Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dengan Menggunakan Prinsip Understanding by Desigen (UBD) pada Guru-Guru di SDN 1 Tatura Sabang, Sri Mulyani; Arwansyah, Arwansyah; Tahril, Tahril
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.3984

Abstract

Survei di lapangan terkait kompetensi pedagogik guru-guru disekolah mitra masih rendah, hal tersebut terlihat dari kemampuan guru pamong dalam membimbing mahasiswa PLP dan PPL dalam pengembangan perangkat pembelajaran sebagai bentuk persiapan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya adalah kompetensi yang utuh dan integrative, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan perilaku. Hal tersebut tertuang dalam pasal 10 Undang-undang guru dan dosen tahun 2005 yang menyebutkan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Salah satu kompetensi tersebut adalah kompetensi pedagogik yang berkenaan dengan penguasaan teoritis dan proses aplikasinya dalam pembelajaran yang relevan dengan tuntutan perkembangan abad 21. Berangkat dari akar permasalah tersebut maka kami selaku mitra LPTK merasa terpanggil untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk “pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan prinsip understanding by desigen kepada guru-guru yang ada di SDN 1 Tatura”, sebagai upaya untuk memberikan pemahaman konsep pembelajaran inovatif, dan meningkatkan kemampuan guru-guru dalam memetakan karakteristik serta tingkat kemampuan peserta didik.
Meningkatkan Partisipasi Siswa Menggunakan Media Wordwall Berbantuan Flashcard pada Mata Pelajaran PPKn di Sekolah Dasar Abidin, Sulvitriani; Sri Mulyani Sabang; Miluwati Zainuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12272

Abstract

Partisipasi siswa merupakan faktorpenting untuk menentukan keberhasilan dalamproses pembelajaran. Namun, hasil observasi di kelas 2A SD Inpres 1 Tondo menunjukkan bahwapatisipasi siswa di dalam proses pembelajaran masihtergolong rendah. Kondisi tersebut menunjukkanperlunya penerapan media pembelajaran yang lebihinovatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan partisipasi siswa melalui penggunaanmedia Wordwall berbantuan flashcard pada matapelajaran PPKn. Jenis penelitian yang digunakanadalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis McTaggart yang terdiri dari dua siklus, dengan subjek sebanyak 22 orang siswa. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembarobservasi partisipasi siswa dengan indikatormenjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, mengerjakan tugas, dan bekerja sama dalamkelompok. Analisis dilakukan secara kuantitatifmelalui persentase ketercapaian dan kualitatifmelalui deskripsi hasil observasi. Hasil penelitianmenunjukkan adanya peningkatan signifikan dariprasiklus hingga siklus II. Pada prasiklus partisipasisiswa sebesar 22,7% (5 siswa), meningkat menjadi54,5% (12 siswa) pada siklus I, dan mencapai 86,4% (19 siswa) pada siklus II. Dengan demikian, penggunaan media Wordwall berbantuan flashcard efektif meningkatkan partisipasi belajar karenamampu menciptakan suasana belajar yang lebihmenarik, menyenangkan, interaktif dan sesuaidengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Analysis of Primary Metabolite Compound Content in Tempe Durian Seeds (Durio zibethinus) Nuryanti, Siti; Rahmawati, Sitti; Nurfadila, Safna; Diah, Anang Wahid M.; Sabang, Sri Mulyani; Ahmar, Dewi Satria
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7282

Abstract

Durian seed tempe is tempe made from durian seed waste through a fermentation process by the same microorganisms used to make soybean tempe, namely Rhizopus sp. This research aims to determine the content of primary metabolite compounds in durian seed tempe. The process of determining the fat content in durian seed tempe uses the soxhletation method with n-hexane solvent. The protein content is determined using the Kjedhal method, which uses 3 processes, namely digestion, distillation, and titration. Meanwhile, carbohydrate levels are determined using the anthrone method. Based on the results obtained in this research, namely: the results of the analysis of the fat content contained in durian seed tempe were 0.006 grams. The protein content in durian seed tempe is 0.216, and the carbohydrate content in durian seed tempe is 2.421 grams
Training on The Implementation of Practical Field Experience (PPL) Based On Lesson Study to Teachers of PPG FKIP Untad Partner Schools In East Palu-Mantikulore District, Palu City: Pelatihan Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Berbasis Lesson Study Kepada Guru-Guru Sekolah Mitra PPG FKIP Untad di Kecamatan Palu Timur-Mantikulore Kota Palu Sabang, Sri Mulyani; Arwansyah, Arwansyah; Tahril, Tahril; Walanda, Daud Karel; Napitupulu, Mery
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2190

