Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Senyawa Flavonoid dan Fenolik pada Ekstrak Etanol Daun Mangga Kasturi (Mangifera Casturi Kosterm.) Maghfirah, Rahmayani; Bachri, Mochammad Saiful; Mulyaningsih, Sri; Yuliani, Sapto; Mahdi, Nur
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21350

Abstract

Mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan tanaman endemik Kalimantan Selatan yang dikenal dengan buahnya yang memiliki rasa manis dan aroma khas. Tanaman ini tergolong langka dan telah mengalami penurunan populasi di habitat aslinya akibat deforestasi dan kurangnya upaya budidaya. Daun mangga kasturi mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami untuk kajian awal pengembangan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan flavonoid dan fenolik dalam ekstrak etanol daun mangga kasturi (EEDMK) melalui uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan menggunakan uji tabung dan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF254. Fase gerak berupa campuran heksana, etil asetat, dan asam format (6:4:0,2) digunakan untuk flavonoid, sementara campuran CHCl3, metanol, dan aquadest (7:3,5:1) digunakan untuk fenolik. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri AlCl₃ menggunakan standar kuersetin, sedangkan senyawa fenolik dianalisis menggunakan metode Folin-Ciocalteau dengan standar asam galat. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,43 dan 0,63 serta fenolik dengan Rf 0,1. Uji kuantitatif menunjukkan total kandungan flavonoid dalam ekstrak adalah 8,3625±0,05 mg QE/g, sementara kandungan fenolik total mencapai 219,0196±1,80 mg GAE/g. Hasil ini menunjukkan potensi EEDMK sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk sediaan farmasi.
Antihypertensive Activity of Black Garlic Extract in Rats and Its Phytochemical Analysis using GC-MS Estiningsih, Daru; Saiful Bachri, Moch; Hayu Nurani, Laela; Ma’ruf, Muhammad; Yuliani, Sapto; Sofia, Vivi; Prasasti, Dian
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v12i12025.67-74

Abstract

Background: Hypertension is defined as a medical condition where blood pressure rises above 140/90 mmHg. Black garlic is recognized as a natural remedy that may help lower high blood pressure, primarily due to its abundant antioxidant properties, which are believed to inhibit the function of the angiotensin-converting enzyme (ACE) that is essential for regulating blood pressure. Objective: This study aimed to identify the chemical composition of black garlic using GC-MS and assess its antihypertensive effects in rat models. Methods: This study characterized the chemical composition of black garlic using GC-MS (Agilent 7890A) and evaluated its antihypertensive effects in rats. Hypertension was induced by oral administration of NaCl at a dose of 3.75 g/20 g body weight (BW) from day 0 to day 14. Blood pressure measurements were taken on days 0, 14, and 21. Black garlic extract was administered at three dose levels 4.2 mg/20 g BW, 8.4 mg/20 g BW, and 12.4 mg/20 g BW to evaluate dose dependent antihypertensive responses. Statistical analysis included the Kolmogorov-Smirnov test for normality, homogeneity testing, One-Way ANOVA Results: The GC-MS analysis identified 9-octadecenoic acid as the dominant compound in black garlic, accounting for 34.53% of its total composition. The antihypertensive activity test showed that administering black garlic at a dose of 12.4 mg/20 g BW significantly lowered systolic, diastolic, and mean arterial blood pressure while enhancing nitric oxide levels in hypertensive rats. Conclusion: Black garlic has the potential as an effective herbal treatment to lower blood pressure.
Aktivitas Antiinflamasi Seduhan Serbuk Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Metode Stabilisasi Membran Fauziyyah, Khusna; Widyaningsih, Wahyu; Bachri, Moch Saiful; Utami, Dwi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.26590

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) sering digunakan oleh masyarakat untuk keperluan pengobatan tradisional maupun dikonsumsi sebagai minuman yang berkhasiat untuk kesehatan. Bunga ini mengandung zat aktif berupa flavonoid dan antosianin yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji khasiat antiinflamasi seduhan bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan metode stabilisasi membran dan mengukur nilai IC50. Penelitian ini dilakukan dengan metode uji stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Stabilisasi membran eritrosit secara in vitro dapat memperkirakan aktivitas antiinflamasi suatu senyawa atau ekstrak. Hal ini terjadi karena stabilisasi membran dapat mencegah pelepasan isi lisosom dan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Potensi aktivitas antiinflamasi dievaluasi dengan mengukur nilai IC50. Data nilai IC50  dibandingkan dengan standar natrium diklofenak dan analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga telang (Clitoria ternatea L.) positif mengandung flavonoid dan antosianin. IC50 seduhan bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebesar 0,2633± 0,01677 mg/mL sedangkan natrium diklofenak sebesar  0,6665 ± 0,004505 mg/mL.  Nilai IC50 pada kedua sampel menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05). Seduhan serbuk  bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas stabilisasi membran lebih besar dibandingkan dengan standar natrium diklofenak.
Peran edukasi dalam pemilihan makanan sehat pada anak sekolah Ma'ruf, Muhammad; Rais, Ichwan Ridwan; Bachri, Moch. Saiful
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i1.21427

