Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Edukasi Pentingnya Nilai Gizi Ikan Dan Peningkatan Ketrampilan Olahan Ikan Pada Siswa Mas Fatkhul Qowim Desa Api-Api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan Mardiana, Tri Yusufi; Linayati, Linayati; Suharto, Slamet; Oktaviani, Nila; Permana, Rukmi Ayu; Yahya, Muhammad Zulkham; Madusari, Benny Diah; Farhat, Yusna Felia
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v12i1.5740

Abstract

Pentingnya peningkatan nilai gizi masyarakat dapat dilaksanakannya dengan GEMARIKAN. Tujuan pengabdian ini sebagai penambah transfer ilmu siswa MAS Fatchul Qowim dalam hal nilai gizi ikan, pentingnya konsumsi ikan untuk kesehatan, serta memberikan pengetahuan dan ketrampilan berbagai olahan ikan. metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan memberikan penjelasan, menjawab pertanyaan, diskusi dan tentang nilai gizi ikan dan praktek secara langsung aneka olahan ikan dengan sasaran siswa MAS Fatchul Qowim. Hasil yang dibuat dengan pengenalan beberapa metode mengelolah ikan salah satunya asap cair dan beberapa produk hasil olahan seperti fish roll, ikan asap cair, bandeng presto, dan bandeng goreng. Kata kunci: GEMARIKAN; gizi ikan; olahan ikan; pengabdian 
MUTU IKAN BARAKUDA ASAP CAIR DARI ASAL TPI YANG BERBEDA Jundissami', Muhammad; Swastawati, Fronthea; Suharto, Slamet
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2023.16491

Abstract

Tempat pelelangan ikan di Indonesia berpotensi meningkatkan nilai jual ikan barakuda, khususnya barakuda asap. Ikan segar dibutuhkan sebagai bahan baku dalam proses pengasapan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan kualitas ikan barakuda asap dari 3 asal yang berbeda di Pantai Utara Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang berbeda lokasi tempat pelelangan ikan untuk mendapatkan ikan barakuda segar. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji sensoris, kadar proksimat dan kadar asam glutamat. Proses pembuatan dengan merendam larutan garam 7,5% dan larutan asap cair 5% serta pengoven dilakukan secara berurutan yaitu suhu 50°C selama 1 jam, 60°C selama 1 jam, dan 70°C selama 2 jam. Analisis data parametrik menggunakan uji ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur sedangkan data non parametrik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann Whitney jika hasilnya berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 lokasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein dan lemak. Nilai sensori layak konsumsi diatas 8. Hasil penelitian perbedaan lokasi TPI menunjukkan kelayakan konsumsi pada pengujian sensori pada ikan barakuda asap. Produk ikan barakuda asap memiliki perbedaan pada beberapa parameter seperti nilai kadar protein dan kadar lemak namun tidak memiliki perbedaan signifikan pada kadar air, kadar abu dan kadar asam glutamat.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FLAVOR BUBUK KEPALA UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI MALTODEKSTRIN PADA METODE FOAM MAT DRYING Amini, Khadijah; Susanto, Eko; Suharto, Slamet
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2023.16546

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Indonesia. Sebagian besar ekspor yang dilakukan berupa udang tanpa kepala. Pemanfaaatan limbah udang menjadi produk seperti flavor dapat menambah nilai ekonomi yang lebih tinggi. Metode foam mat drying merupakan metode pengeringan yang relatif mudah dan murah. Proses pengeringan biasanya ditambahkan komponen penyalut untuk melindungi senyawa penting bahan dan memperbesar jumlah rendemen. Salah satu bahan penyalut yang dapat digunakan dalam pengeringan bubuk adalah  maltodekstrin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia flavor bubuk kepala udang vanamei (Litopenaeus vannamei) menggunakan metode foam mat drying dengan perbedaan konsentrasi maltodekstrin sebagai bahan penyalut senyawa flavor pada metode foam mat drying. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi maltodekstrin 0%; 5%; 10%; dan 15%. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Data hasil uji dianalisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maltodekstrin maka semakin tinggi pula hasil rendemennya. Peningkatan konsentrasi maltodekstrin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, kelarutan dan warna flavor bubuk ekstrak kepala udang. Perlakuan terbaik yaitu dengan penambahan konsentrasi maltodekstrin sebesar 15% dengan nilai rendemen 14,039±0,08%; nilai kadar air 10,88 ±0,18 %; kadar protein 33.132±0,102; kadar asam glutamat 2,521± 0,008; kelarutan 91,80±0,82 dan warna pada parameter L 84,03±0,50; a* 5,38±0,41; b* 21,82±1,03 ; c 22,46±1,09 dan H 75,43±0,05 (yellow red).
Downstream strategies of liquid smoke products as a preservative and smoke aroma in fishery products: Strategi hilirisasi produk asap cair sebagai pengawet dan aroma asap pada produk perikanan Budiati, Lilin; Swastawati, Fronthea; Syakur, Abdul; Suharto, Slamet; Hasthi, Saputra; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.53690

