Claim Missing Document
Check
Articles

Korupsi dan Perlunya Teologi Baru di Sektor Publik Saefur Rochmat
Millah: Journal of Religious Studies Vol. V, No. 2, Februari 2006 Pemberantasan Korupsi dan Dekonstruksi Budaya
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol5.iss2.art8

Abstract

New theology of public sphere pretends to counter secularism in modem era by breaking the separation wall of public and private affairs. It agrees with the secularization of public affairs which separates the management of public affairs of the state with that of the private affairs of religion, hut both should develop dialogue to build humanistic civilization. Islam should revitalize its legal Islamic law (fiqh) in order not to emphasize its orientation to Pillars of Islam (Rukun Islam / community sector, but try to make balance with Pillars of Belief (Rukun Iman/private sector). It will result in Pillars of Public Sector as a kind of intermingle between Rukun Islam and Rukun Iman.
Pandangan KH Abdurrahman Wahid Tentang Islam dan Negara Pancasila Saefur Rochmat
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3229

Abstract

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berusaha menempatkan Islam dalam konteks modern di Indonesia dalam wajah politik yang tidak monolitik, yang tidak menghadapkan strategi perjuangan umat dengan strategi pembangunan nasional. Artikel ini berusaha meneliti pemikirannya tentang hubungan Islam dengan Negara Pancasila. Peneriman Nahdatul Ulama (NU) terhadap asas tunggal Pancasila pada tahun 1984 dibawah kepemimpinan duet KH Ahmad Siddiq dan KH Abdurrahman Wahid merupakan kelanjutan historis dalam sejarah NU. Pada tahun 1936 NU menjustifikasi Hindia Belanda sebagai dar al-Islam (negeri muslim) karena adanya Lembaga Kepenghuluan (Het Kantoor voor Inlandsche zaken), suatu lembaga yang secara khusus mengurus kepentingan umat Islam, dan umat Islam memiliki kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya sebagai condition sine qua non bagi esksistensi negara. Islam melihat negara sangat penting untuk menghindari terjadinya anarkhi, tetapi Islam tidak mempunyai konsep kenegaraan. Karena itu umat Islam tidak bersikeras mendirikan negara Islam. Ada tiga alasan penerimaan umat Islam pada Negara Pancasila, yaitu alasan pluralitas bangsa Indonesia, justifikasi fiqih NU, dan tradisi keilmuan NU.
Pengaruh Sistem Kekerabatan Matrilineal dalam Kegiatan Pertanian dan Perdagangan Lada di Minangkabau pada Abad XVI Lenni Ertati; Marwan .; Saefur Rochmat
Jurnal Pattingalloang Vol. 9 No. 3, Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i3.33105

Abstract

Minangkabau adalah kelompok kultur etnis yang menganut sistem adat yang khas, yaitu sistem kekeluargaan menurut garis keturunan perempuan yang disebut dengan sistem matrilineal yang mengatur  hubungan kekerabatan melalui garis keturunan ibu. Dalam masyarakat Minangkabau, penerus harta warisan diambil melalui garis keturunan ibu, sehingga anak perempuan dalam masyarakat Minangkabau mempunyai peran yang cukup besar dalam mengelola harta pusaka keluarga seperti ikut terlibat dalam kegiatan perekonomian. Keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan perekonomian dapat dilihat dari kegiatan pertanian dan perdagangan lada di tanah Mingkabau terutama di wilayah aliran sungai Batanghari di wilayah Tanjung, Kuamang, Sumai, Muara Tembesi, dan daerah lainnya di VII Koto pada abad XVI. Metode yang  digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk memahami kearifan lokal sistem kekerabatan matrileneal dalam adat Minangkabau dan pengaruhnya terhadap pertanian dan perdagangan lada di Minangkabau pada abad XVIKata Kunci : Matrilineal, Perdagangan Lada, Minangkabau
Konsep Pendidikan Kepemimpinan Berbasis Tradisi: Telaah Etnopedagogi pada Tembang Tradisional Gundul-Gundul Pacul Kholid Irsani; Aman Aman; Saefur Rochmat
Diakronika Vol 22 No 1 (2022): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.317 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol22-iss1/242

