Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMANFAATAN PARALON DAN EMBER BEKAS SEBAGAI ALAT PENYARINGAN SERTA PENCACAHAN GUNA MENINGKATKAN HOMOGENITAS KOHE KAMBING UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Saputra, M Syauqi Finardhy; Fahrozi, Muhammad Aldi; Rosyda, Nada Fauzi; Failasofi, Muhammad Najih; Fahrezi, Virgi Achmad; Zakariya, Jaki; Hazim, M Syafiq; Isdadiyanto, Sri; Suharto, Slamet
Jurnal Pasopati Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2026.31417

Abstract

Proses pengolahan kotoran hewan (kohe) kambing menuai kendala, antara lain, pada aspek homogenitas material, yang diakibatkan karena ukuran partikel yang tidak seragam dan adanya pengotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan paralon dan ember bekas untuk menyaring dan menghomogenkan kohe kambing sebagai bahan untuk membuat pupuk organik. Metode penelitian ini meliputi desain dan konstruksi alat dari bahan bekas, proses penyaringan untuk memisahkan kotoran dari material kasar, dan penghomogenan untuk memperkecil ukuran partikel. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan pengamatan keseragaman tekstur dan kemudahan proses pemadatan (komposting) lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan alat (saringan dan penghomogen) bekas memudahkan untuk mengolah kohe kambing yang lebih homogen, dan mengurangi waktu untuk pengolahan lebih lanjut pupuk organik. Selain itu, penggunaan bahan bekas pada alat saring dan homogen ini menjadikan alat ramah lingkungan, berbiaya murah, dan mudah direplikasi oleh masyarakat. Dengan demikian, inovasi sederhana ini berpotensi sebagai alat teknologi tepat guna untuk pengelolaan dan peningkatan kualitas pupuk organik secara komunitas.
Women’s participatory communication in mangrove ecotourism for climate mitigation Miftahul Huda; Ahmad, Maghfur; Muniroh, Siti Mumun; Anggraeni, Dewi; Suharto, Slamet; Arumaisha, Alfa Mulia; Wahab, Abdul
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v10i1.10563

Abstract

As a result of climate change, the Mulyorejo Village in Pekalongan is a coastal area that is frequently affected by tidal flooding (rob). In response, the community has initiated mangrove-based ecotourism initiatives to protect the environment and strengthen socio-ecological resilience. This study explores the role of women's participatory communication in driving these initiatives, examining how dialogic communication and community deliberation shape everyday ecological practices. A qualitative case study approach was employed to collect data through participatory observation, interviews with women’s group leaders, ecotourism managers and community elders, and field documentation. The findings reveal that women play a central role in environmental education, ecotourism management and local policy advocacy. Key community innovations include the Mangrove School, which turns local knowledge into ecological action; the Kliwonan Market, which supports outreach and sales of mangrove-based products; and programmes such as aquaculture and the Waste Bank, which strengthen food security and recycle waste into mangrove fertiliser. These initiatives demonstrate how participatory communication can drive ecological democracy and inclusive sustainability through women’s leadership and intergenerational collaboration.