Abstract

Smoked fish is a fishery product that meets the nutritional needs of the population. The traditional smoking method leads to the production of H2S, which reduces the aroma and is carcinogenic. The liquid smoke technology offers a solution to the challenges associated with the application of traditional smoking methods. However, the use of the liquid smoke method remains limited in smoked fish businesses. This study aimed to evaluate and develop a downstream strategy for producing and distributing liquid smoke to facilitate its implementation by smoked fish businesses based on SWOT analysis. This study employed a quantitative descriptive methodology utilizing the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) analytical framework. The data were collected through interviews and questionnaires. The obtained data were subjected to weight calculations using the Expert Choice tool. The research findings indicate that the optimal approach for developing downstream liquid smoke products is to create a novel product in the form of liquid smoked fish. Liquid-smoked fish are immersed in or coated with liquid smoke to achieve an extended shelf life and smoky aroma, without traditional smoking methods. In addition, it establishes a strategic alliance between scholars, entrepreneurs, and the government. Strategic relationships can be established by developing a shared agenda focusing on fostering a sustainable blue economy. The blue economy refers to the use of hygienic, healthy, and non-carcinogenic fishing products such as smoked fish to promote sustainable economic growth and enhance community welfare.
Application of Barracuda Fish Skin Gelatin (Sphyraena barracuda) on Characteristics of Liquid Smoke Flavored Ice Cream Sitoresmi, Riris; Swastawati, Fronthea; Suharto, Slamet
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.92919

Abstract

Gelatin can be applied to ice cream as a stabilizer. The flavors of ice cream on the market only focus on ordinary flavors such as chocolate, vanilla, and strawberry. Liquid smoke as a flavoring in ice cream can be used as an innovation. The purpose of this study was to determine the best concentration of liquid smoke in ice cream and determine the effect of adding gelatin with different concentrations on the physical quality of ice cream. The treatments used were liquid smoke with different concentrations (0%, 0.3%, 0.5%, and 0.7%) in the opening study and gelatin concentrations of 0%, 0.2%, 0.4%, and 0.6% in the main study with three repetition times. Parameters observed were hedonic, overrun, melting time, pH, and viscosity. The analysis showed that all test treatments had a significant effect (P<0.05). Adding liquid smoke with a concentration of 0,7% was the best treatment, with a hedonic value of 7.97<µ<8.17 (preferred by the panelists). The best treatment results for barracuda fish skin gelatin on the characteristics of ice cream were at a concentration of 0,4% with overrun results of 62,67% ± 0,58, melting speed 31.37±0.95 minutes, pH 6.33±0.02, viscosity of 2567.67±142.38 cP and hedonic value of 7.61 <µ <7.79 (preferred by the panelists).
PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA BANDENG ISI YANG DIISI TEPUNG UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas L) Firmansyah, Ilham; Suharto, Slamet; Fahmi, Akhmad Suhaeli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.24449

Abstract

Otak-otak bandeng atau bandeng isi merupakan salah satu produk perikanan bernilai tambah yang populer di Kota Semarang dan sekitarnya. Bahan pembuatan bandeng isi umumnya adalah ikan bandeng segar (Chanos chanos), tepung tapioka sebagai bahan pengisi dan bumbu-bumbu. Pada penelitian ini bahan pengisi yang digunakan adalah tepung ubi jalar putih 6% dari konsentrasi terbaik dan tepung rumput laut laut (Eucheuma cottonii). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut dengan konsentrasi yang berbeda pada bandeng isi dengan menggunakan bahan pengisi tepung ubi jalar putih. Penelitian ini dilaksanakan secara experimental laboratories dengan rancangan percobaan rancangan acak kelompok. Perlakuan percobaan yang diujicobakan adalah penambahan tepung rumput laut 2%, 4% dan 6%. Setiap perlakuan percobaan diujicobakan dalam tiga ulangan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi tepung rumput laut maka semakin meningkat kadar abu, cohesiveness, springiness, gummines dan serat kasar. Semakin menurun terhadap kadar air, tingkat kecerahan dan tidak memiliki pengaruh terhadap kadar proteinnya. Uji Texture Profile Analysis (TPA) diperoleh rata-rata cohesiveness 0,187-0,262; springiness 10,226-15,154 mm; gumminess 0,324-0,492 kgf. Hasil uji TPA menunjukkan tingkat springiness yang tinggi dipengaruhi perbedaan penambahan konsentrasi tepung rumput laut. Hasil uji kadar abu diperoleh rata-rata 3,85-5,83%; kadar protein 18,70-19,24%; kadar air 60,00-68,37%; kadar serat kasar 0,78-1,06%. Hasil uji warna lightness (L*) 50,65-57,78; redness (a*) (-1,24) - (-2,01); yellowness (b*) 17,97-26,40. Berdasarkan hasil uji penambahan tepung rumput laut pada bandeng isi berpengaruh baik. Konsentrasi terbaik dari hasil uji sensori berdasarkan penilaian sensori bandeng isi yaitu perlakuan dengan penambahan tepung rumput laut 2% dengan selang kepercayaan 8,12 ≤ µ ≤ 8,43.
Aplikasi edible coating karagenan dengan penambahan kunyit dan kitosan pada bandeng cabut duri: Application of edible coating carrageenan with curcuma and chitosan addition on the bone-pulled milkfish Purnamayati, Lukita; Sumardianto; Arifin, Muhammad Hauzan; Suharto, Slamet
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i6.52898

