Articles
PREFERENSI MAHASISWA PENDENGAR RADIO MOST FM MEDAN DI ERA REVOLUSI 4.0
Nurfauzah Rahmah;
Abdul Rasyid;
Sakti Ritonga
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): March
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/sibatik.v2i4.789
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa alasan mahasiswa/i mendengarkan radio Most FM di Era Revolusi 4.0 dan bagaimana kepuasan mahasiswa/i terhadap program-program siaran yang ditayangkan oleh Most FM Medan. Teori yang digunakan yaitu teori Uses and Gratification. Dalam tahap menganalisa data peneliti menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan dan menjelaskan objek penelitian berupa alasan dan tingkat kepuasan mahasiswa/i pendengar radio Most FM Medan di era revolusi 4.0. Berdasarkan hasil temuan, peneliti menarik kesimpulan 1. Penelitian menyatakan bahwa alasan pendengar mendengarkan radio Most FM Medan adalah sebagai hiburan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, program-program siaran yang diberikan Most FM Medan mampu memberikan kepuasan tersendiri bagi pendengar dan berbagai informasi juga dapat menambah wawasan pendengar. 2. Hasil selanjutnya menunjukkan kepuasan pendengar radio Most FM Medan terhadap program siarannya yaitu Playhits Weekend dengan nilai persentasi 90% merasa sangat puas. Selanjutnya diikuti dengan program siaran Santai Sore dengan nilai persentasi kepuasan sebesar 80% merasa sangat puas. Kemudian nilai persentasi kepuasan sebesar 70% merasa sangat puas terdapat pada program siaran Pandemi, Santai Sore, dan Nonstop Playhits. Dan posisi terakhir yaitu dengan nilai persentasi kepuasan sebesar 60% terdapat pada siaran program Nonstop Order dan 50% pada program siaran Playhits Pagi.
ANALISIS FRAMING CHANNEL YOUTUBE DR. RICHARD LEE TENTANG KEAMANAN DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK HN
Mega Lusi Sartika;
Sakti Ritonga;
Muhammad Jailani
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): March
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/sibatik.v2i4.797
This study aims to explain what safety and marketing strategies should be carried out by sellers of hn products. This research was conducted using a more advanced qualitative approach which is the level of framing analysis. More specifically, the researcher uses the framing analysis method with Robert N. Etman's analytical model. The results of this study show that from a series of videos on Dr.'s YouTube channel. Richard Lee emphasized that the marketing of unsafe cosmetics is still circulating freely among the public. Dr. Richard Lee tries to educate women, so they don't get stuck using unsafe products. Dr. Richard Lee considers HN products to be products that contain harmful substances for facial skin because they are indicated to have hydroquinone and mercury ingredients.
SINKRETISME AGAMA BUDAYA BATAK TOBA DI LUAR ISLAM DI DESA PULAU RAKYAT TUA, KECAMATAN PULAU RAKYAT, KABUPATEN ASAHAN
Widi Remila;
Sakti Ritonga;
Ismail Ismail
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jisa.v6i1.15143
Dalam penelitian ini membahas tentang Proses Terjadinya Sinkretisme Dan Bentuk-Bentuk Sinkretisme. Pada umumnya masyarakat di Desa Pulau Rakyat Tua adalah merupakan etnik batak toba, salah satu sub etnik batak. Mayoritas penduduk di Kecamatan Pulau Rakyat Tua beragama Islam. Masyarakatnya juga cukup baik menerima kaum pendatang dari luar etnis. Terbukti di Kecamatan ini terbentuk sebuah masyarakat Islam dan masyarakat Kristen yang hidup bersanding tanpa ada satupun persel isihan dari dulunya yang mempermasalahkan hal-hal seputar agama. Pada zaman kesultanan, orang Batak Toba meninggalkan kampung halamannya dengan berbagai alasan dan tinggal di Sumatera Timur yang diperintah oleh beberapa kesultanan Melayu yang sangat fanatik terhadap Islam. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya akulturasi budaya di Asahan pada masa kerajaan hingga sekarang. Fakta menunjukkan bahwa telah terjadi akulturasi budaya antara budaya Melayu dan Batak Toba di Asahan. Dimana budaya yang kuat adalah budaya melayu dan budaya yang lemah adalah budaya batak yang dibawa oleh para pendatang. Karena tujuan migrasi suku Batak Toba ke Asahan adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, maka mereka terpaksa atau tidak terpaksa harus beradaptasi dengan etnis Melayu Asahan. Itulah sebabnya orang Batak mengikuti etnis Melayu, sehingga terjadi pergeseran budaya. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui hubungan sosiologis antara sesama batak toba beda keyakinan dan juga terhadap etnik lain di luar Batak Toba Muslim. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode sejarah, yaitu pengumpulan sumber, Interpretasi dan yang terakhir adalah penulisan. Pada tahap Heuristik, penilis menggunakan metode lapangan.
