Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Strategi Kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di RT 23 RW 9 Puri Panjalu - Betet Indah Keluarahan Betet, Kediri Nunuk Helilusiatiningsih; Nastiti Winahyu; Ribut Santosa
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.2007

Abstract

Kegiatan yang dilaksanakan dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan khususnya di lokasi perumahan RT 23 RW 9 Puri Panjalu Permai dan Betet Indah tergolong baik dan terprogram. Strategi peningkatan ketrampilan dalam berbagai bidang seperti sosial budaya, ekonomi, agama, kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup serta ketrampilan berlangsung dengan baik. Permasalahan yang dihadapi dalam berlangsungnya kegiatan perempuan, adalah sebagian ibu-ibu ada yang bekerja sehingga ada kendala dalam memaksimalkan program ketrampilan. PKK. Strategi kegiatan ini bertujuan membina dan meningkatkan kinerja program PKK yang berlangsung secara berkesinambungan di perumahan ini. Metode pemberdayaan perempuan menggunakan penyuluhan, diskusi tanya jawab, pelatihan ketrampilan, pertemuan rutin semua anggota dan ketua RT serta pengurus dalam membahas kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini didukung oleh Bapak Ketua RW 9 serta Ibu Ruli selaku Ketua RT 23 serta semua warga giat dalam rembug warga untuk mencapai musyawarah mufakat dalam segala kegiatan yang bermanfaat. Hasil mentoring dan evaluasi kegiatan meliputi pertemuan rutin PKK tiap bulan menggu pertama, posyandu tiap minggu keempat, pengajian yasin tahlil tiap malam Jumat, kajian ilmu agama tiap minggu pagi, TPQ tiap hari senin sampai Jumat pukul 16.00 sampai magrib dilanjutkan solat jamaah di Masjid Ijtihad, halal bihalal, kerja bakti lingkungan, kegiatan pondok ramadhan dan idul kurban, prodamas berjalan dengan tertib dan baik, serta pengajian ibu-ibu Nurul Qulbi serta hadrah.
ANALISIS KEUNTUNGAN PRODUK OLAHAN SUSU PASTEURISASI SKALA RUMAH TANGGA Nastiti Winahyu; Retna Dewi Lestari
Journal Science Innovation and Technology (SINTECH) Vol. 2 No. 1 (2021): SCIENCE INNOVATION AND TECHNOLOGY JOURNAL Volume 2 Number 1
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.334 KB)

Abstract

Milk is a commodity that contains high protein and is healthy for the body. Public interest in milk consumption still needs to be increased by processing, especially pasteurized milk products. Processing can be done on a home industry scale and provides added value including product durability, taste variations, and selling prices. This study aims to determine the benefits obtained from processing pasteurized milk on a home industry scale. Product benefits are analyzed using the R/C ratio and Break Event Point. The results of the analysis show that home industry scale pasteurized milk is profitable and feasible. Product marketing is also supported by areas that are tourist sites. Therefore, in addition to increasing the added value of resilience and product variety, it is hoped that processing will also increase the income of local farmers.
PENGARUH LUAS LAHAN, CURAHAN TENAGA KERJA DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BOJONEGORO Retna Dewi Lestari; Nastiti Winahyu
Journal Science Innovation and Technology (SINTECH) Vol. 2 No. 1 (2021): SCIENCE INNOVATION AND TECHNOLOGY JOURNAL Volume 2 Number 1
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.675 KB)

