Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL TALKING STICK Rahmayanti, Tuti; Inesia Sri Utami, Irma; Gunadi, Gugun
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 4 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v2i4.14210

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan keaktifan belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran talkingstick yang didasarkan pada temuan penelitian terdahulu, yang diperoleh dari seberapa besar peningkatan keaktifan belajar siswa setelah digunakannya model pembelajaran talking stick. Penelitian ini didasari karena kurangnya keaktifan belajar siswa di Sekolah Dasar (SD) yang disebabkan oleh kurangnya inovasi guru dalam penggunaan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan cara mengumpulkan jurnal yang relevan lalu dijelaskan peningkatan keaktifan belajar siswa dengan menggunakan model talking stick. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data yang ditemukan  menunjukan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan setelah diterapkannya model talking stick. Hal ini terlihat dari beberapa pendapat yang mendukung bahwa model talking stick berpengaruh terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Media Papan Pecahan Pada Materi Bilangan Pecahan Kelas V Astuti, Leni Fuzi; Rusmiati Aliyyah, Rusi; Gunadi, Gugun; Subasman, Iman; Gani, Rusli Abdul
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v3i1.913

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan media papan pecahan pada materi bilangan pecahan kelas V SDN Cipayung Girang 03. Pendekatan penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Mctaggart yang terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diambil melalui wawancara, observasi, dan tes. Penelitian dilakukan di SD Negeri Cipayung Girang 03 dengan jumlah responden sebanyak 44 siswa. Indikator kriteria keberhasilan penelitian adalah 80% dari keseluruhan jumlah siswa kelas V SDN Cipayung Girang 03 mencapai KKM yaitu 70. Hasil pra siklus menunjukkan hanya 12 ( 27%) siswa yang mencapai nilai diatas KKM. Pada siklus I terdapat  23 siswa (52%)  yang mencapai KKM, sedangkan pada siklus II memperoleh data sebanyak 38 siswa (86%) yang mencapai KKM. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar  25% dari hasil pra siklus ke siklus I, dan 36% dari siklus I ke siklu II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 59% dari pra siklus sampai ke siklus II. Maka penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran papan pecahan dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bilangan pecahan di kelas V SD.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Media Pembelajaran Flash Card Materi Bangun Ruang Kelas VI Di Sekolah Dasar Tsalsabila, Siti Nabila; Aliyyah, Rusi Rusmiati; Gunadi, Gugun; Subasman, Iman
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v3i1.929

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa baik dari hasil belajar siswa ketika menggunakan media pembelajaran flash card pada kelas VI SDN Citapen 01. Studi ini dilakukan karena nilai hasil belajar rendah dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada  penelitian ini, pendekatan yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilengkapi dengan model Kemmis & MC Taggart, yang terdiri dari elemen, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Tes tulis, wawancara, dan observasi adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini terlibat 33 siswa dari kelas VI SDN Citapen 01. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 80% peserta didik dapat mencapai KKM 75. Hasil pra siklus menunjukkan bahwa hanya terdapat 18 (49%) dari 37 siswa mencapai KKM 75. Pada siklus pertama, data menunjukkan 23 (62%) siswa mencapai KKM, pada siklus kedua data menunjukkan bahwa 33 (89%) siswa mencapai KKM. Oleh karena itu, hasil dari pra siklus ke siklus pertama meningkat 13% dan dari siklus pertama ke siklus kedua meningkat 27%. Hasil menunjukkan peningakatan 40% dari pra siklus ke siklus kedua. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran flash card dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi bangun ruang kelas VI SD.
Edukasi Literasi Finansial Syariah Pada Siswa Yani, Nur Fadhilah Fitri; Gunadi, Gugun; Alhifni, Anas
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v4i3.15739

