Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Strengthening Democracy through Campus: The Influence of Education on Student Political Participation Sadeli, Elly Hasan
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 17 No. 1 (2025): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v17i1.6762

Abstract

This study investigates the impact of democratic education on student engagement in Indonesia’s 2024 General Elections. Using a quantitative survey design, data were collected from 250 students across five universities to examine their understanding of democratic concepts, perceptions of democratic education, and political participation. The findings indicate a moderate positive correlation (r = 0.412, p < 0.001) between democratic education and political engagement. While students exhibit strong foundational knowledge of democracy, their procedural understanding—such as knowledge of institutional mechanisms and electoral processes—remains limited. The study highlights the need for higher education institutions to adopt application-based approaches to democratic education, including electoral simulations, public debates, and advocacy training, to bridge the gap between theoretical knowledge and practical skills. By fostering informed and active political participation, such programs hold the potential to strengthen democratic resilience in Indonesia and other developing democracies. This research contributes to the global discourse on democratic education by providing empirical evidence from a developing country context. Future research should integrate qualitative methods and explore the role of social and institutional factors in shaping political engagement for a more comprehensive understanding of the dynamics between education and democracy.
Implementing TPACK-Based Technology Integration Training for Pre-Service Teachers in the Philippines Aziez, Feisal; Sadeli, Elly Hasan; Furqon, Miftahul
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.10045

Abstract

This study analyses the conduct and results of a technology-integrated pedagogical training program for pre-service teachers in Gabaldon Municipality, Nueva Ecija Province, Philippines. The program aimed to capacitate future teachers with digital competencies and knowledge of specific pedagogical strategies anchored in the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework. This research utilized a mixed-methods approach, combining survey instruments, interviews, and classroom observations to determine how the training effectively enhanced readiness to integrate technology into one's teaching practice. The findings suggest marked improvements in the participants' TPACK domains, increased confidence in using educational technologies, and a favorable attitude toward integrating technology into their classes. This study recommends developing contextualized, comprehensive, and targeted training programs to propel pre-service teachers into embracing the demands of contemporary classrooms.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Hikmah, Annisa Nur; Wati, Ratna Kartika; Faridli, Efi Miftah; Sadeli, Elly Hasan
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33818

