Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP menggunakan model Construction Deconstruction Reconstruction–Provocation (CDR–Po) pada pembelajaran topik Unsur, Senyawa, dan Campuran. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest pada siswa kelas VII Semester Genap tahun ajaran 2024/2025. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian untuk mengukur ide kreatif siswa berdasarkan tiga indikator: fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), dan originality (keaslian). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata pretest ke posttest: fluency dari 12,75 menjadi 19,75, flexibility dari 12,75 menjadi 23,5, dan originality dari 24,75 menjadi 41,5. Hasil pengukuran peningkatan berpikir kreatif menggunakan nGain diperoleh pola urutan peningkatan: originality > flexibility > fluency. Simpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan berpikir kreatif siswa SMP menggunakan model CDR-Po pada pembelajaran topik Unsur, Senyawa, dan Campuran. Kemampuan fluency dengan kategori rendah, kemampuan flexibility dengan kategori sedang, dan kemampuan originality dengan kategori tinggi.