Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Upaya Pencegahan Diare Anak Melalui Edukasi Menggunakan Hand-Wash Mita Ardila; Dwi Tiva Widyanti S. Humolungo; Danang Prasetyaning Amukti; Moch Saiful Bachri
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 4 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v4i1.1553

Abstract

A disease that often occurs in developing countries, including Indonesia, is diarrhea. Diarrhea is the discharge of liquid or watery feces that occurs at least 3 times. In Indonesia, diarrhea is an Extraordinary Event (KLB) which is often accompanied by death. The general aim is to carry out training activities regarding diarrhea prevention education through hand washing to create knowledge about hygiene and sanitation for children at Muhammadiyah Sukonandin Elementary School to prevent diarrhea. The Participatory Action Research (PAR) method is used to emphasize participation and collaboration from various parties in managing action research research. In this method, 3 activities are implemented, namely socialization, discussion and mentoring. As a result of implementing PRODAMAT activities, Muhammadiyah Sukonandin Elementary School students obtained an average pre-test score of 60% and an average post-test score of 90%. Thus, it can be concluded that education can increase students' knowledge and understanding about preventing diarrhea through hand-washing.
Identifying Gene Variants That Are Pathogenic In Osteoporosis Using An Omics Data And Bioinformatics Approach Danang Prasetyaning Amukti; Lalu Muhammad Irham; Ria Indah Pratami; Wirawan Adikusuma
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v10i3.199

Abstract

Introduction. The biological cause of osteoporosis, a metabolic bone disease, is osteoclastic bone resorption that is not offset by osteoblastic bone synthesis. Fractures become more likely as a result of the bones being brittle and weak. Common genetic variants that indicate hereditary susceptibility factors to osteoporosis in the general population, as well as mutations affecting specific genes that cause uncommon monogenic causes of osteoporosis, are the two main types of osteoporosis. Bone defects can now be caused by numerous additional genes. In this study, we aimed to identify variants of this pathogen across continents using genome-based and bioinformatics methodologies. Methods. We integrated osteoporosis-associated variants into this study using various bioinformatics-based techniques by using GWAS data from the National Human Genome Research Institute (NHGRI). Results. We found that the variant rs3742909 is likely to cause osteoporosis. SMOC1 gene expression in whole blood tissue also appears to be affected by this variant. We found that this genomic variant requires additional research to validate functional and clinical studies in patients with osteoporosis. Conclusions. We suggest that better understanding of disease susceptibility, including osteoporosis, can be achieved through the merging of genome-based databases and bioinformatics. Our goal is to validate the findings of this study both in vitro and in vivo during the preclinical stage.
Upaya edukasi anemia dan tablet tambah darah pada siswi sekolah menengah kejuruan Gustinanda, Rizky; Handaningrum, Karunia Nining; Kaffah, Silmi; Wahyuningsih, Iis; Amukti, Danang Prasetyaning
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.22397

Abstract

Prevalensi anemia pada wanita meningkat dari 29,6% pada tahun 2019 menjadi 29,9% pada tahun 2021, menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengenai prevalensi anemia pada remaja putri meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Anemia berdampak negatif terhadap pembelajaran, produktivitas, dan risiko infeksi. Di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, banyak siswi yang kurang memiliki kesadaran tentang anemia dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendidikan kesehatan dalam bentuk edukasi serta  pemberian tablet tambah darah sebagai upaya potensi pencegahan terjadinya anemia. Kegiatan program pemberdayaan umat (PRODAMAT) menerpakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan memberikan materi tentang anemia dan obat tablet tambah darah (TTD) meliputi pengertian, gejala, faktor resiko, pencegahan dan cara pengguan TTD yang benar. Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan kegaitan sosialisasi edukasi  didapatkan hasil pre-test dan post-test terdapat peningkatan pengetahuan dari 26,6% menjadi sebesar 46,6%. Program ini juga melibatkan penyampaian materi, pembagian leaflet, dan diskusi interaktif untuk memperkuat pemahaman peserta. Intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku remaja putri terkait pencegahan anemia. Pendekatan edukasi berbasis partisipasi, seperti yang diterapkan, dapat terus dikembangkan untuk mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan komunitas dalam mengatasi masalah kesehatan remaja.
Promosi Kesehatan Diet and Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Danang Prasetyaning Amukti; Akrom Akrom; Ria Indah Pratami
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.626

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu kondisi (Reflux) asam lambung yang naik ke esofagus secara berulang. Kebiasaan remaja kurang memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi juga memicu terjadinya peningkatan asam lambung. Kegiatan program Promosi Kesehatan (PROMKES) menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk menekankan partisipasi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengelola penelitian action research. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pre-test sebesar 68%. Dimana dari hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan siswa terhadap GERD belum begitu paham. Setelah pemberian materi diet dan GERD kepada siswa SMKS Indonesia Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan sesi post-test pada akhir materi. Hasil yang yang diperoleh sebesar 90%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari edukasi pengobatan dan pencengahan GERD melalui Promosi Kesehatan.
Promosi Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus Pada Remaja Mita Ardila; Dwi Tiva Widyanti S. Humolungo; Danang Prasetyaning Amukti; Akrom Akrom
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.729

