Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Minuman Fermentasi Pisang Berbasis Kearifan Lokal Desa Ile Boli Maximianus Ardon Bidi; Mikael Thomas Susu; Frans Bapa Tokan; Yohana Fransiska Medho
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i3.28061

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan komoditas pertanian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ile Boli dalam melakukan hilirisasi pisang melalui inovasi minuman fermentasi berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2024 di Desa Ile Boli Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas petani pisang pengrajin atau kelompok usaha perempuan atau ibu rumah tangga dan pemuda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi persiapan sosialisasi pelatihan praktik pengolahan pendampingan monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan keterampilan praktik peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 30% menjadi 70% dan keterampilan praktik dari 40% menjadi 90%. Kegiatan juga menghasilkan 100 botol minuman fermentasi pisang dengan harga jual awal Rp10.000 per botol dan nilai penjualan awal sebesar Rp1.000.000 serta mendorong terbentuknya tiga kelompok usaha masyarakat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi pisang melalui inovasi berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kapasitas masyarakat menciptakan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa. Keberlanjutan pengembangan produk masih memerlukan pendampingan dalam standardisasi produksi pengujian keamanan produk pengemasan legalitas manajemen usaha dan pemasaran.
DISEMINASI RITUS BAU LOLON SEBAGAI MODEL INTERNALISASI INTEGRITAS PUBLIK ANTIKORUPSI DI KECAMATAN WITIHAMA Yosef Dionisius Lamawuran; Frans Bapa Tokan; Veronika Boleng Kelen; Seraphinus Seran Sebho
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v7i2.13905

Abstract

The growing scale of village fund management demands stronger integrity mechanisms at the village government level, while formal legal approaches alone have not been fully effective in preventing the abuse of authority, particularly in Witihama District, East Flores Regency, where the Lamaholot customary system remains strong through the Bau Lolon rite as a moral and social binding mechanism. This community service activity aimed to disseminate research findings on the potential of Bau Lolon as a complement to public officials' oaths of office and as a social control mechanism for village financial management to cross-village stakeholders. The method used was a presentation of research findings followed by participatory dialogue, held on 16 June 2026 in Bayolewun and attended by thirteen participants comprising the Witihama District Head, village heads from five villages, education figures, community leaders, the customary priest, and a service team of three lecturers and one student. The results showed positive support from all participants for integrating Bau Lolon into anti-corruption policy, accompanied by critical notes on the need for a clear legal umbrella and technical arrangements. The activity succeeded in building initial understanding and cross-village consensus toward the possible drafting of Village Regulations as a local legal umbrella.