Abstract

Lesson Study is an approach to improving the quality of learning carried out by teachers collaboratively, with the main steps of designing learning to achieve goals, implementing learning, observing the implementation of the learning, and reflecting to discuss the learning studied and improve it and plan the next lesson. The main focus of implementing lesson study is student activities in class, with the assumption that student activities are related to teacher activities while teaching in class. In implementing PPL Education at UNTAD, the implementation of Lesson Study is integrated with the implementation of clinical supervision. The aim is to improve the quality of student learning outcomes and learning products. However, what is still experienced by the world of education today is that more than 50% of teachers do not understand and pay less attention to achieving and improving pedagogical and professional competence, including in schools in Palu City. To teach teachers to implement LS, it is not enough if teachers are introduced to what and how to implement it, but they also need to be introduced to why, what the long-term and short-term goals of implementation are. Teachers also need to be introduced to what the requirements are, what the difficulties and obstacles are in implementation, and that the main requirement for implementation is a commitment to benefit the nation's children. One of the critical characteristics of intelligent humans is that they not only know something but also how to respond and act on it.AbstrakLesson Study merupakan suatu pendekatan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru secara kolaboratif, dengan langkah-langkah pokok merancang pembelajaran untuk mencapai tujuan, melaksanakan pembelajaran, mengamati pelaksanaan pembelajaran tersebut, serta melakukan refleksi untuk mendisukusikan pembelajaran yang dikaji tersebut dan menyempurkannya dan merencanakan pembelajaran berikutnya. Fokus utama pelaksanaan Lesson Study adalah aktivitas siswa di kelas, dengan asumsi bahwa aktivitas siswa tersebut terkait dengan aktivitas guru selama mengajar di kelas. Dalam penyelenggaraan PPL Kependidikan di UNTAD, penerapan Lesson Study diintegrasikan dengan penerapan supervisi klinis. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar dan produk belajar siswa. Namun yang masih dialami oleh dunia pendidikan sampai saat ini adalah lebih besar 50% guru yang kurang memahami dan kurang memperhatikan pencapaian dan peningkatan kompetensi pedagogik dan professional, termasuk di sekolah-sekolah yang ada di Kota Palu. Untuk membelajarkan guru melaksanakan LS tidak cukup bila guru dikenalkan pada apa dan bagaimana melaksanakannya, tetapi juga perlu dikenalkan mengapa, apa tujuan jangka panjang dan jangka pendek pelaksanaan. Guru juga perlu dikenalkan pada apa persyaratannya, apa kesulitan dan hambatan pelaksanannya, dan bahwa persyaratan utama pelaksanannya adalah adanya komitmen untuk memaslahatkan anak bangsa. Salah satu ciri kritis manusia cerdas yakni tidak hanya mengetahui sesuatu tetapi juga bagaimana menanggapi dan menindaklanjutinya.
Integrative Network Pharmacology and In Silico Analysis of Sauropus androgynus Active Compounds as Potential Supplements Against Childhood Stunting Arwansyah, Arwansyah; Sabang, Sri Mulyani; Tahril, Tahril; Arif, Abdur Rahman; Sakung, Jamaludin Musa; Zubair, Muhammad Sulaiman; Wahyudi, Setyanto Tri
Indonesian Journal of Chemistry Vol 26, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.106207

