Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Sistem Zonasi, Afirmasi, dan Prestasi terhadap Motivasi Belajar Kelas X SMA Negeri 8 Purworejo Khaerani Anggitasari; Cahyo Apri Setiaji; Anita Rinawati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6919

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada upaya memahami secara mendalam bagaimana kebijakan penerimaan peserta didik baru melalui sistem zonasi, afirmasi, dan prestasi yang dirancang untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan ternyata tidak selalu berkorelasi dengan aspek psikologis siswa, khususnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem zonasi, afirmasi, dan prestasi terhadap motivasi belajar ekonomi kelas X SMA Negeri 8 Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequintal explanatory, di mana analisis kuantitatif dilakukan pada tahap awal untuk mengidentifkasi hubungan dan pengaruh antar variabel, diikuti oleh eksplorasi kualitatif untuk memperkuat interpretasi hasil. Sampel terdiri atas 144 peserta didik yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) dari total populasi sebanyak 216 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden, dengan instrumen penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kelayakan pengukuran variabel dan wawancara terstruktur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji regresi sederhana dan korelasi parsial. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh t-hitung 0,237, sedangkan t-tabel adalah 1,664 (0,237 < 1,664) dan p-value 0,814 (0,814 > 0,05). Sedangkan untuk analisis korelasi parsial nilai korelasi sebesar 0,026 dan p-value 0,814 (0,814 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa sistem zonasi tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar ekonomi. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh t-hitung -0, 235, sedangkan t-tabel adalah 1,697 (-0,235 < 1,697) dan p-value 0,816 (0,816 > 0,05). Sedangkan untuk analisis korelasi parsial nilai korelasi sebesar -0,043 dan p-value 0,816 (0,816 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa afirmasi tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar ekonomi. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh t-hitung -0,439, sedangkan t-tabel adalah 1,708 (-0,439 < 1,708) dan p-value 0,665 (0,665 > 0,05). Sedangkan untuk analisis korelasi parsial nilai korelasi sebesar -0,087 dan p-value 0,665 (0,665 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa prestasi tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa jalur penerimaan tidak menjadi faktor penentu utama dalam membentuk motivasi belajar.
Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Hasil Belajar Siswa Akuntansi SMKN 1 Girimulyo Kabupaten Kulonprogo Latifah Lestari; Anita Rinawati; Sugeng Eko Putro Widoyoko
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6921

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa akuntansi di SMKN 1 Girimulyo Kabupaten Kulonprogo karena mampu memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat, bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, maupun hari, bahkan menit atau detik. Terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang oleh teknologi elektronik. Hasil belajar adalah suatu perubahan tingkah laku siswa secara nyata dan sadar setelah melakukan proses belajar mengajar, hasil tersebut berupa angka (nilai) atau skor. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan populasi adalah siswa kelas VIII di SMP Nursallam, pemilihan sampel yaitu Siswa kelas VIII yang dipilih sebagai representasi populasi di SMP Nurussalam Jember berdasarkan potensi penggunaan media pembelajaran animasi berbasis.  Instrument penelitian yang digunakan menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pengisian angket dan analisis dokumen. Serta Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap hasil belajar siswa Akuntansi SMKN 1 Girimulyo. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di SMKN 1 Girimulyo Kabupaten Kulonprogo: 12% tergolong sangat baik, 56% tergolong baik, 31% tergolong cukup, dan 1% tergolong kurang. Berdasarkan perhitungan uji t menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yaitu 3.011 (0.0037 sig< 0,05) terhadap hasil belajar siswa akuntansi SMKN 1 Girimulyo Kabupaten Kulonprogo.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Suara Demokrasi di SMA Negeri 10 Purworejo Wahyu Santosa; Sugeng Eko Putro Widoyoko; Anita Rinawati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6967

Abstract

Urgensi dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema suara demokrasi di SMA Negeri 10 Purworejo. Evaluasi dilaksanakan menggunakan desain penelitian evaluasi model CIPP dengan pendekatan kuantitatif sehingga hasil yang diperoleh dapat terukur secara objektif. Populasi penelitian meliputi seluruh fasilitator sebanyak 8 orang serta peserta didik kelas XI sebanyak 252 orang. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan pedoman Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% sehingga terpilih 5 fasilitator dan 145 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket yang dirancang untuk mengukur aspek konteks, input, proses, dan produk. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek konteks memperoleh rerata skor 3,92 dengan kategori sangat baik. Aspek input memperoleh rerata skor 3,34 dengan kategori sangat baik. Aspek proses memperoleh rerata skor 3,32 dengan kategori sangat baik. Aspek produk memperoleh rerata skor 4,00 dengan kategori sangat baik. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan P5 memperoleh rerata 3,65 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mampu membentuk karakter pelajar Pancasila. Namun terdapat kendala yang masih dihadapi dalam pelaksanaan P5, seperti keterbatasan sarana dan prasarana khususnya ruang belajar, kurangnya minat dan motivasi siswa yang terlihat dari rendahnya fokus saat kegiatan berlangsung, keterbatasan anggaran atau dana, kurangnya pemahaman fasilitator terhadap tema, serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Kendala tersebut memberikan gambaran bahwa meskipun program telah berjalan dengan kualitas sangat baik, masih diperlukan upaya perbaikan berkelanjutan agar implementasi projek P5 dapat lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi penguatan profil pelajar Pancasila.
EFEKTIVITAS PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA KEARIFAN LOKAL DI SMK BATIK PERBAIK PURWOREJO Riliya Setyaningrum; Sugeng Widoyoko; Anita Rinawati
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Vol 10, No 3 (2025): JURKAMI
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpe.v10i3.5371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat efektivitas pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema kearifan lokal pada siswa kelas XI SMK Batik Perbaik Purworejo. Penelitian menggunakan desain evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif serta model evaluasi CIPP ( context, input, process, product ). Populasi penelitian meliputi 148 siswa dan 7 fasilitator P5, dengan sampel 107 siswa dan 5 fasilitator yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan margin kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan analisis dokumen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel konteks memperoleh skor rata-rata 3,20 (baik), input sebesar 3,17 (baik), proses sebesar 3,07 (baik), dan product berupa nilai rapor P5 tema kearifan lokal mencapai skor rata-rata 3,60 (sangat baik). Secara keseluruhan efektivitas P5 di kelas XI memperoleh skor rata-rata 3,26 dengan klasifikasi sangat baik atau sangat efektif. Namun pelaksanaan program ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan koordinasi antar kelas, kurang meratanya pemahaman guru terkait konsep P5, serta adanya sebagian siswa yang masih pasif dalam berpartisipasi.
ANALISIS BRAND COMMUNITY DAN OPINION LEADER PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PROSUK JAM TANGAN SWATCH (STUDI MENGENAI LOYALITAS MEMBER SWATCH CLUB INDONESIA) Fellen Pangki Nugroho; Anita Rinawati; Lukman Fadhiliya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9394

Abstract

The phenomenon of fluctuating market position of Swatch watches in Indonesia demands a more adaptive marketing strategy, one of which is through optimizing the role of the community to build brand loyalty. This study aims to analyze the influence of Brand Community and Opinion Leaders on purchasing decisions of Swatch watch products, with the focus of the study on members of Swatch Club Indonesia (SCI). The research method applies a mixed method approach involving 59 respondents through saturated sampling techniques, where data are analyzed using multiple linear regression assisted by SPSS and in-depth qualitative analysis. The results of the study show strong empirical findings, where partially the Brand Community and Opinion Leader variables have a significant effect with a significance value of 0.000. Simultaneously, both variables are proven to have a positive and significant influence on purchasing decisions, indicated by the calculated F value of 22.148 which exceeds the F table of 3.17, as well as the coefficient of determination (R Square) value of 0.442 which indicates a contribution of 44.2%. These findings confirm that the existence of a solid community and the active role of opinion leaders are very effective in building consumer trust, minimizing the risk of product uncertainty, and stimulating purchasing decisions. The main conclusion of this study recommends strategic synergy between manufacturers and internal communities and influencers to maintain loyalty and increase product sales volume sustainably. ABSTRAK Fenomena fluktuasi posisi pasar jam tangan Swatch di Indonesia menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif, salah satunya melalui optimalisasi peran komunitas guna membangun loyalitas merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Community dan Opinion Leader terhadap keputusan pembelian produk jam tangan Swatch, dengan fokus studi pada anggota Swatch Club Indonesia (SCI). Metode penelitian menerapkan pendekatan campuran (mixed method) yang melibatkan 59 responden melalui teknik sampling jenuh, di mana data dianalisis menggunakan regresi linear berganda berbantuan SPSS serta analisis kualitatif mendalam. Hasil penelitian menunjukkan temuan empiris yang kuat, di mana secara parsial variabel Brand Community dan Opinion Leader berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 22,148 yang melampaui F tabel 3,17, serta nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,442 yang mengindikasikan kontribusi pengaruh sebesar 44,2%. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan komunitas yang solid dan peran aktif pemimpin opini sangat efektif dalam membangun kepercayaan konsumen, meminimalisir risiko ketidakpastian produk, serta menstimulasi keputusan pembelian. Simpulan utama studi ini merekomendasikan sinergi strategis antara produsen dengan komunitas dan influencer internal untuk menjaga loyalitas serta meningkatkan volume penjualan produk secara berkelanjutan.
INOVASI MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI SMA NEGERI 1 PURWOREJO Maylanova, Renata; Apri Setiaji, Cahyo; Rinawati, Anita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56687

