observasi lapangan Desa Tambaan memiliki terdapat banyak tambak garam dan sebagian besar masyarakatnya merupakan petani garam. Sehingga pada program ini ditawarkan solusi yaitu pelatihan dan pendampingan dalam produksi garam yodium skala rumah tangga. Program ini dilakukan dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan yang dilakukan antara lain penyuluhan pentingnya konsumsi garam beryodium dan penyuluhan wirausaha dalam skala rumah tangga. Pelatihan yang dilakukan yaitu pelatihan pembuatan hingga pengemasan garam yodium. Hasil dari PKM ini yaitu (1) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir mengetahui pentingnya garam yodium sehingga tidak lagi menggunakan garam krosok yang diambil langsung dari tambak. (2) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir bisa membuat garam yodium dengan mengolah garam krosok yang di dapat dari tambak. (3) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir memahami usaha garam yodium skala rumah tangga. (4) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir memproduksi garam yodium dan menjual garam tersebut.
POLA SALURAN PEMASARAN DAN FARMER’S SHARE JAMBU AIR CV CAMPLONG
nfn Iswahyudi;
nfn Sustiyana
Hexagro Journal Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36423/hexagro.v3i2.277
Buah jambu air cv Camplong merupakan komoditi lokal unggulan Kabupaten Sampang. Untuk meningkatkan dayasaing produk lokal, tidak hanya dari sisi kualitas dan kuantitasnya tetapi perlu dikaji dari aspek pemasarannya. Pada pemasaran komoditi jambu air cv camplong belum diketahui saluran pemasaran yang paling efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola saluran pemasaran dan farmer’s share buah jambu air cv camplong di Kabupaten Sampang. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu Desa Taddan Kecamatan Camplong. Penentuan responden menggunakan metode snowball sampling terdiri dari petani, pengumpul dan pedagang. Metode analisis menggunakan deskriptif dengan didukung perhitungan farmer’s share. Hasil penelitian ini adalah tiga pola saluran ambu air cv camplong yaitu (1) Petani – pengumpul kecil – pedagang besar dalam provinsi – pedagang pengecer dalam provinsi – pengecer – konsumen. (2) Petani – pengumpul dalam desa –pedagang besar provinsi – supermarket – konsumen.(3) Petani – pengecer – konsumen. Nilai Farmer Share’s yang tergolong efisien berada pada saluran pemasaran 1 (50%) dan saluran pemasaran 3 (80%), sedangkan pada saluran pemasaran 2 tergolong tidak efisien (34,78%). Diantara ketiga saluran pemasaran tersebut yang paling efisien dan direkomendasikan pada penelitian ini adalah saluran pemasaran 3 karena mempunyai nilai farmer’s share yang paling tinggi yaitu sebesar 80%. Kata kunci: Distribusi, Farmer’s Share, Jambu Air
MODEL PENGENDALIAN SUPPLY (PENAWARAN) TEMBAKAU MADURA PADA SUBSISTEM HULU SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PENURUNAN TINGKAT KONSUMSI ROKOK
Mohammad Saedy Romli;
nfn Iswahyudi;
nfn Ahmad;
Kustiawati Ningsih
Hexagro Journal Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36423/hexagro.v3i2.278
Komoditas tembakau mempunyai nilai ekonomis tinggi serta merupakan sumber pendapatan petani, penerimaan pemerintah dari dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja. Konsumsi per kapita rokok meningkat 4,3 persen per tahun meskipun disisi lain industri rokok selalu dihadapkan pada kampanye pengurangan konsumsi rokok dengan alasan kesehatan. Penelitian ini bertujuan membuat model pengendalian penawaran tembakau Madura sebagai upaya mendukung pengurangan konsumsi rokok. Data yang digunkan adalah data cross section  dengan total sampel sebanyak 180 orang. Model pengendalian penawaran tembakau diestimasi dengan fungsi produksi cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas penawaran terhadap harga output sebesar 0,83, elastisitas penawaran terhadap harga bibit sebesar -0,18, elastisitas penawaran terhadap harga tenaga kerja sebesar -0,23, elastisitas penawaran terhadap harga pupuk sebesar -0,22 dan elastisitas penawaran terhadap harga pengairan sebesar -0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga output merupakan faktor penentu utama dalam penawaran tembakau Madura. Kata kunci: model pengendalian supply, tembakau madura
Evaluasi Risiko Dalam Rantai Pasok Cabai Di Kabupaten Sumenep
Sustiyana Sustiyana;
Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Hexagro Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36423/hexagro.v4i2.470
Setiap komoditi pertanian mempunyai risikonya tersendiri, terutama pada komoditi strategis yang mempunyai daya beli tinggi seperti komoditi cabai. Risiko dialami oleh tiap stakeholder yang berperan dalam rantai pasok mulai dr produsen, pedagang, hingga ke konsumen, sehingga keberagaman risiko tersebut perlu dikaji secara komprehensif. Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive dengan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik brainstorming dalam Focus Group Discussion pada stakeholder terkait. Berdasarkan hasil penelitian risiko tertinggi dialami oleh petani yaitu sebesar 41%, pengepul 16%, pedagang besar 23%, pedagang eceran 13%, dan konsumen 7%.