Abstract

Stunted growth remains a critical public health concern, particularly in developing regions. This study investigates the potential of active compounds derived from Sauropus androgynus as dietary supplements for preventing growth stunting, employing a network pharmacology approach. Fifteen phytochemicals were analyzed, leading to the identification of 11 growth-related target proteins. Among them, protein tyrosine phosphatase nonreceptor type 11 (PTPN11) emerged as a key regulatory protein related to cell growth, as determined by protein-protein interaction network analysis. Functional enrichment and pathway analyses further highlighted the relevance of these targets in growth-related mechanisms. Molecular docking was performed to investigate the molecular interactions between the active compounds of S. androgynous and PTPN11. The findings revealed that all compounds could form a complex at the active site of PTPN11. Furthermore, the top five ligands were subjected to MD simulation to evaluate the structural stability of all complexes. Among them, only two lead compounds, such as paeonol and phenylacetaldehyde, are stable in complex with PTPN11 during simulation. The findings suggest that S. androgynus contains promising active compounds that may serve as functional food supplements for preventing stunted growth, highlighting their potential role in improving child growth outcomes among at-risk populations.
Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dengan Menggunakan Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada Guru-Guru di SD Inpres 3 Tondo Sabang, Sri Mulyani; Arwansyah, Arwansyah; Tahril, Tahril; Santoso, Tri; Esterlina, Meida
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7601

Abstract

Pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada guru-guru SD Inpres 3 Tondo dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan TPACK, STEAM, HOTS, dan keterampilan 4C, serta pelatihan dalam pemetaan karakteristik peserta didik guna menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tingkat capaian siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menyesuaikan perangkat pembelajaran dengan kebutuhan riil siswa. Guru berhasil menghasilkan produk berupa RPP/Modul Ajar, LKPD, media, dan instrumen penilaian berbasis TaRL yang terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, menciptakan suasana kelas yang lebih inklusif, serta mendorong kepercayaan diri guru dalam mengelola pembelajaran. Selain itu, terbentuk pula komunitas belajar di antara guru yang mendorong kolaborasi dan keberlanjutan praktik inovatif di sekolah. Kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama dengan tim pelaksana menunjukkan bahwa dampak pelatihan tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga berpotensi berkembang dalam bentuk pendampingan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di SD Inpres 3 Tondo, serta berpotensi menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di sekolah dasar lainnya.
Refining Pedagogical Skills in LS-Driven TP: Insights into PSCST’s Professional Competence Sabang, Sri Mulyani; Paloloang, Muhammad Fachri B.; Werdhiana, I Komang; Syukur, Muh. Syarif S. Abd.; Ahmar, Dewi Satria; Azzajjad, Muhammad Fath
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.13702

Abstract

This quantitative study examines the impact of a teaching practicum, integrated with Lesson Study, on the pedagogical competency of 93 pre-service science teachers in the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program at Universitas Tadulako, Indonesia.  This study is a quantitative survey using purposive-stratified sampling (N = 93 PPG teachers). The data relied on self-assessment questionnaires, risking subjective bias. The intervention included iterative Lesson Study cycles (Plan–Do–See–Reflection). Practically, the results support LS-based practicum improvement, but generalization is limited to similar PPG contexts and regional settings. Data were gathered using self-assessment questionnaires and bolstered by Lesson Study, using a validated 5-point Likert-scale instrument that was aligned with the four phases of Lesson Study (Plan, Do, See, Reflection). The findings supported H₁ and rejected H₀, indicating a high level of general pedagogical competency (M = 3.62, SD = 0.45).  Plan (M = 3.67) and Do (M = 3.65) phases showed strengths, especially in ICT integration and conceptual clarity, while See (M = 3.55) and Reflection (M = 3.58) phases showed relative deficiencies.  Regression analysis revealed that Reflection ratings significantly predicted overall competency (β = 0.32, p < 0.001, R² = 0.28), and repeated-measures ANOVA validated significant phase differences (F (3,276) = 4.82, p = 0.003, η² = 0.05). The results demonstrate how well Lesson Study promotes evidence-based pedagogical development, particularly through iterative reflection, and provide empirical evidence in favor of its broader implementation in Indonesian PPG programs to improve science teacher training in areas with limited resources. This study contributes theoretically by operationalizing PSCST-based pedagogical competence within a Lesson Study framework.