Abstract

Anak usia sekolah adalah konsumen makanan yang aktif dan mandiri dalam memilih jajanan di sekolah atau tempat lain. Pemilihan makanan sehat dan bergizi sangatlah penting untuk tumbuh kembang yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak sekolah dasar di SD Muhammadiyah Purbayan dalam peningkatan pengetahuan siswa terhadap pemilihan makanan sehat. Kegiatan program pemberdayaan umat (PRODAMAT) menggunakan metode Participatory Action Research (PAR).  Hasil dari kegiatan ini diperoleh bahwa siswa kelas 5 memperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 87,15 dan post-test sebesar 91,90. Sedangkan hasil pre-test kelas 6 memperoleh nilai rata-rata sebesar 91,50 dan post-test sebesar 97,50. Dengan itu, dapat disimpulkan bahwa peran edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa kelas 5 dan kelas 6 di SD Muhammadiyah Purbayan. Diharapkan hasil dari kegiatan PRODAMAT ini dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemilihan makanan sehat dan aman untuk di konsumsi bagi anak sekolah.
Pemberian edukasi pada usia remaja terhadap penyakit hipertensi Amukti, Danang Prasetyaning; Humolungo, Dwi Tiva Widyanti Sidik; Ardilla, Mita; Bachri, Moch. Saiful; Ma'ruf, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21600

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di dunia sebesar 22% dan negara di kawasan Asia Tenggara berada di peringkat ke 3 tertinggi di dunia mengalami hipertensi. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan sebanyak 34,11% penduduk Indonesia mengalami hipertensi dan 20,1% diantaranya merupakan kelompok usia 18-24 tahun. Hipertensi pada remaja menjadi tantangan besar bagi keluarga di Indonesia dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena jika tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan komplikasi berbahaya yang menyebabkan stroke, jantung koroner dan kematian. maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada remaja sekolah dalam bentuk edukasi kesehatan dan pemeriksaan faktor risiko hipertensi sebagai upaya potensi pencengahan hipertensi.Kegiatan program pemberdayaan umat (PRODAMAT) menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk menekankan partisipasi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengelola penelitian action research. Dalam penelitian ini kami ada beberapa langkah-langkah yang akan di lakukan mulai dari solusi atau gagasan yang di tawarkan, pihak yang di pertimbangkan untuk implementasi gagasan, dan langkah strategis implementasi.Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pretest sebesar 64%. Dimana dari hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan siswa terhadap hipertensi belum begitu paham. Setelah itu kemudian dilakukan pemaparan materi tentang pengobatan dan pencengahan hipertensi kepada siswa SMK Kesehatan Bantul. Kemudian dilanjutkan dengan sesi posttest pada akhir materi. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan posttest sebesar 74%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari edukasi pengobatan dan pencengahan hipertensi yang perlu diterapkan pada kehidupan sehari-hari untuk mencengah terjadinya hipertensi pada usia remaja.
Efek Pemberian Subkronis Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Pada Hati Tikus Maharani, Hestuning Winda; Bachri, Moch. Saiful
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap hati tikus jantan galur Wistar jika diberikan jangka panjang (subkronis) dengan melihat aktivitas AST dan ALT. Tikus sejumlah 32 ekor, dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I (kontrol) diberi larutan CMC-Na 0,5%, kelompok II, III dan IV diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Perlakuan selama 31 hari, kemudian data hasil uji dianalisis menggunakan Uji Kruskal-Wallis dilanjutkan Uji Mann-Whitney U dengan taraf kepercayaan 95%. Dari hasil penelititan diketahui bahwa aktivitas AST dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB berturut-turut adalah 18,75±0,03 U/L, 18,75±0,03 U/L, dan 20,39±0,05 U/L. Evektivitas ALT adalah 23,42±0,02 U/L, 23,67±0,03 U/L, dan 24,45±0,05 U/L. Kontrol AST adalah sebesar 18,69±0,03 U/L dan ALT sebesar 23,49±0,02 U/L. Hasil analisis menunjukkan nilai AST dosis 50 dan 100 mg/kgBB tidak berbeda signifikan dengan AST kontrol, tetapi nilai AST dosis 200 mg/kgBB berbeda signifikan dengan kontrol namun masih dalam range normal, nilai ALT ketiga dosis tidak berbeda signifikan dengan ALT kontrol. Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak etanol kunyit dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB selama 31 hari tidak menyebabkan toksik pada hati tikus jantan galur Wistar dilihat dari nilai AST dan ALT yang masih dalam range normal.   
EFEK HEPATOPROTEKTIF SERBUK AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack.) DILIHAT DARI AKTIVITAS SGPTSGOT TIKUS JANTAN YANG DIINDUKSI CCl4 Adikusuma, Wirawan; Bachri, Moch. Saiful
Pharmaciana Vol. 4 No. 2 (2014): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v4i2.1574

Abstract

This study was designed to evaluate the hepatoprotective effect of the powder Eurycomalongifolia Jack. From the activity level of SGPT-SGOT on CCl4-induced in male rats. Twentyfive male rats (150-250 g) divide in to 5 groups. Group I treated with aquadest was kept asnormal, group II treated with a single dose of CCl4 (1 ml/ kg BW i.p), group III and IV weretreated with Eurycoma longifolia Jack. (100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW p.o) respectivelyand CCl4 (1 ml/kg BW i.p), group V treated with a single dose of curcumin (100 mg/kg BWp.o) and CCl4 (1 ml/kg BW i.p). Blood was collected from vena porta for determination ofSGPT-SGOT. The study showed the activity level of SGPT from the rats was treated byEurycoma longifolia Jack. 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW, Curcumin, and control groupsare 150.0±5.099 U/L; 113.6±5.508 U/L; 60.5±2.887 U/L; and 129.0±6.055 U/L respectively. Mean while the activity level of SGOT from the rats was treated by Eurycoma longifolia Jack.100 mg/ kg BW and 200 mg/ kg BW, Curcumin, and control groups are 369.4±11.165;263.0±1.803; 194.5±7.448; and 451.5±16.759 U/L respectively. The Eurycoma longifoliaJack. powder and Curcumin significantly (p < 0.05) declines two enzymes (SGPT and SGOT)than control group. The results concluded that Eurycoma longifolia Jack. powder hashepatoprotective effect.