Penerapan Pupuk Organik Dan ZPT Alami untuk Tanaman Padi Salibu Pada Kelompok Tani Suka Makmur Desa Pademawu Timur
Marchel Putra Garfansa;
Moh Ramly;
Iswahyudi Iswahyudi
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31102/darmabakti.2021.2.1.1-6
Penggunaan pupuk kimia saat ini menjadi pusat perhatian akibat dampak yang ditimbulkan terhadap ekonomi, lingkungan dan pendapatan petani. Pupuk menjadi kunci sukses setiap petani, sehingga tidak jarang para petani menggunakan pupuk kimia untuk memacu proses petumbuhan tanaman dengan maksud untuk meningkatkan produktivitas hingga mencapai hasil yang maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pelatihan penerapan pupuk organik dan ZPT untuk padi salibu di desa Pademawu Timur kabupaten Pamekasan berdasarkan kondisi lingkungan yang cocok dengan budidaya tanaman padi dan di desa Pademawu Timur juga dominan dengan petani padi maka pelatihan ini perlu diadakan supaya petani lebih paham terkait pemupukan organik secara berkelanjutan yang ramah lingkungan serta memperkenalkan teknologi padi salibu dan diharapkan dengan peyuluhan ini produksi padi di desa Pademawu Timur kembali meningkat. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa petani menjadi mengetahui dan memahami bahwa penggunaan pupuk organik dan ZPT mampu menghemat penggunaan pupuk kimia. Petani juga mengenal teknologi padi salibu.
Evaluasi Mutu Gabah Pamekasan Madura Jawa Timur
Iswahyudi Iswahyudi;
Sustiyana Sustiyana;
Lia Kristiana
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 2 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.723 KB)
|
DOI: 10.33084/daun.v5i2.464
Pamekasan Regency is one of the rice-producing areas in Madura. The problem which is the main subject of this research is how the quality of farmer grain quality in Pamekasan Regency. The study aimed to analyze the quality of Pamekasan Regency grain. This type of research is descriptive - quantitative, namely the type of research that combines quantitative and qualitative research. The analysis states that Pamekasan grain has a quantitative percentage of an empty grain of 0.9%, 3.2% green/lime grains, 18.6% yellow/damaged grains, and 0.3% red grains. It also fulfills the requirements for grain quality qualitative consisting of four characters, namely: 1) free of pests and diseases, 2) free of foul odors, acids and other odors, 3) free of chemicals and residual fertilizers, insecticides and fungicides, and 4) unhusked rice so that it has met the requirements of SNI quality grade grain quality standards II.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI BERAS MERAH VARIETAS INPARI ARUMBA PADA LAHAN KERING DAN LAHAN BASAH
Garfansa, Marchel Putra;
Iswahyudi;
Maulidinar Rohmah;
Ruly Awidiyantini
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/jp.v13i1.4485
Dalam menjaga kesehatan dan imunitas di masa pandemic, beras padi merah banyak di gemari dan dikonsumsi masyarakat umum. Kebutuhan beras merah yang begitu tinggi, perlu adanya upaya peningkatan produksi beras harus dilakukan, baik upaya ekstensifikasi maupun upaya intensifikasi. Salah satunya yaitu mengetahui lingkungan optimum yang baik untuk pertumbuhan beras padi merah. Kondisi lingkungan tumbuh yang basah atau kering menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman beras padi merah. Sehingga diharapkan dengan adanya penelitian ini akan didapatkan informasi lingkungan yang paling baik serta dampaknya kedua kondisi lingkungan tersebut bagi tanaman beras padi merah. Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 di Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan benih padi merah varietas Arumba. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu lokasi tanam dengan kondisi air menggenang dan lokasi tanam dengan kondisi kering. Pengamatan aspek agronomi meliputi komponen pertumbuhan dan hasil serta panen, yang dilakukan secara non destruktif. Lahan basah memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman beras padi merah.
PERUBAHAN FISIOLOGIS PASCAPANEN BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa)
Iswahyudi wahyudi;
D.Danar TriWinanti;
Herna Permata S.;
Nurul Imamah;
Tri Yulni
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31102/agrosains.2015.2.2.153-158
God’s crown (Phaleria macrocarpa) is a medicinal plant of Papua. Fruit flesh which is physiologically mature is used for pharmaceutical industry. Maturity index of the fruit can be observed from bright red skin and hard texture. However, the physiological changes of the fruit has not been widely studied. The purpose of this study was to assess changes in postharvest physiology in term of color and weight loss. The fresh fruit parameters observed were harvesting time, color, and uniform in size. The fruit is washed, then stored at room temperature, and observed physiological changes every 24 hours for 21 days until the fruit is damaged. Color parameters including index L, a, b were observed using Adobe Photoshop CS6, while weight loss is measured using digital scales. Data were processed by means of Microsoft Excel 2007. The results showed that the fruit color changed from green to red within 12-15 days of storage due to degradation of chlorophyll and synthesis of carotenoids. Weight loss increased during storage because of respiration and transpiration. Additionally, the fruit quality was drastically decreased as result of decay process, which is accelerated by the presence of pathogens.
PRODUCTION OF HYBRID AND MADURA LOCAL CORN AS BABY CORN IN PAMEKASAN REGENCY
Kelik Perdana Windra Sukma;
Iswahyudi Iswahyudi;
Moh. Taufikurrahman
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 6 No 1 (2021): JURNAL AGROSAINS : KARYA KREATIF DAN INOVATIF
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31102/agrosains.2021.6.1.22-28
Baby corn is corn cobs that are picked when they are very young and before the seeds are formed. Until now, there has been no research on the potential of local Madurese maize as baby corn. The use of local Madurese maize varieties as babycorn is an effort to increase the potential value of the commodity in order to increase farmers' income sources. Plants were planted in paddy fields using a randomized block design plot. Maintenance of corn plants using corn planting standards. Parameters observed included: plant height, stem diameter, number of leaves, age of flowering, harvest age, harvest period, ear wet weight, ear length, ear diameter, and ear sugar content. Data analysis used SPSS 16. The results of the analysis showed that there were differences in height and stem diameter of hybrid maize plants with local Madurese varieties but between local Madurese varieties showed no significant differences except for the growth in the number of leaves. Flowering age, early harvest age, and harvest period produced very significant differences.
Perencanaan Taman Edukasi Menuju Desa Pademawu Timur Mandiri
Iswahyudi Iswahyudi;
Marchel Putra Garfansa;
Yenni Arista Cipta Ekalaturrahmah
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/agrokreatif.8.3.385-393
This Community Service Program (PKM) is implemented based on a Memorandum of Agreement (MoA) between the Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Madura Islamic University and East Pademawu Village. The coaching program carried out is related to landscape learning materials. The purpose of providing landscape design materials for East Pademawu BUMDes is to improve landscape design insight and skills, to optimize the function and beauty and role of local village education parks so that they can support BUMDes administrators towards independent villages. Service activities in the form of providing materials and training followed by distributing questionnaires (based on a Likert scale whose score has been determined) to measure the level of achievement of socialization and training carried out. The location for the design is the backyard of the East Pademawu Village Hall office. The results of the participants' assessment of the benefits of the training through observation sheets showed an increase in the benefits, soft skills of BUMDes participants and the quality of local village facilities and infrastructure with a percentage of 83%. Participants showed enthusiasm and activity in the good category and agreed on the educational park landscape plan that had been optimally designed on village land. However, for mastery of material, creativity and conveying ideas, participants fall into the sufficient category so that there is a need for guidance and retraining which is based on the approval of cooperation between partner members and the garden landscape design team of the Madura Islamic University so that periodic guidance for BUMDes can still be carried out. The shortcoming that still needs to be considered for participants is a sense of design which can be overcome and minimized by broadening their horizons and actively joining the landscape design community.