Abstract

Literasi finansial merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kesadaran dan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dengan baik. Terutama di Indonesia dengan mayoritas masyarakat muslim, tentu saja literasi finansial syariah itu sangat penting. Dalam edukasi literasi finansial syariah ini mengajarkan kepada anak untuk mengelola keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan berzakat, sedekah, menghindari riba, pentingnya berhemat dan rajin menabung, mendidik anak untuk membangun kebiasaan baik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya literasi finansial syariah yang diterapkan pada peserta didik kelas 6 SDN Ciadeg 1. Meskipun para peserta didik telah mengetahui tentang keuangan secara dasar, tetapi masih minim pemahaman pengelolaan keuangan dengan baik. Melalui edukasi yang bervariatif dan interaktif ini memudahkan para peserta didik dalam memahami dan tidak monoton. Evaluasi dalam pendekatan atau metode yang dipakai untuk memperkenalkan literasi finansial syariah, perlu penyempurnaan terutama dalam penyusunan materi agar lebih sesuai dengan pemahaman anak. Edukasi literasi finansial syariah ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan dapat menjadi bagian dari pendidikan formal.
Strategi Kreatif Guru dalam Implementasi Program Meningkatkan Literasi Numerasi Di Sekolah Dasar Siswi Dewi Mardianti; Teguh Prasetyo; Gugun Gunadi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i1.1868

Abstract

Literasi numerasi mengacu pada pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memahami dan menggunakan berbagai angka dan simbol terkait dengan matematika dasar. Dengan beralihnya pembelajaran dari tatap muka menjadi daring, program literasi numerasi menjadi kurang efektif, yang menekankan pentingnya kreativitas guru dalam merancang pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam mengimplementasikan program literasi numerasi selama pembelajaran daring. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan tiga siswa SDN Muhara 02. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga tahap strategi pengajaran yang digunakan oleh guru: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pada tahap perencanaan, guru melakukan sosialisasi pembelajaran daring baik secara luring maupun daring, serta menyiapkan materi pembelajaran yang akan digunakan selama pembelajaran daring. Pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan strategi discovery learning dan memanfaatkan berbagai media dan alat, termasuk gambar animasi, penggaris, video animasi, presentasi PowerPoint, realia, serta aplikasi yang umum digunakan seperti WhatsApp, PowerPoint, Zoom meetings, YouTube, Google Classroom, Google Forms, dan Telegram. Tahap penilaian melibatkan evaluasi tugas daring yang dikumpulkan melalui WhatsApp, laporan kemajuan mingguan, catatan kehadiran, dan tingkat keterlibatan siswa. Temuan ini memberikan pemahaman tentang strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan literasi numerasi dalam pembelajaran daring di SD.
Menilai Kompetensi Pedagogik dan Profesionalisme Guru: Studi Kasus di SD Cisarua Gunadi, Gugun; Sumarni, Dedeh
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru di SD Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada guru dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menampilkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan sumber-sumber yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di SD Cisarua memiliki kompetensi pedagogik yang baik dalam merencanakan pembelajaran, mengelola kelas, mengidentifikasi potensi siswa, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Profesionalisme guru juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Implikasi temuan ini adalah pentingnya pengembangan profesionalisme guru dan perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan di SD Cisarua.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa Melalui Pembelajaran Sejarah yang Inovatif Amalia, Nur; Gunadi, Gugun
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i7.18100

Abstract

Pendidikan sejarah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan berpikir kritis siswa. Pembelajaran sejarah yang inovatif tidak hanya berfokus pada penguasaan fakta dan tanggal, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir analitis, evaluatif, dan reflektif.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran sejarah yang inovatif dan dampaknya terhadap keterampilan berpikir siswa. penelitian ini melibatkan observasi kelas, wawancara dengan guru, serta kuesioner yang diisi oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang melibatkan penggunaan teknologi, proyek kolaboratif, dan pendekatan berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif siswa secara signifikan. Selain itu, pembelajaran sejarah yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa mampu meningkatkan minat dan motivasi mereka dalam belajar sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi dalam pembelajaran sejarah merupakan kunci untuk mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih tinggi dan mendalam pada siswa, serta merekomendasikan implementasi strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai penerapan pembelajaran sejarah yang inovatif dan dampaknya terhadap keterampilan berpikir siswa, dengan menggunkan teknik wawancara mendalam. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian studi literatur, sehingga data yang dihasilkan berasal dari buku atau jurnal sejarah.
Exploring the Impact of Personalized Principal Supervision on Teacher Development: A Novel Approach to Educational Leadership Gunadi, Gugun; Lathifah, Zahra Khusnul
JURNAL AL-TANZIM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v9i2.10853