Abstract

Horticulture development is one of the strategic issues in increasing the role of agriculture in the national economy in 2020-2024. One of the potential horticultural commodities is shallot. One of the areas in East Java that is developing intensive shallot cultivation is Bojonegoro Regency. The characteristic of shallot cultivation is that it requires more intense care than other horticultural cultivations, including the care and control of pests. The existence of intense care in the cultivation of shallots results in the need for quite a lot of labor, so that the care and maintenance is optimal. The labor used will affect the income of shallot farmers. The use of intensive care inputs such as fertilizers and pesticides will also affect the costs and income of shallot farmers. The purpose of this study was to examine whether land area, labor expenditure, and production costs will affect the income of onion farming in Bojonegoro Regency. The results showed that the outpouring of labor and production costs had a significant effect on farmers' income on onion farming in Bojonegoro Regency.
Edukasi Potensi Bunga Telang sebagai Pewarna Alami di Kecamatan Pesantren Kota Kediri Titik Irawati; Navita Maharani; Nastiti Winahyu; Irwan Ibrahim Jafar; Sanipah Sanipah
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.940

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) identik dengan warna biru keunguan dan menghasilkan biji polong berwarna hijau. Tanaman ini tumbuh merambat dan sering dijumpai di pekarangan atau kebun. Sebagian masyarakat belum mengetahui potensi dan manfaat bunga telang. Warna pada bunga telang mengandung antosianin merah hingga ungu pekat. Pigmen antosianin mayoritas tersebar pada bagian bunga, buah dan daun. Kandungan tersebut dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk beberapa macam produk olahan makanan atau minuman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi edukasi potensi bunga telang sebagai pewarna alami kepada masyarakat khususnya anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi secara interaktif. Para peserta sangat antusias dengan tema bunga telang. Sebelum penyampaian materi peserta mengisi pre-test. Setelah sesi tanya jawab dan diskusi, peserta juga dibagikan kuisioner post-test untuk mengukur pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan wawasan peserta sebesar 69,3 persen pada pre-test menjadi 94,3 persen pada post-test. Kegiatan pengabdian ditutup dengan pemberian bibit bunga telang kepada peserta untuk ditanam di lahan pekarangan rumah dan produk Teh celup herbal telang serta pewarna alami bunga telang.
Pelatihan Teknologi Pengolahan Bakso Ayam dan Tahu Bakso di Program Studi Agribisnis UNISKA Kediri Nunuk Helilusiatiningsih; Nastiti Winahyu; Navita Maharani; Heru Setiyadi; Vifi Nurul Choirina
Jurnal ABDIRAJA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v6i1.2357

Abstract

Bakso dan tahu bakso adalah jenis olahan dari daging yang populer di masyarakat, karena rasanya nikmat dan harga terjangkau serta bernilai gizi yang baik. Permasalahan yang berkembang adalah harga daging yang mahal dan banyak ternak sapi yang terkena virus sehingga menimbulkan panik di kalangan peternak dan konsumen. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberi ketrampilan kepada masyarakat kampus agar dapat berwirausaha membuka kuliner bakso dan jenisnya dalam meningkatkan pendapatan. Metode Kegiatan menggunakan penyuluhan materi, diskusi, pelatihan ketrampilan dan uji organoleptik. Pemberdayaan masyarakat kampus dikuti oleh 30 orang dari kalangan mahasiswa agribisnis, Dan karyawan. Hasil kegiatan mempunyai manfaat sebagai berikut : Memahami dan terampil dalam proses pengolahan daging ayam menjadi bakso dan tahu bakso, meningkatkan nilai ekonomi dalam pembentukan UMKM, membuka lapangan pekerjaan baru bidang ekonomi, memotivasi masyarakat dalam inovasi baru dalam bidan olahan pangan. Bakso dan tahu bakso yang dibuat dari dagang ayam sangat baik untuk diolah dan di pasarkan dengan harga yang terjangkau daya beli masyarakat.
Pendapatan Usahatani Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Nastiti Winahyu; Melinda Nur Dianasari
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 23 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v23i2.2637

