Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perbandingan Latihan Plyometric Jump to Box dan Knee Tuck Jump terhadap Peningkatan Muscle Power pada Atlet Dayung Rowing Jaya, Mohamad Kurnia; Rohmat, Dede
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v11i1.16828

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan latihan Jump to Box dan Knee Tuck Jump terhadap peningkatan power otot tungkai Atlet Dayung Rowing Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimen dengan desain penelitian pretest and posttest design. Populasi merupakan Atlet Dayung Rowing Kabupaten Indramayu. Sampel dari penelitian ini berjumlah 28 atlet. Hasil pengolahan data secara statistik dengan bantuan SPSS diperoleh bahwa, latihan Jump to Box dan Knee Tuck Jump berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai Atlet Dayung Rowing Kabupaten Indramayu. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai sig. (2-tailed) .021 pada α=0.05 dalam peningkatan power otot menggunakan latihan Jump to Box dan peningkatan power otot tungkai menggunakan latihan Knee TuckJump. Dan besarnya pengaruh latihan Jump to Box terhadap peningkatanpower otot tungkai adalah 0,13 sedangkan pengaruh latihan Knee TuckJump terhadap peningkatan power otot tungkai adalah 7,68. Maka dapatdisimpulkan bahwa pengaruh latihan Knee Tuck Jump lebih berpengaruhdaripada latihan Jump to Box terhadap power otot tungkai, perbedaan darikedua latihan tersebut adalah 20%.
PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENURUNAN LEMAK TUBUH DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN DAYA TAHAN AEROBIK (VO2MAX) Ridwan, Mohamad Deden; Rohmat, Dede
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v8i2.16078

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan circuittraining terhadap penurunan lemak tubuh, dan untuk mengetahui pengaruhlatihan circuit training terhadap peningkatan kemampuan daya tahan aerobik(VO2 Max). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen denganteknik pengambilan sampel yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalahpurposive sampling, sampel yang mengikuti kegiatan ini Mahasiswa PendidikanKepelatihan Olahraga angkatan 2014 dengan jumlah sampel yang digunakansebanyak sepuluh orang. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakanpenulis dalam penelitian ini adalah tes pengukuran lemak tubuh denganmenggunakan alat skinfold caliper dan tes lari multi tahap (bleep test).Berdasarkan pengolahan data disimpulkan bahwa, terdapat hasil yangdiperoleh dari penghitungan statistik dimana untuk daya tahan aerobik (VO2Max) diperoleh thitung (6,54) dan ttable (2,26) pada taraf kepercayaan atausignifikan α = 0,05 dengan dk (n - 1) = 9. Sedangkan untuk pengukuran lemaktubuh diperoleh thitung (5,16) dan ttable (2,26) pada taraf kepercayaan atausignifikan α = 0,05 dengan dk (n - 1) = 9. Kesimpulan penelitian ini adalahlatihan circuit training memberikan pengaruh yang signifikan terhadappenurunan lemak tubuh dan latihan circuit training memberikan pengaruh yangsignifikan terhadap peningkatan kemampuan daya tahan aerobik (VO2 Max).
Development of Waste Bank Activities to Support the Citarum Harum Rohmat, Dede; Nugraha, Diva; Setiawan, Iwan
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v21i1.33583

Abstract

The Waste Bank is an effort to control pollution in the Citarum River. The development of the program needs to be monitored to see its sustainability. This study aims to examine the development of the Waste Bank around the Citarum River, in this case in the Bojongsoang and Dayeuhkolot Districts. The research method used a survey of the waste banks in the two districts. The research subject is the management of each Waste Bank. The results show that until 2018 there is a tendency for the number of Waste Banks to increase. However, the number of Waste Banks has decreased since 2019, even the number of Waste Banks in only one location is active in 2020.
Praktek Kuliah Lapangan/Kuliah Kerja Lapangan di Perguruan Tinggi (Survey Pendapat di UNJ dan UPI) Munandar, Aris; Enok Maryani; Rohmat, Dede; Ruhimat, Mamat
Parameter Vol 32 No 1 (2020): Parameter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/parameter.321.02