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi fleksibilitas Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta dampaknya terhadap penumbuhan karakter disiplin siswa di MTs Negeri 3 Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan Konseling, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan empat orang siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan fleksibilitas kurikulum melalui strategi literasi pagi, kontrak belajar, pembiasaan religius, serta kolaborasi dengan guru BK. Namun, ditemukan kendala berupa kurangnya pemahaman teknologi oleh guru, lemahnya pengawasan penggunaan gawai, serta belum konsistennya perilaku disiplin siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka mampu mendukung pembentukan karakter disiplin apabila didukung kesiapan guru, lingkungan sekolah, dan partisipasi aktif siswa.The paradigm shift in education in Indonesia through the Independent Curriculum emphasizes flexible learning oriented towards strengthening student character. This study aims to describe the implementation of the flexibility of the Independent Curriculum in Pancasila Education learning and its impact on the development of students' disciplined character at MTs Negeri 3 Banyumas. This study used a qualitative approach with a case study method. The research subjects included the Pancasila Education teacher, the Guidance and Counseling teacher, the vice principal for curriculum, and four students. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers utilized curriculum flexibility through morning literacy strategies, learning contracts, religious habits, and collaboration with guidance and counseling teachers. However, obstacles were found in the form of a lack of technological understanding by teachers, weak supervision of device use, and inconsistent student disciplinary behavior. This study concluded that the flexibility of the Independent Curriculum can support the formation of disciplined character if supported by teacher readiness, the school environment, and active student participation. Curriculum is considered capable of supporting the development of disciplined character if supported by teacher readiness, the school environment, and active student participation.
Implementasi Model Pembelajaran Value Clarification Technique untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kemanusiaan di SMP Gunungjati 1 Purwokerto Fungkiana, Heni; Fajar, Wildan Nurul; Priyanto, Eko; Wati, Ratna Kartika; Sadeli, Elly Hasan
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Value Clarification Technique (VCT) dalam menanamkan nilai kemanusiaan pada siswa SMP Gunungjati 1 Purwokerto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VCT diterapkan melalui perencanaan modul ajar berbasis studi kasus dan refleksi nilai, pelaksanaan diskusi klarifikasi, serta evaluasi sikap siswa. Model VCT efektif meningkatkan pemahaman dan pengamalan siswa tentang nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab dan membentuk sikap empati. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan adaptasi siswa terhadap pembelajaran reflektif. Model VCT direkomendasikan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan nilai secara kontekstual dan bermakna.This study aims to describe the implementation of the Value Clarification Technique (VCT) model in instilling humanistic values among students at SMP Gunungjati 1 Purwokerto. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the VCT model was implemented through three key stages development of case study-based teaching modules with value reflection, implementation of clarification discussions, and evaluation of students' attitudinal changes. The VCT model effectively enhanced students' understanding and practice of the principle of "A Just and Civilized Humanity" while fostering empathetic attitudes. Implementation challenges included time constraints and students' adaptation to reflective learning. The study recommends VCT as an alternative strategy for contextual and meaningful value internalization in Pancasila Education.
Persepsi Mahasiswa terhadap Nilai-Nilai Demokrasi Pancasila dalam Menangkal Paham Radikalisme (Studi Kasus pada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Korkom UMP dan Soedirman) Sadeli, Elly Hasan; Kartikawati, Ratna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi aktual dan faktual tentang persepsi mahasiswa pengurus dan anggota IMM Korkom UMP dan Soedirman terhadap demokrasi Pancasila dalam menangkal paham radikalisme. Proses penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di organisasi IMM Korkom UMP dan Soedirman, yang menjadi subjek penelitian adalah pengurus dan anggota IMM. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Pengurus dan anggota IMM korkom UMP dan Soedirman belum memiliki pemahaman yang utuh terhadap konsep demokrasi Pancasila, namun dalam menjalankan organisasi para pengurus dan anggota sebenarnya telah melaksanakan benih-benih praktek demokrasi Pancasila dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, 2) Secara konkrit dalam mengantisipasi paham radikal, organisasi IMM sendiri tentu saja memperkuat dan menyesuaikan rancangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar tidak disisipkan paham tersebut. AD/ART sebagai pilar pergerakan organisasi harus menunjukkan dan mewakili ideologi Pancasila dan kemuhammadiyahan sebagai ruh dan dasar perjuangan. Juga disepakati agar para pengurus dan anggota berkomitmen dalam menunjukkan aksi dan pemikirannya yang dilandasi oleh semangat demokrasi Pancasila dan tentu saja Muhammadiyah. Tanpa komitmen dan prinsip yang kuat, maka paham radikal akan mudah masuk ke dalam tubuh organisasi. 3) Setiap akan melaksanakan kegiatan, pengurus IMM diberikan ruang publik untuk berdiskusi melalui musyawarah. Inilah sebenarnya sebagai benih dari demokratisasi. Dinamika yang terjadi di tubuh IMM senantiasa dijadikan sebagai perbedaan dengan dasar rahmatan lil ‘alamin. 4) Bahaya masuknya paham radikalis, bagi IMM tidak ada sosialiasi yang khusus, namun senantiasa membangun dan membuka ruang diskusi rutin membahas pemahaman radikal. Oleh karena itu, pentingnya membangun pemahaman demokrasi Pancasila terhadap seluruh anggota juga dilakukan melalui proses dialogis dan implementatif.
Pembentukan Karakter Peduli Sosial Melalui Amil Zilenial di SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap Rahayu, Sri; Yuspi, Lendra; Wijarnako, Beny; Sadeli, Elly Hasan; Kosasih, Asep Daud
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4144

Abstract

Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang sebagian besar hidupnya bergantung pada orang lain. Murid yang memiliki jiwa sosial yang tinggi akan lebih mudah bersosialisasi dan dihargai. Akan tetapi, nilai-nilai sosial tersebut mulai luntur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program Amil Zilenial yang dijalankan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar dalam membentuk karakter peduli sosial murid kelas 9 di SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan mendesak akan penguatan karakter kepedulian sosial pada generasi Z yang cenderung individualis akibat perkembangan teknologi dan budaya digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif murid dalam kegiatan sosial melalui program Amil Zilenial mampu menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, dan kesadaran berbagi yang tinggi. Nilai-nilai kepedulian sosial ditanamkan melalui keterlibatan langsung dalam penggalangan dana, distribusi zakat, dan aksi sosial yang bersinergi dengan kurikulum berbasis karakter. Temuan ini memperkuat pentingnya kolaborasi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan dalam mendukung pembentukan karakter murid.Faktor pendukung utama adalah keterlibatan guru, dukungan sekolah, serta pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan langsung murid dalam aksi sosial nyata. Penelitian ini merekomendasikan integrasi program zakat berbasis partisipatif ke dalam kurikulum sekolah sebagai upaya pembentukan karakter sosial yang efektif dan berkelanjutan.
A Teacher Training on Digital Assessment Strategies for Meaningful Learning Outcomes at Buranakarn Suksa Witya School, Thailand Aziez, Feisal; Sadeli, Elly Hasan; Anjarani, Shelia; Hawanti, Santhy; Setianti, Dika; Rinjani, Rinjani
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3389