Abstract

Diabetes merupakan salah satu dari penyakit terbanyak, salah satunya terjadi di Indonesia. Bagi remaja, salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko diabetes, karena perilaku di masa muda dapat mempengaruhi kesehatan di kemudian hari. Tujuan: Promosi Kesehatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi dalam mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus. Metode: Promosi Kesehatan dilaksanakan dengan sosialisasi secara langsung dengan menggunakan power point dan media alat bantu seperti leaflet. Hasil:Pada kegiatan ini setelah dilakukan pre-test sebeser 59% pada hasil pre-test menujukkan bahwa siswa-siswi masih belum paham pada diabetes. Kemudian setelah dilakukan post-test sebesar 86% pada hasil post-test menunjukkan bahwa para siswa-siswi sudah ada peningkatan dalam memahami materi yang telah dipaparkan dalam melakukan pencegahan dan pengendalian diabetes melitus pada remaja. Hasil menunjukkan adanya peningkatan dan pemahaman dari pencengahan dan pengendalian Diabetes Melitus melalui Promosi Kesehatan.
STANDARISASI SIMPLISIA BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) MELALUI ANALISIS PARAMETER SPESIFIK DAN NON-SPESIFIK Kaffah, Silmi; Silmi Kaffah; Moch. Saiful Bachri; Laela Hayu Nurani; Wahyu Widyaningsih; Muhammad Ma’ruf; Danang Prasetyaning Amukti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v8i1.2520

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan bahan alami berupa serbuk kering yang diperoleh dari umbi tanaman ini. Standardisasi sangat penting untuk memastikan konsistensi kualitas, keamanan, dan kemanjuran bagi konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu bawang dayak yang diperoleh dari kota Sintang, Kalimantan Barat berdasarkan uji parameter spesifik dan non spesifik. Pengujian dilakukan dengan mengukur parameter non spesifik dan parameter spesifik. Hasil uji parameter non spesifik menunjukkan bahwa Simplisia memiliki kadar air sebesar 9,10%, kadar abu total 0,57%, dan kadar sari larut etanol 5,46%, menunjukkan stabilitas dan kemurnian yang baik. Uji parameter spesifik menunjukkan bahwa kandungan flavonoid total adalah 3,57 mg QE/g dan kandungan fenolik total adalah 2,05 mg GAE/g, yang menunjukkan potensi kapasitas antioksidan dan aktivitas farmakologis. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa umbi bawang dayak memenuhi standar mutu berdasarkan uji parameter spesifik dan non spesifik, layak digunakan sebagai bahan baku obat herbal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam formulasi farmasi.
Purple Yam (Dioscorea alata) Extract Increasing Dopamine Levels and Improving the Brain's Microscopic Features in Parkinson's Model Mice Yuliani, Sapto; Utami, Dwi; Nurani, Laela Hayu; Ramadhan, Muhammad Marwan; Ainiyah, Nadia Putri; Bachri, Mochammad Saiful; Widyaningsih, Wahyu; Amukti, Danang Prasetyaning
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i2.7267

Abstract

Parkinson's disease (PD) is a severe neurodegenerative disorder, that causes progressive motor issues from the loss of dopamine-producing neurons in the substantia nigra pars compacta (SNpc). Purple yam (Dioscorea alata), rich in anthocyanins, shows promise as a natural antioxidant and neuroprotectant. This study investigated the antiparkinsonian effects of D. alata extract on dopamine levels and brain microscopic features in a haloperidol-induced PD mouse model. Thirty-five male mice were randomly allocated into seven groups: normal (CMC-Na and aqua pro injection), haloperidol-induced negative control (CMC-Na), positive control (levodopa 39 mg/kgBW), curcumin (200 mg/kgBW), and D. alata extract-treated groups (100, 200, and 400 mg/kgBW). Treatments were administered daily for seven days. On day 8, all groups, except the normal control, received an intraperitoneal injection of haloperidol (2 mg/kgBW) to induce Parkinsonism. Three hours post-haloperidol injection, dopamine levels were measured from orbital vein blood. Subsequently, brains were harvested for histological examination of the SNpc using Toluidine blue staining. Data were statistically analyzed using one-way ANOVA followed by LSD post-hoc tests. The 400 mg/kgBW dose of D. alata extracts significantly increased dopamine levels (p<0.05) compared to the negative control group. Microscopic analysis of the SNpc in mice treated with 400 mg/kgBW extract revealed preserved, dark, and solid neuronal morphology, with significantly higher scoring results (p<0.05) when compared to the levodopa-treated group. These findings suggest that D. alata extract, particularly at a dose of 400 mg/kgBW, exhibits potential antiparkinsonian activity by elevating dopamine levels and mitigating dopaminergic neuronal damage in a haloperidol-induced PD mouse model.
Pharmacogenomic and Bioinformatic Insights into ACE Gene Variants and Their Influence on ACE Inhibitor Response in Hypertension Amukti, Danang Prasetyaning; Ria Indah Pratami; Ismyama, Dian Farida; Puspitasari, Ade; Herlina, Tetie
PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Vol. 3 No. 03 (2025): PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara
Publisher : CV. Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58549/pcjn.v3i02.113