Abstract

ABSTRACT This study aims to survey PKL / KKL activities in Universities. Descriptive method to look for similarities and differences in the implementation of PKL / KKL, while the survey is to ask for opinions about the implementation of PKL / KKL. The study population was all students of the Geography Study Program FIS UNJ and UPI. The sample was used by 120 students with quota sampling technique. Preliminary survey to collect data on PKL / KKL implementation in five universities (UNJ, UPI, UNY, UNES, UNESA). After the documents are arranged, students will submit whether they are in accordance with conditions in their field and their expectations. Document the search results at five universities and the survey results show similarities and differences. Differences in PKL / KKL differ in aspects of SKS burden. The ratio of supervisors and participants varies between 1:15 and 1:20. The products produced vary in the form of reports, articles, leaflets, standing baners, papers, brochures. The results of the research can be suggested to make a balanced process and product assessment instruments from pre-activity and post-activity. Give weight to every aspect of the assessment both process and product. Keyword : Praktek Kuliah Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Comparison ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mensurvey kegiatan PKL/KKL di Universitas. Metode deskriptif untuk mencari persamaan dan perbedaan pelaksanaan PKL/KKL, sedangakn survey untuk menjaring pendapat tentang pelaksanaan PKL/KKL. Populasi penelitian semua mahasiswa prodi pendidikan Geografi FIS UNJ dan UPI. Sampel yang digunakan dengan 120 mahasiswa dengan teknik kuota sampling. Survey pendahuluan untuk menjaring data pelaksanaan PKL/KKL di lima perguruan tinggi (UNJ, UPI, UNY, UNES, UNESA). Setelah tersusun dokumen, disampaikan kemahasiswa apakah sudah cocok atau belum sesuai dengan kondisi dilapangan dan harapannya. Hasil penelusuran dokumen di lima universitas dan hasil survey menunjukan adanya persamaan dan perbedaan. Perbedaan fieldstudy berbeda pada aspek beban SKS. Rasio dosen pembimbing dengan pesertapun bervariasi antara 1: 15 dengan 1:20. Produk yang dihasilkanpun bervariasi berupa laporan, artikel, leaflet, standing baner, makalah, brosur. Hasil dari penelitian dapat disarankan membuat instrument penilaian proses dan produk yang seimbang dari pra kegiatan–kegiatan dan pasca kegiatan. Memberikan bobot untuk masing-masing aspek penilaian baik proses dan produk. Kata Kunci : Praktek Kuliah Lapangan (PKL) , Kuliah Kerja Lapangan (KKL), perbandingan
TIPIKAL KUANTITAS INFILTRASI MENURUT KARAKTERISTIK LAHAN (KAJIAN EMPIRIK DI DAS CIMANUK BAGIAN HULU) Dede Rohmat -; Iwan Setiawan -
Bionatura Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju infiltrasi merupakan fungsi dari parameter hidraulik tanah, yaitu; permeabilitas, suction head; dan kelembaban tanah. Parameter-parameter tersebut mempunyai hubungan erat dengan karakteristik fisik tanah dan dapat diformulasikan melalui penelitian empirik. Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh kuantitas infiltrasi tipikal berdasarkan karakteritik lahan melalui kajian lapangan (empirik). Metode infiltrasi Green-Ampt dikembangkan dan digunakan untuk mengkaji kapasitas infiltrasi tipikal di Daerah Aliran Sungai Bagian Hulu (Kasus DAS Cimanuk Hulu). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan empirik-analitik. Penelitian dilakukan pada tanah oxisol yang digunakan oleh lima macam penggunaan lahan. Sebanyak 96 sampel tanah diambil dari 16 titik pengamatan. Sekitar 12 parameter sifat fisik tanah dianalisis untuk setiap sampel tanah. Kajian mencakup pengembangan tipikal kapasitas infiltrasi berdasarkan data empirik pada aneka macam penggunaan lahan (hutan; agroforestri; palawija; permukiman; dan lahan tidak digarap). Intensitas hujan diformulasikan sebagai fungsi dari lama hujan dan probabilitas hujan I=f(t,p). Parameter K diformulasikan sebagai fungsi dari kandungan air; pori drainase cepat, dan pori drainase lambat (K = f(ć, įc, įl). Parameter suction head (Ď), diformulasi sebagai fungsi dari kelembaban tanah (Ď=f(ć)). Parameter F(t)dummy, diformulasi sebagai fungsi dari lama hujan (t) dan probabilitas hujan (p); (F(t)dummy=f(t,p)). Sehingga berdasarkan data empirk, laju infiltrasi (f(t)) Green Ampt dikembangkan sebagai f(t) = f(ć,įc, įl, t, p); dan infiltrasi kumulatif dihitung oleh F(f) = f(t). t. Infiltrasi setiap macam tutupan lahan mempunyai pola yang hampir sama, namun berbeda dalam kuantitasnya.Kata Kunci: Tipikal infiltrasi; infiltrasi, permeabilitas; fisik tanah; suction head, DAS (Daerah Aliran Sungai)
Tipikal Kuantitas Infiltrasi Menurut Karakteristik Lahan (Kajian Empirik di DAS Cimanuk Bagian Hulu) Dede Rohmat
Forum Geografi Vol 23, No 1 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v23i1.4998