Abstract

This study aimed to: (1) develop a Problem-Based Numbered Heads Together (NHT) learning model that is effective in improving the critical thinking skills of Grade XI students at SMA Negeri 1 Purworejo; (2) determine the feasibility of the developed cooperative learning model based on content validity and appearance aspects assessed by experts; and (3) determine the practicality of the model based on teacher and student responses in economics learning. This research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The subjects were 72 students of classes XI I and XI J at SMA Negeri 1 Purworejo. Data were collected through expert validation sheets, response questionnaires, and pretest-posttest instruments. The data were analyzed using validity, practicality, t-test, and N-Gain analyses. The results showed that the developed learning model was categorized as very valid based on expert assessments. The practicality level of the model was also high according to student response questionnaires. The effectiveness of the model was demonstrated by a significant improvement in learning outcomes, with the mean pretest score increasing from 56.89 to 88.58 on the posttest. The t-test results indicated a significance value of less than 0.05, confirming a significant difference between pretest and posttest scores. Furthermore, the N-Gain score of 0.73 was classified as high, indicating that the NHT integrated with Problem-Based Learning (PBL) model is effective in enhancing students’ critical thinking skills.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN BANTUAN MEDIA INTERAKTIF CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Titi Dwi Lestari; Lukman Fadhiliya; Anita Rinawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.14761

Abstract

ABSTRACT The learning process of Basic Marketing at SMK Negeri 1 Ambal is still predominantly teacher-centered through lecture-based instruction, resulting in the underutilization of learning media and suboptimal student participation and learning outcomes. This study aimed to develop a Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model assisted by interactive Canva media that is valid, practical, and effective in improving students' learning outcomes. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The participants were 36 students of Grade X Marketing 1. Data were collected through interviews, expert validation, teacher and student response questionnaires, observations, and pre-test and post-test assessments. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques, while product effectiveness was measured using the N-Gain test. The results indicated that the developed product was highly valid, with media expert and material expert validation scores of 3.90 and 3.78, respectively. The product was also considered highly practical based on student and teacher response scores of 3.43 and 3.80. Furthermore, the effectiveness test produced an N-Gain score of 0.72, categorized as high, indicating a substantial improvement in students' learning outcomes. Therefore, the STAD cooperative learning model assisted by interactive Canva media is considered valid, practical, and effective as an alternative instructional model for Basic Marketing learning in vocational high schools. ABSTRAK Pembelajaran Dasar-Dasar Pemasaran di SMK Negeri 1 Ambal masih didominasi metode ceramah sehingga pemanfaatan media pembelajaran belum optimal dan berdampak pada rendahnya partisipasi serta hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media interaktif Canva yang memenuhi kriteria layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa kelas X Pemasaran 1. Data diperoleh melalui wawancara, validasi ahli media dan ahli materi, angket respon guru dan siswa, observasi, serta tes hasil belajar sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan efektivitas produk dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media dengan skor 3,90 dan ahli materi sebesar 3,78. Tingkat kepraktisan juga berada pada kategori sangat praktis dengan skor respon siswa sebesar 3,43 dan guru sebesar 3,80. Efektivitas penggunaan model pembelajaran ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,72 yang termasuk kategori tinggi, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar secara signifikan” menjadi “menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan kategori tinggi. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media interaktif Canva dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai alternatif pembelajaran Dasar-Dasar Pemasaran di SMK.
Modeling artificial intelligence readiness and semiotic override in Indonesian geometry education Andi Kaharuddin; Anita Rinawati; Ahmad Syamsuadi; Irwanto Irwanto; Heny Sri Astutik; Miftahul Janna; Muhlis Muhlis; Surya Putra Raharja; Mukhlas Triono; Ilham Abu
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 15, No 5: October 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v15i5.40007

Abstract

Hardware-centered modernization often equates classroom technology access with preparedness for artificial intelligence (AI)-supported learning, yet this assumption overlooks subject-specific cognitive barriers in geometry. This study introduces semiotic override (SMO) as a diagnostic construct describing students’ tendency to rely on symbolic cues rather than genuine spatial visualization. A cross-sectional survey of 1,208 Indonesian secondary students from Java and the outer islands examined relationships among smartboard usage (SBU), SMO, spatial intuition (SPI), adaptive learning intention (ALI), and AI readiness (AIR). Data were analyzed using covariance-based structural equation modeling (SEM) with Bollen-Stine bootstrap and multi-group invariance testing. SBU did not significantly predict AIR. SMO negatively affected SPI, whereas ALI positively predicted AIR. The negative effect of SMO was stronger among students in the outer islands than in Java. The model explained 63% of AIR and 38% of SPI. These findings show that hardware exposure alone is insufficient for AI-oriented learning transformation. Geometry teachers should diagnose symbolic overreliance and strengthen visualization-based scaffolding, while school leaders and policymakers should balance infrastructure procurement with adaptive pedagogy, teacher support, and regional equity.