Abstract

Sweet potato (Ipomoea batatas L.) is one of the commodities as a substitute for staple foods. Provision of sweet potatoes can be used for a variety of local food ingredients that can be consumed in the form of sweet potatoes and processed products. This availability can be encouraged by increasing production and farming efficiency. The purpose of this study is to analyze the sweet potato business income in Nglegok District, Blitar Regency. ResultsThe analysis shows that farming is run profitably. The R/C ratio obtained a value of 1.86 which means that every one rupiah of costs incurred generates revenue of Rp. 1.86 so that sweet potato farming is feasible to cultivate.
Analisis Nilai Tambah Sosis & Sempol Lele merk “ABLE” di Unit Pengolahan Ikan Kabupaten Kediri Erlin Widya Fatmawati; Nastiti Winahyu; Wahyu Aditya Pratama
Jurnal AGRIBIS Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/agribis.v9i2.851

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai tambah produk sempol dan sosis ikan lele di Unit Pengolahan Ikan Kabupaten Kediri. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis perhitungan nilai tambah Hayami. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pelaku usaha pengolahan ikan lele di UPI Kabupaten Kediri. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dari hasil perhitungan nilai tambah, disimpulkan bahwa nilai tambah produk sosis lele lebih kecil yaitu sebesar 41,87 persen, sedangkan produk sempol lele sebesar 53,38 persen. Hasil profit untuk sosis lele sebesar 32,23 persen, lebih kecil sempol lele yang mendapatkan profit sebesar 61,03 persen. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah tersebut, dapat menjadi saran kepada UPI Kabupaten Kediri bahwa nilai tambah yang tinggi juga dapat memberikan nilai profit yang tinggi. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar UPI untuk menjadikan produk olahan sempol lele untuk lebih banyak diproduksi agar profit juga lebih tinggi.
PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA DI KABUPATEN SRAGEN Retna Dewi Lestari; Rahmawati Setiyani; Nastiti Winahyu; Sari Fajeri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3412

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of KWT on village economic empowerment. Qualitative and quantitative research was conducted by statistically examining the role of farmer groups in village economic empowerment. The number of respondents determined by the researcher was 50 female farmer respondents assuming they had met the normal distribution statistically. The technique of taking respondents purposively (deliberately) with several criteria including 50 peasant women are members of the farmer women group from KWT Tani Mulyo and KWT Sari Rejeki. The research instrument in the form of questions using the Guttman scale was then categorized qualitatively and tested using the Spearman Rank Correlation. The results showed that the role of KWT in village economic empowerment in Sragen Regency was qualitatively categorized into high and moderate high categories. The role of KWT in village economic empowerment in Sragen Regency in the high category (High Association) is shown by the increase in the ability of farmer women to manage their farms through vegetable cultivation with a hydroponic system. The role of KWT in improving the family economy, helping to open new productive business opportunities through the production of herbal medicine, and helping to empower mothers to be independent and independent in the moderate high category (moderately high association). The role of KWT on village economic empowerment was also analyzed by quantitative methods using the Spearman Rank correlation test. The results show that there is a relationship between the role of KWT on village economic empowerment in Sragen Regency (0.005 value less than 0.05) so that the results of hypothesis testing are reject Ho and accept Ha. The value of Spearman's Rho is 0.388. The value shows that the direction of the relationship between the role variable of KWT and the variable of village economic empowerment is positive, and shows the strength of the weak relationship. This is because not all women farmer members participate in KWT activities and are able to adopt the knowledge and knowledge gained from KWT. Keywords: KWT; Farmer Women; Village EmpowermentINTISARITujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa. Riset penelitian kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menguji secara statistik peran kelompok tani terhadap pemberdayaan ekonomi desa. Jumlah responden yang ditetapkan oleh peneliti adalah 50 responden wanita tani dengan asumsi telah memenuhi distribusi normal secara statistika. Teknik pengambilan responden secara purposive (sengaja) dengan beberapa kriteria diantaranya adalah 50 wanita tani merupakan anggota kelompok wanita tani dari KWT Tani Mulyo dan KWT Sari Rejeki. Instrument penelitian berupa pertanyaan dengan menggunakan skala Guttman kemudian dikategorikan secara kualitatif dan diuji dengan menggunakan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan  Peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Sragen secara kualitatif dikategorikan menjadi kategori tinggi dan moderate tinggi. Peran KWT dalam pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Sragen dalam kategori yang tinggi (High Association) ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan wanita tani dalam mengelola usahataninya melalui budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Peran KWT dalam menaikkan perekonomian keluarga, membantu membuka peluang usaha baru yang produktif melalui produksi jamu herbal, dan membantu memberdayakan ibu-ibu agar mandiri dan berdikari dalam kategori moderate tinggi (moderately high association). Peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa juga dianalisis dengan metode kuantitatif menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Sragen (nilai 0.005 kurang dari 0.05) sehingga hasil pengujian hipotesis adalah tolak Ho dan menerima Ha. Nilai Spearman’s Rho yaitu sebesar 0.388. Nilai tersebut menunjukkan bahwa arah hubungan variabel peran KWT dan variabel pemberdayaan ekonomi desa bernilai positif, dan menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini disebabkan karena anggota wanita tani tidak semua yang berpartisipasi dalam kegiatan KWT dan mampu mengadopsi pengetahuan dan ilmu yang didapatkan dari KWT. Kata kunci: KWT, wanita tani, pemberdayaan desa
Strategi Pemasaran Olahan Perikanan Pasca Pandemi Covid-19 Winahyu, Nastiti; Astoko, Endro Puji; Fatmawati, Erlin Widya
Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis Vol 24 No 1 (2024): Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/agribisnis.v24i1.4639