Abstract

Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries.  as in many other developing countries, there are major challenges in adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices.  Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes. Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang.Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan
Implemantasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di SMP Negeri 1 Sukahening Widyatama, Rhifa Erdinnissa; Sadeli, Elly Hasan; Wati, Ratna Kartika
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v15i2.23384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi P5 dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan untuk mengetahui bagaimana dampak dari implementasi P5 dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMP Negeri 1 Sukahening. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Koordinator P5, Guru Pendidikan Pancasila dan Peseta didik di kelas VII. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tenik analisis data dengan pengumpulan data, redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 1 Sukahening di kelas VII mengangkat 3 tema yaitu tema kewirausahaan dengan berdagang, tema suara demokrasi pemilihan ketua osis, dan tema kearifan lokal dengan memaikan permainan tradisional. Semua tema yang di angkat dapat mempengaruhi cara berpikir peserta didik. Kegiatan P5 ini memberikan dampak positif terlihat dari mulai ada peningkatan dalam kemampuan mengnalisis informasi, menyampaikan ide atau argumen, menyimpulkan hasil diskusi dan merubah cara berpikir peserta didik. Kegiatan mengeksplorasi implementasi P5 pada jenjang serta pendekatan yang lebih beragam diharapkan dapat terus dilaksanakan agar kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat semakin berkembang dengan baik
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENGUATAN DAKWAH KOMUNITAS PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH CILACAP DI ERA REVOLUSI SOSIAL 5.0 Muharudin, Eko; Wibowo, Mukti Agung; Rabbani, Ilham; Pamungkas, Onok Yayang; Sadeli, Elly Hasan
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2550

Abstract

Di era revolusi sosial 5.0 sekarang ini, seseorang harus menguasai literasi yang mumpuni agar dapat mengembangkan diri dan mampu bersaing di kancah global. Pemuda Muhammadiyah sebagai ujung panah dakwah Persyarikatan Muhammadiyah sangat memerlukan wawasan berupa pelatihan dan pengembangan literasi digital untuk menunjang kegiatan dakwah. Tujuan kegiatan ini adalah (1) memberi pemahaman tentang pentingnya penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah di era revolusi sosial 5.0, (2) memberi dan menguatkan pemahaman tentang teknik mencari sumber kegiatan dakwah dengan baik dan benar (sahih) di media digital, khususnya berbasis media sosial, dan (3) melatih untuk meningkatkan keterampilan menulis esai populer berbasis media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas. Metode yang digunakan adalah tes dan pelatihan. Hasil yang kegiatan ini yaitu (1) meningkatnya pemahaman tentang penguasaan literasi digital sebagai strategi dakwah komuniktas di era revolusi sosial 5.0, (2) meningkatnya pemahaman teknis mencari sumber informasi untuk kegiatan dakwah komunitas dengan baik dan benar (sahih) di media sosial, dan (3) terampil dalam menulis esai populer di media sosial untuk menunjang kegiatan dakwah komunitas di lingkungan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Cilacap. , pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih cakap, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan media digital untuk tujuan edukatif dan dakwah.
Peningkatan Partisipasi Siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan melalui Kegiatan Ice Breaking Berbasis Storytelling Lea, Mella Angella; Wati, Ratna Kartika; Sadeli, Elly Hasan; Priyanto, Eko
Journal of Civic Education Vol 8 No 4 (2025): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v8i4.1201

Abstract

This study aims to describe the implementation of storytelling ice-breaking in Pancasila Education and to analyze the factors that contribute to increased student participation in Grade 8 at SMP Negeri 4 Wadaslintang. The research used a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were the Pancasila Education teacher and Grade 8 students. Data analysis involved collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results show that the application of storytelling ice breaking creates a more engaging learning atmosphere, increases students' motivation and self-confidence, and encourages them to be more active in participating in discussions. Some challenge remained, such as limited teacher creativity and a lack of support from the learning environment. The study concludes that storytelling ice-breaking can be an effective strategy to improve student participation in Pancasila Education learning, especially when implemented in a well-planned manner and adapted to student characteristics.