Abstract

Response to angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEIs)-based antihypertensive therapy varies between individuals, which is largely influenced by genetic factors. The ACE gene has several polymorphisms that can affect enzyme levels and therapeutic efficacy. This study aims to explore the relationship between genetic variations in the ACE gene and response to captopril, lisinopril, ramipril, and enalapril in hypertensive patients. This study used a bioinformatics and pharmacogenomics approach by analyzing data from PharmGKB, Ensembl, and GTEx Portal. Genetic polymorphisms were analyzed to evaluate their association with ACEI efficacy using a descriptive statistical approach. Results: Four single nucleotide polymorphisms (SNPs) in the ACE gene were found to be associated with response to ACEI. Variants rs4291 and rs1799752 were associated with captopril efficacy, where the AA genotype showed a decrease in the severity of renal failure. The rs1799752 variant was also associated with lisinopril and enalapril, with the DD genotype providing greater blood pressure reduction. In addition, rs4359 and rs4344 were correlated with the efficacy of ramipril, especially in the CC+TT and AA+GG genotypes. Genetic variation in the ACE gene plays a role in determining the response to ACEI therapy. Pharmacogenetic approaches have the potential to improve the efficacy and safety of antihypertensive treatment.
ANALISIS EKSPRESI MMP1 PADA KARSINOMA PAYUDARA INVASIF DENGAN BIOINFORMATIKA MELALUI UALCAN: BIOMARKER PROGNOSTIK POTENSIAL: Analysis of MMP1 Expression in Invasive Breast Carcinoma with Bioinformatics via UALCAN : A Potential Prognostic Biomarker Danang Prasetyaning Amukti; Ria Indah Pratami
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 7 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v7i1.1778

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara invasif (BRCA) merupakan penyebab utama kematian kanker pada wanita global. Matrix Metalloproteinase-1 (MMP1), enzim pemecah matriks ekstraseluler, diduga berperan dalam invasi dan metastasis BRCA. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi MMP1 sebagai biomarker prognostik BRCA menggunakan pendekatan bioinformatika. Metode: Studi berbasis data TCGA ini menggunakan platform UALCAN untuk menganalisis ekspresi MMP1, metilasi promotor, dan hubungannya dengan parameter klinis. Analisis statistik meliputi uji-t, ANOVA, dan kurva Kaplan-Meier dengan uji log-rank (signifikansi p<0,05). Hasil: Ekspresi MMP1 pada jaringan tumor 5 kali lebih tinggi daripada normal (p<0,001), didukung hipometilasi promotor. Pasien dengan ekspresi tinggi MMP1 menunjukkan survival lebih buruk (p=0,0042). Variasi signifikan terlihat berdasarkan ras (terburuk pada African-American), status menopause (terburuk post-menopause), dan subtipe molekuler (HER2+ dan triple-negatif). Kesimpulan: MMP1 terbukti sebagai biomarker prognostik potensial untuk BRCA dengan implikasi klinis dalam stratifikasi risiko dan terapi target. Temuan ini mendorong penelitian lanjutan untuk validasi klinis dan pengembangan terapi spesifik.
Worldwide Bibliometric Analysis of Antibiotic Resistance Research Trends Amukti, Danang Prasetyaning; Pratami, Ria Indah; Kaffah, Silmi; Ningsih, Novita Fitria; Evelin; Nurdevi, Aldise Indah; Liani, Fega; Panduwinata, Revina; Nurshintya, Agnes; Andre, Muhamad; Nurfaizah, Eka
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v11i3.264

Abstract

Introduction. Antibiotic resistance (AR) is a critical issue in global health, characterized by the increasing number of resistant pathogens that threaten the effectiveness of infection therapy. Although there has been a significant increase in the number of scientific publications related to AR, there are not many studies that systematically map the dynamics and direction of global research. This study aims to evaluate the global trend of antibiotic resistance research in the period 2022–2025 through a bibliometric approach. Methods. This is a quantitative bibliometric study with a descriptive design. Data were taken from 1,845 indexed international scientific sources, covering 18,786 documents. The analysis was carried out using the Bibliometrix R-package , focusing on publication growth, scientific collaboration, dominant keywords, and identification of the most contributing authors, institutions, and countries. Results. The study showed that despite a -28.01% decline in the annual publication growth rate, research volume remained high, with 27.62% cross-border collaboration and 87,959 authors involved. China and the United States dominated both in terms of publications and citations, while frequent keywords reflected a laboratory approach and focus on major pathogens. The most influential articles were published in leading journals such as The Lancet, Gut, and Clinical Infectious Diseases. Conclusion. This study confirms that antibiotic resistance remains a major focus of the global scientific community, characterized by extensive, collaborative, and evidence-based research activities. These findings provide an important scientific basis for designing more effective, adaptive, and sustainable AR research and policy strategies at the global level.