Abstract

Leadership education is one of the principles in the development of a nation. Various paradigms and theories of leadership have come from various backgrounds. This study focuses on examining the concept of tradition-based leadership education contained in the gundul-gundul pacul song. This study uses a qualitative research method with a literature approach to examine and integrate the concept of leadership contained in gundul-gundul pacul song with the concept of contemporary leadership education. This study found that song of gundul-gundul pacul has various concepts that are ideal to be applied in contemporary leadership ethnopedagogy because they have similarities in various factors such as communication, discipline knowledge, and problem solving.
Telaah Potensi Reunifikasi Tiongkok Terhadap Taiwan: Tinjauan Teori Attitudinal Factor Kristoforus Bagas Romualdi; Saefur Rochmat
Review of International Relations Vol 5 No 1 (2023): Review of International Relations (Jurnal Kajian Ilmu Hubungan Internasional)
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rir.v5i1.35279

Abstract

This study attempts to examine the potential of China's reunification of Taiwan, which has been fought for up until the time of Xi Jinping. The Chinese side has made various efforts to achieve unification, one of which is proposing the "one country, two systems" model that would make Taiwan part of a Chinese province with the high autonomy. However, Taiwan still refused the invitation to reunify China. Using an approach from integrative factor theory, specifically Michael Haas's attitudinal factor, the researchers found that the potential for reunification will be difficult to materialize in the near future due to differences in ideology, Taiwan's distrust of China's involvement, Taiwan's strengthening of identity, and US intervention. China must change its approach if it is to achieve reunification by avoiding methods of military intimidation and strongly committed to respecting the autonomy of the reunified regions to gain complete trust all of Taiwan.
Digital Book Hindu-Buddhist Kingdom in Palembang Based on Flipbook Maker for High School Students Dominikus Doni Petun; Saefur Rochmat; Zulkarnain Zulkarnain
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.3279

Abstract

Teaching materials are learning tools that are used with the help of tools that facilitate the delivery of material during the learning process at school. A platform called Flipbook Maker provides open-access e-learning in the form of digital books. The purpose of this research is to evaluate the feasibility and effectiveness of Flipbook Maker-based learning media for e-learning. For class X SMA students, teaching materials were made in the form of digital books about the Kingdom of Sriwijaya with case studies at a junior high school in Sorong Regency. Development research with the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, is the research method used. Material experts, media experts, and linguists assigned “fit” scores to the research team's product during development. During the implementation phase, the researcher conducted tests with class X students of the school. Students in the Try Out One-to-One and Small Group Try Out groups evaluated the results of this implementation phase using the "very suitable" criteria. Finally, the evaluation results show the effectiveness of the product by showing an increase in student learning outcomes of 34.41%. This shows how effective digital books on the history of the Srivijaya Kingdom based on flipbook maker are for learning. The limitations of this research are the schools studied were only one school, and have different geography and demographics. Furthermore, the Flipook Maker learning media is only used on certain topics in history subjects whose results are not necessarily the same if used in the same or other subjects.
Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kerajaan Mataram Kuno Abad Ix-X M: Kajian Berdasarkan Prasasti Dan Relief Arrazaq, Naufal Raffi; Rochmat, Saefur
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 21 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.307

Abstract

Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berkembang di Pulau Jawa. Artikel ini bertujuan melakukan kajian kehidupan sosial ekonomi masyarakat Mataram Kuno. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah historis dengan pendekatan epigrafi. Tahapan penelitian historis terdiri atas pemilihan topik,pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan epigrafi dilakukan karena penelitian ini menggunakan data prasasti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Mataram Kuno ditandai adanya pembagian golongan masyarakat. Golongan masyarakat tersebut terdiri atas brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Masyarakat Mataram Kuno dalam bidang ekonomi memiliki mata pencaharian di bidang pertanian, perdagangan, kerajinan, dan kesenian. Gambaran aktivitas sosial ekonomi masyarakat dapat diketahui berdasarkan relief Candi Borobudur.
Ulos sebagai Kearifan Budaya Batak Menuju Warisan Dunia (World Heritage) Hasibuan, Rizki Ananda; Rochmat, Saefur
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.346