Abstract

Rate of infiltrate can be conduct as function of permeability, suction head and moisture of soil parameter. The parameters have close relationship with soil physical characteristics. That relation can be formulated by empirical research. This study have aim to get typical infiltrate quantity based on land characteristics. Method of Green-Ampt infiltrate developed and used to study typically of infiltrate capacity on Upstream of Watershed (Case on Upstream Cimanuk Watershed). Research conducted use empirical and analytical approach.Study conducted at Oxisol Soil occupied by five kinds of land use. There are 96 soil samples was gathered, taken away from 16 observation points. About 12 parameters of soil physical properties were analyzed to each soil sample. The study covering, development of typical capacities infiltrate pursuant on empiric data at multifarious land characteristics (forest; agro forestry; second crops (palawija); settlement; and non-arable land). The precipitation intensity has been formulated as function of rainy duration and its probabilities. K formulated as function of volumetric water content; rapid drainage pores, and slow drainage pores (K = f (θ, ηc, ηl). Parameter of y, formulated as function of soil moisture (ψ = f (θ)). Parameter of F (T) dummy, formulated as function of p and t; (F (T) Dummy=F (t,p)). So that pursuant to empirical data, rate of infiltrate f (t)) of Green Ampt developed as f (t = f (θ, ηc, ηl, τ, π); and infiltrate cumulative can be calculated by F (F = f (t), t). Infiltrate of every kinds of land characteristics have pattern which much the same to, but differ in its quantity.
Kajian Koefisien Limpasan Hujan Cekungan Kecil Berdasarkan Model Infiltasi Empirik untuk DAS Bagian Hulu (Kasus pada Cekungan Kecil Cikumutuk DAS Cimanuk Hulu) Indratmo Soekarno; Dede Rohmat
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2006)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2006.13.1.3

Abstract

Abstrak. Infiltrasi kumulatif dihitung oleh F(f) = f(t).t. Laju infiltrasi (f(t)) merupakan fungsi kelembaban tanah awal (2); kandungan pori drainase cepat dan drainase lambat (0c dan 0l); serta durasi dan probabilitas hujan (t dan p). Nilai F(t) (mm) semakin besar dengan bertambahnya waktu hujan dan semakin kecilnya probabilitas hujan. Nilai ini berkisar antara 1,59 "“ 20,50 untuk lahan palawija; 1,88 "“ 21,23 untuk lahan agroforestri; 1,36 "“ 17,84 untuk lahan tidak digarap; 1,11 "“ 23,88 untuk lahan kayu campuran; dan 1,28 "“ 22,59 untuk lahan permukiman. Koefisien limpasan riil cekungan (C); merupakan perbandingan antara limpasan hujan empirik (ROempirik) dengan limpasan hujan model (ROC). Koefisien C model cekungan kecil (CM) diformulasi sebagai fungsi dari t dan p. dengan H = (9,16 + 6,61.t). Pada hujan rendah (< 4 mm), nilai CM adalah kecil (< 0.30). Pada hujan lebih besar (> 6 - 24 mm), nilai CMlebih tinggi (≥ 0.30 "“ 0.60). Pada hujan > 24 mm, nilai CM cenderung menuju konstan. Nilai (1"“CM) menunjukkan proporsi air dari ROC yang tersimpan pada cekungan kecil dalam bentuk intersepsi oleh tumbuhan; tertahan oleh ledok, tampungan kecil, atau reservoir-reservoir buatan, baik di permukaan maupun di dalam tanah. Simpanan ini, sekitar 40 % dari ROC.Abstract. Cumulative infiltrate calculated by F(t)= f(t).t. Rate of infiltrate (f(t)) is function of initial soil moisture (2), content of rapid and slow drainage pores ( ηc and ηl); and duration and probability of rain (t and p). Value of F (t) (mm) ever greater by increasing rain duration and smaller rain probability. This value range from 1,59 - 20,50 for the second crops; 1,88 - 21,23 for the agro forestry; 1,36 - 17,84 for the non arable land; 1,11 - 23,88 for the forest; and 1,28 - 22,59 for the settlement. The real runoff coefficient of small basin (C) is comparison between empirical run off (ROempirik) with the model run off (ROC). The Coefficient C model (CM) had formulated as with H = (9,16 + 6,61.t). At low rainfall (< 4 mm), the CM is small (< 0.30); at bigger rainfall (> 6 - 24 mm) the value of CM is higher (0.30 - 0.60); and at rainfall > 24 mm CM is tend to go constantly. The value of (1-CM) indicate proportion of ROC which storage in the forms interception by plant, micro basin on the land surface, or artificial reservoirs. That is around 40 % of ROC.
Kajian Tipologi dan Pemanfaatan Sumber Daya Air di Provinsi Aceh Ahmad Nubli Gadeng; Ramli Ramli; Muhammad Okta Ridha Maulidian; Furqan Ishak Aksa; Dede Rohmat; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.333-341