Abstract

This study examines the significance of personalized principal supervision in enhancing teacher performance in schools. This study aims to analyze how the personalized principal supervision model can improve teacher performance in schools. The research method employed is qualitative, utilizing a case study design. Data collection techniques involve interviews, observations, and documentation. Data analysis is carried out through data condensation, data display, and data verification. The results of the study indicate that an open relationship between the principal and teachers, along with providing clear and specific feedback, can enhance teacher competence. Training tailored to individual needs and a collaborative approach create a climate that supports professional development. The implications of this study suggest that personalized principal supervision can enhance teacher performance and foster their competency development. This study suggests that the implementation of personalized principal supervision can be an effective model for improving teacher performance. With a more adaptive and individualized approach, principals can strengthen teacher professional development, foster a more productive climate, and enhance the quality of learning in schools.
"Measuring the Effectiveness of Academic Supervision in Achieving Quality Learning in Senior High Schools": "Measuring the Effectiveness of Academic Supervision in Achieving Quality Learning in Senior High Schools" lia, Amalia; Gunadi, gugun
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8i1.3690

Abstract

Academic supervision plays a strategic role in improving the quality of education, particularly at the senior high school (SMA) level. This study aims to examine the extent to which academic supervision is effective in supporting the realization of quality learning. The research method employed is qualitative with a descriptive approach, involving literature review, interviews, and observations of supervision practices in schools. The findings indicate that academic supervision functions not only as a control mechanism but also as a means of professional development that enhances teachers’ pedagogical and professional competencies. The effectiveness of supervision is reflected in structured planning, active teacher involvement, and follow-up actions in the form of continuous reflection and improvement. However, several challenges remain, such as limited time, varying supervisory skills, and resistance from some teachers. Therefore, academic supervision conducted consistently, collaboratively, and based on teachers’ needs has proven to make a significant contribution to creating a more interactive, meaningful, and student-centered learning process.
Manajemen Kesiswaan SD Amaliah Bogor Gunadi, Gugun; Amalia, Nur
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2202

Abstract

Sekolah harus dapat dikelola dan diberdayakan agar mampu mewujudkan predikat sebagai sekolah yang berprestasi yang mampu memproses peserta didik yang pada akhirnya akan menghasilkan output secara optimal. Dalam mewujudkan sekolah yang berprestasi terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya di antaranya adalah kualitas guru, sarana dan fasilitas pendidikan, dan siswa. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang manajemen kesiswaan SD Amaliah Bogor. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Analitik, yaitu studi yang digunakan untuk mengumpulkan data, mendeskripsikan, mengolah, menganalisa, menyimpulkan dan menafsirkan data sehingga memperoleh gambaran yang sistematis. Hasil diketahui bahwa manajemen merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam mewujudkan sekolah yang berprestasi. Adapun beberapa upaya yang harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah untuk mewujudkan manajemen sekolah yang berprestasi  Kesimpulan yang diambil yaitu untuk dapat mewujudkan sekolah yang berprestasi tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah tetapi juga merupakan tanggung jawab dari tenaga kependidikan, siswa, masyarakat dan pemerintah. Sekolah yang berprestasi tidak dapat diwujudkan dalam waktu yang singkat, tetapi harus melalui proses-proses yang mendukung. Responbilitas dan profesionalitas tenaga kependidikan turut menentukan dalam mewujudkan sekolah yang berprestasi.ABSTRACSchools must be managed and empowered to achieve the title of high-achieving school, capable of processing students who will ultimately produce optimal output. In realizing a high-achieving school, there are factors that can influence it, including the quality of teachers, educational facilities and infrastructure, and students. The purpose of this paper is to determine and analyze the student management ofAmaliahElementary School,Bogor. The method used is Descriptive Analytical, namely a study used to collect data, describe, process, analyze, conclude and interpret data to obtain a systematic picture. The results show that management is one of the determining factors in realizing a high-achieving school. There are several efforts that must be made by a principal to realize high-achieving school management. The conclusion drawn is that realizing a high-achieving school is not only the responsibility of the principal but also the responsibility of educational staff, students, the community and the government. High-achieving schools cannot be realized in a short time, but must go through supporting processes. The responsibility and professionalism of educational staff also determine the realization of high-achieving schools.