Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Eco-Spirituality in “Sedekah Laut” Tradition: The Basis of Religious Moderation and Ecological Education in Coastal Communities Muniroh, Siti Mumum; Ahmad, Maghfur; Huda, Miftahul; Anggraeni, Dewi; Suharto, Slamet
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2025): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v10i2.13063

Abstract

This article critically examines the meaning, values, symbols, and relationships between actors in the “Sedekah Laut” tradition as a manifestation of culturally and spiritually based environmental education. “Sedekah Laut” serves as a mitigation tool amidst the climate crisis. Through ecofeminist theory, this study integrates women, nature, and spirituality. This research positioned “Sedekah Laut” not only as a pillar of religious moderation in the cultural aspect but also as a space for ecological education that embraces gender equity. The location of this qualitative research was Wonokerto District, Pekalongan Regency. Data were obtained through interviews, observation, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model. The research results indicate that “Sedekah Laut” possesses ecological philosophy, meaning, and symbolism. It serves as an inclusive and adaptive instrument for addressing the climate crisis. “Sedekah Laut” serves as a space for environmental education, emphasizing women as key actors, both in the domestic and ritual spheres. This study offers a novelty in the form of a reconstruction of environmental education based on local traditions and spirituality that favors women and nature. The theoretical implications of this study expand the scope of environmental education to include spiritual-ecological aspects, while in practice, “Sedekah Laut” can serve as a model for ecological education that is inclusive, contextual, emancipatory, sustainable, and focused on climate justice.
PEMANFAATAN PARALON DAN EMBER BEKAS SEBAGAI ALAT PENYARINGAN SERTA PENCACAHAN GUNA MENINGKATKAN HOMOGENITAS KOHE KAMBING UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Saputra, M Syauqi Finardhy; Fahrozi, Muhammad Aldi; Rosyda, Nada Fauzi; Failasofi, Muhammad Najih; Fahrezi, Virgi Achmad; Zakariya, Jaki; Hazim, M Syafiq; Isdadiyanto, Sri; Suharto, Slamet
Jurnal Pasopati Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2026.31417

Abstract

Proses pengolahan kotoran hewan (kohe) kambing menuai kendala, antara lain, pada aspek homogenitas material, yang diakibatkan karena ukuran partikel yang tidak seragam dan adanya pengotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan paralon dan ember bekas untuk menyaring dan menghomogenkan kohe kambing sebagai bahan untuk membuat pupuk organik. Metode penelitian ini meliputi desain dan konstruksi alat dari bahan bekas, proses penyaringan untuk memisahkan kotoran dari material kasar, dan penghomogenan untuk memperkecil ukuran partikel. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan pengamatan keseragaman tekstur dan kemudahan proses pemadatan (komposting) lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan alat (saringan dan penghomogen) bekas memudahkan untuk mengolah kohe kambing yang lebih homogen, dan mengurangi waktu untuk pengolahan lebih lanjut pupuk organik. Selain itu, penggunaan bahan bekas pada alat saring dan homogen ini menjadikan alat ramah lingkungan, berbiaya murah, dan mudah direplikasi oleh masyarakat. Dengan demikian, inovasi sederhana ini berpotensi sebagai alat teknologi tepat guna untuk pengelolaan dan peningkatan kualitas pupuk organik secara komunitas.