Abstract

Bandeng cabut duri merupakan salah satu olahan ikan bandeng dengan mencabut duri-durinya menggunakan peralatan, yaitu pinset atau sejenisnya. Penggunaan edible coating untuk melapisi bandeng cabut duri bertujuan untuk mempertahankan masa simpan bandeng terutama jika disimpan pada suhu dingin. Bahan alami sebagai pengawet pada edible coating telah umum digunakan, namun penggunaan ekstrak kunyit dan kitosan untuk mempertahankan masa simpan bandeng cabut duri belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh penambahan ekstrak kunyit dan kitosan pada edible coating karagenan terhadap perubahan kualitas ikan bandeng cabut duri selama penyimpanan suhu dingin. Ikan bandeng difilet butterfly kemudian dicoating dengan karagenan yang ditambahkan perlakuan ekstrak kunyit 25% (A) dan karagenan yang ditambahkan ekstrak kunyit 25% dan kitosan 1,5% (B). Ikan disimpan pada suhu dingin selama 8 hari dan dianalisis TPC, TVBN, pH, warna, dan sensori setiap 2 hari sekali. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan edible coating berpengaruh nyata terhadap masa simpan ikan bandeng cabut duri. Penambahan ekstrak kunyit dan kitosan pada edible coating lebih mampu mempertahankan umur simpan bandeng cabut duri selama 8 hari dibandingkan edible coating dengan ekstrak kunyit, dengan nilai TPC 4,5×105 cfu/g, TVBN 11,16 mgN/100 g, dan pH 5,9. Nilai uji warna lightness (L) 59,13; redness (a*) 13,65; dan yellowness (b*) 38,21. Ikan bandeng cabut duri penyimpanan hari ke-8 memiliki ketampakan ruas antar daging agak kokoh dan berwarna sedikit kusam dengan nilai 7,33; berbau segar namun kurang spesifik jenis dengan nilai 7,13 dan tekstur bandeng agak padat, agak kompak dan agak elastis dengan nilai 7,46.
PERUBAHAN KUALITAS FISIK DAN KIMIA DAGING IKAN KARPER (Cyprinus carpio) AKIBAT TREATMENT KEJUT LISTRIK VOLTASE TINGGI Anggo, Apri Dwi; Suharto, Slamet; Riyadi, Putut Har
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.1.40-46