DERADICALIZATION AND ANTI-TERRORISM FOR EXNAPITER CHILDREN: Case Study of Al-Hidayah Boarding School
Wahyu Marrend Widodo;
Sakti Ritonga
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2023): Religion, Indigenous Community, Customary Law and Anti-terrorism in Eastern Ind
Publisher : Prodi Sosiologi Agama dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/sangkep.v6i1.7129
This research study is about the educational model developed related to prevention strategies of extremist children to prevent them from following the steps or experiences of their parents as perpetrators of terrorist acts. One of the places of analysis in this study is the al hidayah Islamic boarding school. This research was conducted with one approach, namely a qualitative approach, with this approach obtained sources of information through observation, interviews and documentation needed for this research by the management of the school. Then, the study used phenomenological methods. The method is able to describe how an individual feels the experience and provide a picture of the phenomenon. It is therefore interesting to conduct research on how terrorist prevention and countermeasures education models developed and designed by ex-terrorist convicts against children of ex-terrorists or non-terrorists. Study findings show that the establishment of Islamic boarding schools is motivated by self-awareness that utilizing oneself for others by promoting Islamic values that are peaceful and non-violent, these values are the basis for developing an educational model in al hidayah Islamic boarding schools
PRESERVATION AND CONSERVATION OF AL-QUR'AN COLLECTION IN NORTH SUMATERA AL-QUR’AN HISTORY MUSEUM AS HISTORICAL STUDY
Nur Santri;
Sakti Ritonga
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 1 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v15i1.45115
This research study examines the results of the preservation and conservation of the Koran collection at the Al-Quran History Museum in North Sumatra as a study of historical studies. The North Sumatra Al-Qur'an History Museum is a museum founded by Dr. Phil Ichwan Azhari, M.S which was inaugurated by Governor Edy Rahmayadi in 2019. The Al-Qur'an Museum was established with the aim of increasing public knowledge that North Sumatra had Islamic history and civilization in the past. This study used a descriptive qualitative research method with the researcher then functioning as a key tool. Data collection uses literature studies, observations, document analysis and interviews. The results of the study show that the collection of Al-Qur'an in the Museum of Al-Qur'an History of North Sumatra which has been preserved and conserved can be used as material for studying historical studies that can be utilized by historians, history teachers, or history enthusiasts and others, especially through historical methods namely heuristics, external criticism and internal criticism, interpretation, and historiography. The hope is that by utilizing the Al-Qur'an collection at the Museum of Al-Qur'an History in North Sumatra, it will further enrich the treasures of works of Islamic history.
PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK USU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI
Aldi Priatmana;
Sakti Ritonga
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi (JIMIK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jimik.v4i3.313
For library development, one of the most important aspects to consider is the collection of information. The purpose of this study focuses on the effect of the availability of online proquest journals on meeting user information needs in the Library of the Faculty of Social and Political Sciences USU. This type of research is descriptive research using qualitative approach methods. This research data collection technique is through observation, interviews, and documentation. The result of this study is the availability of online ProQuest journals in the Library of the Faculty of Social and Political Sciences, based on good perceptions of library users, and the affirmation of library users that they are looking for reference materials for lecture assignments from online ProQuest journals rather than libraries. It has been used effectively by library patrons as a resource to aid in the creation of coursework. This journal provides a source of current and accurate information that can be used as a reference when completing courses and research. Thus, Proquest Journal has a significant impact on users' information demands. Library of the Faculty of Social and Political Sciences, University of North Sumatra.
Pendidikan Multikulturalisme di Pondok Pesantren Al Hidayah Sebagai Strategi Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme
Manda Prayogi;
Sakti Ritonga
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.994
This study aims to find out how to prevent radicalism and terrorism through understanding multiculturalism education at Al-Hidayah Sei Mencirim Islamic Boarding School. As a theoretical basis in analyzing the problems in this qualitative research, theories about radicalism, terrorism and multicultural education are used, so that researchers are required to obtain data and information by conducting indepth interviews and observations. This research uses a qualitative approach that is descriptive. The informants in the study were Buya Ghazali who served as the leader of the Al-Hidayah Sei Mencirim Islamic Boarding School, Ummi Ksrtini Banurea and Ummi Putri who worked as teachers at the Al-Hidayah Sei Mencirim Islamic Boarding School. The data collection technique used by researchers is by conducting interviews, observation and documentation, using a phenomenological study approach, namely researchers trying to find meaning from the phenomenon of preventing radicalism and terrorism through understanding multiculturalism education at the Al-Hidayah Sei Mencirim Islamic Boarding School. School. The data analysis used in this research is descriptive analysis, which summarizes all the data that has been collected from the interviews. The results of this study indicate that multiculturalism education can prevent the development of radicalism and terrorism. With multiculturalism education, the students of Al-Hidayah Mencirim Islamic Boarding School can understand the importance of tolerance and mutual respect for differences according to Islamic law.
INTERAKSI SOSIAL PENGANUT BAHA’I DI MEDAN
Yolandari Lingga Bayu;
Sakti Ritonga
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.14681
Penelitian ini membahas tentang interaksi sosial penganut Baha’i di Medan. Pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial penganut Baha’i di Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi penganut Baha’i di Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian fieldresearch (penelitian lapangan) dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, selanjutnya teknik pengumpulan data melalui informan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data dan verifikasi.Hasil penelitian, agama Baha’i di Indonesia telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam surat Keputusan Menteri Nomor: MA/276/2014 sebagai salah satu agama tersendiri (independen) dan bukan aliran kepercayaan dari agama lain. Agama Baha’i telah masuk ke kota Medan berawal dari tahun 1949 dan lebivsh diketahui pada tahun 1957. dr. Samandari merupakan pelopor Baha’i yang masuk ke kota Medan. Interaksi penganut agama Baha’i di Medan dapat dilihat dari aktivitas umat Baha’i di Medan terbuka bagi siapa saja untuk mewujudkan prinsip kesatuan umat manusia, keterbukaan itu dapat kegiatan, yaitu: Doa bersama, Pendidikan rohani bagi anak-anak, pemberdayaan rohani bagi remaja, pemberdayaan rohani bagi muda-mudi dan dewasa. Agama Baha’i terbuka karena ingin diakui dan diterima di tengah-tengah masyarakat dan menyatukan seluruh masyarakat dari agama atau pun suku mana pun.
Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka (Generasi Baby Boomers) Menggunakan Teori David Ellis Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara
Muhammad Nuh Nasution;
Sakti Ritonga;
Franindya Purwaningtyas
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Februari-Mei 2023
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v3i1.338
Penelitian ini membahas tentang perilaku pencaraian informasi pemustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku pencarian informasi di perpustakaan Daerah Sumatera Utara serta kendala yang dihadapi ketika mencari informasi. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi tindakan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini yang menjadi informasi adalah mahasiswa, peneliti, dan masyarakat (para pengunjung) di perpustakaan daerah Sumatera Utara yang aktif berkunjung ke perpustakaan sebanyak 11 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perilaku pencarian informasi diperpustakan daerah Sumatera Utara pada awalnya sadar butuh sebuah informasi karena mendapatkan tugas dari kampus dan guru, kemudian mereka terdorong untuk mencari informasi ke perpustakaan dengan mencatat terlebih dahulu di dalam buku kecil informasi yang akan mereka cari untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan.
Perkawinan Campuran Antar Etnis Jawa dan Pakpak di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam
Munawiranti Cibro;
Sakti Ritonga;
Ismail
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61292/eljbn.v1i2.49
The purpose of this research is to find out the background that influences the occurrence of inter-ethnic marriages, especially the Javanese ethnicity with the Pakpak ethnicity and to see the interactions that occur and how clans can function in the family kinship system of mixed marriages. The research location is Jontor Village, Penanggalan District, Subulussalam City. This research uses functional structural theory proposed by Talcott Parsons. In analyzing the data, researchers used descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews and documentation as well as supporting data types, namely primary and secondary data. The results of this study found that: first, there are several motives for the emergence of Javanese-Pakpak inter-ethnic marriages in Jontor Village, namely: 1) intensive social interaction between ethnicities: 2) stereotyping of other tribes such as Aceh due to trauma from the GAM-RI conflict: 3) Javanese strategies to obtain protection from the majority group: 4) strategies to improve the economy through inheritance. Secondly, the impacts of mixed marriages include: 1) reducing the occurrence of social disharmony, 2) the emergence of a new generation: 3) exchange of experiences: 4) the emergence of a new culture: 5) fading of original cultural values and culture: 5) influence on the successor of the clan. Third, the kinship system used by mixed marriage families is the Pakpak kinship system. Because Pakpak people tend to dominate the mixed marriages that occur. Javanese men who marry Pakpak girls must be willing to be incorporated into the Pakpak kinship system through the Mangain custom as a sign that he has legally entered the Pakpak kinship system.