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor internal dan eksternal dari UMKM Olahan Perikanan Kabupaten Kediri dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk menghadapi persaingan usaha Pasca Pandemi Covid-19. Faktor internal kekuatan utama adalah rasa yang enak. Produk yang ditawarkan memberikan produk dengan rasa yang enak sesuai dengan yang diharapkan konsumen. Kelemahan utama yaitu kurangnya softskill tentang strategi promosi. Faktor ekternal yang menjadi peluang utama adalah terdapat Asosiasi Pengolah dan Pemasaran Perikanan. Asosiasi ini bisa membantu pengolah dalam kerjasama memperbaiki softskill produksi maupun pemasaran. Ancaman yang dihadapi ialah permintaan konsumen belum stabil. Persaingan usaha Pasca Pandemi Covid-19 tidak hanya dengan produk sejenis, namun juga dengan produk olahan lain selain perikanan seperti olahan ayam dan daging yang juga digemari oleh konsumen. Era new normal, semakin banyak jenis produk yang dapat diakses oleh konsumen. Strategi utama yang dirumuskan yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas serta legalitas produk, peningkatan pelayanan secara offline maupun online pengembangan outlet yang disertai media promosi sesuai perkembangan jaman. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan sudah sesuai namun pengembangannya perlu lebih tumbuh dan stabil. Strategi pemasaran dalam meminimalkan kelemahan yang ada dan menghindari ancaman yaitu pengembangan pemasaran melalui penetrasi pasar, dan penentuan STP (segmentasi, targeting, dan positioning) pada UMKM olahan perikanan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Konsumen terhadap Minat Beli Produk Susu Winahyu, Nastiti; Fatmawati, Erlin Widya; Maharani, Navita; Lestari, Retna Dewi
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i1.1026

Abstract

Susu merupakan salah satu produk hasil peternakan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Perkembangan konsumsi susu di Indonesia masih perlu untuk ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen terhadap minat beli produk susu. Minat digambarkan secara deskriptif yang dilengkapi dengan analisis faktor menggunakan uji wald dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengonsumsi produk susu dalam susu full cream/cair. Kesediaan membayar dari beberapa jenis produk susu disesuaikan dengan kualitas dan ukuran produk. Faktor yang berpengaruh positif pada minat beli produk susu yaitu variabel kualitas, keamanan, dan gaya hidup. Sedangkan faktor yang berpengaruh negatif yaitu variabel harga. Semakin ekonomis harga yang ditetapkan maka minat beli dapat meningkat.