Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH DALAM PEMBELAJARAN PAI DI MTS MU’ALLIMIN NU KOTA MALANG Much Ilham Muttaqin; Fita Mustafida; Adi Sudrajat
VICRATINA Vol 7 No 9 (2022)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MTs Mu'allimin NU is one of the schools located in Malang City. In carrying out teaching and learning activities, there are some unique things that need to be developed. Some of the uniqueness that was found was that there were several activities aimed at instilling moral values. In this study there are two research focuses, namely: first, what are the moral values that are instilled in MTs MU'ALLIMIN NU Malang City, second, How is the cultivation of morality in Islamic education learning at MTs MU'ALLIMIN NU Malang City. This study aims to find out what are the moral values that are instilled in MTs MU'ALLIMIN NU Malang City, second, to know the cultivation of morality in Islamic education learning at MTs MU'ALLIMIN NU Malang City. This research uses a qualitative approach and type of case study research. Data collection methods used are perception, meetings and documentation. The information examination procedure in this study incorporates four phases, in particular; information assortment, information buildup, information show and reaching determinations. Checking the validity of the data is done using the criteria of credibility, transferability, dependability, confirmability. The moral values instilled in MTs MU'ALLIMIN NU Malang City are divided into three aspects, Morals towards Allah SWT, Morals towards fellow humans, Morals towards nature and the environment. The cultivation of Akhlakul Karimah in Islamic Education Learning at MTs MU'ALLIMIN NU Malang City is carried out in learning on religious subjects. Where to get used to applying the material learned in class while applying the Uswah and Habituation Methods to instill morality in students.
SUMBER FILSAFAT ISLAM: WAHYU, AKAL, DAN INDERA Atika Zuhrotus; Adi Sudrajat
Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v5i1.936

Abstract

Manusia diciptakan dengan bekal potensi berupa akal dan indera yang melekat secara fisik dalam dirinya. Tuhan pun menyiapkan pedoman khusus kehidupan manusia guna memenuhi kebutuhan dan kepentingannya di dunia dan akhirat. Pedoman ini berupa wahyu yang disampaikan kepada para Nabi dan Rasulnya. Akal dan indera yang dimiliki manusia ini mendorongnya untuk senantiasa mendapatkan berbagai informasi hingga ilmu pengetahuan. Untuk mencapai kebenaran berpikir manusia tidak dapat mengandalkan kemampuan akal dan inderanya karena terdapat hal-hal di luar nalar manusia yang tidak dapat ditembus oleh keduanya. Sehingga manusia membutuhkan petunjuk berupa pedoman wahyu. Dengan tidak mengenyampingkan kedua potensi anugerah tersebut, penulis akan membahas kebenaran wahyu, akal dan indera menjadi sumber filsafat Islam.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN AGAMA PADA KESEHATAN MENTAL REMAJA DI LINGKUNGAN SEKOLAH Adi Sudrajat
Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v5i1.940

Abstract

Gangguan mental berkontribusi besar beban masyarakat karena kejadian luas dan efek melemahkan. Seperempat populasi dunia adalah anak-anak dan remaja, sejumlah besar di antaranya mengalami gangguan mental sejak usia 14 tahun. Beberapa intervensi telah ditemukan untuk secara efektif mengurangi faktor risiko dan memperkuat faktor pelindung atau pencegahan. Namun, masih ada kebutuhan untuk menekankan strategi promosi kesehatan mental seperti pendidikan agama. Artikel ini bertujuan untuk membahas pentingnya pendidikan agama dalam mempromosikan kesehatan mental. Pendidikan agama dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Secara khusus, dapat: (1) membantu mengembangkan reaksi yang lebih sehat terhadap rangsangan melalui internalisasi moralitas agama; (2) memperkuat mekanisme mengatasi masalah dengan agama yang mengurangi dampak tekanan, meningkatkan keterampilan mengatasi masalah dengan agama, dan mempromosikan gaya hidup yang kurang berisiko; (3) meningkatkan kesadaran tentang keyakinan dan praktik keagamaan dan pengaruhnya terhadap individu, keluarga, dan masyarakat; dan akhirnya, (4) mempromosikan keterhubungan yang dapat meningkatkan harga diri dan kesejahteraan. Namun, hasil kesehatan negatif seperti diskriminasi dan isolasi sosial juga dapat berkembang, terutama di antara kelompok minoritas agama atau gender. Penting untuk merenungkan peran penting pendidikan agama pada kesehatan mental remaja. Strategi pendidikan dan promosi kesehatan mental berbasis sekolah dapat memaksimalkan manfaat dari pendidikan agama dengan menekankan pada implementasi yang efektif dari pendidikan agama untuk secara positif mempengaruhi kesehatan mental remaja.
ECO PLAY: MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA ANAK Adi Sudrajat; Nur Dinil Islami; Nadya Hilya Anwar; Qonita El Safitri; Fathur Rohim Roji; M. Rifky Almyda A.S; Maulana Fadillah; Ainul Hikam; Aldi Karunia Ramadhan; Farhan Dayat; Muhammad Asyhf’iyan
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital saat ini, menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak sangatlah penting. Eco Play menghadirkan pendekatan perintis untuk mengatasi tantangan ini dengan mengintegrasikan permainan berbasis alam ke dalam waktu bermain anak-anak. Artikel ini mengupas tentang implementasi, hasil, dan implikasi Eco Play dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada anak. Dengan memanfaatkan Participatory Action Research (PAR), Eco Play melibatkan pemangku kepentingan dalam eksplorasi kolaboratif, desain bersama, dan penyempurnaan berulang dari permainan berbasis alam yang disesuaikan dengan isu lingkungan setempat. Uji coba lapangan menunjukkan hasil yang menjanjikan, termasuk peningkatan pengetahuan tentang ekosistem, peningkatan empati terhadap lingkungan, dan rasa tanggung jawab yang lebih kuat terhadap konservasi. Selain itu, Eco Play mendorong pemberdayaan masyarakat dan aksi lingkungan akar rumput, yang menunjukkan potensi transformatif dari pendekatan partisipatif. Strategi penerapan berkelanjutan memastikan dampak jangka panjang dan skalabilitas Eco Play, sementara arah penelitian di masa depan berfokus pada eksplorasi variasi lintas budaya dan peran teknologi dalam meningkatkan pengalaman Eco Play. Dengan menjembatani kesenjangan antara bermain dan pendidikan lingkungan, Eco Play menawarkan kerangka kerja holistik untuk membina generasi individu yang sadar lingkungan dan siap menghadapi tantangan ekologi global.