Abstract

Air merupakan material yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, tanpa apa air kehidupan tidak dapat berlangsung dengan sempurna. Akan tetapi ketersediaan air di setiap daerah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tipologi dan pemanfaatan sumber daya air di Aceh. Metodologi yang digunakan yaitu library research (penelitian kepustakaan). Hasil yang didapatkan yaitu, Aceh memiliki berbagai tipologi sumber daya air, Pertama, memiliki 14 CAT (Cekungan Air Tanah), ada yang skala kabupaten/Kota, skala lintas kabupaten/kota bahkan skala lintas provinsi. Kedua, memiliki 10 Sungai, 11 WS (Wilayah Sungai), 15 DAS (Daerah Aliran Sungai) dan 7 Danau. Berbagai sumber daya air tersebut yang dimanfaatkan oleh penduduk Aceh berjumlah 5.189.466 jiwa, dengan jumlah kepala rumah tangga (kepala keluarga) 1.231.058 KK, dan tingkat kepadatan penduduk 91 Jiwa/Km², sehingga dapat dipastikan dengan sumber daya air yang sangat melimpah, pasokan air yang dibutuhkan oleh masyarakat akan selalu tercukupi. Terlebih lagi dalam hal pemanfaatan air untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti MCK (mandi, cuci, kakus), keperluan ibadah, keperluan pertanian, perkebunan, peternakan, perindustrian, dan berbagai keperluan lainnya dalam rangka menunjang kebutuhan hidup masyarakat yang terdapat di Aceh.
PEMODELAN SPASIAL DALAM MENGIDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN BANJIR DI KECAMATAN MEJOBO, KABUPATEN KUDUS, JAWA TENGAH, INDONESIA Eka Wulan Safriani; Somantri, Lili; Rohmat, Dede; Setiawan, Iwan; Panjaitan, Budi Rahmah; Arifin, A
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.6

Abstract

The occurrence of flood disasters is an annual unavoidable event in the Mejobo District, Kudus Regency. This study aims to map the vulnerable areas to floods in the Mejobo District using spatial modelling. The parameters used to determine the vulnerability areas include soil type, elevation, population density, river buffer, rainfall, and land use. The research location is situated in the Mejobo District. The research method employed is the models and multicriteria decision-making (MCDM) techniques, with the assistance of ArcGIS software for data processing and analysis. The research findings yield a final map depicting flood vulnerability, which indicates the distribution of flood-prone areas. Areas with a high level of flood vulnerability are dispersed across agricultural fields and areas adjacent to rivers, covering an area of 1,770 hectares. Meanwhile, areas with a moderate level of vulnerability are predominantly distributed in residential areas, covering an area of 1,907 hectares.
Potential of Micro Hydro for Electricity Supply in Remote Areas of Singajaya, South Garut Rohmat, Dede; Setiawan, Iwan; Suhendro, Suhendro; Kamila, Raksa Salat; Slamet, Edwin
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.31270

Abstract

The issue of electricity demand in remote areas is the focus of this research. One proposed alternative solution is to provide electricity by harnessing natural potential, such as using hydropower through micro hydro systems. This study aims to (1) analyze the electricity supply in Singajaya District, Garut Regency, (2) assess the conditions of remote areas based on the non-electrification ratio of villages, (3) evaluate the potential of Micro Hydro Power Plants (MHPP), and (4) analyze the distribution of this potential in the region. Singajaya District has a high non-electrification ratio, particularly in villages such as Sukamulya, Pancasura, and Sukawangi. The use of renewable energy through MHPP is seen as a solution to enhance electricity availability in these remote areas. This research employs a spatial approach based on Geographic Information Systems (GIS) to map potential sites for MHPP development, along with field data including rainfall, water discharge, and topography. The findings of the study indicate that (1) the electricity supply in Singajaya District is still limited, especially in remote areas that only receive 450 W, while in central areas of the district, capacity can exceed 450 W; (2) the conditions in remote areas of Singajaya District are characterized by high non-electrification ratios, with Sukamulya at 34.32%, Pancasura at 32.23%, and Sukawangi at 31.28%, making these three villages priorities for intervention; (3) six key locations were identified with significant capacity for electricity development, with a total potential generation of 170.18 kW; and (4) the distribution of MHPP potential, characterized by high water discharge and suitable elevation for water flow, could address electricity access for 19.22% of households that currently lack electricity. Keywords: Electricity Supply; Mircro Hydro; Remote Area; Renewable Energy Potential