Abstract

Ulos sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang dimiliki Indonesia merupakan buah pikir dan hasil dari seni kualitas tinggi sebagai warisan leluhur yang harus tetap dilestarikan. Nilai sakralitas Ulos merupakan gambaran dunia batin orang Batak. Setiap Ulos memiliki makna dan tujuan antara pemberi dan penerima Ulos. Ditetapkannya Ulos menjadi warisan budaya tak benda Indonesia merupakan suatu harapan baru untuk melangkah menuju warisan dunia (world heritage). Dilihat dari esensinya, Ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos merupakan symbol restu, kasih sayang dan persatuan. Ulos merupakan kebutuhan primer dalam adat batak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan Ulos sebagai identitas budaya Batak yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia disertai upaya untuk menjadi warisan dunia, selain itu untuk menambah literasi mengenai Ulos. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini metode deskriptif, dengan menggambarkan fenomena yang ada dan pengumpulan data studi literatur. Dibawah naungan UNESCO sebagai organisasi dunia yang menaungi warisan budaya, secara berkala setiap negara wajib melaporkan dan mengusulkan warisan budaya baru untuk dijadikan warisan dunia. Dengan langkah itu Ulos dibawah naungan BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Aceh terus berupaya dan berusaha agar dapat terdaftar sesuai dengan syarat-syarat suatu warisan budaya dapat menjadi warisan dunia (world heritage).
Kearifan Lokal Markusip Hakikat Pergaulan Muda Mudi Etnis Mandailing Tempo Dulu Sebelum Menuju Jenjang Pernikahan Lenni Ertati, Lenni Ertati; Saefur Rochmat
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.364

Abstract

Markusip means the approach that is made between men and women by whispering from behind the walls of the house. The emergence of markusip local wisdom in Mandailing land cannot be separated from the influence of Islamic religious teachings brought by the priest troops which changed all aspects of the life of the Mandailing people, including in terms of association. The purpose of this writing is to describe the implementation of markusip local wisdom carried out by youth of the Mandailing ethnicity in the past before heading to marriage. The method used in this paper is descriptive qualitative method through literature studies both through books, journals, theses and other scientific articles. The results of this study indicate that the local wisdom of markusip is a manifestation of the implementation of the Islamic religionwhich prohibits interaction between men and women who are not mahrams. So that in practice both men and women cannot see each other because they are limited by the walls of the house. The local wisdom of markusip is a vessel for marriage if there is compatibility between men and women.
Kajian Nilai Kesejarahan Istana Al Mukaromah Kesultanan Sintang Kalimantan Barat Sartika, Ropita Dewi; Rochmat, Saefur; Arrazaq, Naufal Raffi
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.374

Abstract

Peninggalan sejarah dapat dikenalkan secara menyeluruh kepada generasi muda untuk menumbuhkan semangat patriotisme, sifat kepahlawanan, dan nasionalisme. Salah satu peninggalan sejarah tersebut adalah Istana AlMukaromah yang merupakan peninggalan dari Kesultanan Sintang di Kalimantan Barat.Tujuan dari penulisan artikelini adalah mengidentifikasi peristiwa penting di Istana Al Mukaromah Kesultanan Sintang dan nilai kesejarahanIstana Al Mukaromah Kesultanan Sintang. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa studipustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Istana Al Mukaromah adalah istana yang merupakan peninggalan dari Kesultanan Sintangdibangun tahun 1939. Peristiwa penting yang pernah terjadi di Istana Al Mukaromah Kesultanan Sintang adalahperumusan Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Garuda Pancasila dengan semboyan BhinnekaTunggal Ika. Nilai-nilai yang terdapat dalam Istana Kesultanan Sintang adalah sejarah, religus, budaya, serta sosial.