Abstract

Kandungan nutrisi daging ikan karper (Cyprinus carpio) membuatnya mudah mengalami kerusakan. Berbagai upaya untuk mempertahankan kualitas daging ikan dan mempunyai masa simpan yang lebih lama telah dilakukan diantaranya dengan metode nonthermal seperti penggunaan kejut listrik voltase tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian kejut listrik voltase tinggi terhadap perubahan sifat fisik dan kimia daging ikan karper. Alat utama yang digunakan adalah seperangkat alat kejut listrik voltase tinggi dan materi yang diamati adalah daging ikan karper. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratoris menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan kekuatan voltase listrik yaitu 30 kV, 60 kV, dan 90 kV dan tanpa perlakuan kejut listrik. Parameter yang diamati berupa kandungan TVB-N, aw, storage loss, water holding capacity (WHC) serta perubahan warna daging ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging yang diberikan perlakuan kejut listrik voltase tinggi mempunyai perbedaan nyata antara kontrol dengan perlakuan terhadap kualitas daging pada parameter TVB-N, WHC dan whiteness serta nilai L* (lightness) pada indikator warna, sedangkan parameter Aw, storage loss dan nilai a* dan nilai b* pada indikator warna, tidak terjadi perbedaan nyata antara kontrol maupun antar perlakuan. Nilai TVB-N dan nilai L* (lightness) semakin rendah sedangkan nilai storage loss, WHC dan indikator whiteness semakin tinggi seiring dengan kenaikan voltase kejut listrik. Dalam penelitian ini, perlakuan dengan kejut listrik voltase tinggi bisa mempengaruhi kualitas fisik dan kimiawi daging ikan karper dengan voltase 60 kV paling banyak memberikan perubahan pada kualitas daging ikan karper. The nutritional content in the carp meat makes the meat easier to spoil. Various methods to maintain the quality of fish meat and to have a longer shelf life have been carried out, including non-thermal methods such as the use of high-voltage electric shocks. The purpose of this study was to examine the effect of high-voltage electric shock on changes in the physical and chemical properties of carp meat. The main equipment used is a set of high-voltage electric shocks and the material being observed is carp fish. The research method is an experimental laboratory using a research design that is a completely randomized design (CRD). The treatment was the difference in electric voltage strength of 30 kV, 60 kV, and 90 kV and untreated with electric shock. The parameters determined are TVB-N, aw, Storage loss, water holding capacity (WHC) and changes in the color of fish flesh. The results showed that the meat that was given high-voltage electric shock treatment had a significant difference between the control and the treatment of meat quality on the TVBN, WHC and whiteness parameters as well as the L* (lightness) value on the color indicator, while the parameters Aw, storage loss and the a* and b* values in color indicators did not show a significant difference between the control and between treatments. The TVB-N and L* (lightness) values are getting lower while the storage loss, WHC and whiteness indicators are getting higher along with the increase in the electric shock voltage. In this study, treatment with high-voltage electric shock could affect the physical and chemical quality of carp meat with a voltage of 60 kV giving the most changes to the quality of carp meat.
Pengaruh konsentrasi larutan kitosan dan lama penyimpanan terhadap karakteristik mikrob dan fisik ikan pindang layang: The effect of concentrations of chitosan solution and storage periods on the microbial and physical characteristics of mackerel scad boiled salt fish Arifin, Muhammad Hauzan; Nurparidah, Opi; Suharto, Slamet; Sumardianto, Sumardianto
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i2.59736

Abstract

Ikan pindang layang merupakan salah satu produk yang diolah secara tradisional dan dipasarkan dalam keadaaan tidak dikemas. Pengemasan vakum merupakan salah satu teknik pengemasan yang dapat menjaga kualitas produk perikanan dengan baik dan aman. Ikan pindang yang dikemas vakum biasanya tidak dapat bertahan <7 hari, maka diperlukan adanya bahan pengawet salah satunya adalah pelapis kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik pelapis dari larutan kitosan pada ikan pindang layang yang dikemas vakum selama penyimpanan suhu ruang berdasarkan parameter angka lempeng total, kadar air, pH dan susut bobot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), yaitu 4 perlakuan konsentrasi larutan kitosan (0; 0,5; 0,75; 1%) dan 4 perlakuan lama waktu penyimpanan (Hari ke-1, 4, 8 dan 12). Ikan pindang layang yang sudah direndam larutan kitosan dikemas vakum dengan plastik polietilen dan disimpan pada suhu ruang. Parameter yang dianalisis meliputi angka lempeng total, kadar air, pH, susut bobot, warna, dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pelapis larutan kitosan dan lama waktu penyimpanan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter angka lempeng total, kadar air, pH, warna, dan sensori. Terdapat interaksi antara faktor konsentrasi kitosan dan lama waktu penyimpanan pada angka lempeng total dan nilai b* pada uji warna. Perlakuan terbaik ikan pindang layang dengan pelapis larutan kitosan 1% selama penyimpanan dengan rata-rata nilai angka lempeng total 5,04 Log CFU/g, kadar air 58,42%, pH 5,83 dan susut bobot 12,98%. Aplikasi pelapis kitosan terbukti mampu mempertahankan karakteristik mikrob dan fisik ikan pindang layang yang dikemas vakum dan disimpan pada suhu ruang.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Menggunakan Metode Permainan Suharto, Slamet
Journal of Education and Sport Science Vol. 2 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi menunjukkan bahwa nilai peserta didik masih banyak yang belum mencapai KKM sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh mata pelajaran pendidikan jasmani dengan menggunakan permainan kotak kardus, tali dan rotan. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus dengan tahapan perncanaan, peelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Populasi kelas VIII sebanyak 32 siswa dan teknik penarikan sampel menggunakan total sampling, sehingga 32 siswa dijadikan sebagai sampel peneitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan dari prasiklus 9 siswa yang tuntas naik mejadi siklus I ada 24 siswa yang tuntas dengan rata-rata 77,22 dan siklus II ada 31 siswa yang tuntas dengan rata-rata 82,5. Dapat disimpulkan bahwa metode permainan menggunakan kotak kardus, tali dan rotan dapat meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok