Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hambatan dan Solusi dalam Pembelajaran Menulis Kreatif di SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara Sulistio, Bagus; Rohman, Saifur; Anwar, Miftahulkhairah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.7666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan solusi dalam pembelajaran menulis kreatif di SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Pada penelitian ini  metode analisis data menggunakan metode interaktif dari Miles dan Huberman dan diuji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis kreatif memberikan manfaat signifikan dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa, namun terdapat beberapa hambatan. Hambatan tersebut meliputi variasi kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, tantangan peran guru terkait kualifikasi dan beban kerja, kesulitan siswa dalam menemukan ide dan menyusun tulisan, keterbatasan materi ajar nonfiksi yang kurang menarik, metode pembelajaran yang masih konvensional, dominasi media pembelajaran konvensional, serta evaluasi pembelajaran yang berfokus pada produk dan aspek kognitif. Untuk mengatasi hambatan ini, penelitian menawarkan solusi berupa peningkatan kualifikasi dan dukungan guru, penggunaan teknik variatif dalam pembelajaran, penambahan materi nonfiksi yang menarik, integrasi teknologi dalam metode dan media pembelajaran, serta penerapan teknik evaluasi yang lebih beragam dan sistematis. Penelitian ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa, namun perlu adanya perbaikan dan inovasi dalam berbagai komponen pembelajaran agar program dapat berjalan lebih efektif dan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.
Palestine and Israel Conflict: Disagreement Strategies on Social Media X Discussion Purnawati, Purnawati; Anwar, Miftahulkhairah; Rohman, Saifur
Foremost Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2
Publisher : Teacher Training and Education Faculty of Syekh-Yusuf Islamic University Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/foremost.v6i2.7728

Abstract

Nowadays, social media has become a profound place for people to express their opinion and ideas, one of them is X social media (formerly known as Twitter). This study analysed how people expressed their opinion specifically on their disagreement strategies in X post. Thus, the focus of this research is to examine the types of disagreement found in the X corpus based on the linguistic used. There are 176 tweets taken from disagreement comments on 4 postings about recent Palestine and Israel conflicts. It was analysed manually by codifying on the types of disagreement. The finding revealed that the major type of disagreement is mitigating disagreement reaching 65%. While 10% of unmitigated disagreements expressions were categorized as aggravated. Furthermore, there were found types of employed mitigated disagreement including: Adding support (43%), Sarcasm (25%), Indirect (23%), Modulation (5%), and Delay (3%). The finding showed that people on social media tend to mitigate their disagreements using explanation and sarcasm. The mildest way to convey disagreements gained the least numbers of frequency. Therefore, it can be said that people in social media tend to openly express their disagreements by strong statements. This research can be a reference on how people digitally interact in social media.
Masih Adakah Lokalitas dalam Sastra Digital? Sebuah Kajian Estetika Lokal Rohman, Saifur
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11628

Abstract

Makalah ini memfokuskan pada pelacakan bahasa ibu dalam eskrepsi estetis di Youtube, Instagram, Fanfiction Wattpad, dan Tiktok. Endraswara (2013) mendefinisikan “cybersastra” sebagai aktivitas sastra yang memanfaatkan internet. Selama dua dekade, terdapat dua gelombang sastra internet. Pertama memindahkan sastra cetak menjadi sastra digital. Semula karya sastra dimuat di koran atau buku, kini dimuat di laman sehingga praktik ini dapat disebut digitalisasi sastra cetak. Gelombang kedua, meninggalkan sejarah sastra cetak menuju sastra multimedia. Karya sastra ini memanfaatkan musik, video, desain grafis, serta tuturan pengarang. Sisa-sisa sastra cetak tidak lagi bisa dikenali seperti halaman Prancis, data buku, ISBN, maupun kota terbit. Sastra ini hanya bisa diperiksa melalui akun, alamat laman, dan media. Selain empat media sebagai objek kajian itu telah menjadi tren, secara objektif masing-masing usia program terapan itu relatif aktual dalam 10 tahun terakhir. Wattpad berdiri pada 2006 dengan jumlah 15 juta pengguna, 400 juta cerita dan diakuisi pada Januari 2021 oleh Naver Corporation, Instagram berdiri pada 2010, Tiktok didirikan pada 2016 dan 2019 sudah terdapat 500 pengguna aktif di seluruh dunia, dan Youtube berdiri pada 2005. Metode kajian adalah antropologi virtual, yakni sebuah eksperimen teoretis yang didasarkan pada disiplin antropologi di satu sisi dan realitas simulakrum di sisi lain. Hasilnya adalah sebuah gambaran bahasa ibu dari aspek sejarah, asal-usul, serta kultur manusia dan sastra virtual. Pertama, dari sisi genre teks, peran bahasa ibu menjadi bagian penting dalam genre sastra didaktik dan sastra populer. Kedua, secara naratif, selain lebih sering menggunakan sapaan “bro”, “guys”, yang berasal dari bahasa inggris, sapaan bahasa daerah digunakan sebagai bagian dari politik identitas. Ketiga, dalam tuturan naratif, logat bahasa daerah dimanfaatkan untuk menampilkan tokoh-tokoh yang polos atau naif. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan leksikografi, ilmu sastra, serta antropologi postmodern.
Understanding Greed in Literature: A Dialogue of Textual and Social Interpretations of Money Rohman, Saifur
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4120.257-267

Abstract

This paper focuses on the ethical issues facing Indonesian people in literature and reality. The material object is novel 86 ("eight six") by Okky Madasari and interpretation of money in Indonesian government. The hypothesis that the money becomes the driving force of a corrupt and deceitful figure. If this imagination is reflected in past authors, money as a plot mover was once written by Pramoedya Ananta Toer in the novel Corruption (first published in 1954). The impoverished Bakir had worked as a lowly employee for many years until his fortunes changed after selling office equipment to enrich himself. On the other hand, in colonial times, money moved the flow towards a disciplined and good  figure. F Wigger in Lelakon Raden Beij Soerio Retno (1901) has described a good figure of the establishment class not to use money of. the country. Similarly, Toto Sudarto Bachtiar who wrote a poem entitled "Notes for the Old Days" (1958) treats money as a provision of life and doing good. In conclusion, Indonesia people are still tempted with money so ethically become part of hedonism human being.  In reality, Indonesia ranks top when talking about bad and gets the bottom rank when talking about good. Reading novel 86 (Eight Six) is to read a context that refers to the problem of civil administration.  Based on an analysis of texts, new reality of the national spirit should have to build a new spirit that is replaced greedy to be honor and shame. AbstrakMakalah ini berfokus pada isu-isu etika yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam karya sastra dan kenyataan. Objek materialnya adalah novel 86 ("Delapan Enam") karya Okky Madasari dan interpretasi tentang uang dalam pemerintahan Indonesia. Hipotesisnya adalah uang menjadi motor penggerak tokoh yang korup dan suka menipu. Jika imajinasi ini tecermin pada pengarang-pengarang terdahulu, uang sebagai penggerak alur pernah ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novel Korupsi (terbit pertama kali tahun 1954). Tokoh Bakir yang miskin sempat bekerja sebagai pegawai rendahan selama bertahun-tahun hingga peruntungannya berubah setelah menjual peralatan kantor untuk memperkaya diri. Di sisi lain, pada masa kolonial, uang menggerakkan alur menuju sosok yang disiplin dan tegas. F Wigger dalam Lelakon Raden Beij Soerio Retno (1901) menggambarkan sosok yang tegas dari kalangan penguasa agar tidak menggunakan uang negara. Begitu pula Toto Sudarto Bachtiar yang menulis puisi berjudul "Catatan untuk Masa Lalu" (1958) memperlakukan uang sebagai bekal hidup dan berbuat baik. Kesimpulannya, masyarakat Indonesia masih tergoda dengan uang sehingga secara etika menjadi bagian dari manusia hedonisme. Kenyataannya, Indonesia menduduki peringkat teratas ketika berbicara tentang keburukan dan mendapat peringkat terbawah ketika berbicara tentang kebaikan. Membaca novel 86 adalah membaca konteks yang mengacu pada masalah administrasi masyarakat. Berdasarkan analisis teks, kenyataan baru tentang semangat kebangsaan seharusnya membangun semangat baru yang menggantikan keserakahan menjadi bentuk kehormatan dan rasa malu.